Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 62


__ADS_3

Resha menunggu Aleena didepan kantor dengan wajah yang sedikit terlihat cemas. Bulak balik tak jelas di balik pintu. Tak lama kemudian sosok yang ditunggu pun datang dengan wajah yang cukup lelah. Tanpa menunggu pintu terbuka, Resha bergegas menghampiri Aleena.


"Mbak.. Mbak kok lama??" tanya Resha, Resah.


"Biasalah Resh, kliennya agak ribet. Kenapa? kok mukanya begitu?" Aleena bingung.


"Emh.. a.. e.. itu.. eh.. em.." entahlah kenapa Resha terlihat gugup.


"Apa sih Resh.. " Aleena berlalu menuju ke ruangannya.


"Eh.. itu Mbak, ada cowok" Ucap Resha susah payah.


"Cowok?? siapa??" Aleena spontan menghentikan langkahnya.


Resha hanya menggelengkan kepalanya lemah.


"Sekarang dia dimana?"


"Itu diruangan"


"Loh kok kamu suruh masuk sih?" Resha hanya bisa menunduk pasrah. Aleena menahan amarahnya yang memang sudah dibuat kesal oleh klien sebelumnya. Ia menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menekan gagang pintu.


Cklek.. pintu terbuka.


" Apa kau merindukanku?" terlihat seorang laki-laki yang sedang memainkan ponselnya di sofa ruangan Aleena dengan kaki terangkat satu menopang pada kaki yang lainnya dan menatap ke arah Aleena. Tanpa basa-basi Alena melemparkan tas tangannya tepat ke badan si laki-laki, sehingga membuat ponselnya terjatuh.


Resha yang melihatnya pun kebingungan karena yang ia tahu Aleena adalah wanita yang lembut. Menyadari kehadiran Resha yang bingung dengan interaksi antara keduanya, Aleena meminta izin kepada Resha untuk berbicara empat mata dengan lelaki itu dan tidak mau di ganggu dulu. Resha hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya setelah Aleena menutup pintu ruangannya.


"Hey.. kenapa kasar sekali?" keluh Frey sambil menyimpan tas tangan itu di meja. Aleena mendudukan dirinya di samping Frey yang masih ada jarak cukup jauh antara keduanya.


"Oke.. oke aku salah, ya aku memang terlalu sibuk sampe ga ngabarin calon istriku ini, sorry.. " Sesal Frey.


"Kapan sampai? naik apa ke sini? kenapa sendiri? mana Dans?" Aleena memberondong Frey dengan berbagai pertanyaan.


"Kenapa? apa kau merindukan Dans? perlu kah aku pecat dia?" tanya Frey tak suka.


"Sudah makan?" akhirnya Aleena tak menuntut jawaban dari Frey. Tiba-tiba Frey merubah posisinya, ia berbaring dengan menggunakan paha Aleena sebagai bantal. Tak ada penolakan yang berarti dari Aleena. Ia hanya bergerak sedikit untuk lebih rileks saja dalam posisi tersebut dan menyandarkan sebagian tubuhnya ke sofa.

__ADS_1


"Sudah tadi di pesawat. Aku berusaha menyelesaikan semua tugasku yang harusnya 10 hari, hanya 7 hari saja. Karena seseorang yang sukses membuatku merindukannya" Ucap Frey dengan mata terpejam.


"Siapa? keponakanmu? atau orang tuamu? terus kenapa pulang ke sini?" Aleena pura-pura polos. Ia masih kesal dengan Frey, entah karena ia tak membalas pesannya, atau karena postingan Yukita.


Frey seolah enggan membalas pertanyaan Aleena, ia menutup matanya dan menempatkan tangan kanannya di atas dahi.


Terdengar suara pintu diketuk dari luar. Tadinya Aleena mau bangun untuk membukakan pintu, tapi sepertinya ia tak diizinkan bangun. Terlihat juga Frey yang mulai terlelap walau belum benar-benar nyenyak.


"Masuk" Seru Aleena yang tak berhasil membangunkan Frey. Resha masuk dengan membawa nampak berisi Ice lemon tea yang selalu tersedia di pantri. Hampir saja Resha hilang keseimbangan saat melihat adegan romantis di sofa.


Aleena hanya menunjukkan telunjuknya didepan bibir seraya berkata, "Sssst.." Dengan sedikit gemetar Resha menyimpan minuman itu didepannya.


"Dia calon suamiku. Tolong kosongkan jadwalku sampai pulang nanti" pinta Aleena setengah berbisik.


