Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 16


__ADS_3

Kecewa yang dirasakan oleh Frey tidak lebih besar dari rasa malu yang akan dihadapinya saat bertemu Noval. Selama ini Noval selalu berusaha menyadarkan Frey untuk membuka matanya tentang tindak tanduk sang kekasih. Tetapi Frey yang sedang sayang-sayangnya jelas sangat menentang Noval.


Frey beranggapan bahwa Noval selama ini menuduh tanpa bukti, sehingga Frey pun ragu untuk mempercayainya.


Sebagai lelaki, Noval tentunya mengandalkan logika dalam mencermati suatu hubungan. Di mata Noval ketika seorang wanita lebih memilih karier dibanding percintaan itu menandakan wanita itu belum siap untuk serius dan masih ingin bermain-main.


Noval mengenal wanita dengan tipe seperti itu di club-club dugem, dimana wanitanya ingin selalu bebas tanpa terkekang.


Tiba di Bandara Frey berjalan sambil memikirkan sesuatu.


"Aku belum siap menghadapi Noval, Aku masih butuh menenangkan diri" gumamnya.


Frey menaiki sebuah mobil mewah berwarna putih yang hanya tersedia untuk 4 penumpang. Seseorang membukakan pintu belakang mobil untuknya.


"Pak, ada yang tahu bapak jemput saya?" Tanya Frey.


"Sepertinya tidak pak, soalnya saya tadi dari bengkel. Kenapa pak? Apa perlu saya kabari" Tanya pak Reno sopan yang merupakan driver pribadi Frey. Beliau sudah mendampingi dengan setia sejak Frey pulang kuliah dari luar negeri.


"Jangan pak, Justru saya tidak ingin ada yang tahu"


"Oh, iya baik pak, sekarang kita mau kemana dulu pak?"


Sejenak Frey berpikir, kemudian ia berkata


"Pak, gini aja deh saya turunkan bapak nanti di halte, bapak saya pesankan taxi online ke kantor. Mobil saya bawa sendiri aja, nanti kalau ada yang tanya bilang aja mobilnya lagi di bengkel beberapa hari" Kemudian Frey mengeluarkan semua uang kertas didompetnya dan memberikan kepada Pak Reno.


"Wah... ini kebanyakan pak kalo buat bayar taxi online"


"Iya sisanya ambil saja pak, buat bapak"


"Terima kasih pak" jawabnya dengan binar bahagia. Baru saja kemarin anaknya telpon minta dibelikan laptop untuk tugas sekolahnya.


Setelah sampai di halte, Pak Rano turun dan Frey langsung menancap gas menuju ke suatu tempat yang sudah lama tak ia singgahi.


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%


Aleena sudah tiba di hotel yang dituju saat matahari mulai terasa terik. Ingin sekali ia langsung masuk ke kamar hotel untuk membasuh diri, tetapi saat menuju ke receptionis ternyata waktu check in masih sekitar 2 jam lagi.


Aleena memilih untuk menunggu di restoran hotel sambil memesan beberapa makanan. Rasanya ia lapar sekali. Walaupun ia tahu makanan yang ia pesan tidak murah, ya setara beberapa mangkok bakso abang-abang yang suka keliling komplek.


"Sekali-kali aku jajan yang mahal sedikit lah biar hilang penatku" gumamnya dalam hati.


Ia juga sempat mengambil beberapa foto dengan beragam pose.


Tiba di kamar hotel, Aleena langsung merebahkan dirinya diatas kasur. Ia membuka-buka brosur hotel dan melihat berbagai fasilitas yang tersedia.


Aleena memutuskan untuk menikmati fasilitas spa dan lulur di lantai 17. Ia mandi tanpa berganti pakaian karena ia hanya membawa 2 potong baju saja.


Aleena merasa lebih bugar setelah melakukan spa yang tentunya gratis. Ternyata Aleena juga mendapatkan makan malam gratis yang langsung diantarkan ke kamarnya.

__ADS_1


Karena semalam tadi ia tidak tidur, malam ini ia menikmati kasur yang sangat empuk dan nyaman serta AC yang menyala. Hal yang langka bagi Aleena mendapatkan segala fasilitas yang ada saat ini.


Sebenarnya ini bukan kali pertama ia mendapatkan voucer menginap gratis di hotel karena memang selama ini mereka sering booking hotel saat tugas keluar kota. Seringkali 2 sampai 3 kamar untuk sekali bookingnya.


Aleena sedikit melepaskan kesedihannya disini. Aleena tahu akan tiba waktunya seperti ini tapi ia tidak menyangka akan rasanya ternyata sesakit ini.


Setelah sarapan pagi, ia memilih menghabiskan waktunya untuk duduk di kursi pantai dibawah lindungan payung besar yang cukup sejuk. Memakai rok pendek diatas lutut polkadot dan tanktop neck v berdada rendah berwarna biru muda. Rambut terurai, memakai topi pantai dan kacamata hitam.


Terlihat di pantai ada segerombolan perempuan semuanya memakai bikini yang sangat terbuka dan seksi sekali sedang menciprat-cipratkan air satu sama lain. Ada juga beberapa lelaki dengan otot perut yang menggoda sedang berselancar.


Saat tengah memejamkan mata dibalik kacamata hitamnya, Aleena merasa ada seseorang yang menghampiri.


Seorang lelaki tampan duduk di seberang tempat duduknya dan hanya terdapat meja sebagai sekat antara keduanya.


Walaupun ia sadar akan kehadiran lelaki tersebut tetapi Aleena pura-pura cuek, Toh walaupun aku membuka mataku tidak akan terlihat. Aleena berucap dalam hatinya.


