Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 31


__ADS_3

_H-2 menjelang keberangkatan dinas_


Masa bekerja Aleena di Harrison Collection memang hanya tinggal beberapa minggu lagi. Aleena menggantikan pekerjaan Ghea dengan jobdesk memilih kain yang cocok dengan design yang diberikan tim design. Aleena juga bertugas untuk memilihkan antara jenis bahan dan motif yang sesuai. Intinya Aleena harus mencocokan antara motif, bahan kain dan design. Sedangkan Ghea menggatikan tugas Vivian sebagai koordinator tim Textile Designer, karena sedang cuti melahirkan.


Oleh karena itu yang sudah pasti ikut ke Jepang yaitu Ghea sebagai koordinator. Aleena yang memang yakin bahwa dirinya tidak diikut sertakan ke jepang lebih memilih untuk melanjutkan tugasnya tanpa berharap lebih.


Dalam tim itu masih ada Anggie dan Radit yang memegang kendali design motif secara digital.


Karena H-2 keberangkatan Dinas, oleh karena itu tim textile designer sangat sibuk untuk menyiapkan beberapa berkas terkait keberangkatan, sampai-sampai jam makan siang pun terlewat begitu saja, bukannya tidak ingin makan tapi karena waktu memang terasa cepat berlalu.


"Guys.. ternyata udah jam 2 nih, pantesan gue laper banget. Makan siang dulu yuk.." Ajak Radit.


"Hah?!? jam 2, kok aku ga ngerasa laper ya?" timpal Anggie.


"Mbak Ghea, ayo makan dulu" Aleena menghampiri Ghea yang masih fokus dengan laptopnya.


"Hemh.. kayaknya aku nitip aja deh, dit. Pesenin makanan yang biasa ya buat gue. Ni uangnya" Ghea segera menyerahkan uang seratus ribuan kepada Radit.


"Ya udah aku juga ya Dit, samain aja kayak mbak Ghea" pinta Aleena.


Kemudian mereka pun kembali bergelut dengan laptopnya masing-masing.


Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00, Anggie dan Radit sudah pulang sejak pukul lima sore tadi.


Aleena merapikan perlengkapannya, sekilas ia melihat ke arah Ghea, sesekali Ghea terlihat meringis namun kemudian fokus lagi ke laptopnya, meringis lagi, fokus lagi, beberapa kali Aleena perhatikan. Setelah memastikan mejanya rapi, ia pun menghampiri Ghea yang sedang menundukkan kepala dengan tangan kanannya dijadikan bantalan di mejanya.


"Mbak.. Mbak kenapa? belum selesai? besok lagi yuk" bujuk Aleena.


Ghea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Aleena pun menyentuh bahu Ghea untuk memastikan kondisinya.


Aleena kaget karena bahu Ghea terasa hangat padahal dilapisi baju berbahan wolvis tebal.


"Mbak.. ini mbak demam ya..." Aleena langsung mengecek suhu tubuhnya. Benar saja Dahi Ghea terasa panas karena demam.


"Sudah yuk mba, kita periksa kerumah sakit" ajak Aleena setengah panik.


"Enggak.. enggak.. ini buggeting belum selesai"


"Ya udah sini aku copy, nanti aku lanjutin di rumah" Aleena segera menyambar tasnya dan mengambil poket kecil berisi Flashdisk, kemudian meng-copy file yang sedang dikerjakan oleh Ghea. Menutup laptop Ghea dan membereskan barang-barangnya.


Ghea hanya mengikuti setiap arahan Aleena, entah kenapa dia semakin lemas dari waktu ke waktu.

__ADS_1


Akhirnya mereka tiba di rumah sakit dengan mengendarai taksi, sempat menunggu sebentar kemudian Ghea pun masuk ke IGD.


Pukul 21.00 dokter baru menyelesaikan pemeriksaan terhadap Ghea. Dokter menyarankan Ghea untuk dirawat inap di rumah sakit karena Ghea terkena tipus. Setelah diberi penanganan darurat dan sempat tertidur sebentar Ghea kemudian bangun dan baru menyadari bahwa ada Aleena tengah ketiduran menjaganya yang kini berada di ruang rawat inap. Ghea mengambil Handphone-nya dan menghubungi seseorang.


Tepat setelah Ghea menutup panggilannya, Aleena terbangun dan langsung mengecek kondisi Ghea.


"Leen, Makasih ya.. maaf kamu jadi kerepotan buat nolongin saya" ucap Ghea dengan suara lirihnya.


"Iya sama-sama Mbak, gimana mbak udah baikan?" tanya Aleena.


"Iya sudah lebih baik, maaf bikin kamu cemas. Iya aku lupa dari semalem ga ketemu nasi, ga inget juga saking sibuknya"


"Hemh... pantesan mbak"


"Oh ya Leen, Tante aku lagi Otw kesini, nanti kalau tante aku sampe kamu pulang aja ya, istirahat. Ada beberapa File yang sedang aku kerjakan, sisanya hanya pengecekan aja, sementara ini tolong dibantu ya"


"Siap mbak.."


