
Aleena melepaskan Frey yang terbang ke Jepang bersama Dans hari itu dengan perasaan sedikit kurang nyaman karena pastinya Frey akan bertemu dengan gadis yang selama ini selalu ingin menempel padanya saat dekat.
Frey juga berusaha keras untuk memberikan kepercayaan pada Aleena ketika hendak meninggalkannya. Tapi tetap saja pastinya Frey akan memata-matai keseharian Aleena dengan caranya, tanpa perlu ia tahu.
Ia tak ingin kejadian sebelumnya terulang kembali, oleh karena itu Frey selalu tahu gerak gerak Aleena dari jauh. Walaupun selama ini aman, tapi tetap saja Frey harus selalu mendapat kabar ter-update tentangnya untuk lebih tenang.
Hari demi hari dilalui mereka di negara masing-masing. Meskipun berjauhan tetapi mereka tetap berkomunikasi dengan baik satu sama lain. Sekedar mengirimkan pesan singkat ataupun bertelepon ria hingga larut malam di tempat Aleena berada.
Ini sudah hari ketiga Aleena berada berjauhan dengan Frey. Anehnya hari ini tak ada kabar apapun baik secara pesan maupun telpon dari Frey. Aleena sebenarnya merasa biasa saja ketika memang tidak ada kabar dari Frey. Tapi entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang hilang dari kesehariannya.
Akhirnya Aleena memberanikan diri untuk mengirimkan pesan sekedar menanyakan kabar dan menyapa saja. Tapi lagi-lagi tak ada balasan hingga ia terletak tidur malam itu.
Hari keempat juga sama. Aleena tidak mendapatkan kabar dari Frey atau sekedar balasan atas pesannya yang kemarin. Lelah menunggu Aleena membiarkan saja itu terjadi. Aleena tetap fokus pada kesibukannya, walaupun sesekali ia melirik notifikasi dari ponselnya.
Sampai satu notifikasi masuk, tapi bukan dari orang yang dinantikannya, melainkan dari Angga. Ia mengajak Aleena bertemu dengan alasan ingin menyampaikan sesuatu. Aleena yang tak menaruh rasa curiga pun mengiyakan untuk pertemuan itu. Ia lupa akan Frey yang tidak suka jika Aleena bertemu dengan lelaki lain diluar sana, apalagi hanya berdua.
"Sorry ya Leen, gue ganggu kesibukan loe" Ucap Angga, Aleena baru saja mendudukan dirinya di atas kursi.
"Ga papa Ngga, santai aja. Kenapa?" tanya Aleena sambil memilih menu yang ingin dipesannya.
"Lu kenal Shilla dari mana?"
"Shilla itu temen kost aku dulu, kamu sendiri? mantannya shilla?" Angga hanya mengangguk.
__ADS_1
"Tapi kok Shilla ga pernah cerita ya sama aku?" Aleena bertanya pada diri sendiri dengan suara pelan.
"Itu sudah lama sekali, mungkin sekitar 5 tahun lalu tapi kami memang tak pernah bertemu lagi setelah itu" jawab Angga.
"Maksud aku ngajak kamu ketemu itu, aku mau minta tolong Leen, sebenernya ada masalah dengan perusahaan" lanjut Angga.
"Hah? masalah perusahaan? Bougenfill textile?"
"Iya, setelah pertunangan yang terjadi harusnya kan perusahaan menjadi besar karena mengundang berbagai kalangan, tapi ini yang terjadi malah sebaliknya" keluh Angga.
"Kok bisa? kenapa?" timpal Aleena.
"Sudah 2 hari ini Alvaro ngamuk ga jelas, semua vendor besar mundur, tinggal vendor-vendor kecil sekelas Shafara Boutiq".
"Iya tapi ga nutup keuntungan perusahaan, belum lagi karyawan pabrik. Begini caranya kita bisa bangkrut dalam 1 bulan. Ranti bilang sama gue, dulu juga begini terus lu masuk jadi sekretaris dan akhirnya perusahaan makin besar. Gue belum juga setahun tapi udah bikin perusahaan ini mau bangkrut!" Sendunya.
"Bukan salah kamu kok ga" Aleena menguatkan.
"Sekarang gue harus gimana Leen? Gue mikirin ke depannya gimana kalau vendor itu nolakin semua?"
Pembahasan mereka pun lanjut mengarah ke pembahasan bisnis. Tak ada keterangan yang mengarah ke urusan pribadi. Aleena menjabarkan strateginya saat menjalin kerjasama dengan perusahaan yang lain. Bagaimana cara membuka peluang, sampai kepada strategi marketing.
Angga memperhatikan dengan seksama, dia mencoba untuk memahami semua yang disampaikan oleh Aleena dengan baik. Angga mencatat point penting yang bisa diambil untuk dipelajari. Aleena juga berusaha untuk memberikan gambaran yang jelas tentang alur bisnis ini.
