Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
BAB 28


__ADS_3

Banyak masalah yang menghampirinya dalam dua minggu ini, membuat Aleena melupakan acara yang penting terkait kerjasamanya antara Bougenfil Textile dan Harrison Collection. Mungkin karena sebagian besar pekerjaannya juga sudah dialih tangankan pada Angga jadi Aleena tidak meng-Upgrade lagi perkembangan perihal jadwal Fashion Show dari Harrison Collection.


Sebuah gedung megah yang tentunya masih dalam naungan Bisnis Harrison Company sudah disiapkan. Dengan dekorasi tema "Summer Fantasy" sederhana, elegan namun tidak menghilangkan nuansa mewah dalam acara ini.


Aleena memakai midi dress berwarna cerah motif floral dengan model v neck yang dikirimkan oleh tim Harrison Collection kemarin ke kantornya. Memakai pita di rambut sebagai hiasan dan sepatu model silang dengan hak 5cm. Terlihat formal tapi santai, anggun dan menarik.


Setelah mengikuti serangkaian prosedur untuk masuk ke area Fashion Show, Aleena berjalan menutupi rasa gugupnya mencari sosok yang dikenalnya. Tak lama kemudian ia melihat Asti yang sedang mengecek kursi tak jauh darinya.


"Hai Asti..." sapa Aleena sumringah.


"Hai Miss Aleena, syukurlah kamu datang" Asti menyambutnya dengan lega. Sengaja Asti memanggilnya dengan sebutan "Miss" karena ini acara formal.


"Kenapa? Ada yang bisa kubantu?" tanyanya heran.


"Ah.. itu ada Mr. Noval, saya harus mengecek beberapa hal dulu, miss boleh langsung menemui Mr. Noval"


"Oh, baiklah kalau begitu"


Aleena pun langsung menghampiri Noval yang sedang berbincang berhadapan dengan sepasang tamu yang membelakanginya.


"Hai Mr. Noval, apa kabar?"


"Oh Hai miss Aleena, senang anda bisa hadir hari ini". Noval tersenyum dengan ramah.


Namun tiba- tiba ekspresi Aleena berubah sesaat melihat siapa tamu yang sedang disapa oleh Noval.


"Loh Aleena, kamu datang? sendiri? kok bisa?" tanyanya dengan ekspresi terkejut yang di tahan.


Rasa kesal, marah, jengkel seolah merajuk pada Aleena untuk muncul saat menghadapi orang dihadapannya dengan wajah tanpa dosa sambil menggandeng tangan sang pelakor yang resmi menjadi kekasihnya itu. Kalau dari gelagatnya, Aleena yakin bahwa wanita cantik, anggun dan berkelas itu tidak tahu kisah masa lalu antara dia dan kekasihnya.


Hellooo... tapi Aleena tetap berusaha waras diri karena ini bukan saat yang tepat untuk menunjukkan taringnya.


"Selamat malam pak, bu. Saya tidak tahu bapak akan datang malam ini." sehalus mungkin walau samar-samar ia masih terkesan risih melihat mereka berdua. Ya jelaslah risih.. tau lah ya kalian.


"Jelas dong saya hadir, ini kan acara spesial rekan bisnis kita. Jadi sudah pastinya saya akan menyempatkan diri untuk hadir"


"Oh iya Mr. Noval, mohon maaf saya belum mengenalkan kekasih saya ini. Dia Fransiska Anne, seorang model keponakan dari Bu Hadiwijaya pemilik Shafara Butik" Noval pun menjabat tangannya.


"Ah.. model ya, pantas saja" jawab Noval singkat.


"Oh ya pak Alvaro maaf sebelumnya, saya yang mengundang mbak Aleena ini untuk hadir dan menyiapkan gaun spesial sebagai ungkapan terima kasih kami atas kesediaan mbak Aleena membantu staff kami"


"Ah itu bukan hal yang besar pak, beliau memang selalu bisa diandalkan dalam hal-hal tersebut"


Alis Aleena berkerut dan hampir menyatu, entah kaget atau bagaimana, ini pujian ataukah apa? tapi kok ga kedengeran seperti pujian ya.