Namun tiba-tiba ia merasa haus. Mendengar lelaki itu memesan minuman, Ia pun langsung membuka kacamatanya dan juga memesan minuman.


"Mbak aku juga mau ya, Kelapa mudanya 1 pake es" ujar Aleena.


Lelaki yang diseberangnya pun terperangah, dia bertanya dalam hatinya, kapan wanita itu bangun.


"Oke saya catat pesanannya. Mau pesan makanan juga enggak mba?" Tanya pelayan ramah.


"Enggak deh" Jawab Aleena singkat.


Saat pelayan itu berlalu, lelaki itu berkata


Seketika Aleena menoleh, dan untuk pertama kalinya ia memandang dengan jelas lelaki yang memilih untuk duduk disampingnya itu.


Lelaki tampan yang hanya memakai celana pendek, ia baru saja melepas ikatan di kakinya yang terhubung dengan papan selancar.


Ooow.. bukan hanya tamvan gaess.. tapi juga perutnya itu loh.. roti sobek manis hihi. Aleena tak berkedip dalam beberapa detik, cukup lama lah ya..


Lelaki itu menyunggingkan senyum kemenangan, karena berhasil membuat Aleena terpana dalam pandangan pertama.


"Ada apa nona? apakah aku mengganggumu?" tanyanya memberanikan diri.


Aleena langsung mengalihkan pandangannya ke laut,


Sadar Aleena.. sadar.. kenapa kau ini, runtuknya dalam hati.


Lelaki itu kembali tersenyum kemenangan,


"Kau tidak bergabung dengan teman-teman sexy mu itu nona?" tanya nya lagi.


Aleena mengarahkan pandangannya ke sekitar dan mencari teman-teman yang dimaksud lelaki itu. Setelah menemukan wanita-wanita sexy itu, Aleena memandangnya sejenak kemudian mengalihkan pandangannya menatap lelaki itu yang sudah berhasil melepaskan ikatan talinya.


"Apakah aku terlihat bagian dari mereka?" ucap Aleena.

__ADS_1


"Apakah kau sendiri?? really?? di pantai yang luas ini??" jawabnya setengah mengejek.


"Bagaimana dengan anda tuan? Mana teman-temanmu? kenapa tidak bergabung dengan teman-temanmu?" baru juga kenal, berani ngeledek. Aleena yang memang moodnya kurang baik sepertinya tersinggung dengan ucapan si lelaki.


"Ahahaha.. jangan marah nona, kalau aku kan laki-laki. Jadi wajarlah kalau aku sendiri disini. Tapi kalau wanita sendiri disini sepertinya.... "


"Ada yang salah?? lagi pula kalau ada teman-teman anda kenapa anda duduk disini?" Aleena mulai bad mood dengan lelaki di sebelahnya.


Keren sih.. tapi ih, suka suka aku aja sih. gerutu Aleena.


"Nona manis, jangan jutek-jutek nanti cantiknya luntur" godanya.


Aleena tak menyahut, ia kembali memandang ke laut. Tiba-tiba lelaki itu mengulurkan tangannya,


"Aku David"


Aleena menatap mata lelaki itu lalu mengalihkan pandangannya ke tangan yang sedang terulur.


"Mariam" jawab Aleena sekenanya. Ia sengaja menyembunyikan identitasnya karena merasa tak perlu untuk mengenalkan diri. Toh paling juga tidak akan pernah ketemu lagi.


"Nama yang bagus" ujar David, Frey David Harrison. Lelaki yang sedang melarikan diri dari sahabatnya karena malu. Banyak orang-orang penting koleganya hanya mengenal Frey Harrison, oleh karena itu ia memilih nama David saat berkenalan dengan orang baru. Dia berpikir ketika menyebutkan nama Harrison maka banyak yang mencari muka kepadanya.


Berbeda dengan Mariam alias Aleena yang cuek, jutek dan seperti malas menanggapinya.


Pesanan mereka pun tiba,


"2 Kelapa muda plus es" ucap sang pelayan. Terlihat Aleena sedang mengambil sesuatu dalam tasnya.


"Gabungkan saja tagihannya dengan ku" Ucap Frey.


"Tidak perlu, jadi berapa?" Aleena spontan menjawab.


"Bukankah berterima kasih lebih mudah? anggap saja salam perkenalan" jawab Frey


Pelayan itu pun meninggalkan mereka berdua setelah mendapatkan isyarat tatapan mata dari Frey.


"Bukankah kelapa muda ini terlalu murah untuk sebuah salam perkenalan?" bukannya senang, Aleena malah lebih jutek menanggapinya.


Ternyata wanita ini ga gampang jinak juga ya. pikir Frey.


"Tapi terima kasih atas welcome drinknya. Dan mohon maaf saya tidak berminat untuk membalasnya" Aleena jaga-jaga karena ia tidak ingin lelaki itu berharap apapun padanya. kepedean sih... tapi ya itulah Aleena, wanita berhati yang semakin dingin karena kejadian yang dialaminya.


"Tenang saja nona.." ucapnya.


Saat keduanya tengah menikmati air kelapa muda sambil berbincang-bincang, tanpa disadari seorang lelaki menghampiri mereka, membuat Aleena terperangah.


"Aleena.. " Panggilnya.


Aleena yang mengenal suara panggilan itu hendak berlari melewati Frey, tetapi terlambat. Tangannya langsung digenggam dengan erat tepat saat ia selangkah melewati Frey, sehingga posisi Frey berada diantara Aleena dan lelaki tadi yang ternyata Alvaro.

__ADS_1


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%


__ADS_2