Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 36


__ADS_3

Kunjungan Dinas terakhir sebelum kepulangan ke Indonesia, yaitu kunjungan ke Mall yang terkenal dengan fashionnya di Jepang. Mereka bertemu kembali dengan Yukita-San.


Dalam pertemuan itu Yukita-San menyampaikan hasil riset selama ini tentang bahan, motif dan model busana yang laris di pasaran Jepang.


Kelima karyawan itu dengan fokus memperhatikan penyampaian Yukita, ada yang mencatat, ada yang memperhatikan grafik, ada juga yang membuat sketsa sesuai dengan job desk nya masing-masing.


Dalam rapat tersebut sambil mempresentasikan capaian hasil penjualannya, sesekali Yukita menyandarkan tangannya di pundak Frey. Sekali, Frey terlihat biasa saja. Dua kali, Frey masih bersikap biasa saja. Ketiga kali, Frey sebenarnya masih biasa saja, tapi saat menatap kearah Aleena, terlihat wajah Aleena yang tidak terlihat biasa saja.


Sampai saat itu, Frey belum menyadari bahwa sentuhan atau kontak fisik yang diberikan Yukita padanya membuat Aleena sangat risih. Bukan karena cemburu, tapi ya menurutnya tak pantas saja saat rapat tapi Yukita masih cari-cari kesempatan.


"Dasar Gatel!!!" Gerutu Aira disamping Aleena.


Mendengar gerutuan Aira, Aleena pun menoleh padanya.


"Maaf mbak, bukan sama mbak.. tapi sama cewek itu tuh.. pegang-pegang mulu dari tadi" Aira kembali menggerutu dengan mulut yang hanya terbuka sedikit, takut-takut kalau suaranya terdengar sampai ke depan sana.


"Sssst.. " Seru Rere.


Mereka kembali terdiam dan melanjutkan untuk mendengarkan penuturan Yukita-San. Ternyata, Yukita kembali melakukan kontak fisik dengan menyentuh kedua pundak Frey dari belakangnya. Yukita dalam kondisi berdiri dan Frey duduk di kursi membelakangi Yukita. Kali ini akhirnya Frey langsung menggeser kursinya ke tempat yang tidak memungkinkan lagi Yukita untuk meraih pundaknya.


Sekitar pukul 11.30 mereka sudah selesai meeting dan bersiap untuk menuju bandara lengkap dengan koper. Saat kelima orang bersiap untuk menuju mobil yang akan mengantarkan ke Bandara, tiba-tiba Dans menghampiri mereka dan berkata,


"Mohon maaf sebelumnya, Miss Aleena sepertinya tidak bisa langsung pulang. Karena ada satu pertemuan lagi yang mengharuskan Miss Aleena untuk bergabung"


"Loh.. kok dadakan sih? ga ada di roundown loh.." Aira yang ngotot seolah tak mengizinkan Aleena untuk tinggal.


"Kalau bisa digantikan, saya aja yang menggantikannya pak Dans.. saya bisa kok" Pinta Leo.


"Mohon maaf tidak bisa Pak, hanya Miss Aleena saja yang diminta oleh Mr. Frey" Tegas Dans.


"Ya udah guys.. mungkin emang Aleena aja yang dibutuhkan, Ayolah waktu kita ga banyak untuk ke Bandara. Jangan ngulur-ngulur waktu" Seru Rere.


Akhirnya mereka pun mau mengikhlaskan Aleena untuk stay disana tanpa sedikit pun menaruh curiga.


Aleena kembali menemui Frey di cafetaria tepat di lantai 1 Mall tersebut.


"Kukira kau hanya mempermainkan ku, ternyata kau membuktikannya" Ucap Aleena seraya merapikan kopernya disisi kursi, menyampirkan jaketnya di bahu kursi dan duduk dengan manis di hadapan Frey.


"Mau pesan apa?" Frey menyodorkan buku menu dihadapan Aleena.


"Nasi Goreng Seafood dan Ice lemon tea.."


"Hemh.. Indonesian sekali kamu ya" ejek Frey.


"Lidah gak bisa bohong"


"So, kamu suka dengan kejutanku, Aleena?? bukankah aku orang yang sangat bisa melakukan apa yang aku mau?"


"Sombong sekali kau anak muda, hehe. Tapi aku cukup terkesan kau melakukannya dengan sangat rapi"

__ADS_1


"Tentu saja.." sombongnya lagi. lebih ke angkuh kali ya..


"Jadi ada apa Mr. Frey, kenapa pada akhirnya kau merepotkan asistenmu untuk mereshedule penerbanganku?"


"Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan serius kepadamu. Oh ya penerbanganmu nanti malam bersamaku"


Tadinya Aleena mau bilang kenapa nanti malam, supaya ngirit biaya hotel?? tapi takut disangka nantangin, yang ada bisa-bisa harus nginep lagi bersamanya. Tak ingin berpikir yang tidak-tidak, Aleena hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.


Tak lama pesanan mereka pun tiba, obrolan terhenti dan mereka makan dengan lahap. Baru saja Aleena merasa hubungannya dengan Frey lebih baik, tiba-tiba seseorang yang tidak diharapkan datang menghampiri mereka.


"Wuah.. kalian makan tanpa aku?" sapanya dengan nada manja.


"Yukita-San sudah makan siang??" tanya Aleena mencoba ramah.


"Jangan terbiasa makan telat Yuki.. ingat kau mudah pingsan kalau kurang makan" Frey mengingatkan dengan perhatian. Sedang Aleena tetap fokus menghabiskan makanannya.


"Lihatlah Miss Aleena, dia sangat perhatian padaku, tapi selalu saja menolak ungkapan cintaku. Mana ada wanita yang tak luluh dengan perhatian kecilnya itu?? kau membuatku makin tak bisa tidur, Frey" Yukita seolah mengeluarkan unek-uneknya selama ini kepada Frey.


