
Aleena tiba di kantor dengan tepat waktu. Kedatangan Alena langsung disambut oleh Resha karena ternyata klient nya sudah datang. Pertemuan kali itu Aleena didampingi Resha untuk membahas terkait konsep acara, gaun, menu makanan dan venue yang diinginkan oleh klien tersebut. Untungnya saja klien tersebut tidak keberatan menunggu walaupun Aleena hanya telat 15 menit, akan tetapi itu tetap hal yang mesti Aleena hindari.
Pertemuan itu membahas banyak hal, oleh karena itu membutuhkan waktu yang cukup lama sampai Aleena dapat menyelesaikannya dari pagi hingga siang hari. Setelah klien tersebut pulang Aleena dan Resha dapat bernafas lega dan memilih untuk duduk di sofa yang ada di ruang fitting baju.
Sambil menunggu waktu makan siang mereka berdua pun memilih untuk berbincang-bincang seputar pekerjaan.
"Gimana mbak pekerjaan baru nya saat ini? sudah mulai merasa nyaman atau masih banyak hal yang perlu dipelajari?" tanya Resha sambil memainkan ponselnya mengecek sosial medianya, ada kabar apa saat ini.
"Sebenarnya sih aku masih harus banyak menyesuaikan diri ya Res, karena aku juga masih kaku gitu deh kalau ada klien atau keluarganya yang menanyakan tentang konsep. Tahu sendiri kan aku selama ini nggak terlalu banyak berkecimpung di bidang konsep, aku lebih banyak di fashion atau sebagai penyambung lidah saja gitu" jawab Alena.
"Tapi sejauh ini masih aman kan Mbak? maksudnya Ya masih bisa di handle kan? nggak mengalami kesulitan yang berarti?" Resha mencoba menyelami apa yang tengah Aleena rasakan.
"Aman kok Res, aku masih menikmati untuk mempelajari banyak hal baru" jawab Alena sambil menggeser tempat duduknya untuk mendapatkan posisi yang nyaman.
__ADS_1
"Oh ya mbak aku lihat kayaknya kemarin mbak kenal ya sama klien yang kemarin, itu loh... yang datang bertiga, yang satu laki-laki tinggi badannya besar gitu satu perempuan yang masih muda dan sama yang sama ibu-ibu itu loh" Resha mengingatkan Aleena pada kunjungan Arka kemarin.
"Oh iya itu pelanggan kita juga? kok aku nggak tahu ya Res, itu ibunya siapa? ibunya Pak Arka atau perempuannya?" berhubung Resha yang memulai percakapan Aleena pun langsung memberondongnya dengan pertanyaan.
"Itu loh Mbak, Jadi kemarin itu sebetulnya klien kita yang udah sekitar sebulan yang lalu booking sama kita gitu, sempet tanggalnya belum pasti karena kan mereka masih harus menyamakan jadwal dan karena satu dan lain halnya. Tapi kemarin itu dia datang lagi untuk memastikan tanggal, konsep kemudian juga tentang menu makanan dan lain sebagainya, sekalian juga mereka udah nyerahin dp-nya ke kita. Jadi yang nikah itu tuh kakaknya perempuan itu, cuman sayangnya kakaknya tuh lagi di luar negeri jadinya dia nggak bisa ngurus-ngurus di sini tapi dia baru mau meninggalkan tempat kerjanya di sana setelah ya seminggu sebelum pernikahan lah katanya sih kayak gitu" Ungkap Resha panjang dan lebar
"loh Emang yang mau menikah itu yang mana?" Aleena masih belum mudeng kayaknya.
"Jadi mamanya yang punya konsep, adiknya yang temenin mamahnya sedangkan yang laki-laki itu katanya temennya adiknya dan cuman nganter doang. Aku sih ngelihatnya kayak mereka berdua tuh ya kalau dibilang pacaran mungkin aja, tapi emang mereka pacaran nggak sih Mbak?" Resha jadi penasaran.
"Bukan mbak Leen, yang mau menikah Itu Kakak perempuannya yang ada di luar negeri sedangkan calon suaminya juga dari luar negeri tapi mereka akan melaksanakan pernikahannya di kota ini. tempatnya di tempat yang sudah disiapkan oleh ibu dan adiknya. Ya jadi lucu juga ya, siapa yang mau nikah, siapa yang nyiapin. Kakaknya itu nerima aja apapun konsep yang disiapkan oleh adiknya itu"
"Kamu enggak tanya sama adiknya itu mereka pacaran atau enggak?"
__ADS_1
"Ya Nggak mungkin lah Mbak aku nanyain kayak gitu nggak enak juga kan, lagian itu privasi mereka. Nanti kalau aku kepo profesionalitas aku berkurang dong!"
"Oh iya ya, kamu pintar juga, tapi kamu yakin banget mereka itu sebenarnya nggak pacaran?"
"Ya aku nggak bisa bilang sih mereka pacaran atau tidak, tapi yang pasti ya aku nggak ngelihat chemistry aja di antara mereka berdua, soalnya lakinya main handphone mulu sih. Oh ya, By the way temen Mbak itu yang perempuan atau yang laki-lakinya? kok Mbak kayaknya penasaran banget sih?"
"Sebetulnya keduanya itu dulu satu kantor sama aku, cuman kalau yang satu lagi aku nggak begitu kenal jadi yang paling aku kenal itu yang laki-laki. Dia lagi ada sedikit masalah sama temen aku makanya aku pastikan berulang kali sama kamu sebenarnya dia itu ada hubungan pacara atau tidak sama perempuan itu?"
"Tapi kayaknya emang enggak deh mbak, soalnya aku lihat juga ga ada chemistry diantara keduanya, tapi laki-lakinya itu lumayan ganteng dan perhatian juga baik sama perempuan atau sama ibunya" Aleena hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Resha.
Karena merasa perut mereka sudah keroncongan, akhirnya mereka pun beranjak dari sofa empuk tersebut untuk menuju kerumah makan disamping kantor.
Aleena memang belum sempat mengunjungi Rere di rumah sakit tapi Rere berkabar melalui pesan singkat bahwa kondisinya sudah lebih baik dan Arka masih setia menemani Rere.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...