
_8 Bulan Kemudian_
"Hai bos.. Selamat dan sukses atas pembukaan hotel barunya ya bos. ck..ck..ck.. luar biasa, patah hati ternyata bikin bos makin kaya ya" Noval menghampiri Frey yang tengah melamun di ruangannya dengan posisi berdiri menghadap jendela, melihat pemandangan dari lantai 25.
"Sejak kapan bisa seenak jidat masuk ruangan petinggi" sindir Frey
"Wuiiis.. mulai bawa-bawa jabatan nih"
Frey tak bereaksi dan tetap memandang ke arah jendela, dengan kedua tangannya didalam saku celana.
"Oh ya bos, katanya sebentar lagi pujaan hati bos dulu mau melahirkan ya, keliatan banget dia bahagia dengan suaminya" entah sengaja memancing, entah karena memang Noval tidak melihat ekspresi wajah Frey sehingga ia tanpa beban mengatakannya.
"Disini kantor, kalau mau bahas masalah pribadi silahkan keluar, saya harus melanjutkan pekerjaan sekarang" Frey memang benar-benar tidak mood menanggapi ocehan Noval.
"Oke oke sorry bos, sebenernya saya mau diskusi terkait tema fashion show kita berikutnya. Tapi sepertinya bos ini lagi mikirin sesuatu, mungkin saya bisa bantu?"
Walaupun bersahabat, Noval tidak berani elu-gue ketika di lingkungan kantor. Sebisa mungkin dia tetap mengingat posisinya disana.
"Kemarin tim kreatif sudah membuat proposal untuk tema dan contoh design model fashion yang akan dirilis. Sepertinya sebelum di sahkan kita perlu survey ke tempatnya"
"Temanya kan musim semi ya, mau ambil konsep dari negara mana?"
"Kalau lihat dari trend masa kini, orang-orang cenderung ke arah Korea, tapi bukankah bagus ketika kita combine dengan trend musim semi di Jepang tanpa menghilangkan khas nya Indonesia?"
"Ide bagus bos"
"Sepertinya hanya 1 negara yang bisa kita kunjungi, karena untuk yang lain ga ada waktu lagi"
"Oke nanti saya minta Asti untuk menyesuaikan waktu dan kebutuhannya disana"
"Hmh.." Frey hanya mengangguk-anggukan kepala.
"Ini saya bawa laporan dari berbagai pengembangan bisnis yang sudah bos jelajahi selama 8 bulan ini. Penjualan produk Frozen Food mulai meningkat setelah kita launching produk baru, sepertinya Fast Food dengan Mozarella sedang trend. Untuk Harrison Collection sedang bersiap untuk agenda fashion terbaru. Pembukaan Hotel berjalan dengan lancar, rating bagus via online. Untuk "Candy Water Park" pembangunannya masih sekitar 65% diperkirakan akan selesai sesuai target yaitu sekitar satu bulan mendatang. Kalau untuk investasi di bidang properti gimana bos? jadi kah?"
Noval menjelaskan panjang lebar. Jabatannya memang hanya di Harrison Collection tapi untuk laporan keseluruhan bisnisnya, Frey biasanya akan memasrahkan pada Noval. Frey hanya menerima kesimpulan, karena dia cenderung turun ke lapangan dan mengontrol semuanya dari grafik dan secara online. Oleh karena itu banyak dari karyawan yang tidak mengenal bagaimana rupa dari "Frey David Harrison" itu.
"Kau punya tim IT kan? pantau terkait investasi disana, cari data pendukung yang bisa membuat kita percaya bahwa investasi ini aman. Uang 2M itu saat ini besar sekali untuk kita, karena hotel baru pembukaan belum balik modal dan water park masih dalam pengerjaan"
"Oke siap. Sekarang ke mode teman. kenapa? tumben ngelamun. kayaknya kemarin pas patah hati ga pernah sampe ngelamun"
Frey menatap Noval sekilas, wajahnya seolah bertanya "cerita.. enggak.. cerita.. enggak"
"Kenapa? Bos ragu? ah.. biar kutebak, apa bos mulai jatuh cinta lagi? Diva kah? akhir-akhir ini kudengar dia sering mengunjungi"
__ADS_1
"Yah.. Diva bilang dia jatuh cinta padaku sejak masa kuliah dulu, tapi karena aku selalu dekat Carla dia pun mundur perlahan. Tapi aku enggak ada rasa apapun"
"Jangan bilang bos belum move on"
"Tidak, aku bingung saja. Ada wanita yang sampai saat ini membuatku penasaran"
"Oh ya?? wuaa.. siapakah dia??"
