Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 48


__ADS_3

Aleena tiba di kantor dengan wajah yang terlihat sangat lelah tapi masih memaksakan untuk bisa tersenyum.


"Gimana Mbak hasil acara hari ini?" tanya Resha sambil meletakkan secangkir ice chocolate pesanan nya setibanya di kantor.


"Buruk tanpamu Sha" jawab Aleena lemah.


"Harus dibiasakan mbak" Resha tak sedikitpun mencoba menghibur Aleena. Membuat Aleena berdecak kesal dan menyandarkan kepalanya di meja.


Kemudian Resha meninggalkan Aleena yang sepertinya membutuhkan waktu untuk beristirahat.


Suasana di luar sudah senja, sayup-sayup air hujan turun di luar jendela sana. Aleena memejamkan mata masih dengan posisi menyandarkan kepalanya di meja. Aleena mengingat kembali satu per satu kejadian yang berat hari ini.


Sedikit ada rasa lega ketika Angga sudah tahu kebenarannya tanpa perlu Aleena membuat pengakuan. Alvaro, Heuh Aleena sudah tidak peduli dengannya, Ingin sekali ia menghajar, menonjok, memukuli pake stik baseball kemudian melemparkan nya ke benua Antartika. Tapi ya tau lah kalian, Aleena bukan tipe yang seperti itu.


Satu hal yang mengganjal dari kejadian hari ini, Sikap Frey terhadapnya. Bukankah harusnya Aleena merasa lega karena Frey telah melepaskannya secara resmi bahkan berjanji tidak akan mengganggunya lagi. Tapi kenapa Aleena merasa kehilangan, rungsing ga jelas dan merasa, Oh segitu doang usaha lu.


Tapi entah kenapa Aleena merasa frustasi akan hal ini. Padahal sebelum-sebelumnya juga tidak ada komunikasi dengan Frey.


Entah berapa lama Aleena ketiduran dengan posisi tidak berubah dalam kurun waktu yang lama. Aleena terbangun saat ia merasakan sentuhan Resha di bahunya.


"Mbak.. mbak.. udah malem mbak, waktunya pulang" Resha membangunkan Aleena sehalus mungkin.


Resha sudah mendengar cerita para karyawan yang lain tentang kejadian tadi di tempat acara. Oleh karena itu Resha memilih untuk membiarkan Aleena beristirahat dulu sampai cukup waktunya.


"Oh iya.." Aleena merenggangkan badannya, meliuk ke kanan dan ke kiri. Memulihkan kesadarannya yang masih 50%. Begitu melirik ke arah jendela ternyata suasana diluar sudah gelap.


"Loh udah gelap Resh, kok baru dibangunin" tanya Aleena.


"Abis ga tega banguninnya. Udah yuk mbak, aku juga udah selesai nih kerjaannya" jawab Resha.


Mereka pun berkemas untuk kemudian pulang ke rumah masing-masing. Aleena memilih untuk membeli makan siang dulu diluar sebelum pulang ke rumahnya tepat di belakang ruko kantornya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hari ini Aleena mengecek segala perlengkapan yang sudah digunakan kemarin serta memastikan urusan dengan klien kemarin sudah selesai, siapa lagi kalau bukan Fransiska dan Alvaro. Memastikan tak ada satu piring pun yang pecah atau tertinggal. Aleena mengecek satu per satu sesuai dengan vendor yang bekerja sama. Fransiska juga sudah menyelesaikan pembayaran sesuai dengan perjanjian.


Pekerjaan untuk klien kemarin sudah selesai, kini Aleena bersiap untuk menyambut pekerjaan baru yang menantinya. Menyelesaikan misi penuh dengan ketegangan membuatnya ingin segera menuntaskan tanpa menunda-nunda.


Jadwal berikutnya Aleena diminta untuk mengecek gaun yang dipesan dari Harrison Collection. Setelah hampir satu bulan bekerja di Harrison Collection, Aleena baru tahu bahwa salah satu vendor gaun pengantinnya yaitu Harrison Collection.


Kenapa ketika keduanya memutuskan untuk berjalan masing-masing tapi Aleena harus balik ke sana, walaupun cuma mengecek gaun. Eits... Sebentar, tapi setelah dipikir-pikir, memang dari awal mereka bertemu karena Aleena yang menghampiri. Mulai dari pertemuan di pantai, kemudian bertemu di "Summer Fashion Week" Aleena yang datang ke markasnya Frey, begitu pula saat Aleena memutuskan bekerja dengan Harrison Collection, Aleena yang memilih untuk menerima pekerjaan itu.


Dan sekarang kembali lagi Aleena harus menghampiri kantor Harrison Collection. Bagaimana jika nanti ia kembali bertemu dengan Frey. Apa yang harus ia katakan. "Hai..", "Hello..", "Apa kabar?". Aleena membeo sendiri. Padahal belum tentu itu terjadi, mengingat kantornya yang luas terdiri dari puluhan lantai itu.


Aleena tiba di Harrison Collection dan langsung menuju ke lantai 4 yang khusus mengurusi berbagai keperluan gaun pengantin. Selama perjalanan dari lobi sampai lantai 4, Aleena terus menajamkan matanya, kalau memungkinkan untuk menghindar jika ada Frey, Aleena memilih untuk menjauhinya.


