Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 57


__ADS_3

"Iiih... kenapa sih kamu harus bilang kayak gitu didepan keluarga kita???" runtuk Aleena dengan wajah cemberutnya.


"Apa? keluarga kita? jadi apakah kau sudah mengakuinya?" goda Frey, "Hah!" Aleena cengo.


"Kita.., iya kita" Frey menunjuk Aleena dan dirinya sendiri.


"Sudahlah, menyerah saja pada takdir. Toh ujungnya kamu yang akan mengejar aku kan??" Aleena mengernyit.


"Maksudnya???" tanya Aleena tak mengerti.


"Oke kita bahas satu per satu ya, pertama kita bertemu di pantai? kira-kira siapa duluan yang suka ke pantai itu? aku sudah berkali-kali berkunjung kesana, bagaimana denganmu? kutebak itu baru sekali? iya kan?" Frey memancing.


"Haaah.. tapi bukan berarti aku yang nyamperin dong.." sanggah Aleena


"Kedua, kita bertemu lagi saat acara perusahaan ku, siapa yang datang ke perusahaan ku saat itu?? heumh...??" Frey membuat Aleena membeku.


"Ketiga, siapa yang tiba-tiba bekerja di perusahaanku dan pergi tiba-tiba juga??" Aleena baru mau membuka mulutnya tapi langsung di sanggah lagi oleh Frey.


"Dan sekarang, kamu yang datang menghampiri keluargaku kan.. wuaaah.. halus sekali caramu cantik, langsung mendekati keluargaku. Apakah kau sengaja menyiapkan kejutan ini untuk ku??" tanya Frey merasa berhasil membuat Aleena mau tak mau merasa kalah.


"Jadi apa maumu sekarang?" Aleena mulai tak suka.


"Loh.. masa ga tau apa mauku? sudah jelas kan, kali ini aku akan menerima tantangan mama dan papa untuk menikahimu"


"Ya sudah" jawab Aleena singkat.


"Hah? ya sudah apa maksudnya?" Frey bertanya meledek sebenernya. Padahal dia sendiri tahu maksudnya.


"Tapi.. apakah setelah menikah aku masih boleh bekerja??" tanya Aleena.


"Apakah seorang istri harus bekerja? tak bisakah istri dirumah saja? bukankah aku sudah kaya?" Frey bertanya kembali.


"Heummm... " Aleena bergumam, ya dia merasa keberatan, karena sebenarnya Aleena masih punya tanggungan untuk menyekolahkan adiknya. Apalagi biaya kuliah sangat mahal saat ini.


"Kau sudah yakin akan menikah denganku? bukannya kau sangat ragu kemarin saat kuajak menikah??" Frey terduduk diatas rumput yang hijau dan bersih sambil memandangi air mancur, membelakangi area pesta.


"Sebenarnya entah kenapa aku belum siap membuka hati untuk lelaki manapun, tapi karena ini adalah permintaan Om, karena merasa aku berhutang banyak, aku harus menerimanya. Itung-itung sebagai balas budi. Dan menurutku kamu cukup baik" jelas Aleena.


"Apa? cukup baik?" Frey keheranan dengan pola pikir Aleena.


"Kenapa? aku salah?" tanya Aleena dengan polosnya.


"Hah?? enggak sih. Bagaimana pendapatmu tentang cinta? bukankah menikah itu membutuhkan cinta?"


"Apa kau mulai mencintaiku?" kali ini giliran Aleena yang menggodanya. Frey menatap dalam-dalam mata Aleena membuatnya tiba tiba bersemu merah. tapi kemudian Aleena memalingkan pandangannya ke arah air mancur dan berkata


"Aku tidak tahu kedepannya kita akan seperti apa. Aku pernah dilecehkan oleh ayah tiriku, apa kau bisa menerima kondisiku? bisa saja saat kau hendak menyentuhku tiba-tiba aku kejang?"


"Benarkah?" tanya Frey dengan wajah datar.


"Statusku tidak sepadan dengan keluargamu, apakah aku pantas duduk bersama disana?"


" Apakah saat kau duduk di sana ada yang berani mencemoohmu?" Frey menatap wanita di sampingnya.


"tidak ada, mereka sangat menerimaku dengan baik dan aku pun dijamu dengan luar biasa oleh mereka. Tapi Bukankah sifat manusia itu bisa berubah?"

