Lika Liku Kisah Cinta Aleena

Lika Liku Kisah Cinta Aleena
Bab 9


__ADS_3

Tuuut.... tuuut... tuut....


Aleena mencoba menghubungi kekasihnya melalui panggilan video, tapi sudah 3 kali ia coba, belum juga mendapatkan tanggapan dari seberang sana. Padahal kalau dilihat dari schedule, harusnya sudah selesai dan saat ini sedang free time.


Aleena menghempaskan tubuhnya diatas kasur dan menarik nafas panjang.


"Berpikir Aleena... berpikir..."


Ia sangat mencintai kekasihnya. Oleh karena itu ia merasa ragu tentang isu perselingkuhan kekasihnya, walaupun ada saksi dan bukti. Tetapi ia juga tidak bisa menutupi kemungkinan hal itu terjadi karena setelah diingat-ingat 3 bulan ini mereka jarang bersama. Proyek yang semakin banyak membuat mereka seringkali harus membagi dua, misalnya Alena menangani proyek dalam kota dan Alvaro bagian mengurusi keluar kota. Memang kebanyakan proyek di dalam kota itu ditangani oleh Alena karena kota yang ditempatinya merupakan kota besar sehingga project-project nya juga menghasilkan keuntungan yang besar, butuh tangan yang ahli juga untuk menanganinya dan sejauh ini Alvaro hanya mempercayakan hal itu kepada Alena. Karena ketika yang lain mencoba membantu hasilnya tidak sememuaskan hasil kerja Aleena.


"Apa mungkin aku yang terlalu sibuk.. atau aku yang sudah tidak menarik lagi?"


Aleena mencoba berinstropeksi diri.


3 hari yang dilaluinya tanpa Alvaro terasa berat. Pasalnya Alvaro hanya mengirimkan pesan singkat saja dan sangat sulit dihubungi via video call, ada saja alasan ketika ia tidak dapat mengangkat pangilan Aleena, ga bawa hp lah, lagi di charge, lagi ke kamar mandi, dll.


Hari ini adalah jadwal Alvaro pulang. Aleena mempersiapkan dirinya secantik mungkin. Make up yang biasanya asal-asalan, hari ini Aleena memoleskan lebih berkilau tetapi tetap dalam kesan natural.


"Perfect" lirihnya.


Karena mobilnya Alvaro digunakan Aleena selama keluar kota jadi Aleena berpikir bahwa Alvaro pasti minta di jemput seperti biasanya.


Ia pun bergegas melenggang ke kantor dengan cerianya.


%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%


Matahari terlihat sangat terang diluar sana, sehingga membuat orang-orang enggan berlalu lalang diluar sana. Selesai merapikan berkas-berkas di ruangan Alvaro, Aleena melirik ke jendela kemudian mengangkat tangan kanannya.


"Sudah jam 2, kok mas Al belum ngabarin apa-apa ya?" bisiknya.


Aleena keluar ruangan dan mengecek ponselnya. Ternyata yang muncul bukan pesan dari orang yang ditunggu, melainkan dari Silla. Ia mengirimkan foto seorang pria memakai kemeja kotak-kotak dan celana yang senada sambil menenteng jas nya sedang mencium kening seorang perempuan cantik, memakai pakaian dress warna pink super ketat sehingga lekuk tubuhnya terlihat.


Itu Alvaro kan???


Tanya silla


Aleena mencoba memperbesar gambar tersebut tapi terlihat kurang jelas.


Enggak jelas sil..


Jawab Aleena


Aleena memperhatikan pakaian lelaki itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Hemh... iya ini kemeja yang aku siapin kemarin, tapi kan kemeja ini masa iya mas Al aja yang punya?

__ADS_1


Eits... bentar.. ini, perempuan ini sepertinya aku kenal.. tapi siapa ya??


Sedang asyik-asyiknya memikirkan ini dan itu, tiba-tiba telepon dihadapan Aleena berdering.


