Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 45


__ADS_3

"Kenapa kamu yang mengurusi konsep pertunangan kakak sepupu ku?" Tanya Angga ketus saat mereka sudah mendapatkan tempat duduk yang nyaman di sebuah cafe.


Memang Angga datang untuk menjemput Fransiska karena Alvaro sedang ada tugas yang tidak bisa diselesaikan. Tapi melihat kehadiran Aleena dan mengetahui bahwa tim Aleena lah yang menjadi bagian dari pengatur acara pertunangan kakak sepupunya itu membuat Angga merasa perlu menanyakan beberapa hal penting pada Aleena.


Angga memberikan kunci mobil pada Fransiska untuk dia bawa ke tempat kunjungan selanjutnya yaitu ke Shafara Butik dan Angga juga bilang padanya bahwa ia akan menyusul nanti setelah urusannya sudah selesai.


Sedangkan Resha diminta Aleena untuk pulang duluan karena Angga hendak mengajaknya berbicara, karena tak enak menolak ajakan Angga. Resha tidak bisa menunggu karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya di kantor dan Aleena juga tidak sampai hati jika harus meminta Resha untuk menunggunya yang belum tentu selesai dengan cepat.


"Karena ini pekerjaanku sekarang, aku juga baru tahu ternyata klien VVIP yang dimaksud asistenku itu adalah kakak sepupumu" jawab Aleena dengan nada biasa tanpa menaruh kecurigaan pada Angga.


"Kamu tidak menguntit antara mereka berdua kan?" tanya Angga yang membuat dahi Aleena jadi mengkerut heran.


"Maksudmu?" Aleena mulai dingin menanggapinya.


"Kamu tidak berniat merusak acara mereka kan?" Tanya Angga tak kalah dingin. Hening sesaat...


Tapi kemudian Aleena tertawa,


"Hahaha.. Angga.. kamu kok becandanya gitu sih.. "


"Bercanda??!? apa seperti ini wajah orang yang sedang bercanda?" tanya Angga dengan tatapan mata yang tajam tanpa tersenyum, membuat Aleena yang tadinya tertawa langsung terdiam.


"Sorry Angga, tapi aku ga ngerti arah bicara kamu itu kemana" Aleena mulai kembali menenangkan jantungnya yang berdegup lebih kencang.


"Jangan pura-pura Aleena, aku sudah tahu tentang kisahmu dengan Alvaro" Ungkap Angga tetap dengan nada dingin..

__ADS_1


"Memangnya apa yang kamu tahu tentang aku dan Alvaro?" Tantang Aleena yang mulai terpancing emosinya.


"Kau pernah punya hubungan khusus dengan Alvaro dibelakang Fransiska kan?" Angga mulai melemah. Dari situ Aleena punya feeling yang kurang baik terhadap apa yang diceritakan oleh Alvaro pada Angga.


"Oh.. kau sudah tahu rupanya, kenapa kau bisa tahu? bisakah kau ceritakan detailnya?" pinta Aleena.


Angga pun menceritakan tentang awal mulanya ia curiga akan hubungan Aleena dan Alvaro melalui beberapa foto yang ditemuinya di laptop kantor. Kemudian tentang Alvaro yang sangat hafal kebiasaan Aleena dan selalu membandingkannya dengan Angga. Sikap uring-uringan Alvaro selama Aleena tak ada. Sampai pada terkait mutasi Aleena yang ternyata memang disengaja oleh Alvaro.


Dari ceritanya Angga Aleena menyimpulkan bahwa banyak cerita Alvaro yang seolah menyudutkan dirinya. Sampai-sampai Aleena sendiri dibuat jengah mendengarnya. Banyak Fakta yang pada akhirnya di belokkan oleh Alvaro. Membuat Aleena berusaha keras untuk bisa menahan emosinya.


"Kau percaya sepenuhnya akan cerita Alvaro?" tanya Aleena setelah mendengarkan semuanya dari Angga.


Angga mengalihkan wajahnya ke jendela di samping, ia merasa kecewa pada Aleena yang membuatnya seolah tak ingin menatap Aleena.