__ADS_1


"untuk apa kau memikirkan hal yang belum tentu terjadi??" Frey mengalihkan pandangannya.


"Jadi apakah ada kontrak dalam pernikahan ini?" tanya Aleena.


"Kau hanya ingin menikah kontrak denganku?" Frey lagi-lagi balik bertanya.


"Tidak... pernikahan itu sakral, sekali seumur hidup"


" aku setuju!" free langsung menyahut dengan mantap.


Mereka terlihat berbincang banyak hal pada saat itu, tanpa memperhatikan bahwa orang-orang di belakang mereka yang tak lain adalah keluarga amar dan keluarga Damar Tengah mengamati mereka dari jauh. sepertinya mereka mendapatkan sinyal-sinyal akan terjadinya sebuah perjodohan yang memang diinginkan. begitulah cara bermain takdir kita tak pernah tahu pada akhirnya akan seperti apa kehidupan ini.


Tengah asiknya mereka berbincang tiba-tiba seorang anak menghampiri mereka berdua dengan penuh antusias.


"Uncleeeee.... Unclee Daaav...." Seru anak kecil tersebut sambil berlari.


"Hai Boy...." Frey merentangkan kedua tangannya dengan lebar, menyambut kedatangan bocah lucu itu.


"Ucle, mana hadiah untukku?" Frey menggendong bocah 7 tahun itu dengan badan yang tidak ringan tentunya, tapi tak ada alasan untuk Frey menolak gestur tubuh keponakannya itu untuk di peluk.


Frey membawa keponakannya itu menuju ke meja besar tempat keluarganya tadi berkumpul. Tangan kirinya menggendong bocah bernama El itu, sedangkan tangan kirinya menggandeng Aleena. Meskipun terkejut akan hal itu, Aleena tak menolak genggaman tangan tersebut.


Tinggal beberapa langkah lagi menuju ke meja, Aleena berusaha melepaskan tangan Frey, tapi usaha nya sia sia karena Frey menahan lebih erat lagi.


El memperhatikan Aleena dengan penuh waspada, karena baru hari ini Aleena bertemu dengan El. Kemudian El melihat jemari Aleena dan Frey yang bertaut, membuatnya berdiam diri.


"Kenapa El??" Frey melihat kewaspadaan yang tercetak jelas diwajahnya


"Ucle Itu siapa???" tanya El bisik-bisik.


"Uwaaa.... thanks Unclee...." El menerima hadiah tersebut dengan penuh antusias. Kemudian ia pun membuka bungkusan itu tanpa ragu.


Namun pada akhirnya tidak nampak wajah cerianya lagi ketika melihat isi didalam kotak kado tersebut.


"Gimana Boy, kau menyukainya???" Frey penasaran.


"Ucle... lihatlah.. hiasan apa saja di ulang tahunku?" El memberengut.


"Ada apa dengan hiasannya? apa ada yang salah?" Aleena yang menimpali, apalagi kalau bukan kekhawatiran dekorasinya tidak sesuai dengan harapan.


"Ucle memberikanku sebuah mobil, lihat ini, padahal semua hiasan dan mainan dirumahku saja adalah pesawat.. huh.. Uncle menyebalkan" El merajuk.


"Loh bukankah pesawat dan mobil itu sama saja?" Frey ngeles.


"Ah.. sudah ucle turunkan aku" pintanya tanpa melepaskan kado di tangannya.


"Hay El, aku juga punya kado untukmu loh.." Aleena mencoba membujuk El yang sedang mode ngambek sama uncle-nya itu.


Aleena mengeluarkan satu kotak berukuran sekitar 30x30x30, yang membuat El penasaran.


"Besarnyeee..." El mengeluarkan logat seperti film upin-ipin.


"Ounty, bolehkah El membukanya?" izin El sopan.


"Boleh, tapi sepertinya El harus say Sorry dulu deh sama uncle" ucap Aleena lembut.

__ADS_1


"Kenapa harus say Sorry, aku tidak nakal" bantah El.


"Betul sekali, El anak yang sangat baik, akan tetapi anak baik itu jika menerima hadiah ia mengucapkan terima kasih dan tidak marah saat diberi hadiah yang tidak sesuai dengan keinginannya" Aleena menasehati El sambil menatapnya dengan penuh keibuan.