Kring.. kring.. kring..


Segera Aleena mengangkatnya


"Selamat Siang, Operator 1 Bougenfil Tekstil dengan Aleena, Ada yang bisa saya bantu?" Sapa Aleena ramah pada orang diseberang sana.


"Siang mbak Aleena, saya dengan Asti dari Harrison Colection. Kami membutuhkan mbak sesuai janji mbak untuk membantu kami mempersiapkan Fashion week brand kami. Apakah lusa mbak bisa ke kantor kami untuk diskusi?"


"Aaah.. iya Mbak Asti, siap mbak. Pukul berapa kira-kira saya bisa hadir disana?" Jawabnya


"Kita mulai pukul 10.00 ya mbak"


"Oke baik, terima kasih atas informasinya"


Kemudian telepon itu pun ditutup secara bersamaan.


Fashion Week?? Aleena berpikir dan mencari ide, kira kira bantuan apa yang perlu dipersiapkannya untuk tim Harrison Colection.


Satu hal yang pertama terpikirkan tentang Fashion Week adalah model. Ya untuk memperlihatkan koleksinya pasti membutuhkan model yang memakai pakaian atau brand nya itu.


Tiba-tiba Aleena teringat tentang wanita yang tadi didalam foto dari Silla mengingatkan ia pada seorang model.


"Ranti.. Inget ga nama-nama model dari Shafara Butik?" tanya Aleena pada rekan kerjanya di seberang meja.


"Shafara Butik???" Sejenak Ranti terdiam mencoba mengingat-ingat, entah mengingat butiknya atau modelnya.


"Oh.. Shafara Butik yang ownernya itu Bu Hadiwijaya ya?" Seru wanita yang berada tepat di samping Ranti yang juga merupakan rekan kerja Aleena lainnya.


"Iya chel, kamu inget ga nama model-modelnya?" Tanya Aleena pada wanita berwajah ke-korea-an gitu, putih, rambutnya lurus panjang diikat ke atas bernama Chelsy. Berbeda dengan Ranti yang berkerudung dan berkulit sawo matang.


"Emh.. aku cuma tau beberapa aja sih mbak, ada Intan, Nanda, Ranis sama itu mbak model utamanya itu namanya Fransiska mbak" jawab Chelsy.


"Oh ya.. Fransiska.. " Seru Aleena dengan tatapan kosong ke depan.


"Kenapa emang kak?" tanya Chelsy


"Eh.. oh.. emm.. itu... aku.. aku lagi nyari referensi buat Harrison Colection, ya itu" Jawab Aleena gugup.


"Ya Ampun mbak, Harrison Colection itu perusahaan besar ngapain nyaranin model-model yang baru merintis. Lagian pasti mereka udah punya lah mbak stok model-model berkelas" jawab Chelsy santai.


"Ah.. iya ya.. hahaha.. aku gugup nih besok diminta kesana untuk berkontribusi gitu" Aleena mencoba mencari alasan.

__ADS_1


"Pasti deh.. " seru Chelsy


"Pasti apa?" tanya Ranti yang daritadi diam saja namun tatapannya tak jauh dari layar komputer sedang mengecek email.


"Ya Apalagi kalau bukan back up, ups.." Chelsy langsung menutup kedua mulutnya.


Ranti hanya melongo, bingung mau bilang apa karena memang dia tidak mengerti. Bisa dibilang Ranti memang agak loading ya kalau diajak ngobrol atau cerita. Tapi kalau masalah kirim email, terima email, konfirmasi, check ini, check itu yang berhubungan dengan file di komputer, dia paling cepat responnya.


Bukan rahasia umum lagi mengenai Aleena yang selalu memperbaiki setiap kesalahan yang diperbuat oleh direkturnya itu. Chelsy memang tak banyak berbicara atau berdiskusi dengan Aleena, tetapi ia banyak mengamati apa yang terjadi karena ia mengurusi setiap komplain yang masuk untuk di selesaikan.


