Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 41


__ADS_3

Kalau kamu seorang gadis yang terluka karena pacarnya berselingkuh, belum sembuh luka kemudian ada yang mau menikahimu, apakah kamu akan menerimanya semudah itu? Terlebih lagi lelaki yang melamarmu itu bukan dari orang yang kamu kenal sebelumnya.


Aleena dengan pribadi yang introvert, pintar menyembunyikan emosi, tak mudah mengungkapkan perasaan, sudah pasti membutuhkan waktu untuk membuka hatinya lagi. Bukan hal yang sulit untuk Aleena berinteraksi dengan teman baru, akan tetapi untuk hubungan lebih dekat lagi, butuh proses yang panjang untuknya menerima. Oleh karena itu, dengan tegas Aleena langsung menolak ajakan Frey.


Lain halnya dengan Aleena, Frey merasa bahwa ada sesuatu di diri Aleena yang tak ia temukan pada gadis-gadis lain diluaran sana. Mereka begitu mudah untuk dikejar bahkan memasrahkannya, contohnya saja seperti Yukita. Tapi Aleena selalu menghilang ketika ia berusaha mendekat. Tegas menolak tanpa mudah terpancing situasi dan kondisi.


Oleh karena itu Frey tanpa ragu mengajak menikah Aleena, dengan harapan wanita itu akan luluh dan menjadi milik Frey seutuhnya. Di mana ikatan pernikahan bisa membuat mereka saling menjaga tanpa takut saling kehilangan.


Perbedaan pandangan ini yang membuat mereka merasa sama-sama benar, padahal setiap alasan benar tapi belum tentu setiap alasan itu bisa diterima. Saling pengertian itu modal utama dalam menjajaki dunia pernikahan. Kalau yang satu terlalu berhati-hati dan yang satu lagi terlalu terburu-buru, jadi penulis harus gimana dong guys??!?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat hari ini adalah hari terakhir Aleena bekerja di perusahaan Harrison collection. Tim huru-hara, terdiri dari kelima orang yang berangkat ke Jepang ditambah Ghea dan Nania sengaja menjadwalkan makan malam bersama sepulang dari kantor hari ini. Sekaligus pelepasan atau simbol perpisahan dari tim huru-hara spesial untuk Aleena.


Walaupun pertemanan mereka baru berjalan 3 bulan tetapi mereka merasa saling menemukan kecocokan di antara satu dan lainnya dengan keunikan masing-masing. Begitu pula dengan hadirnya Alena di antara mereka membuat suasana kerja yang tadinya hening masing-masing per divisi, sekarang menjadi lebih hidup tanpa perlu Aleena melakukan apa-apa.


Mereka memilih sebuah restoran dengan tema nge-Grill ala-ala Korean Barbeque gitu sesuai dengan kesepakatan dan restoran yang dipilihnya pun tidak terlalu jauh lokasinya dari kantor mereka. Dalam kesempatan ini Aleena baru mengetahui gosip yang telah beredar sejak lama ternyata Leo menyukai Ghea, katanya ia sudah mencoba berbagai cara untuk menaklukan sang putri salju akan tetapi tidak mendapat respon yang baik dari Ghea sampai hari ini.


Sekilas tentang Leo dan Ghea, dulu Ghea ada di divisi yang sama dengan Leo, posisinya sebagai karyawan magang. Leo memang punya tugas khusus mengajari setiap karyawan baru. Diantara ketiga karyawan magang yang tiga-tiganya perempuan, hanya Ghea yang cepat mengerti tanpa banyak bertanya atau basa basi, ga mudah ke gr-an dan sigap ketika ada hal yang perlu diperbaiki. Sayangnya walaupun Leo sering tebar pesona pada Ghea, namun Ghea tak pernah menangkap sinyal itu karena emang Ghea ga sepeka itu.

__ADS_1


Makin kesini Leo makin gencar mendekati Ghea. Setelah terpisah divisi dengan Ghea, Leo mencoba berbagai cara mendekati Ghea, mulai dari ngajak makan bareng, ngirim-ngirim hadiah kecil kayak coklat atau bunga, sampai mengungkapkan perasaannya, Ghea hanya menanggapi dengan cengiran tanpa membalasnya. Tapi Ghea juga tak menghindari ketika Leo terus mendekatinya.


Sampai saat ini Leo tetap bersikap yang seperti biasanya pada Ghea, tapi belum ada kata resmi "Pacaran" dari mereka. Ghea disebut putri salju karena pribadinya yang cenderung banyak diam, jutek dan tak suka merespon sesuatu yang ga penting. Bedanya dengan Rere, dia masih mau menimpali ocehan atau ejekan teman-temannya dengan nada ketus dan jutek.