"Tapi kan uncle itu menyebalkan" El kembali merajuk.


"Ounty yakin El akan sangat ingin membuka hadiah ini, karena hadiah dari ucle akan sangat bermanfaat untuk hadiah dari ounty" Aleena mulai nyaman dengan panggilan nya saat ini.


"El hebat jika mau meminta maaf" sambung Aleena.


Dengan berat hati El pun meminta maaf kepada Frey. komunikasi yang sedang mereka bangun ini ternyata disaksikan oleh Kedua keluarga itu. Ravina semakin yakin bahwa Aleena akan memberikan dampak baik untuk Frey. sedangkan Frena sendiri terlihat senang karena ternyata sedikit banyak Alena paham tentang Parenting anak.


Setelah sesi sungkem dengan uncle nya berjalan lancar, El langsung menyambet kado dari Aleena dan membukanya saat itu juga. El sangat senang mendapatkan hadiah itu dari Aleena.


El langsung mengotak-atik apa saja yang ada di dalam pesawat itu. Ternyata pesawat yang diberikan Aleena ketika dibuka, bisa menjadi tempat pendaratan mobil. Didalamnya juga ada beberapa mobil dan rambu-rambu lalu lintas yang bisa dipasang di setiap persimpangan jalan di badan pesawat.


El yang tadinya kurang puas dengan hadiah dari uncle nya, kini berbalik menjadi senang karena otomatis koleksi mobilnya bertambah untuk dijalankan di lintasan. Selain itu di bagian ekor pesawat terlihat ada crane yang bisa mengangkut mobil ke dalam pesawat.


Saat tengah mengutak-atik hadiah itu, El harus berhenti karena ternyata teman-temannya hendak berpamitan pulang. Setengah kecewa karena harus melepaskan mainannya dulu, tetapi El tetap menuruti mami dan papinya untuk menemui tamu undangan dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran mereka.


Ketika El beserta mami papinya meninggalkan meja makan, pandangan orang yang ada disana langsung menuju ke mereka berdua, yang terlihat memang sudah dekat.


"Ini mantan yang katanya kamu mau kenalin ke kita tapi ga jadi?" tanya Diandra bisik-bisik, setelah Aleena kembali menduduki tempat nya sebelum tadi dia beranjak. Begitu pula dengan Frey yang kembali ke kursinya.


"Bukan...." jawab Aleena.


"Jadi Bagaimana Aleena dan nak Frey. Apakah kalian sudah mempunyai keputusan?" tanya Damar.


"Ya walaupun ini sebuah perjodohan kami harap ini bukan paksaan. Kami juga menerima kok jika mungkin kalian belum berjo..." belum selesai Ravina menanggapi Damar, Frey langsung menyahut.


"Kami bersedia, langsung menikah saja tanpa ada pertunangan dan lain sebagainya" Seru Frey yang langsung mendapatkan hadiah pelototan mata dari Aleena.


"Iya kan, sayang??" Frey dengan berani menggoda Aleena didepan keluarga mereka.


"Sepertinya ada yang udah ga sabar ke pelaminan nih" Seru Diandra. Dan mereka pun tertawa bersama.


"Kita belum mendengar pendapat Aleena, bagaimana Aleena apakah kamu bersedia?" tanya Amar bijak.


"Saya bersedia om, tapi.. apakah boleh saya meminta waktu untuk lebih jauh mengenal David" Aleena malu-malu tapi dengan suara yang tegas.


"David?? sepertinya baru Aleena yang memanggilnya David" goda Ravina.


"Jadi besanan kita pak Amar??" tanya pak Damar.


"Ya jadi dooong..." pak Amar tak kalah antusias.


"Tapi Aleena jangan panggil kami om dan tante ya, karena kalian sudah resmi dijodohkan, maka panggil saja kami mama dan papa seperti Frey" Pinta Revina.


"Baik tan.. eh.. mama" jawab Aleena masih kaku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Thanks guys... atas dukungan kalian selalu.. jangan lupa vote and like ya..


komentar yang positifnya juga boleh loooh...

__ADS_1


Jaga kesehatan di cuaca ekstrem kali ini ya... Semoga kita semua selalu sehat... ^_^


__ADS_2