Frey yang belum sepenuhnya nyenyak, tersenyum senang mendengar ucapan Aleena dan semakin masuk ke dalam mimpinya. "Sepertinya dia benar-benar kelelahan" Gumam Aleena dalam hati.


Entah karena memang Aleena juga merasa lelah, atau bagaimana, ia pun ikut terlelap dengan posisi duduk.


Satu jam kemudian, Aleena terbangun dan agak bingung juga karena tangannya menggenggam tangan Frey yang terlihat pulas tidur di pangkuannya.


Aleena mengambil gambar Frey yang tertidur nyenyak dan mengirimkan gambar itu pada Dans dengan caption "Kau apakan calon suamiku, sampai kelelahan seperti ini?"


Seolah merasakan tatapan Aleena yang penuh dengan pertanyaan tentang dirinya, Frey pun terbangun.


"Berapa lama aku tidur?" tanyanya sambil berusaha mengembalikan kesadarannya.


"Hanya sekitar 90 menit" jawab Aleena.


Frey merubah posisinya menjadi duduk.


"Aku lapar" Ucap Aleena.


"Mau makan apa? yuk jalan" ajak Frey.


Mereka pun memilih untuk mencari makanan yang berkuah tak jauh dari kantor Aleena. Sop Iga dan tongseng merupakan pilihan akhir mereka untuk makan sore menjelang malam.


"18 hari lagi Harrison Collection akan mengeluarkan mode fashion terbaru, jadi setelah ini sepertinya aku akan sangat sibuk, tau sendiri papa seolah menyerahkan semua tanggung jawabnya sama aku" Tutur Frey.

__ADS_1


"Hemh.. aku tahu" jawab Aleena singkat.


"Kamu tidak apa-apa dengan itu?" Frey menatap Aleena dengan fokus.


"Aku pernah menjadi bagian dari sana, ingatkan saat Summer Fantasi? Jadi sedikit banyak aku tahu lah..." sahut Aleena yakin.


"Lalu bagaimana dengan rencana pernikahan kita?" tanya Frey.


"Nanti aku, Kak Frena, mami kamu sama tante aku yang akan mengurus semua itu"


"Mami.." Frey menegaskan,


"Iya, mami.., mami kamu"


"No Leen, cukup mami. Mami aku akan jadi mami kamu, So panggil saja Mami"


"Ooh.. hemh, baiklah. Serasa nikah beneran"


"Ya emang kamu mau nikah bohongan?"


"Apa kamu mulai jatuh cinta padaku pak bos" Goda Aleena.


"Kenapa? apa aku tidak boleh?" Frey langsung memasang mode cowok cool, dan itu membuat dada Aleena berdebar-debar tak karuan tanpa alasan. Sempat terlarut dalam tatapan dalam Frey, namun kemudian Aleena mengalihkan pandangannya ke arah yang lain.


"Hahaha... kamu tidak bisa bohong padaku Al, katakan jika kamu sudah jatuh cinta duluan padaku, maka aku akan langsung menyesuaikan diri" Frey balik menggoda Aleena yang pipinya mulai memerah.


"Iiih... Pd" Seru Aleena.


"Pipi merah mu ga bisa bohong Al" Frey berkata dengan senyuman yang kembali membuat Aleena tertegun menatapnya.


Aleena terselamatkan dengan datangnya pesanan mereka. Setelah mengucapkan terima kasih, ia membumbui Sop Iga pesenannya dengan jeruk nipis, sambal dan kecap sesuai dengan seleranya.


Sebenarnya Aleena mulai merasakan nyaman saat dekat dengan Frey, mudah berbunga-bunga, bahkan merasa rindu ketika tidak bertemu. Akan tetapi Aleena masih menampik perasaan yang tumbuh dan gengsi untuk memulai. Aleena juga merasa marah sekali saat melihat postingan Yukita kemarin, tapi begitu bertemu dengan Frey hari ini, ia tak bisa mengungkapkan kemarahannya. Semua rasa marahnya hilang saat melihat wajah tampan calon suaminya itu.


"Kalau begitu, berarti sebentar lagi kerjasamamu dan Yukita San selesai dong?" tanya Aleena.


"Hemh.. jelas itu, soalnya kita akan rehat dan memikirkan tema yang baru. Tapi nanti H-7 dia yang akan kesini bersama beberapa staff nya"

__ADS_1


"Oh..." Aleena hanya menggangguk. Aleena memperhatikan ekspresi Frey, tapi tak ada yang berubah dari mimik wajahnya. "Dasar ga peka" gerutu Aleena dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2