"Aku sudah berhubungan dengan Alvaro selama 3 tahun. Hubungan kami ini tidak ada yang mengetahui termasuk orang-orang kantor. Mereka tahu kami dekat itu karena pekerjaan kami yang saling berhubungan. Sampai suatu ketika, mamaku sakít keras dan memintaku untuk segera menikah" Aleena menjeda ceritanya karena merasa haus, ia meminum Ice Chocolate kesukaannya, setelah merasa lebih baik, Aleena kembali melanjutkannya.


"Aku memintanya untuk ku perkenalkan pada keluargaku, begitu pula aku yang ingin bertemu keluarganya. Aku ingin tahu sejauh mana ia akan membawa hubungan yang sudah 3 tahun berjalan ini. Tapi sampai pada akhirnya aku menemukan fakta bahwa dia memiliki hubungan dengan wanita lain, aku menyimpulkan bahwa ia memang tidak berniat serius denganku dan memilih wanita itu".


"Kau bilang sudah 3 tahun? Alvaro sudah dijodohkan dengan Fransiska sejak mereka duduk di bangku SMA" tutur Angga sambil tertawa seolah mengejek.


Aleena hanya diam, satu fakta mengejutkan baru didengarnya. Lagi dan lagi Alvaro menyakitinya dengan dalam.


"Sedekat itu aku dengan Alvaro tapi kenapa aku tidak tahu???" Seketika mata Aleena berkaca-kaca, namun sebelum jatuh menjadi bulir air mata Aleena sudah berusaha menahannya.


"Ga usah drama Leen.. biasanya pelakor itu lebih pintar menutupi kesalahan" tuduh Angga.

__ADS_1


Sakit...


Patah berkeping-keping...


Lu tau ga sih, disaat dia bikin gue nangis tau ga dia gue tuh juga berduka... saking dukanya gue lupa gimana rasanya sakit hati. Duka gue belum hilang tiba-tiba gue di mutasi, ketika gue ga terima gue terancam harus bayar pinalti. Gue udah berusaha ngikutin alurnya dia dan gue pergi sejauh mungkin. Tapi setelah gue pergi, masih aja gue yang jadi tersangka. Sebenernya siapa sih disini yang di khianati. Emang lu pikir gue mau ngurusin acara tunangan mantan yang udah bikin gue sengsara. Hey.. gue ga gila...


Sayang, jeritan itu cuma bisa Aleena teriakkan didalam hatinya. Aleena bukan tipe yang mudah mengutarakan perasaannya. Tapi saat dia diam ternyata diamnya pun tak menyelesaikan masalah.


"Kenapa diem Leen?? bener kan yang aku bilang??" Sosor Angga terus memojokkan Aleena.


Aleena menarik nafasnya dalam-dalam, kemudian berkata


"Percuma.. aku membela diri pun percuma. Toh kamu tidak akan mudah percaya padaku. Apalagi kamu tidak mengenal bagaimana aku, begitu juga dirimu. Sekarang kamu pikir aja deh sendiri siapa yang sudah move on dan siapa yang belum? Aku akan melakukan tugasku dengan sebaik-baiknya, tenang saja aku tidak akan merusak acara kakak sepupumu itu. Tapi aku minta kamu cari tahu lebih banyak lagi dari 2 pihak bukan hanya 1 pihak"


"Sorry aku ga bisa lama-lama, masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan!!" tanpa menunggu jawaban dari Angga, Aleena langsung pergi meninggalkan Angga sendiri di cafe itu.


Aleena menaiki taksi kosong yang lewat didepannya. Tanpa bisa dibendung lagi Aleena menangis di dalam taksi setelah menyebutkan alamat yang ditujunya pada sang driver.


Seolah sudah biasa, driver itu lebih banyak diam dan fokus pada jalanan, sedangkan Aleena tengah menata hatinya yang terasa remuk oleh tuduhan yang tidak berdasar tentangnya. Sekuat apapun Aleena bertahan, tapi ternyata dia hanya seorang wanita yang mudah rapuh saat disakiti. Setelah merasa puas mengeluarkan air matanya, Aleena kembali menarik nafas dengan dalam. Ia tidak ingin Resha melihatnya menangis yang pasti akan langsung disampaikan pada Anggi.


Aleena memoleskan make up sedikit lebih tebal untuk menutupi sisa-sisa air mata ketika mendekati area kantor.


Luka yang sedang ia tutupi dengan perban, harus berdarah lagi hari ini. Entah bagaimana besok ia akan menghadapi harinya melalui tantangan yang berat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2