__ADS_1
Ketika Aleena mendengar salah satu vendor yang juga ikut memutus kontrak adalah Harrison Collection, Aleena langsung berpikir apakah ini ada hubungannya dengan Frey? Di situlah baru dia ingat pesan Frey yang sebenarnya tidak suka ia jalan dengan Angga.
Aleena yang tadinya santai, tiba-tiba langsung bergegas menyelesaikan urusannya dengan Angga. Dia berpikir bahwa sebaiknya dia segera pulang karena keputusannya saat menerima Angga untuk berdiskusi dengannya tadi harusnya ditolak.
"Bodoh banget sih kamu Len" gerutunya pada diri sendiri.
Angga sempat keheranan dengan Alena yang tiba-tiba berubah itu. Namun Angga mencoba berpikir positif bahwa memang Aleena sedang ada pekerjaan lain. dan dia juga menyadari bahwa saat ini dia mengganggu Aleena di jadwal bekerjanya.
sesampainya di rumah, Aleena mengecek kembali ponselnya. ada perasaan lega tidak ada pesan dari Frey, tapi ada juga rasa penasaran Sesibuk apa sih Frey di sana sampai tidak ada kabar sama sekali sudah dua hari ini. Tapi Aleena mencoba tetap tenang dan setia menunggu kabar dari Frey sambil memainkan ponselnya.
Awalnya Aleena iseng hanya ingin tahu apa saja yang di Posting di media sosialnya. Ternyata nihil, Aleena tidak menemukan postingan apapun di medsos milik Frey bahkan sejak 3 bulan yang lalu. saat sedang sibuk scroll medsos milik Frey, tiba-tiba ia melihat postingan seorang dengan #Yukita_San men-tag sosmed milik Frey, di dalamnya terdapat sebuah video dan 6 gambar. Alena merasa terkejut melihat video yang ditampilkan di sana.
Frey duduk di sofa yang terlihat empuk dan mahal namun dengan kondisi setengah sadar. Yukita pun dengan berani memberikan minuman di gelas kecil yang berbentuk unik ciri khas dari gelas minuman beralkohol. Dari backsound yang didengarnya, sepertinya Frey saat itu sedang berada di sebuah tempat hiburan malam. Walaupun setahu Aleena, Frey tidak suka ke tempat seperti itu, karena itulah dia penasaran, kenapa Frey bisa berada disana? Aleena mengamati dengan jeli video itu dan mencari sesosok laki-laki yang bernama Dans yang merupakan asisten Frey.
Di sana juga ada beberapa foto ketika Frey sedang memeluk Yukita tapi lebih tepatnya Yukita yang memeluknya, kemudian mereka cheers minuman, ada juga yang cheers bersama-sama. Disana ada sekitar 4 orang laki-laki termasuk Frey dan satu orang perempuan yaitu Yukita. Yang mengganggu pikiran Aleena adalah pakaian yang dikenakan oleh Yukita karena dengan model yang sangat terbuka. Yukita memakai pakaian kemben yang tidak dapat menutupi sampai ke bagian perut. Bagian belakangnya pun banyak bagian terbukanya. Sempat Aleena berpikir, apa ga masuk angin ya tu orang? tapi Aleena tak memperdulikannya.
Di foto yang terakhir Aleena lebih terkejut lagi karena menemukan posisi foto di mana Frey sedang memeluk pinggangnya kita dari belakang dengan wajah yang sepenuhnya bersandar di bahu Yukita dan dengan mata terpejam. Sedangkan kita terlihat tersenyum bahagia sambil menatap Wajah pria yang ada di bahunya.
Ketika dilihat ternyata foto tersebut sudah diposting sejak 2 hari yang lalu. Alena langsung mencari kontak Dans kemudian menghubunginya untuk sekedar menanyakan bagaimana kabar Frey. Tak menunggu waktu lama Aleena mendapati pesan dari Dans yang mengirimkan foto Frey sedang presentasi di depan orang-orang berpakaian formal dan bisa Aleena simpulkan bahwa itu pertemuan penting karena berada di ruangan yang tertutup. Fokus perhatian Aleena adalah kursi yang diduduki para tamu itu bukan kursi sembarangan. Aleena Sempat berpikir "Orang penting juga nih calon suami gue, tapi ya kalau masalah kesetiaannya ternyata masih meragukan".
Dia yang melarang Aleena untuk dekat dengan laki-laki lain, tapi dia malah asik-asikan dengan wanita lain bahkan lebih dari dekat. Aleena kesal sendiri karenanya. Ingin marah tapi dia juga bingung harus marah ke siapa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Maaf ya gengs... Author sedang ada pekerjaan sulit jadi update nya kayak siput. Doakan ya semoga urusannya di berikan jalan keluar. Dan semoga urusan kalian para pembaca setiaku juga dipermudah, Aaaamiiin... 😇