
sedangkan malam ini semuanya sedang menyiapkan makan malam bersama sedangkan Putri saat ini sedang sibuk memasak di dapur bersama Bu Widya
melihat Putri yang sudah bisa memasak membuat Tama menghampiri Putri dan memeluk nya dari belakang.
Putri terkejut dengan Tama yang memeluk nya "jangan seperti ini nanti ibu datang awas malu tau nanti kalau ketahuan sama ibu! "gak papa lagian kita juga udah nikah cuma peluk gini doang masa malu! "iya tapi kan!
sedangkan saat ini mama Berta dan Bu Widya sudah melihat kelakuanku sepasang suami istri ini mereka hanya tersenyum melihat nya dan merasa bahagia kalau anak mereka saling mencintai.
mm!! suara Naomi membuat Tama melepaskan pelukannya "kamu! bikin kakak kaget aja "habisnya kakak! orang lagi masak malah di ganggu nanti kalau gak enak ini salah kakak ya!
"kalau kakak ma gak masalah apa yang dimasak istri kakak pasti enak ucap Tama sambil melihat Putri!
sedangkan Putri tersenyum mendengar ucapan Tama
"gini ni kalau ada maunya pasti di belain terus! iya kan bu!, coba siapa tadi malam yang mukanya kusut amat kaya jemuran baru di angkat!
mendengar itu semuanya jadi tertawa sedangkan Tama hanya diam sambil memegang tangan istrinya
sedangkan Putri tau penyebab suaminya seperti itu pasti dari tindakannya kemarin
"sudah jangan dipikirkan Naomi hanya bercanda saja kata Tama sehingga membuat Putri memeluk lengan Tama
akhirnya makan malam bersama pun mereka lakukan dan malam ini mama Berta menginap di rumah baru Wijaya yang di Jerman
sedangkan Raharjo tidak tau kalau Putri bakalan ikut ke Indonesia bersama Tama
"nanti di Indonesia kalian tinggal dirumah ayah dulu jangan pindah kasian nanti ibu gak ada temen nya malah kesepian!
"iya aku gak masalah yang penting Putri nyaman aja! bagaimana dengan kamu sayang? tanya Widya "gak papa Bu lagian asik biar ramai nanti!.
waktu keberangkatan pun akhirnya tiba siang ini mereka sudah di bandara Jerman yang akan bertujuan ke Jakarta Indonesia
gak butuh waktu lama akhirnya pesawat mereka mengudara di langit sedangkan Naomi masih harus tinggal di Jerman melanjutkan pendidikan kannya yang satu tahun lagi
sedangkan setelah keberangkatan mereka baru Raharjo tau bahwa akhirnya Putri ikut ke Indonesia mendapatkan informasi itu membuat emosi nya menjadi semakin tinggi dan langsung membuat dia menuju rumah mantan istrinya
"maksudnya apa ini Berta! kenapa kamu biar kan Putri pergi ke Indonesia? "aku gak bisa tahan dia ini ke mauan dia sendiri jadi aku harus berbuat apa! lagian dia juga sudah menikah dan harus ikut bersama suaminya!
__ADS_1
"aku gak tau sama jalan pikiran kamu apa kamu gak mau lihat Putri bahagia dan asal kamu tau aku mendukung pernikahan Putri dan Tama jadi aku harap kamu gak usah ikut campur sama rumah tangga mereka.
"terserah kamu aku gak peduli! awas aja nanti kalau ketemu
setelah itu Raharjo langsung pergi meninggalkan rumah Berta.
sedangkan di pesawat pribadi Wijaya Putri dan Tama banyak bercerita apa saja yang mereka lakukan selama satu tahun ini.
hampir lima belas jam mereka tempuh dalam perjalanan untuk sampai ke Indonesia
begitu sampai keluarga Wijaya sudah dijemput sama supir pribadi
sedangkan besokannya Tama dan Putri pergi ke kantor urusan agama untuk mendapatkan sertifikat pernikahan mereka mengingat mereka masih menikah sirih
gak butuh waktu akhirnya buku nikah mereka sudah siap tapi untuk pesta pernikahan mereka masih belum siap untuk mengadakan nya
"mulai sekarang aku gak mau kamu panggil aku dengan nama! aku mau kamu buat nama panggilan sayang untuk kita berdua masa sudah satu tahun lebih menikah masih panggil nama aja kata Tama
Putri hanya tersenyum dan mengiyakan kata Tama
siang ini mereka sedang makan siang mengingat Putri sangat rindu dengan makanan Indonesia sedangkan Tama sebagai suami dengan senang hati menemani istrinya.
