
Perjalanan dinas karyawan Harrison Collection berakhir pada hari ini. Mereka baru menyadari karena ternyata bos yang sempat mereka kira sangat pekerja keras itu juga merupakan orang yang perhatian terhadap karyawannya. Walaupun mereka tidak bisa merasakan serunya bermain di Disneyland Tokyo, tetapi mereka disuguhi dengan makanan-makanan enak di Jepang dan ternyata rasanya sangat berbeda dengan makanan-makanan Jepang yang ada di Indonesia.
Aira sangat antusias mengambil berbagai Angle foto di manapun ia berada ketika di Jepang, baik saat bekerja maupun saat makan atau mengunjungi tempat seperti Ueno Park. Tak lupa pula ia mengambil foto setiap kesibukan yang dijalaninya di sana.
Leo menjalankan misinya dengan sangat baik. Ia melakukan berbagai cara untuk meraih perhatian bos nya. Terbukti kini Frey sudah mengenal Leo dengan sering menyebutkan namanya saat memperkenalkan kepada rekan bisnisnya. Padahal Frey tidak akan melakukan hal itu kalau tak menguntungkan, hehehe.
Arka tetap fokus pada pekerjaannya, sambil sesekali mencuri waktu untuk sekedar berpegangan tangan pada Rere ataupun meraih pinggangnya. Sesekali Rere menolaknya ketika melihat situasi yang kurang tepat, tapi diwaktu yang memungkinkan Rere sudah tidak menolaknya dan itu membuat Arka tersenyum senang.
Rere, menemukan banyak ide dan variasi yang kemudian ia konsultasi kan dengan Aleena karena ide pakaiannya membutuhkan motif yang sesuai. Harusnya Rere sering berkonsultasi dengan Aira, tapi sayang Aira terlalu sibuk dengan jepretannya. Jadi Rere lebih memilih berdiskusi dengan Alena.
Aleena sendiri memilih untuk menyibukkan diri dengan berkonsultasi dengan para ahli di sana terkait motif yang lebih sering digunakan pada saat Cherry Blossom. Selain itu juga Aleena bolak-balik berkomunikasi dengan Rere terkait motif-motif yang dominan digunakan untuk nanti diserahkan kepada Arka.
Selain hubungan pekerjaan, tidak ada yang mencurigakan terlihat antara Aleena dan Frey yang sesekali terlihat berdua saja karena mereka tahu bahwa ada hal-hal yang harus mereka tangani berdua. Begitu pula dengan hubungan antara Rere dan Arka mereka begitu baik dalam menutupi sesuatu yang saat ini sedang pelan pelan mereka bangun.
"Mau liburan sehari lagi?" Tanya Frey pada Aleena yang sedang melihat berbagai jenis bahan dan motif yang ada di pabrik kain yang terkenal di Jepang.
Aleena melihat kekanan dan kekiri, dirasa tidak ada yang memperhatikan mereka, Aleena menjawab
"Mr.. kita sedang bekerja, bagaimana kalau yang lain dengar?"
"Aku bisa membuat alasan agar kita pulang belakangan"
"Oh ya? Apa kau tidak sibuk?" tanya Aleena setengah menantang.
"Baik, kuanggap jawabanmu Iya"
"Eh..." Aleena kaget, "Tapi Mr. Frey bukankah kain ini lebih halus dibandingkan kain yang Mr. pegang" Aleena mengalihkan pembicaraan saat melihat Rere mendekat. Frey terdiam sejenak, kemudian menyadari keberadaan Rere yang sudah berada di antara mereka berdua.
"Bagaimana Miss Rere, secara motif aku lebih suka yang ini tapi secara bahan, Miss Aleena memilih yang ini" Aleena tersenyum menanggapi Frey yang masuk ke dalam drama yang dibuatnya.
__ADS_1
"Sebentar Mr, Arka.. Arka.." panggil Rere.
"Ya Re, kenapa?" Arka setengah berlari.
"Bisakah kita custom kain bahan ini tapi dengan motif yang ini?" tanya Rere.
Percakapan mereka pun fokus terkait pemilihan bahan dan motif. Aleena yang bertugas untuk mengukur buggeting antara import kain atau menggunakan kain dari Indonesia dengan modifikasi motif. Arka yang mempertimbangkan penggunaan kain itu lebih memilih yang mana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aira sudah tertidur pulas di kasur empuk hotel. maklum seharian ini mereka berjalan-jalan kembali mengelilingi pabrik kain. Tapi ya seperti biasa, Aira terlalu capek untuk mencoba berfoto di berbagai spot dengan lincahnya. Dia juga sempat mencoba beberapa model pakaian khas Jepang mulai dari pakaian tradisional sampai pakaian dinas. Aira yang menawarkan diri untuk mencoba pakaian tersebut. tujuannya tidak lain dan tidak bukan apalagi kalau bukan untuk berfoto ria. Kalau lihat status Instagram ya, oh hampir setiap 2 sampai 3 jam sekali ia posting foto-fotonya di berbagai aktivitas.
Aleena dan Rere memutuskan untuk menonton beberapa tayangan Jepang yang tersaji di layar televisi. sekaligus menikmati malam-malam terakhir mereka di Jepang. besok masih ada satu destinasi yang harus dikunjungi sebelum pada akhirnya mereka pulang ke Indonesia.
