Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 65 #End


__ADS_3

Setelah kejadian di rumah sakit, semua berjalan dengan lancar. Persiapan pernikahan Aleena dan Frey sudah berjalan sekitar 80%. Selama Aleena mempersiapkan pernikahannya, pekerjaan Aleena di handle oleh Resha. Frey juga mendapatkan beberapa keringanan dalam pekerjaannya, seperti beberapa event besar yang memang digeser jadwalnya menyesuaikan dengan tanggal pernikahan Frey.


Keduanya kini sudah tak canggung untuk sekedar berpegangan tangan ataupun saling memeluk. Aleena menyadari bahwa sebesar apapun usahanya untuk menutup diri, Frey berhasil membuka celah di hatinya dan perlahan-lahan Frey dapat merasakan bahwa dirinya sudah berada di ruang tertutup yang Aleena ciptakan khusus untuknya.


Awalnya Frey tidak menyadari akan perasaan tertarik yang sejak awal sudah ada dalam dirinya kepada Aleena. Lama kelamaan perasaan itu bukan hanya tertarik akan tetapi juga timbul rasa rindu, ketawa sendiri saat ingat moment sedang bersama, bahkan sampai saat ini Frey masih mengingat dengan jelas moment pertama kali ia mencium bibir Aleena saat di kolam renang di Villanya dulu.


H-2 Pernikahan Mewah Aleena dan Frey.


Aleena sudah mengajukan cuti untuk fokus pada pernikahannya sejak kemarin. Mereka akan melangsungkan resepsi pernikahan di Royal Magic Hotel yang tak lain merupakan hotel milik keluarga Harrison. Aleena mendapatkan fasilitas Cabana Room, dimana pada kamar hotel ini, begitu ia membuka pintu yang mengarah keluar, terdapat kolam berenang pribadi disana. Kamar ini pula yang nantinya akan jadi kamar pengantin mereka.


Siang ini Aleena sudah mengemas beberapa kebutuhan pribadinya untuk dibawa ke hotel tersebut. Sesuai dengan adat dan tradisi, baik Aleena dan Frey tidak diizinkan bertemu sejak H-7 hari pernikahan mereka. Karena kesibukan, mereka juga hanya saling bertukar kabar melalui pesan singkat.


Setelah merapikan perlengkapannya di kamar spesial. Aleena keluar dengan tujuan untuk melihat sejauh mana persiapan dekorasi yang sudah dipasang. Tidak seperti hotel lain yang biasanya dekorasi boleh dipasang H-1 atau bahkan H-beberapa jam, di hotel ini karena yang menikah merupakan keluarga pemilik hotel, jadilah H-3 saja mereka sudah bersiap merapikan berbagai sisi hotel.


Tak hanya itu, karena Frey merupakan lulusan luar negeri serta ayahnya juga yang punya kolega bisnis dari luar negeri, di berikan fasilitas untuk menginap di hotel tersebut. Salah satunya adalah Yukita. Aleena yang awalnya antusias melihat persiapan pernikahannya yang ia rancang dengan calon kakak iparnya sesuai dengan kolaborasi wedding Dreams antara Frey dan Aleena, tiba-tiba membeku di tempat melihat Yukita baru saja tiba di hotel.


Ingin sekali Aleena menghindari pertemuan itu dengannya, tapi sayang sudah terlambat. Yukita sudah melihat Aleena di posisinya dan sedang menatapnya sehingga terjadilah eye contact antara keduanya tanpa bisa dihindari. Mau tidak mau Aleena menghampiri dan menyapa tamunya itu dengan wajah yang dipaksa untuk ramah.


Yukita mengajak Aleena untuk berbicara yang tak sempat Aleena tolak. Jadilah saat ini mereka berada di restoran hotel di lantai 7.


"Apa kau mencintai Frey?" tanya Yukita tanpa basa-basi.


"Bukankah jawabannya sudah jelas?" Aleena sepertinya dapat menebak kemana arah pembicaraan ini.


