lelaki biasa

lelaki biasa
kepergian Putri


__ADS_3

saat ini mereka sedang sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas masing-masing Putri tidak memberitahukan tentang kedatangan sang papa Raharjo kepada Tama.


Tama berangkat bersama Putri dengan mobilnya, mengantar Putri ke kantor setelah itu baru pergi ke kantor barunya yang telah siap.


saat ini Tama lagi sibuk mendesain mengingat dia sudah lumayan banyak kerjaan dari Malik dan dari sang ayah,"sepertinya aku butuh asisten atau karyawan untuk membantu aku dikantor agar pekerjaan ku cepat siap dan bisa mencari lokasi untuk cafe yang mau aku buka.


siang ini Tama berada di kantor Wijaya membahas pembangunan apartemen


"sepertinya kantor baruku butuh karyawan "kamu butuh berapa rupanya? tanya Wijaya "lima orang saja yah, dua sebagai office boy dan tiga sebagai karyawan.


kemudian Wijaya memanggil kepala satpam kantor keruangan nya


"iya ada pak! ada yang bisa saya bantu! "kemarin kamu bilang ada anakmu baru lulus sarjana? " iya dan saat ini masih mencari pekerjaan! "kamu panggil anakmu sekarang kesini paling lama setengah jam saya tunggu!


mendengar itu kepala satpam kantor langsung menelepon anaknya datang ke kantor.


tidak menunggu lama anak kepala satpam datang " ada apa yah kenapa saya disuruh datang? "cepat naik keruangan pak Wijaya!


saat ini kepala satpam dan anaknya sudah diruang pemilik perusahaan besar itu


"nama kamu siapa dan apa keahlian kamu? itulah pertanyaan Wijaya


perkenalkan nama saya beni pak saya sarjana teknik saya paham dan mengerti tentang pembangunan dan jurusan saya teknik sipil


"apa kamu bisa beladiri? mendengar itu kepala satpam bicara "maaf sebelumnya pak saya memotong pembicaraan ini anak saya sudah saya latih beladiri seja kecil dan dia bisa beladiri


"baik mulai sekarang kamu kerja bersama anak saya! ini anak saya namanya Tama Arya, kamu kerja di kantor barunya sebagai asisten pribadi nya.


mendengar itu beni dan kepala satpam sangat merasa senang

__ADS_1


"terima kasih tuan atas kerjaannya dan saya akan tanggung jawab sepenuhnya dengan pekerjaan saya dan terimakasih atas kepercayaan nya.


"mulai besok kamu datang ke kantor saya jam 08:00 pagi! dan tugas pertama mu cari karyawan 4 orang lagi kita butuh orang yang ngerti tentang desain gambar bangunan dan dua orang sebagai office boy. "baik tuan muda nanti saya buat lowongan kerja nya.


"ingat nama kantor kita Tama company! "baik tuan muda


setelah itu Tama kembali membahas pekerjaan bersama ayah nya.


sedangkan dirumah Putri sedang berdebat dengan sang papa "kamu sekarang beresin semuanya pakaian mu dan ikut dengan papa ke luar negeri kita akan tinggal disana mulai sekarang, "tapi pa bagaimana dengan perusahaan disini terus bagaimana dengan pernikahan ku? "masalah perusahaan jangan khawatir sudah ada orang kepercayaan papa yang mengurus semuanya sekarang kamu ikut papa keluar negeri bantu perusahaan kita di sana agar lebih maju cuma kamu yang papa percaya! jadi jangan membantah lagi


"terus pernikahan ku pa? kamu pisah saja sama dia! orang kayak gitu cuma bikin beban hidup, gak bisa apa-apa buat apa kamu pertahankan pernikahan kamu!


"gak bisa gitu pa aku sudah merasa nyaman dengan pernikahan ku ini! "pokoknya papa gak mau tau kita berangkat satu jam lagi dan untuk Tama suami kamu yang miskin itu gak boleh ikut cuma bikin susah dan bikin malu gak ada yang bisa di banggakan darinya.