"Hey.. kita ini sudah berteman bertahun-tahun, sampai saat ini pun aku nyaman dengan pertemanan kita. Aku tak ingin membuat mu berharap jadi lebih baik aku menolak dari awal kan. Anggap saja ini adalah bagian dari pertemanan kita, ga usah dibawa baper" ucap Frey menanggapi Yukita.


"Ingat Frey aku akan terus mengejarmu dan aku akan berhenti ketika kau benar-benar melabuhkan hatimu untuk seorang wanita dibandingkan pekerjaan dan ambisimu" Yukita berbicara dengan nada santai, namun ada sedikit penekanan didalamnya.


"Kejarlah jika kau sanggup. Kau sudah lama mengenalku, pasti kau akan tahu pula ujungnya"


"Walaupun ujungnya belum pasti, bukankah kita perlu mencobanya, bagaimana menurutmu Aleena?" tanya Yukita begitu saja.


"Aku?? apa hubungannya denganku? entahlah. Aku mungkin bukan wanita yang sekuat dirimu Yukita-San. Aku akan tetap mencintainya dalam diam tanpa menunjukkan apapun. Karena jodoh tak akan kemana. Itu prinsip ku.."


"Kenapa itu pilihannya? bukankah kita tidak bisa mengatur siapa yang ingin kita cintai atau tidak?" tanya Yukita.


"Benar juga, kalau aku mencintai seseorang. Aku akan terus mengejar cinta orang itu. Dan rasanya takkan mudah menyerah untuk melepaskannya" Jawab Frey.


"Ya itu pilihan, kukira masing-masing dari kita punya cara tersendiri untuk bagaimana caranya mencintai seseorang yang mungkin dia belum sadar bahwa kita mencintainya. Atau dia tahu kita mencintainya tapi dia tak bisa mencintai kita. Ada resikonya tersendiri, silahkan jalani pilihan masing-masing"


Jawaban Aleena membuat keduanya mengangguk bersamaan sambil membuat kesimpulan masing-masing didalam pikiran mereka.


Setelah topik sekitar cinta bertepuk sebelah tangan selesai, Frey pun mengajak Aleena untuk melanjutkan perjalanan dan berpamitan kepada Yukita yang baru saja memesan makanan. Tapi itu tak membuat Yukita marah atau sakit hati, karena tahu hubungan mereka hanya terkait bisnis saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Frey ternyata membawanya ke sebuah kebun strowberry di Jepang yang terkenal dengan hasil panennya yang besar-besar. Betapa senangnya Aleena melihat pemandangan buah strawberry yang sudah siap dipanen.


"Wuaah.. David.. ini luar biasa.. bolehkah aku memetiknya?"


"Tentu saja"


Aleena yang terlihat antusias langsung memetik beberapa buah strawberry tanpa memperhatikan sekitarnya yang kosong melompong, artinya hanya ada mereka berdua disana.


Setelah berhasil memetik satu keranjang penuh Strowberry mereka pun duduk di luar kebun.

__ADS_1


"Kau mau?" Aleena menawarkan sebuah strowberry, tanpa menjawab David langsung memajukan wajahnya dan memakan strawberry yang ada di tangan Aleena.


Aleena terperangah, tetapi ia tak ingin terlihat gugup sehingga ia tetap mengarahkan tangannya lebih dekat dengan David dan membiarkan David menghabiskan satu buah Strawberry di tangannya.


"Sepertinya aku sudah menemukannya" Ucap Frey tiba-tiba.


"Hemh?? menemukan apa?" Tanya Aleena.


"Kau tahu, mantan calon istriku. Dia sudah melahirkan kemarin. Dan aku masih belum bisa melepaskannya tanpa berbuat apa-apa".


"Kau masih mencari kabar tentangnya? Wuaah.. hebat sekali"


"Kau?? sudah melupakannya?? semudah itu??" tanya Frey ragu.


"Tidak mudah, tapi aku selalu mengingat hal yang membuatku sakit selama bersamanya, oleh karena itu aku perlahan-lahan melupakannya"


"Entahlah.. kenapa aku sulit sekali melupakannya. Sesakit hati apapun aku padanya"


"Apa itu artinya kau bisa menerimanya jika ia ingin kembali?"


"Mungkin saja"


Hening sejenak diantara mereka,


"Kau.. Maukah kau menikah denganku??" tanya Frey tiba-tiba.


"Hahaha.. kau lucu sekali" Aleena refleks menertawakan Frey.


"Mami.. sepertinya mami tahu aku belum bisa move on, mami selalu mencoba menjodohkanku dengan anak teman-temannya. Tapi aku selalu melarikan diri dengan alasan sibuk. Aku lelah, aku hanya ingin menikah dengan wanita yang menurutku se-frekuensi. Dan saat ini cuma kau yang membuatku penasaran"


"Maksudmu, pernikahan kontrak gitu?"


"Aku hanya akan menikah sekali, jika kau merasa tak kuat, kau bisa meninggalkan aku"


"Untuk apa menikah jika tidak saling cinta?"


"Untuk menyelamatkan diri masing-masing dari hujatan netizen, haha"


"Itu kau, kalau aku siapa aku?? siapa yang akan menghujatku??"


"Setidaknya teman-temanmu tidak akan menjulukimu dengan sebutan perawan tua"


"Hey.. aku belum jadi perawan tua ya..."


"Ah.. kenapa kau berisik sekali sih..."


"Lebih baik berisik daripada kau, aneh-aneh saja"


"Atau jadilah kekasih ku dulu untuk ku pamerkan pada keluargaku, setelah itu terserah kau mau melanjutkan atau tidak?" David mencoba bernegosiasi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2