Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 17


__ADS_3

Alvaro mencengkram tangan Aleena dengan keras. Meski sakit, Aleena tetap diam seribu bahasa membelakangi Alvaro.


"Aleena... honey.. aku mencarimu kemana-mana, ternyata...."


Aleena membalikkan badannya,


"Hemh.. tenyata kamu sedang asyik berduaan dengan lelaki itu. Katakan siapa dia dan sejak kapan kamu mengenalnya?" Tuduhnya tajam.


Aleena tersenyum kecut,


"Aku?? kenapa? marah? ga suka?" tantang Aleena


"Aku pikir kamu itu wanita baik-baik Leen, aku sempet nyesel bikin kamu marah. Tapi apa yang kulihat hari ini? kamu berduaan dengan laki-laki di tempat asing, apalagi dengan pakaian mu itu Leen. Kamu ga pernah pake baju kayak gini pas kita jalan bareng"


Aleena sebenarnya girly, tetapi memang dia lebih suka memakai pakaian tertutup dalam kesehariaannya. keputusannya untuk berlibur itu sangatlah mendadak, ia tidak memperdulikan pakaian apa saja yang harus dibawanya. Dan karena hanya membawa tas kecil, ia pun hanya mengambil pakaian yang tipis dan kecil-kecil saat dilipat.


"Kamu bahkan ga pernah mau satu kamar sama aku, tapi sekarang apa? kalian sekarang pasti sekamar kan? Apalagi hotel ini mahal pasti pakai fasilitas kantor kan. Kenapa kamu terlihat murahan Aleena?"


Degh...


Aleena tidak menyangka, orang yang beberapa hari lalu masih disayanginya sekarang berkata kasar dan menuduh tanpa bukti.


"Hey bung jaga bicaramu" seru Frey yang tak senang. Ia juga heran kenapa Mariam alias Aleena diam saja sambil tetap duduk ditempatnya.


"Diam kau, gara-gara kau kekasihku jadi seorang pembohong, gara-gara kau mantan kekasihku ini terlihat jadi seperti wanita murahan"


Plak.. satu tamparan melayang dari tangan Aleena meninggalkan tanda merah di pipi Alvaro.


"Apakah kau melihatku memeluknya? apakah kau menyaksikan aku masuk kedalam kamar bersamanya? apakah kamu melihat pakaian dalamnya ada di kamarku? Lalu bagaimana dengan wanita mu.. oh maksudku si pelakor atau apalah itu. Memang kamu pikir kita putus hanya karena pertemuan di lift. Anda salah besar tuan!!" akhirnya pecah juga emosi didalam dada Aleena. Selama ini ia mencoba untuk menahannya, tetapi ternyata satu kata yang menyakitkannya membuat ia harus mengeluarkan tanduknya.


Frey pura-pura sibuk dengan minumannya sambil menyimak apa sebenarnya yang terjadi antara mereka. Frey bukan tipe yang suka ikut campur dengan kehidupan orang lain jadi ia hanya diam. Tapi karena Alvaro sudah menyinggungnya, Frey pun mencoba mencerna terlebih dahulu alur drama kedua orang dihadapannya.


"Maksud kamu apa Aleena?" Alvaro melemah.

__ADS_1


"Sudahlah, aku sudah tau semua tentang kalian termasuk berapa lama kalian bersama. Maaf aku sudah tidak bisa bersamamu lagi" Aleena pun membalikkan badannya dengan posisi tangan masih dipegang erat oleh Alvaro. Merasa bahwa tangan yang disentuhnya hampir terlepas, Alvaro mengencangkan kembali genggamannya dengan sangat erat, sampai-sampai yang disentuhnya pun berteriak,


"Aaaaw.. Sakiiiit" rintih Aleena.


Melihat Aleena kesakitan, Frey langsung berdiri dan mencengkram tangan Alvaro yang sedang menyakiti Aleena.


"Hey.. jangan kasar sama perempuan"


Hal itu memacu kemarahan Alvaro, pelan-pelan ia melepaskan tangan Aleena, namun tiba-tiba..


Bugh...


Alvaro memukul rahang Frey, tepat sasaran. Darah segar tipis mengalir di sudut bibir Frey.


"David!!!" teriak Aleena


Dengan berusaha tetap cool Frey mengusap darah di sudut bibirnya itu, Aleena langsung menghampiri Frey dan mengecek kondisinya.


