
Rere dan Arka menghampiri satu per satu meja teman-temannya bersama-sama. Mereka terlihat kompak dan bahagia, seperti raja dan ratu di negeri dongeng. Untuk acara resepsi Rere memang request gaunnya tidak yang terlalu ketat, ataupun terlalu lebar seperti princess. Ia memilih gaun model A line dengan bolero tipis yang masih bisa memperlihatkan bagian atas dadanya, seolah tertutup tapi tidak sepenuhnya tertutup.
Rere bercerita pada Aleena tentang impian pernikahannya, mulai dari ia ingin seperti apa dan bagaimana. Aleena berusaha mewujudkan impian klien sekaligus sahabatnya itu dengan sepenuh hati. Tiba-tiba ia pun teringat akan pernikahannya sendiri. Ia belum merancang dan memimpikan seperti apa pernikahan yang didambakannya.
Sampailah Arka dan Rere di meja Aleena dan Angga. Arka yang merupakan teman Angga sempat kaget karena Aleena mengenal Angga.
"Thanks ya bro, sudah datang ke acara kita" sapa Arka dengan penuh keceriaan.
"Oke bro... seneng banget gue bisa ketemu lu lagi" jawab Angga.
"Lu kenal Aleena bro?" tanya Arka.
"Aleena ini temen kantor gue dulu. Dia jadi trainer aku saat baru pertama masuk" Tutur Angga.
"Ooh.. gitu ya.. ternyata kalian sudah saling kenal".
Saat mereka tengah berbincang secara pribadi, Arka dan Angga, Aleena dan Rere. Kemudian Shylla datang kembali ke tempat semula dan duduk dengan santainya.
"Loh kalian duduk bareng disini?? Jangan-jangan ada yang CLBK nih??" Arka comel sekali membuat Angga menjadi salah tingkah. Sedangkan Aleena yang tidak tahu menahu terlihat kaget dibuatnya.
"Gimana? gimana? CLBK?" tanya Aleena penasaran.
"Iya jadi dulu itu pas di kampus, mereka ini pasangan yang selalu harmonis Loh Leen" Arka meneruskan cerita tanpa peduli ekspresi keduanya yang disebut (Angga dan Shylla) terlihat tak nyaman.
"Oh..." Hanya itu, Aleena bingung harus menanggapi seperti apa hubungan keduanya itu.
Setelah selesai bersapa santai pada Angga dan Shylla, Arka dan Rere melanjutkan menyapa tamu yang lainnya.
Sepeninggalnya Arka dan Rere, Aleena melipat kedua tangannya di dada dan menatap tajam ke arah mereka berdua.
"Ternyata... kalian ya.." Ucap Aleena,
"Itu Masa lalu Leen" "Itu sudah lama Leen", kalimat berbeda yang mereka ucapkan dalam waktu yang bersamaan.
"Sepertinya ada masa lalu yang belum usai nih?" sindir Aleena.
"Ya Begitulah Leen" Ucap Angga
"Sebaiknya kalian selesaikan, jangan berlarut-larut. sepertinya kalian butuh waktu untuk menyelesaikannya. Aku pamit harus cek ini dan itu dulu, kuharap kalian bisa kembali rukun. Syl.. semuanya ga akan selesai dengan cuma diam" Tutur Aleena.
__ADS_1
Kembali menjalankan pekerjaannya, Aleena berkeliling dari satu stand, ke stand yang lain, dengan harapan acara hari ini sukses dan diberikan kelancaran. Dan doa Aleena terkabul. Acara berjalan dengan lancar, pekerjaan Aleena juga dipermudah, semua sesuai dengan harapan.
Tadinya Aleena berencana untuk memesan ojek online saat hendak pulang. Akan tetapi sebuah pesan masuk terlebih dahulu di notifikasi handphone nya.
Aku tunggu di Parkiran
Tulisan tanpa ekspresi itu langsung ditanggapi oleh Aleena dengan kata "Oke".
Dengan penuh rasa lega, Aleena menghampiri Frey di dalam mobilnya. Hari ini Frey menggunakan mobil Pajero Sport berwarna hitam, yang sudah beberapa kali dibawanya saat menjemput Aleena.
Sepanjang jalan Aleena seperti biasanya mengajak Frey untuk mengobrol sekedar untuk menceritakan kegiatannya hari ini dan sesekali juga bertanya tentang kegiatan Frey hari itu. Akan tetapi Aleena melihat gelagat yang tidak biasanya. Frey lebih banyak diam dan hanya menggangguk saat ditanya.
Akhirnya Aleena mengajak Frey untuk duduk-duduk di sebuah taman tengah kota, sambil memesan es cendol yang sudah sekian lama tak ia makan.
"Apa aku berbuat kesalahan?" Aleena to the point.
"Menurutmu?" Frey balik bertanya.
"Untuk apa aku tanya kalau aku tahu?" Aleena kembali melempar pertanyaan.
Hening sejenak diantara mereka.
Aleena mengernyitkan dahinya, laki-laki??
"Yang mana? ada banyak laki-laki di sekitarku" jawab Aleena santai.