"By the Way, Mbak Aleena sendiri? atau memang masih single mbak?" Noval berbasa basi.


"Saya baru beberapa minggu lalu meraih label single kembali pak, setelah perjuangan panjang melepaskan apa yang tak perlu diperjuangkan" Cuzz... serangan balasan meluncur dari Aleena.


"Wah kok bisa, gadis secantik mbak Aleena ini single, kalau dari penampilan sepertinya mbak ini tipe wanita setia ya, benar kan pak Alvaro?" tanya Noval dengan polosnya.

__ADS_1


"Saya setuju dengan pak Noval, tenang saja Aleena saya doakan semoga kamu akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari sebelumnya" Gadis yang daritadi hanya menyimak percakapan mereka pun ikut dalam percakapan.


tiba-tiba Asti datang menghampiri Noval dan membisikkan sesuatu yang tak terdengar sama sekali oleh ketiga orang tersebut.


"Baiklah pak Alvaro dan nona Fransiska, karena acara akan segera dimulai, saya mohon pamit dulu"


"Oh iya silahkan pak?"


"Mbak Aleena bisa ikut dengan saya?" pinta Alvaro.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aleena sedang menunggu Asti yang sedang mengambil beberapa bahan di sisi panggung saat seorang laki-laki tampan, berpakaian formal, tinggi dan sangat berwibawa lewat dihadapannya.


Baru dua langkah lelaki itu melintas tiba-tiba dia berhenti dan membalikkan tubuhnya.


Aleena yang menyadari akan tatapan pria itu langsung tercengang.


"Kamu??"


"David??" serunya bersamaan.


"Kau disini? kok bisa disini?" tanya Frey.


Aleena masih terdiam tanpa bisa menjawab.


"Pak mohon maaf kita hampir terlambat, mari pak" Ucap seorang laki-laki disamping Frey yang berbadan tak kalah tegap darinya.


Aleena terpaku dan hanya bisa berkedip mengikuti pergerakan lelaki yang ketampanannya meningkat 180 derajat sejak pertemuan terakhirnya itu.


Ke.. kenapa dia disini?? tanyanya dalam hati.


Kok bisa? tapi pakaiannya rapi sekali, sepertinya orang penting. Ha.. ha.. jelas semua yang datang kesini ya orang penting.


"Aleena??" sapa seseorang mengagetkannya dari belakang.


"Loh Angga, kamu juga datang?" Aleena terkesiap.


"Iya pasti lah, orang aku udah diwanti-wanti sama pak bos untuk datang" gerutunya.


"Yuk Miss Aleena, ikut saya" tutur Asti yang datang dari arah depan.


"Ngga, Aku ikut bu Asti dulu ya. Kamu mau disini atau ikut? Oh ya mbak, ini rekan kerja saya"


"Angga.." ia mengulurkan tangannya kepada Asti.


"Asti.." jawabnya singkat.


"Jadi pak Angga ini yang akan menggantikan saya sebagai sekretarisnya pak Alvaro mulai minggu depan" ujar Aleena.


"Loh.. eh maksudnya? ya udah pak Angga ikut saja, Ayo mbak kita tak punya banyak waktu, Acaranya sudah mau dimulai".

__ADS_1


Mereka bertiga pun bergegas menuju ke backstage. Ternyata salah satu dari penata busana mereka sedang berhalangan hadir karena kecelakaan dan info itu baru diterima 15 menit sebelum acara dimulai. Asti yang terlihat panik walaupun berusaha untuk tenang sangat bersyukur ketika bertemu dengan Aleena.


Suasana Backstage terlihat sedikit chaos karena memang kekurangan 1 panitia saja akan sangat mempengaruhi kelancaran suatu acara.