"cepat kamu beresin semu keperluan kamu papa keluar sebentar dan jangan ada dipikiran kamu untuk kabur, kalau kamu ingin tau diman ibu kamu jangan membantah omongan papa!.


mendengar kata ibu membuat Putri terdiam, dari kecil dia tidak pernah tau siapa ibunya apakah masih hidup atau sudah meninggal.


sedangkan Tama masih bekerja melihat ada telpon dari Putri langsung di angkat


"ya ada apa? "sebentar lagi aku akan berangkat ke luar negeri bersama papa "apa keluar negeri kamu jangan bercanda! "aku gak bercanda sekarang aku masih dirumah cepat kamu datang ada yang ingin saya bicarakan. kemudian Putri langsung mematikan telpon nya.


mendengar itu Tama langsung menuju mobil dan pergi kerumah papa mertua nya


ketika dia sampai dia melihat Putri memberikan koper pada sang supir "ini sebenarnya ada apa kenapa mendadak perginya? "maaf aku harus ikut dengan papa keluar negeri " berapa lama kamu disana? "aku gak tau berapa lama "terus bagaimana dengan pernikahan kita!


Putri hanya diam dan tidak bisa menjawab pertanyaan Tama


"kamu tau aku serius dengan pernikahan kita dan kamu tau aku mencintaimu "tapi aku harus pergi ada sesuatu yang harus aku selesaikan! "bagaimana kalau aku ikut!

__ADS_1


"tidak kamu tidak boleh ikut, Tama dan Putri melihat ternyata Raharjo yang bicara "kamu tidak boleh ikut bikin susah dan bikin malu saja. lebih baik kalian berpisah mulai sekarang!


mendengar itu Tama emosi "aku tidak akan berpisah dengan Putri disini aku sebagai kepala keluarga dan Putri harus ikut dengan ku, aku tidak akan mengijinkan putri pergi!


mendengar itu Raharjo tertawa emang kamu siapa ha! apa yang bisa dibanggakan darimu kamu tidak bisa apa-apa bisanya cuma nyusahin orang saja!


"maaf aku gak pernah nyusahin anda ucap Tama pada raharjo "dan aku tidak pernah menyusahkan anda


"pokoknya Putri harus ikut dan tidak boleh membantah ini urusan keluarga.


"Putri hanya diam mendengarkan perdebatan papanya dan Tama


"sekarang mari kita tanya pada Putri dia mau ikut atau tidak kata Raharjo


mendengar itu Putri bingung sementara dia sudah merasa nyaman hidup bersama Tama tapi satu sisi dia ingin tau siapa ibu kandung nya.


"maaf aku harus ikut dengan papa keluar negeri dan aku tidak bisa tinggal disini ini sangatlah penting untuk ku!


"tapi bagaimana dengan pernikahan kita apakah kamu menyerah begitu saja! belum selesai Tama bicara kepalanya sudah di pukul oleh asisten pribadi Raharjo dengan atas suruhan nya pada Anton, segi Tama menjadi pingsan


melihat itu Putri terdiam dan melihat sang papa "ini maksudnya apa pa? "sudah kamu diam jangan bantah sekarang kamu ikut papa ke mobil, dan kamu urus anak ini kata Raharjo pada Anton


kemudian Raharjo dan Putri berangkat dan meninggalkan Tama, sedangkan Tama Anton pindahkan ke mobilnya Tama dan membiarkan Tama pingsan di dalam mobil itu.


"kenapa papa sangat jahat pada Tama? asal papa tau dia sangat baik padaku dan memperlakukan aku dengan lembut "papa gak peduli nanti kamu jugak dapat pengganti nya diluar negeri.


Putri terdiam dan menangis, khawatir dengan Tama yang tidak sadarkan diri ingin keluar tapi tidak bisa karena sudah ada penjaga yang mengikuti mobil nya


sedangkan saat ini Tama sudah sadar dan dia heran kenapa ada di mobil, beberapa saat barulah dia ingat dengan apa yang terjadi membuat dia emosi dan marah.

__ADS_1


Tama melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara dalam hatinya masih yakin Putri belum berangkat


sampai di bandara dan berkeliling dia tidak menemukan Putri dan ketika di telepon nomor nya sudah tidak aktif lagi Tama merasa sedih dan sangat kecewa atas kepergian Putri dia merasa tidak bisa di andalkan sebagai laki-laki


__ADS_2