
Setelah seminggu Aleena resmi menyandang sebagai Nyonya Harrison, Frey pun membawa Aleena ke apartemen miliknya untuk sementara waktu. Rumah yang Frey siapkan untuk Aleena masih dalam rancangan. Frey sangat ingin melibatkan Aleena dalam setiap rancangan yang sudah dibuat.
Dalam seminggu ini, setelah bersama sepenuhnya, Baik Aleena maupun Frey terlihat untuk sama-sama saling mengenal. Ada kalanya masing-masing merasa jatuh cinta saat baru mengenal karakter masing-masing.
Misalnya saja Aleena yang selalu mengeringkan rambutnya setelah keramas, Frey selalu merasa senang melihatnya. Wangi rambut Aleena juga membuatnya semakin bertambah rasa sayangnya. Frey juga sangat senang saat Aleena memanggilnya dengan kata "Sayaaaang", membuat Frey rasanya ingin selalu dirumah.
Aleena memang masih malu-malu saat bersama Frey. Bahkan untuk memakai pakaian yang terkesan sedikit terbuka saja Aleena masih merasa canggung. Oh ya, By the way, hari ini Aleena baru selesai dari masa menstruasinya sejak satu hari sebelum menikah. Jadi secara teori Aleena masih perawan, hehehe.
Dan sejak pagi tadi Aleena kelimpungan sendiri. Aleena merasa kasian jika harus terus menahan Frey untuk tidak menyentuhnya. Akan tetapi trauma yang dialaminya membuat Aleena tak bisa memaksakan diri untuk menerima Frey seutuhnya dalam seminggu ini.
Untung saja pekerjaannya hari ini tidak terlalu padat. Karena tidak memungkinkan ia fokus dalam kondisi seperti ini. Akhirnya Aleena memutuskan untuk menghubungi Rere, menanyakan pendapatnya serta meminta saran atas kegelisahannya saat ini.
Mereka pun sepakat untuk bertemu di sebuah tempat makan, menu yang dipilih adalah bakso. Maklum bumil sepertinya sudah mulai mau makan dan tiba-tiba ngidam pengen makan bakso. Aleena yang sudah tidak sabar untuk menceritakan perasaannya itu memilih untuk datang lebih awal dari waktu yang dijanjikan.
"Kamu udah mesen, Leen?" tanya Rere saat baru saja tiba.
"Baru pesen minum aja nih" jawab Aleena. Kemudian Rere pun memesankan makanan untuknya dan Aleena.
"Kenapa sih tuh muka, kok kayaknya bingung banget?" tanya Rere.
__ADS_1
Aleena menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian mulai menceritakan kegelisahannya.
"What??? Jadi kamu masih pe...." Seru Rere tanpa melihat situasi. Membuat Aleena secara refleks menutup mulut Rere.
"Parah banget sih kamu Leen.. kasian tau CEO ganteng itu.. ntar keburu dapet yang lain begimana??" Rere geregetan.
"Maksudnya gimana sih Re, aku ga ngerti"
"Leen... kalau udah nikah apalagi sih yang dicari? lagian apa juga yang ditakutin, orang enak kok.. Ups.." Rere keceplosan, emang ya dia kalo ngomong ga pake di ayak.
Rere menjelaskan dengan detail tentang hak seorang suami setelah menikah. Sesekali Aleena bertanya ketika ada bahasa yang tidak Aleena mengerti. Rere juga menjelaskan sebab-akibat tidak harmonisnya suatu hubungan rumah tangga. Pembahasan terakhir membuat Aleena bergidik ngeri tentang adanya pelakor. Ia jadi teringat akan Yukita yang sepertinya sampai saat ini masih mengharapkan Frey.
Selama perjalanan pulang, Aleena terus merenung didalam taksi. Rasa takut, gelisah masih menghinggapinya walau solusi sudah ia dapatkan dari Rere.
Tepat pukul 7 malam, Frey masuk ke dalam apartemennya. Disana Aleena yang sedang memainkan ponselnya segera berdiri dan menyambutnya dengan senyuman. Frey yang awalnya merasa lelah sepulang bekerja langsung mematung melihat penampilan Aleena yang tidak terlihat seperti biasanya.
Rambut panjang terurai rapi dengan wangi semerbak, menggunakan midi dress berdada rendah, ditambah dengan senyumnya yang membuat siapa saja terlena.
"Mas.. mau makan dulu atau mandi dulu, atau... " melihat Frey yang tak berkutik, Aleena sendiri pun jadi salah tingkah.
__ADS_1
"Mas... Mas..." Seru Aleena
"Eh.. maaf, abis kamu cantik banget malam ini" Aleena hanya tersipu malu mendengar pujian itu.
Setelah mandi dan makan, mereka kembali ke kamar untuk saling bercerita "Pillow talk" sebelum beristirahat.
"Mas.. eumh... e.. itu em.. aku sudah siap" Aleena memulai, seketika membuat Frey mengernyit.
"Siap apa?" goda Frey yang sebenarnya tengah berbunga-bunga.
"Emh.. itu mas.. hak nya mas" Aleena makin salah tingkah dibuatnya.
Karena sudah tak tahan, Frey pun langsung melancarkan aksinya untuk memiliki Aleena secara seutuhnya, setelah menahan sekian lama gejolak yang ada di dalam dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Big Thanks... buat kalian yang sudah membaca karyaku dengan antusias.
Jangan lupa vote, dukung dan share karya-karyaku selanjutnya ya...
__ADS_1
Next Project "Story Of My Bad Boy", jangan lupa untuk mampir ya..
Semoga selalu sehat, sukses dan bahagia ^_^