Setelah menjelaskan kondisinya kepada Angga dan Aleena, Asti kembali ke area stage untuk mengecek persiapan yang tinggal 5 menit lagi. Sedangkan, Aleena langsung menuju ke posisinya dan mengerjakan apa yang harus dia lakukan. Angga lagi-lagi terpana melihat kesigapan Aleena dalam mengambil alih pekerjaan orang lain.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rangkaian agenda Fashion Show "Summer Fantasy" berjalan dengan meriah dan tanpa hambatan apapun. Semua dikelola secara profesional dengan persiapan yang matang.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Aleena pun bersiap untuk pulang.


"Kamu pulang sama siapa Leen?" tanya Angga yang memang sudah diizinkan hanya memanggil namanya saja ketika diluar kantor.


"Aku? ya sendiri, paling nanti aku naik taksi online" jawab Aleena dengan tangan yang masih sibuk merapikan aksesoris.


" Pulang bareng aku aja, nanti aku anterin sampe depan kosan" tawar Angga.


Belum sempat Aleena menjawab ajakan Angga, terlihat Asti dari kejauhan menghampiri mereka.


"Miss Aleena dan Pak Angga, terima kasih atas bantuan dan kerjasama kalian untuk mensukseskan acara ini. Gak kebayang kalau ga ada kalian, gimana pusingnya saya he.. he.. " terlihat jelas wajah yang penuh kelegaan dimatanya.


"With my pleasure, Ti.. Congrats ya acaranya berjalan lancar" Aleena memberikannya senyuman hangat.


"Iya acaranya keren sekali, aku yang baru terjun ke dunia ini saja jadi merasa masih banyak yang harus kupelajari" Timpal Angga.


"Itu tak ada apa-apanya jika tak ada kalian, makasih banyak ya.. " jawab Asti tulus.


"Aku?? aku gak berbuat apa apa disini, aku hanya melihat kalian sibuk" sela Angga.


"Ahahaha.. tak apa pak Angga, oh ya bagaimana kalau aku kenalkan kalian dengan atasanku disini, siapa tahu bisa menambah relasi"


"Emh.. Sepertinya aku akan langsung pulang saja ti, ini sudah jam 11 malam. Aku juga masih harus mempersiapkan untuk perjalanan besok" sanggah Aleena yang memang sudah merasa kelelahan.


"Aaah.. sayang sekali, tidakkah bisa sebentar saja??" Bujuk Asti.


"Maafnya Asti.. tapi ya memang demikian adanya" Tolak Aleena dengan halus.


Setelah berpamitan dengan Asti, Aleena dan Angga pun bergegas menuju parkiran mobil. Walaupun baru bekerja, status nya yang masih satu keturunan dengan pemilik butik ya pastinya tetap berlebih untuk kehidupannya. Mobil yang dimiliki Angga merupakan hadiah dari neneknya saat ulang tahun ke 20, aku Angga pada Aleena.


Di dalam ruangan gedung yang masih terlihat hiruk pikuk para tamu undangan, Frey tengah gelisah ingin segera mengakhiri ramah tamah yang sedang terjadi. Akan tetapi hal itu pastinya akan membuat acara menjadi tidak kondusif mengingat sebenarnya ia adalah bintang utama dalam acara ini.


Ditengah kegelisahannya, Frey memerintahkan salah seorang yang berpakaian hitam-hitam untuk mencari gadis yang ditemuinya tadi dan membawanya. Frey berniat untuk mengantarkannya pulang dan kali ini ia bertekad untuk tidak kehilangan jejak wanita yang beberapa minggu ini dicarinya.


15 menit kemudian sang bodyguard kembali menghampiri bos nya.


"Maaf Mr. wanita itu sudah pulang sejak 20 menit yang lalu melalui pantauan CCTV" lapornya.


Dengan wajah yang terlihat datar, ia menutupi kekesalannya.


Lagi-lagi ia kehilangan jejak.

__ADS_1


__ADS_2