30 menit kemudian, Tante Resti datang. Aleena bercakap-cakap sebentar dengan Tante Resti kemudian berpamitan untuk pulang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Mbak.. itu mata kenapa?? kurang tidur?" sapa Anggie saat Aleena baru tiba di ruangan.


"Jangan terlalu di porsir mbak.. nanti kalau sakit bingung kita" Radit menambahkan.


"Thanks Guys.. kalian baik sekali sih.." Jawab Aleena.


"Eh tapi tumbenan nih Mbak Ghea belum dateng? kadang aku tuh suka bingung sama dia, udah tahu punya penyakit maag tapi masih aja sering ninggalin waktu makan siang" cerocos Anggie, ternyata selama ini dia perhatian sama rekan-rekannya.


"Ya mau begimana lagi, nggie. Tahu sendiri kerjaan bu Vivian kayak apa, sedangkan dia kan selalu perfectionis kalau ngerjain ini itu" Radit tetap fokus pada layar komputer di depannya.


"Guys.. tolong cek ini dong, semalem udah aku kerjain tapi mungkin ada yang perlu di koreksi"


Anggie dan Radit mendekat, seraya menyimak layar yang digerakan oleh Aleena.


"Lah ini kan kerjaan mbak Ghea, ya ga Dit?" Anggie mengerutkan dahinya.


"Bentar, sini aku cek" Radit mengambil alih mouse di tangan Aleena dan menggerakannya.


Saat mereka sedang fokus ke layar, Asti datang dengan membawa beberapa berkas.

__ADS_1


"Tim Textile Design, kebetulan sedang berkumpul. Ada hal yang perlu kita diskusikan bersama".


Radit mempersilakan Asti duduk bersama mereka dengan membawakan kursi kerja Ghea.


"Sebelumnya saya mau mengabarkan bahwa Miss Ghea saat ini sedang dirawat di rumah sakit karena tipus" Asti membuka percakapan tanpa basa basi.


"Apaa?? kok bisa? kemarin masih baik-baik saja, tapi memang agak pucat sih" Anggie terlihat khawatir.


"Sorry ya guys.. aku lupa info" ucap Aleena.


"Oh ya Miss Aleena semalam pulang jam berapa?" tanya Aleena yang selalu menggunakan panggilan "Miss" untuk rekan kerjanya.


"Sekitar jam 10 malam, setelah tantenya mbak Ghea datang" jawab Aleena


"Tapi gimana kondisinya mbak Ghea sekarang?" tanya Radit.


"Semalam setelah di cek sudah lebih baik, tapi memanh harus perawatan intensif karena mbak Ghea susah makannya" jawab Aleena.


"Tuh kan.. kebiasaan banget ih mbak Ghea itu..." Anggie kesel sendiri.


"Oke rekan-rekan sekalian, berhubung Miss Ghea tidak memungkinkan untuk ikut ke Jepang, tim ini siapa yang akan menggantikannya?" tanya Asti.


"Hemh.. Maaf banget aku ga bisa walaupun ingin sekali, aku tidak diizinkan pergi sejauh itu karena sedang mempersiapkan pernikahanku" Anggie menyahut.


"Yah.. aku belum ngurus pasport Miss.." ungkap Radit, dan semua mata menatap Aleena.


"Emh... aku bisa, tapi aku kan tidak lama lagi disini?" Aleena menjawab tatapan ketiga pasang mata tersebut.


"Enggak apa-apa lah mbak Al, lagi pula laporan yang tadi mbak Al buat udah sesuai tinggal sedikit di revisi" Ucap Radit.


"So, Miss Aleena yang akan berangkat ya? karena waktunya mepet, saya izin bawa miss Aleena dulu ya untuk dimintai beberapa dokumen yang dibutuhkan" tegas Asti.


Aleena yang sebelumnya tak berharap sama sekali, masih terpaku tanpa menjawab rekan-rekannya.


"Mbak.. mbak.. " Anggie melambaikan tangannya di depan wajah Aleena untuk mengembalikannya dari lamunan.


"Eh.. tapi apa gak bisa tetep mbak Ghea aja yang berangkat, siapa tahu di Jepang sembuh" Aleena baru merespon.


"Sepertinya tidak mungkin juga kita paksakan jika Mbak Ghea nya yang sudah memutuskan sendiri bahwa ia memilih untuk tidak ikut" jawab Asti.


"Ayo Miss Aleena, waktu kita sudah semakin mepet" Asti segera bangun dari duduknya. Aleena mengikuti dari belakang tapi masih terlihat bingung antara senang dan ga tau harus melakukan apa. Padahal ini bukan pertama kalinya ia harus melakukan perjalanan bisnis.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih readers.. atas komentar positifnya, senang bisa mengenal kalian 😍😍. Mohon maaf ya belum bisa sering upload cerita karena selain masih pemula, ada kesibukan lain yang belum bisa ditinggalkan. Tapi sebisa mungkin akan selalu upload tiap ada kesempatan. Semoga kalian selalu sehat 😇


__ADS_2