Belum sempat Frey menjawab, Handphone milik Noval berbunyi dengan nyaring. Alunan lagu dari Sia_Unstopable membuat perhatian Noval teralihkan. Ternyata Asti yang menghubunginya karena ada rapat yang harus dihadiri.
Noval pun pamit meninggalkan Frey kembali dalam kesendiriannya. Bukan hal yang sulit bagi Frey melacak keberadaan wanita yang membuatnya penasaran. Akan tetapi Frey memilih menahannya karena ada target yang harus dia capai. Entah kenapa perpisahannya dengan Carla membuat Frey terkesan ambisius untuk semakin memperluas jaringan bisnisnya.
Sejujurnya Frey tidak terima bukan karena diputuskan oleh Carla dan ia hamil. Tapi sudah dapat dipastikan bahwa Carla lebih memilih selingkuhannya itu karena lebih kaya darinya. Frey terkesan ingin menunjukkan bahwa dia bisa berkembang minimal setara lah dengan rivalnya itu walaupun di negara yang berbeda. Tapi bukan untuk ditujukan pada Carla, tetapi untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa Carla harus menyesal telah meninggalkannya. Alih-alih merasa frustasi karena patah hati. Frey memilih fokus melebarkan sayap bisnisnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada akhirnya Aleena memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan Bougenvil tekstil.
Ya, 8 bulan sudah berlalu, setelah menjalankan 6 bulan masa tugasnya sebagai Manager Of Quality Control, Alena memilih untuk resign dari perusahaan yang sudah memberikannya banyak pengalaman manis dan pahit.
Tanpa disangka-sangka hanya butuh waktu 2 minggu menganggur di rumah Aleena sudah mendapatkan pekerjaan baru walaupun pekerjaan ini hanya bersifat sementara.
Saat ini Aleena bekerja di Perusahaan Harrison Collection. Ia menggantikan salah satu staff textile designer yang sedang cuti melahirkan selama 3 bulan.
Aleena direkomendasikan oleh Asti untuk bergabung dengan Harrison Collection setelah Asti tahu bahwa Aleena sudah resign dari tempat kerja sebelumnya.
_Di ruang rapat kerja Harrison Collection_
"Oke semua minggu depan beberapa orang mewakili tim nya akan melaksanakan perjalanan dinas ke luar negeri untuk mencari inspirasi dan menambah partner bisnis" Ucap Noval pada saat rapat mendekati waktu selesai.
"Aku tebak.. pasti ke negeri sakura, berhubung tema fashion show kali ini adalah Sakura Blossom, ya kan?" Seru Aira, si gadis manis berusia 22 tahun yang berambut ikal sebahu.
"Ya benar sekali, hanya ada salah satu orang yang mewakili dari setiap divisi, jadi keberangkatan ada lima orang"
Aleena yang menduduki jabatan anggota divisi textile designer hanya menyimak di kursinya. Jepang.. hemh.. Negara kedua yang ingin ku kunjungi setelah Korea, ya nanti kalau uang tabungan ku sudah cukup aku harus membuat planning ke sana. Pikirnya.
"Oh ya, dengan berat hati saya mengatakan bahwa saya tidak akan ikut dalam perjalanan ini"
"Feeling saya ga enak nih" Celetuk Arka.
"Kalau pak Noval ga ikut berarti..... "Ersa yang dari tadi juga hanya menyimak langsung menutup kedua mulutnya.
Tiba-tiba ruangan menjadi ramai karena masing-masing saling menebak-nebak apa yang terjadi. Ada yang terlihat exited, ada yang terlihat biasa saja, panik, dan lain sebagainya.
__ADS_1
Aleena bingung dan hanya menatap temannya satu per satu tanpa berkata apapun.