"Apa kau tetap akan menerimanya jika dia melakukan kesalahan?" pancing Yukita lagi.


"Tergantung sejauh apa kesalahannya. Kenapa? apa kau berniat merebutnya dariku ketika aku meninggalkannya?" Yukita tersenyum sinis mendengar jawaban Aleena. Kemudian Yukita mengeluarkan selembar kertas yang tidak familiar bagi Aleena tapi ia tahu apa itu.


"Apa kau tetap menikahinya setelah melihat ini?" Yukita mendorong secarik kertas itu pada Aleena.


"Usianya 12 minggu, Anak kami, aku dan Frey" seketika Aleena menegang.


"Apa buktinya?" Aleena bergetar tapi mencoba berusaha kuat.


"Aku tidak punya bukti yang kuat untuk membuktikannya, tapi ini terjadi saat kunjungannya ke Jepang 2 bulan yang lalu. Dan kau tau, jika aku berusaha mencari bukti, maka nyawa ku dan anak ini yang terancam. Coba saja kau tanyakan pada dokter kandungan" ucap Yukita.

__ADS_1


"Aku percaya sebagai wanita kamu pasti merasakan apa yang aku rasakan. Aku sedang hamil dalam kesendirian, dimana aku menikmati masa morning sickness sendirian. Tapi tak apa, asalkan nanti saat anak ini lahir Frey akan mengakuinya" lanjut Yukita.


"Atau kau lebih senang kalau aku menggugurkan bayi ini?" Yukita berkata dengan ekspresi sedihnya.


"Sebaiknya kau selesaikan urusanmu dengan Frey, jangan libatkan aku dalam hal ini" Aleena mulai gerah. Aleena hendak pergi meninggalkan Yukita, tetapi Yukita berusaha untuk menahannya.


"Jika kau mau bermurah hati, kumohon batalkan pernikahan ini. Demi anakku, anak kita.. kau masih punya waktu untuk melakukannya. Atau dengan terpaksa aku akan menggugurkan kandungan ini tepat di pesta pernikahan kalian" Ancam Yukita.


"Lakukanlah, bukankah kau yang akan rugi?" sinis Aleena.


"Bukankah kau juga yang akan rugi?? aku setelah itu akan kembali ke negaraku. Bagaimana dengan mu, pamanmu, bisnis yang sedang kau jalani, bisnis Frey. Apa kau tidak memikirkan akan hal itu?"


Aleena berusaha tak perduli dan meninggalkan Yukita begitu saja. Sesampainya di kamar hotel, Aleena meluruhkan badannya ke lantai dan menangis. Dia tak tahu harus melakukan apa, semuanya bagaikan buah simalakama bagi Aleena.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah hari berlangsungnya pernikahan Aleena dan Frey. Aleena masih bersiap di kamarnya karena sedang di make up. Setelah rapi, Aleena tidak langsung menuju ke tempat resepsi. Tak lama kemudian Dans masuk ke ruangan, didalamnya ada juga dua wanita yang tengah merapikan perlengkapan make up nya.


"Semuanya sudah aman Miss" lapor Dans.


Setelah mendapat laporan dari Dans, Aleena dijemput oleh Rinaya dan Anggi untuk menuju ke tempat resepsi.


Acara pernikahan berjalan dengan lancar tanpa kendala. Aleena dan Frey tersenyum dengan penuh rasa syukur. Mereka saling memasangkan cincin secara bergantian.


Setelah memasangkan cincin pada Aleena, Frey menahan jari Aleena dan berkata "Aku Mencintaimu, sungguh.." Aleena tersenyum dengan sangat bahagia, walau didalam hatinya Aleena "Akting yang sempurna". Dan ekspresi itu benar-benar ditangkap oleh Frey.


Frey mencium kening Aleena dengan khidmat dan berkata "Apa kau belum merasakannya?" tanya Frey.


Aleena kaget, apakah maksudnya dia benar-benar mencintaiku? pikir Aleena. Entah kenapa hal itu membuat Aleena menangis terharu. Aleena menangis sambil memasangkan cincin yang sama dengan ukuran berbeda kepada Frey.