"maaf bang saya belum ada uang nya gimana kalau nanti sore aja datangnya dan ini aja baru ada pembeli! "emang kamu siapa! ngatur-ngatur saya terserah saya mau minta nya kapan cepat bayar atau gak ini tempat saya hancur kan
Putri yang melihat itu merasa tidak nyaman dan sedikit takut "sudah kamu makan aja gak usah dilihat itu bukan urusan kita kecuali dia ganggu kita baru aku marah kata Tama
kemudian kedua preman itu melihat pakaian Tama dan Putri yang mahal membuat mereka ingin me malaknya
"hei! kalian berdua yang makan cepat kasih uang keamanan atau nggak kamu bakal saya hajar
mendengar itu Tama masih makan dan merasa bodo amat sedangkan Putri sudah mulai tidak nyaman dan memegang tangan Tama "sudah jangan takut ada aku kamu lanjut makan ya!
merasa tidak di tanggapi membuat kedua preman itu menghampiri meja Tama dan Putri
"hei Lo begok apa budek! pake gak dengar segala lagi! cepat bayar kalau gak lo habis sama kita mau Lo kami hajar
sedangkan Tama hanya diam saja melihat sampai mana mereka bertindak
__ADS_1
"hei bayar! kata preman itu dengan memukul meja tempat makan mereka sehingga membuat Putri terkejut dan membuat makanan nya tumpah
melihat itu Tama berdiri dan menatap kedua preman itu
"minta maaf sama istri gua sekarang! sedangkan kedua preman itu hanya tertawa "emang Lo siapa sampe gua harus minta maaf sama Lo
melihat itu Tama tersenyum dan semakin mendekat kan tubuh nya ke preman itu dan membuka jas dan memberikan jasnya pada Putri
"tolong pegang bentar ya sayang ini cuma bentar aja! "udah gak usah ribut lebih baik kita pergi aja!
"enak aja Lo mau pergi bayar dulu! kata preman itu dengan suara keras
membuat emosi Tama jadi naik dengan cepat langsung memberikan pukulan keras tepat di rahang preman itu sehingga membuat preman itu jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri
"siapa yang suruh kamu memotong pembicaraan ku dengan istriku ha!
sedangkan preman satunya kaget melihat temannya langsung pingsan dengan satu pukulan saja
"ternyata Lo kuat juga ya! sampe bikin teman gua pingsan
setelah itu dia langsung menyerang Tama bukan nya menghindar Tama malah menyerang juga dengan cepat dengan tendangan mengarah tepat ke perut preman itu sehingga preman itu terjatuh ke belakang dan menabrak meja melihat itu Tama mendekat dan memberikan pukulan sehingga preman itu mengaku kalah dan minta maaf
"ampun bang saya minta maaf "sekarang Lo minta maaf sama istri saya kalau gak lo gua hajar lagi
setelah itu preman itu minta maaf pada Putri dan juga pada pedagang itu
sedangkan Putri kaget dan heran dengan perubahan Tama yang semakin dewasa dan tenang dalam menyikapi suatu masalah membuat dia merasa aman apabila dekat dengan Tama.
"kamu gak papa kan sayang! "iya gak papa kamu ada yang sakit? "gak masa gitu aja sakit! kata Tama dengan mengusap rambut Putri
yasudah lebih baik kita pulang aja tadi ibu telpon ada yang mau dibicarakan sama kamu
setelah itu keduanya langsung pulang
menuju rumah Wijaya
"rumah kamu yang dulu gimana? kata Putri masih ada dan masih terawat
__ADS_1
"biarpun kecil itu rumah banyak kenangan dan merupakan rumah pertama ku.