"Oh.. jangan bilang wakil direktur yang pergi, Aw.. pengen ikut... tapi gue cuma anggota gimana ya?" Nania, perempuan dikuncir satu disamping Aleena berkata.
"Jangan dia deh.. ribet urusannya ga bisa bebas kita.. dia kan workaholic banget, bisa bisa kita ga nikmati perjalan dinas ini" Rere menyanggahnya.
"Waktunya cari muka gaess kalo dia beneran yang ikut" Bisik Leo pada perempuan yang berjajar rapi di sisi kanannya, yaitu Rere, Nania, Aleena dan Sofhie.
"Cari muka, cari muka, muka lu tuh muka dua" sentak Sofhie, premannya tim designer.
Prok Prok Prok
Noval menepuk tangannya 3x secara perlahan. Kemudian ia berkata
"Yap sebagian dari kalian pasti sudah menduga nya. Bener banget jadi nanti yang akan join dengan kalian dalam perjalanan bisnis yaitu pak Frey" Terdengar sahutan riuh dari sekitar 20 orang karyawan yang menghadiri rapat meja bundar hari ini.
"Seperti yang kalian ketahui wakil CEO kita itu bukan orang biasa, dingin dan penuh dengan target, So this is the real Bussiness trip. Jadi silahkan persiapkan bahan inspirasi apa yang akan kalian eksplore disana. Ingat!! jangan membuat bos kecewa"
Noval menutup rapat tersebut dengan menimbulkan keriuhan di ruangan. Aleena hanya mengamati ekspresi yang diperlihatkan oleh teman-teman dalam satu ruangannya.
Tiba-tiba datanglah Aira menghampiri mereka berlima yang masih asyik ngobrol di tempat semua. sedangkan sebagian lain karyawan memilih untuk kembali ke mejanya sambil Freymenunggu waktu istirahat makan siang sekitar 30 menit lagi.
"Jadi siapa diantara kalian yang mau ikut perjalanan bisnis sama wakil kita itu? " seru Aira dengan senyum mencurigakan.
"Kalo gue sih ogah, mending ngerjain kerjaan yang lain" celetuk Shofie.
"Yee... cuci mata tau ga sekali-kali, kapan lagi kerja ama bos beneran hahaha" Nania menyahut.
"Eh, jangan ngomong aneh-aneh, liat noh Aleena kebingungan" ucap Leo sambil mengarahkan dagunya ke Aleena.
"Huh.. Jadi Leen, bos kita itu yang sebenernya namanya pak Frey. Dia tuh jarang banget ada di agenda-agenda kantor, menurut gosip dia tuh sebenernya ga mau dikasih jabatan di kantor ini" Rere membuka profil bos nya.
"Tau ga Leen... dia tuh ganteeeeng banget, rapi, wangi, kayaknya badannya sispeck gitu.. tapi dingiiiin banget" Aira menambahkan.
"Hemh.. kalo udah menyangkut masalah kerjaan, dia tipe nya ga maen-maen jadi hati-hati aja ya kalau bikin kesalaham kecium ama dia"
Aleena hanya tersenyum menganguk-angguk sambil sepintas membayangkan seorang laki-laki yang ciri-cirinya disebutkan oleh teman-temannya tadi. tapi dalam pikiran Alena masih membayangkan hadirnya Alvaro. segera ia menepis pemikiran tentang Alvaro dan kembali fokus pada percakapan teman-temannya.
"eh cabut yuk udah waktunya makan siang nih Emang kalian mau gosip terus di sini?" ajak Leo.
"Ayolah gas keun aku juga udah lapar nih" Rere pun menyusul Leo keluar ruangan rapat.
Ya Alena hanya bisa mendengarkan ocehan teman-temannya dan menanggapi dengan senyuman. Berbeda dengan kondisinya pada saat di perusahaan sebelumnya, mereka sangat menghargai Aleena karena posisinya sebagai sekretaris direktur. Tapi kali ini Alena menjabat seperti pegawai biasanya sehingga obrolan mereka pun tidak canggung dengan menggunakan kata "gue-elu" meskipun masih di jam aktif kantor.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...