"Eh bentar.. Btw Chelsy, kok kamu inget sih nama-nama modelnya?" tanya Ranti.


"Oh.. itu, Intan itu temen SMA aku, pas Fashion Show itu aku diundang hadir kan. Terus dia kenalin aku gitu ke beberapa model yang ada di situ" Jawab Chelsy.


"Wuiih.. banyak dong kenalan modelnya?" seru Ranti


"Ya itu doang, ga ada lagi. Eh btw, ternyata kak Fransiska itu sahabatnya Pak bos loh" Aleena yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya langsung beralih menyimak pembicaraan Chelsy.


"Kok tau?" walaupun tertarik, tetapi Aleena menahan apa yang ingin ditanyakan, tetapi sepertinya Ranti yang lebih penasaran dengan hal itu.


"Iya kan Intan cerita sama aku. Terus kan Kak Fransiska itu ponakannya Bu Hadiwijaya, makanya dia jadi model utamanya" Ranti hanya mengangguk anggukan kepalanya.


Aleena yang sedari tadi bersandar di meja Ranti langsung berdiri tegak.


"Udah ah udah gosipnya. Aku balik kerja dulu ya, thanks ya Ran, Chel" kemudian Aleena bergegas kembali ke mejanya. Sekilas Aleena melirik ke arah Ranti dan Chelsy, mereka pun terlihat mengobrol sebentar lalu kembali fokus dengan pekerjaannya masing-masing.


Aleena mengambil ponselnya dan mengettikan sebuah nama pada aplikasi sosial medianya. Pertama ia mengetikkan nama "Shafara Butik", Aleena mengamatinya mulai dari postingan terbaru hingga pada saat Fashion Show dan memang tak banyak yang di upload disana, hanya moment-moment tertentu saja.


Aleena fokus pada nama-nama yang di tag pada caption dan dia berhasil menemukan nama @Fransiska_Anne. Untung saja akun tersebut tidak di private, jadi Aleena langsung melihat beberapa unggahan yang ditampilkan.


Yang terlihat dilayar adalah unggahan yang terbaru, Disana menampilkan gambar dirinya yang sedang menatap keluar jendela, dari posisi tempat duduknya bisa dipastikan dia berada di kelas bisnis. Berikutnya Aleena tertarik pada gambar sang model dengan latar belakang Taman hiburan, ia menghadap kamera dengan tersenyum sambil memegang tangan seseorang yang hanya terlihat tangannya saja. Aleena mengamati gambar tersebut dengan seksama dan ia hafal betul dengan jam tangan lelaki itu, persis milik Alvaro. Lagi-lagi Aleena berfikir bahwa mungkin itu jam tangan yang sama.


Ternyata Alvaro memberikan tanda hati pada setiap unggahan wanita itu. Terhenyak Aleena memandangi setiap gambar yang ada, karena setelah mencocokan waktunya ternyata Alvaro selalu ada dalam setiap moment itu yang pada saat itu Aleena tak dapat menghubunginya.


"Apakah aku masih bisa bekerja dengan profesional jika aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini?" Tanyanya dalam hati.


Saat Aleena tengah galau sambil terus memperhatikan layar ponsel. Tiba-tiba seseorang muncul dari lift dan membuatnya tertegun.


Ya, dia datang.


Aleena memperhatikan sang direktur yang baru saja tiba dari atas ke bawah. Kemudian pandangannya terhenti saat melihat kemeja kotak kotak yang walaupun sudah tertutup jas semi formal tapi masih dapat terlihat jelas.


Fix. No debat!!!


100% mirip dengan foto yang dikirimkan Silla tadi, dan di unggahan terbaru Fransiska itu juga Aleena baru ingat warna outfit yang dipakainya sama dengan warna dress yang ada pada kiriman foto dari Silla.

__ADS_1


OH NO... !!!


__ADS_2