"Aku juga mencintaimu, dan akan belajar untuk selalu jatuh cinta padamu setiap hari, Mas David" mendengar ungkapan Aleena, Frey menyatukan kedua keningnya dan di iringi oleh sorak-sorai para tamu undangan yang hadir.


Kebahagian ini sampai juga pada seluruh keluarga Frey dan Aleena. Sampai pada runtutan acara resepsi selesai, mereka tidak menyadari bahwa Yukita tak kunjung datang.


Acara ramah tamah sudah berlangsung. Aleena dan Frey pun berkeliling menuju meja temannya satu per satu, karena banyak jadi mereka memilih untuk terpisah. Aleena dengan bahagia menghampiri teman-temannya di geng huru hara.

__ADS_1


"Wuaah parah banget sih lu Leen, ga nyangka gue kalo lu bakal jadi ibu direktur" Leo berseru.


"Aleena lu jahaaaat, kenapa lu ambil gebetan gue... tapi gue ga bisa marah sama lu.. " Aira menangis dan memeluk Aleena dengan berhati-hati.


"Yaaah.. patah hati lagi, hiks.. " Nania ikut bersedih dalam aktingnya.


Aleena juga mendapat pelukan hangat dari teman kost nya dulu. Shilla kini sudah berbaikan dengan Angga, mereka sudah menyelesaikan kesalahpahaman yang selama ini terjadi di antara mereka.


Hingga ketika semuanya larut dalam acara, Yukita datang dan menghampiri Aleena.


"Selamat atas pernikahanmu dan selamat juga karena kau berhasil menggagalkan rencanaku!!" Yukita.


"Bukan dia yang melakukannya, tapi aku!!" Frey menghampiri mereka dan memeluk pinggang Aleena.


Ya, Frey mendapatkan semua laporan dari Dans. Frey mengetahui dengan jelas siapa yang menjadi ayah biologis dari kandungan Yukita. Frey mengundang juga calon ayah dari anaknya Yukita. Itulah yang menyebabkan kedatangan Yukita sempat terhambat beberapa saat yang lalu.


"Selama ini aku selalu membelamu karena aku yakin kamu adalah sahabat terbaikku. Tapi aku tidak tahu apa motifmu mengganggu Alena Dengan mengatakan hal yang tidak tidak dan hampir membuat pernikahanku gagal" Tutur Frey.


"Maafkan Aku Frey Aku hanya ingin tahu sedalam apa perasaannya pada mu, Aku tidak ingin kamu jatuh di tangan wanita yang tidak tepat. Aku juga ingin tahu apakah wanitamu ini lebih mempercayai dirimu yang jelas-jelas akan menjadi suaminya atau dia hanya percaya padaku tanpa tahu kebenarannya" Yukita berusaha membela diri.


"Selamat Frey atas pernikahanmu" sapa lelaki bertubuh tinggi itu.


"Terima kasih sudah menyatukan kami" lanjutnya lagi.


Entah itu alasan yang nyata atau tidak yang diungkap oleh Yukita. Tapi yang pasti kini ayah dari bayinya tahu bahwa Yukita sedang mengandung anaknya dan dengan senang hati dia akan menikahi Yukita dan menerima anaknya.


Terakhir Aleena dan Frey bertegur sapa dengan Rere dan Arka, mereka saling berpelukan satu sama lain.


..."Kamu pantas mendapatkan pendamping seperti Frey, Aleena. Semoga kalian selalu bahagia." Ungkap Rere tulus. ...


"Selamat ya bos, semoga langgeng sampai kakek nenek. Aleena itu orang baik, dia pasti akan memperlakukanmu dengan baik" Ujar Arka.


"Thanks ya atas doanya.. kuharap kalian juga demikian" Jawab Frey. Aleena sudah tak mampu berkata-kata, ia hanya tersenyum sambil sesekali air matanya kembali jatuh tanda bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2