"Leen, Lu pernah nggak sih diinginkan oleh seseorang tapi lu nggak ada rasa sama sekali sama orang itu? " Rere membuka percakapan sambil matanya menatap pada layar televisi.
"Emhm, kayaknya sih aku nggak pernah ya soalnya selama ini aku baru pacaran satu kali hehehe"
"Kalau aku dulu mbak, merasa bahwa dia perhatian sama aku, dia berhasil membuat aku kepikiran dia terus, jadi aku mencoba menerimanya dan lama-kelamaan aku jadi makin merasa hari-hari aku itu berwarna gitu mbak, Awalnya.."
"Maksudnya sekarang udah enggak gitu Leen? Kenapa? emang udah berapa lama?"
Aleena menatap Rere, mengingatkannya pada Shilla teman setianya dari dulu sampai sekarang. Akhirnya ia pun mau membuka luka lamanya untuk diceritakan pada Rere yang baru dekat dengannya beberapa hari ini.
"Sebenarnya sih aku nggak pernah cerita ya tentang urusan pribadi aku kecuali sama teman yang benar-benar dekat sama aku tapi berhubung Mbak tanya sama aku ya mungkin ini bisa jadi pertimbangan Mbak siapa tahu memang mbak lagi galau".
Alena menceritakan kisahnya berpacaran dengan seorang laki-laki tapi memang dia tidak berani untuk menyebutkan siapa namanya, bukan karena menjaga nama pria itu tapi memang Alena sudah muak mendengar nama pria itu. Alena mulai menceritakan dari pertemuan pertama, PDKT kemudian masa-masa pacaran yang indah sampai pada perselingkuhan yang sangat tidak dia inginkan secara singkat kepada Rere.
"Jadi lo sempet diselingkuhin juga?!? gila banget ya tuh cowok!!! Nah itu gue tuh males pacaran atau males berkomitmen sama cowok karena apa karena gua ngerasa cowok tuh Mau enaknya aja. Dia bisa semaunya mendua lah, selingkuh lah, atau apapun itu dan setelah itu dia menjalani kehidupan seperti biasanya sedangkan ceweknya kadang susah banget move on. Apalagi kalau ceweknya itu udah punya anak ujung-ujungnya anaknya hanya jadi korban!!" Ujar Rere menggebu-gebu.
__ADS_1
"Maksudnya gimana mbak??? kalau yang aku tangkap kayaknya mbak ada trauma tertentu ya??"
"Yaa jujur Leen, selama ini gua nggak pernah pacaran lagi setelah beberapa tahun belakangan ini, karena emang gua ada trauma sebelumnya. Gue pernah pacaran pas kuliah, tapi ga lama gua putus soalnya cowok gue terlalu posesif, terlalu banyak nuntut jadi dia milih untuk melepaskan gue dan sekarang dia udah nikah"
"Gue lahir dari Anak yang broken home bapak gue selingkuh dan nyokap gue belum move on sampai sekarang, dia nggak mau kembali sama suaminya tapi dia juga nggak bisa ngelepasin suaminya. Padahal mereka udah menikah 12 tahun lamanya. tapi gua yang jadi korban atas keegoisan mereka. Makanya ketika sekali pacaran terus mantan gue begitu, gue langsung menyimpulkan bahwa cinta itu bulshit" Rere curhat panjang lebar.
"Aku tebak ya Mbak, kayaknya sekarang ada cowok yang deket sama mbak tapi Mbak nggak berani untuk nerima dia meskipun sebenarnya Mbak ada rasa Tapi mbak selalu menutupi rasa itu karena ketakutan Mbak"
"Enggak Leen, gua nggak ada rasa sama laki-laki itu gue masih belum bisa membuka hati gua buat laki-laki manapun" Ucap Rere.
"Kalau nggak mau kenapa kok mau dipegang tangannya? kenapa mau dirangkul pinggangnya? jujur aja deh Mbak..." Ledek Aleena. Dan hal tersebut berhasil membuat Rere terbelalak.
"Lu tahu Leen??" Rere menutup mulutnya.
"Aku cukup peka untuk melihat gerak-gerik itu Mbak" Ucap Aleena.
"Kartu gua udah kena nih sama lu" Rere pasrah.
"Emang apa sih mbak yang Mbak takutin?"
"Ya itu, gue takut dia pada akhirnya bosen sama gue, ninggalin gue, selingkuh dengan orang lain, padahal gue udah bucin-bucinnya sama dia"
"Mbak... ga semua lelaki itu ga bertanggung jawab. Memang banyak laki-laki buaya tapi percaya deh kita pasti dipertemukan dengan pasangan yang tepat".
"Iya sih.. dia udah nunggu aku 2 tahun, tapi aku cuekin aja. entah kenapa sampe sekarang aku belum bisa menerimanya walaupun dia dengan sabar nungguin aku".
"Mbak.. ikuti kata hati mbak, jangan sampe ada penyesalan ketika dia pergi meninggalkan mbak. Semoga ada jalan keluar ya mbak"
Rere hanya mengangguk-anggukan kepala sambil menatap kembali layar televisi di depannya. Mereka menghabiskan sesi curhat itu dengan berbagai cerita mulai dari cerita lucu, sedih, gembira dan cerita cinta.
__ADS_1
Tapi Aleena tak sedikit pun menceritakan kisahnya dengan Frey yang sepertinya juga tak terbaca oleh Rere. Setelah puas untuk saling bercerita, mereka pun memutuskan untuk menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...