"Apa setelah menikah sebaiknya kamu dirumah saja, hemh?" Frey mulai terpancing emosi.
"Bukankah teman mu juga banyak yang perempuan?"
"Kenapa? kau mulai cemburu?" Aleena langsung memutar kepalanya menghadap Frey.
"Jangan bilang kau duluan yang cemburu?" ledek Aleena.
"Aku hanya perlu tahu, kenapa laki-laki itu selalu ada di moment yang kamu tangani. Padahal di hari biasanya tidak ada" Selidik Frey.
Aleena berpikir keras. Lelaki yang selama ini ada di setiap moment? Kalau laki-laki itu karyawan di tempat kerjanya, tapi Frey bilang di hari biasanya tidak ada.
Aleena mengingat-ingat kembali siapa laki-laki yang dimaksud. Dan akhirnya dia menemukan siapa laki-laki yang dimaksud.
__ADS_1
"Maksudnya Angga???" Frey berhenti mengaduk dan hanya menatap minuman di tangannya itu.
"Ya.. dia memang salah satu temanku, walau tidak dekat. Kalau kamu pikir aku sedekat itu dengannya. Berarti aku sudah terlihat memaafkannya"
"Memaafkan apa?"
"Kau ingat saat acara pertunangan keluarga Shafara Boutique?" Aleena menjeda. Frey hanya mengganggukkan kepalanya lemah.
"Yah.. itulah skema hidup yang harus aku jalani. Aku kecewa, terluka karena orang yang dulu aku puja, bahkan sangat kusayangi. Itulah kenapa aku selalu menolak ajakanmu menikah" Aleena menarik nafasnya, kemudian melanjutkan kembali ceritanya.
"Dari kecil aku sudah sering terluka oleh orang-orang terdekat. Aku hanya merasa bahwa tidak ada yang pada akhirnya tulus mencintaiku dengan sepenuh hatinya" ungkap Aleena.
"Angga itu masih keluarga dari Safara butik. Dia dan Fransiska saudara sepupu. Angga mengira aku adalah perusak hubungan antara Fransiska dan Alvaro. Karena mereka ternyata sudah dijodohkan bahkan sebelum aku mengenal Alvaro. Sayangnya ia lebih memilih untuk percaya atas semua cerita karangan Alvaro tentang aku dan dia. Aku merasa menjelaskan apapun juga percuma Jadi selama ini aku hanya diam saja walaupun aku tahu di luaran sana banyak berita-berita miring tak berdasar yang beredar"
"Entah cerita apa yang sudah di Karang Alvaro kepada Angga. Sejak saat itu hubungan aku dan Angga menjadi renggang, ya dulu aku akui kita sangat dekat karena memang pekerjaan, dia yang menggantikan posisi aku di kantor. Kemarin itu Angga baru tahu, bahwa apa yang diceritakan Alvaro berbanding terbalik dengan kenyataannya. Mungkin hari ini Angga dekat dengaku karena rasa bersalahnya. Tapi aku sedikit pun tak ada rasa padanya, hanya menganggap sebagai pertemanan biasa saja." Tutur Aleena panjang dan lebar.
Frey menggerutu dalam hatinya, seolah sedang mempersiapkan sesuatu karena rasa kesalnya mendengar cerita Aleena. Tapi ia tutupi dengan rapi dari Aleena.
"Kau yakin tidak ada perasaan apapun padanya?" tanya Frey.
"Hahaha.. kenapa? kau cemburu? Apakah dari kacamata mu aku tipe yang plin-plan dalam mengambil keputusan?" Sanggah Aleena.
"Lusa aku harus kembali ke Jepang, merampungkan segala keperluan pekerjaan sebelum aku mengambil cuti menikah. Kita tidak tahu sepulangku dari Jepang apakah kamu masih pada pendirianmu, melihat kedekatanmu tadi dengan orang itu"
"Ke Jepang? Aku atau kamu yang akan berubah pikiran? mengingat di Jepang ada gadis yang sampai saat ini masih berharap banyak padamu. Sampai-sampai dia rela bulak balik kesana kesini buat kamu, hihi" Goda Aleena.
"Apa aku nampak membalas perhatiannya?"
"Emh... entahlah.. aku tidak mau ikut campur urusan orang lain"
"Kuharap kamu tidak berubah dan tetap pada rencana kita"
"Kuharap kau pun demikian" Aleena tersenyum.
Mereka pun memutuskan untuk pulang. Walaupun Aleena tinggal sendiri di rumah, tapi Aleena tidak pernah mengizinkan Frey untuk sekedar minum kopi di rumahnya. Frey selalu mengantarkan Aleena sampai depan kantor, kemudian memutar balik kemudinya. Sebatas itulah pendekatan keduanya, masih sama-sama canggung untuk memulai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf ya guys.. baru sempet update lagi, sedang ada acara kemarin jadinya outhor pak pik pek...
__ADS_1
Terimakasih untuk kalian yang selalu setia nungguin karyaku... Semoga selalu sehat.. 🥰