Dalam posisi duduk melingkar diantaranya yaitu Aleena yang berada di tengah-tengah antara Leo dan Arka. Disamping Arka ada Rere, disamping Rere ada Aira, sedangkan Ghea berada di antara Aira dan Leo. Sengaja mereka menempatkan Ghea disamping Leo dengan tujuan mendekatkan mereka. Gosip yang tak pernah redup, karena Leo yang selalu menghidupkannya kembali ketika mulai sepi. Biasalah Leo memang tipe yang senang menjadi pusat perhatian, sehingga terkesan kekanak-kanakan, sedangkan Ghea tipe wanita dewasa yang mandiri, tidak suka jadi pusat perhatian dan cenderung jutek terhadap lawan jenis.


Aira dan Nania yang satu frekuensi, Fans berat wakil direktur. Baru saja duduk mereka berdua langsung cekakak cekikik tak jelas, yang pasti obrolan mereka seputar cowok-cowok ganteng di lingkungan kantor dan jangan lupakan bahwa mereka penggemar fanatik Drakor.


"Lo udah nonton film terbarunya Park hyung sik belum Na?" tanya Aira dengan mata berbinar.


"Park hyung sik? drama terbaru? yang zombie itu?" Jawab Nania tak kalah seru.


"Ih.. Gila sih itu kerenz paraaah.. ampe mo meninggal gila..", kalau mereka berdua udah ngomongin masalah Drakor, udah deh yang lain ga dianggap, seolah dunia cuma milik mereka berdua aja, tak menghiraukan yang lain.


Sementara di samping Aleena ada pasangan yang sedang curi-curi kesempatan untuk dapat berpegangan tangan. Tepatnya Arka yang berusaha menggenggam tangan Rere di bawah meja, hanya sepersekian detik Rere pun langsung melepaskannya dan memberikan tatapan ancaman sekilas kemudian kembali menguasai diri untuk terlihat seolah tak ada apa-apa diantara mereka.


"Ayo Guys bagi-bagi tugas. Hey duo bocil heboh, kalian ngambil sate-satean ya.. yang banyak aja sama sayurannya jangan lupa, Arka sama Rere biar ngurus perdagingan, inget cari daging yang seger-seger. Gue ngurus persaosan yak, Ibu negara bagian administrasi. Aleena lu jaga kandang, jangan ampe barang-barang kita ada yang ilang" Atur Leo yang langsung mendapatkan anggukan dari yang lain.


Kalau urusan yang kayak gini emang Leo yang paling gercep untuk masalah bagi-bagi tugas. Makanya ketika instruksi langsung keluar darinya, mereka langsung melakukannya tanpa perlawanan dan paksaan.

__ADS_1


Aleena stand by menjaga barang-barang temannya di meja bulat itu, sedang beberapa pelayan mempersiapkan mulai dari perlengkapan grill, steamboat serta alat makan untuk mereka. Sesekali Aleena membantu menatanya.


Di restoran ini setiap yang datang akan mendapatkan sambutan hangat dari pelayan penjaga pintu. Saat Aleena menyiapkan piring dan sendok, terdengar pelayan itu menyambut dengan ramah tapi nadanya lantang. Spontan Aleena menengok ke arah pintu masuk dan ia terlihat agak terkejut karenanya.


Frey masuk dengan digandeng mesra oleh seorang perempuan bertubuh kurus, tinggi, langsing, berperawak seperti orang Jepang dengan kulit putih bersih dan mulus. Menggunakan Mini Dress berdada rendah yang makin membuatnya terlihat menarik. Frey meletakan kedua tangannya didalam saku, tanpa menggubris gelayutan manja tangan sang wanita. Sampai disini ia tak menyadari bahwa sepasang mata sedang menatapnya dari jauh.


"Syukurlah dia sudah menemukan pasangan yang sepadan dengannya, bukankah itu lebih baik daripada dia memilih aku" Gumam Aleena dalam hatinya.


Tiba-tiba Ghea duduk di tempatnya.


"Cepet banget Ghe?" tanya Aleena.


"Katanya bayarnya nanti aja" jawabnya.


"Oh..." Aleena mengangguk-anggukan kepalanya.


Setelah menyelesaikan tugasnya masing-masing, mereka pun kembali ke meja dengan membawa bertumpuk-tumpuk makanan. Meja yang tadinya kosong kini sudah penuh dengan makanan. Tak salah Leo memilih Nania dan Aira yang mengambil makanan cemilan, mentang-mentang All You Can It, mereka mengambil sepuasnya, tanpa perhitungan kira-kira kebanyakan atau tidak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2