"Sok Pahlawan!!!" sinis Alvaro


"Laki-laki yang berjiwa melindungi yang patut diperjuangkan. laki-laki manis didepan tapi pengkhianat di belakang itu yang harus kulempar jauh ke laut lepas sana. Aku sangat membenci Anda tuan" Sentak Aleena.


Kemudian Aleena memapah Frey, entah dia akan membawanya kemana yang terpenting menjauh dari Alvaro secepatnya.


"Akan kupastikan kamu berlutut meminta kembali padaku Aleena, ingat itu !!! kau akan kembali Aleena" teriak Alvaro.


Dalam hatinya, ingin sekali Alvaro mengejar Aleena dan menghempaskan lelaki yang Aleena panggil David itu, tapi melihat tatapan orang-orang disekitarnya membuat Alvaro mengurungkan niatnya.


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%


Aleena tidak tahu harus membawa Frey kemana, sampai pada akhirnya tanpa berkata apapun Aleena menggiring Frey menuju kamar hotelnya yang memang jaraknya tidak jauh dari pantai.


Mereka menaiki lift dan sampailah di kamar Aleena. Frey sedikit tercengang dengan kejutan itu, karena sang gadis baru saja dikenalnya sudah berani mengajaknya kekamar. Frey menebak bahwa Aleena sama saja dengan para gadis yang ingin memanfaatkan kekayaannya. Terlebih lagi pakaian yang Aleena gunakan saat ini terbilang cukup menggoda imannya.

__ADS_1


Aleena yang tak tahu harus bagaimana langsung mempersilahkan Frey duduk di sofa panjang berwarna pastel dan ia pun berlalu.


Aleena membawa handuk, selimut dan kotak p3k yang semua itu sudah tersedia di dalam hotel.


"Ini pakailah untuk menutupi tubuhmu dan jangan berpikir macam-macam karena aku hanya akan mengobatimu. Lagi pula kita tak punya banyak waktu"


Dahi Frey mengkerut karena sepertinya Aleena mengerti apa yang dipikirkannya.


Aleena duduk berhadapan dengan Frey yang sudah menutup tubuhnya dengan handuk dibagian bawah dan selimut di bagian atas.


Saat Aleena duduk, Frey menatap dengan terkesima, melihat paha putih mulus dihadapannya yang ingin sekali ia elus-elus, melihat itu Frey hanya bisa mengeratkan tangannya dibalik selimut.


Ketika pandangannya naik ke atas, terlihat belahan dada yang cukup menggoda membuat ia menelan ludahnya kasar. Namun semua itu ia coba sembunyikan dengan gaya cool nya.


Aleena yang tengah menyiapkan kompresan dan salep mulai menyadari tatapan nakal Frey tersebut. Segera Aleena mengambil bantal sofa untuk menutupi bagian pahanya, tetapi untuk yang lain, ia hanya pasrah saja bagian itu dinikmati oleh tatapan mata Frey.


"Ini minum dulu, biar lebih rileks dan pikiranmu bersih" sindir Aleena.


Frey pun menurut. Ia langsung meminum air yang disuguhkan dengan perlahan.


Bisa-bisanya dia menyuruh aku berpikiran bersih, sedangkan dia yang memulai. Lihat saja pakaiannya yang terbuka itu, lelaki manapun pasti akan tergoda. runtuknya pada diri sendiri.


Kemudian Aleena mulai membersihkan luka di salah satu sudut bibirnya dengan sangat dekat, yang tiba-tiba membuat suasana ruangan ber-AC itu menjadi gerah seketika.


Namun Aleena yang kurang peka tanpa perduli tetap fokus dengan area bibir Frey yang diobatinya. Frey yang sesungguhnya terganggu dengan jarak antara wajahnya dengan Aleena, langsung saja menarik jarak walaupun belum selesai diobati.


"ehm.. sudah-sudah sepertinya ini sudah cukup" pinta Frey


"Cukup apanya, aku belum selesai" sanggah Aleena


"Sudahlah, nanti juga sembuh sendiri. Lagi pula apa kamu tidak risih pakai pakaian pendek seperti ini didalam ruangan bersama seorang pria?" goda Frey.


"Ahahaha... kalau sudah ya udah berarti urusan kita sudah selesai ya. Sekali lagi maaf dan terima kasih atas bantuannya"

__ADS_1


Kemudian Aleena menarik tangan Frey dan mengarahkannya ke pintu keluar. Baru saja Frey hendak protes tapi semua terlalu cepat dan pintu hotel sudah ditutup oleh Aleena.


"Ah.. Sial aku belum tanya nama aslinya lagi" gerutu Frey.


__ADS_2