Aleena menghabiskan waktu cukup lama untuk menyelesaikan pekerjaannya di sana. Ia juga bulak balik menghubungi Resha, karena sebenarnya ia hanya penyambung tugas saja. Resha mem-back up pekerjaan Anggie yang berjalan satu bulan ke belakang sebelum Aleena bergabung, jadi Resha tidak bisa langsung meminta Aleena untuk terjun pada klien yang terlanjur ia pegang dari awal.


Setelah menyelesaikan tugas yang diberikan Resha, Aleena mengirimkan pesan pada tim huru-hara,


Guys.. aku ada di lobi nih, kangen nih... ditunggu di cafe ya..


Sayang banget gue ga bisa join (balas Ghea)


Liat ntar ya guys.. (Balas Nania)


Yang lain tak ada balasan.


Seperti biasa, Aleena memesan Ice Chocolate, tapi kali ini ia memesan Dark Chocolate. Tak menunggu berapa lama Rere yang menjadi orang yang datang pertama ke cafe yang ada di lobi perusahaan itu.


Awalnya Aleena terlihat bersemangat menyambut mantan seniornya itu dengan senyuman, namun tiba-tiba raut wajahnya berubah saat melihat kondisi Rere yang baru ia tinggalkan menjelang dua bulan sejak perpisahannya di restoran waktu itu.


Badannya yang langsing terlihat lebih kurus dan matanya seperti orang yang sudah berhari-hari tidak tidur. Wajahnya pucat tak ada semangat sama sekali. Aleena berdiri dan langsung meraihnya dalam pelukan. Aleena tak sedikit pun bertanya kabar, karena dari bentukannya saja sudah jelas ia sedang tidak baik-baik saja.


Entah kenapa Aleena langsung reflek memesan kan Teh Chamomille hangat untuk Rere. Belum sempat Aleena bertanya ini dan itu, Aira sudah datang dan menghebohkan meja.


"Mbak Rere kenapa? mukanya pucet banget? ga izin pulang aja??" tanya Aira yang langsung nyerocos.

__ADS_1


"Iya Nih Ra, tadi pagi masih baik-baik aja" hanya itu yang keluar dari mulut Rere.


Aira pun meminta izin untuk memesan minuman dan meninggalkan mereka kembali berdua.


"Mbak kenapa? Are U okay?" tanya Aleena.


"No, I'm not okay" Rere menunduk.


"Emh.. iya aku tau, mbak bisa kok cerita sama aku. Mbak tau kan aku ga ember kayak mereka berdua" Aleena mengarahkan dagunya pada Aira dan Nania yang entah kapan mereka sudah berdua memesan minuman di stand.


"Iya aku tau kok.. " jawab Rere.


Belum juga Rere dapat menjelaskan apa yang terjadi padanya, Aira dan Nania sudah datang menghampiri meja mereka, sehingga keduanya langsung terdiam kembali. Tapi Rere sudah terlihat tersenyum karenanya.


"Loh... Nania, kok aku ga liat lewatnya, apa kabar Nan??" tanya Aleena ramah.


"Hai Aleena... gue kangen banget tau sama lu.. " Nania langsung berhambur memeluk Aleena.


Kemudian mereka berempat duduk di meja bundar deket jendela.


"Kemana yang lain??" tanya Aleena


"Emh.. yang gue tau, Leo lagi ada tugas di luar kota, Ghea.. tau sendiri kan ya.. dia mah syiiiibuuuk bangeeet. Kalo Arka ga tau dah gue" ungkap Aira sambil asyik menyeruput minumannya.


"Pelan-pelan lu Ah.." seru Nania. "Eh tau ga? si Arka itu katanya lagi di gosipin sama tim marketing yang baru dua bulan masuk kerja itu" Nania mulai menyebarkan berita yang didengarnya dari mulut ke mulut.


"Eh iya tau gue juga denger tuh dari temen gue yang ada di tim pemasaran, katanya si Dina itu yang ngejar-ngejar Arka, pake segala sering ninggalin jejak gitu di meja nya Arka" Aira ikut mengompori gosip yang beredar.


"Tapi ya Arka memang ga nge-respon gitu katanya, tapi ga tau kenapa tuh manager marketing kayaknya lagi jodoh-jodohin mereka gitu, makanya mereka terkesan sering ada job bareng, ya itu karena manager marketingnya itu" Nania kembali menyahutinya.


Sedikit banyak Aleena mendapat gambaran apa yang membuat Rere seperti itu, walaupun dia tidak sepenuhnya percaya dengan gosip yang dibawa oleh mereka berdua. Merasa sudah cukup menerima informasi yang disampaikan oleh kedua ratu gibah itu, Aleena pun menutup gosip tersebut dengan mengalihkan pembicaraan. Dari ekor matanya, Aleena melihat Rere lebih lega karena pembicaraan tentang Arka disudahi.


Aleena memutuskan untuk pulang bareng dengan Rere setelah mengirimkan pesan pada Resha bahwa ia tidak kembali ke kantor. Aleena bertekad untuk menemani Rere yang wajahnya terlihat mencemaskan.

__ADS_1


__ADS_2