
Meja tatami berukuran 3x1 meter itu sudah dikelilingi oleh kelima karyawan Harrison Collection Departement Creativity. Diatasnya telah tersaji berbagai hidangan khas Jepang yang menggugah selera, terutama bagi para penggemar seafood.
Makanan sudah beberapa saat tersaji, namun belum ada yang berani menyentuhnya karena memang menunggu sang empunya datang. Untungnya tak lama kemudian orang yang ditunggu pun hadir.
Awalnya Aleena bersiap untuk menyambut atasannya dengan senyum ramah. Namun betapa terkejutnya dia melihat lelaki yang beberapa saat lalu terlintas dalam pikirannya tiba-tiba muncul dihadapannya.
"David...." Semua mata sepintas mengarah pada Aleena tetapi kemudian langsung berdiri untuk menyambut sang bos tanpa berpikiran apapun pada Aleena.
Frey memasuki ruangan yang disambut oleh kelima karyawannya itu dengan ucapan selamat malam dan tundukan kepala. Saat itu Frey belum menyadari akan adanya Aleena disana.
Aleena yang gugup berusaha untuk menarik nafasnya dalam-dalam sambil tertunduk lemas. Frey duduk di ujung meja yang khusus untuk satu orang, sedang kelimanya mengelilingi meja itu. Jarak antara Frey dan Aleena hanya terhalang oleh Aira yang sengaja ingin memulai melancarkan aksinya untuk pdkt.
Setelah berbasa-basi sedikit mereka baru tahu ternyata Frey tidak sedingin yang mereka kira selama ini. Lain halnya dengan Aleena yang setelah tahu bahwa Frey itu ternyata David, pikirannya pun langsung melanglang buana pada gosip-gosip yang selama ini beredar tentang Frey. Seingat Aleena pada pertemuan dulu David tidaklah sedingin yang mereka kira, bukan juga orang yang cuek apalagi sampai menyakiti hati perempuan.
Satu hal yang Aleena sadari, ternyata benar dulu saat main bersamanya Frey juga tengah patah hati. Akan tetapi gosip murahan di kantor mengatakan bahwa pacarnya Frey selingkuh karena Frey yang terlalu sibuk dan tidak memperdulikan pacarnya. Sedangkan yang Aleena tahu, sama dia aja yang baru kenal, Frey bisa dikatakan lelaki yang perhatian.
Saat Aleena sedang asyik dengan pemikirannya sendiri tanpa fokus dengan apa yang sedang dibahas, Aira yang tepat berada di sampingnya menyenggol tangan Aleena.
Aleena menatap Aira tak mengerti
"Kenalan.." lirih Aira berusaha suaranya tak terdengar yang lain. Aleena masih mencerna maksud dari Aira, diam sejenak baru dia mengerti maksudnya. Ditatap satu per satu wajah temannya yang seolah berkata
"Ayo Leen.. jangan bengong apah"
"Emh.. maaf, nama saya Aleena Rainshaka dari divisi Textile Design" mau tidak mau Aleena pun mengangkat wajahnya dan saat itulah Frey baru sadar bahwa gadis itu adalah wanita yang membuatnya penasaran. Eh tapi, tapi.. siapa namanya? Aleena??? bukan Maryam??
"Siapa tadi namanya?" Frey bertanya dengan tatapan yang tak bisa Aleena jelaskan. Tapi Aleena tahu maksudnya.
"Aleena, Aleena Mr. Frey" Jawab Aleena dengan penekanan di akhir seolah menunjuk Frey bahwa mereka sama-sama berbohong soal nama. 1-1.
"Saya Aira Mr. Frey, saya Fashion Stylish Harrison Collection dan saya telah 3 tahun bekerja di perusahaan Mr. Senang sekali hari ini dan untuk beberapa hari kedepan kita akan bekerja sama. Saya akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat demi kemajuan perusahaan Mr." Ucap Aira panjang lebar yang membuat Leo berdehem seolah mengatakan bahwa kepanjangan basa basi loe..
"Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih dan mohon kerjasamanya untuk semua karyawan yang ikut perjalanan diknas kali ini. Seperti yang kalian ketahui, saya adalah Frey. Frey Davis Harrison, biasanya saya akan memperkenalkan diri dalam bisnis dengan nama Frey, jadi kalian bisa memanggil saya Mr. Frey. Terkadang saya menggunakan nama David untuk berkenalan tapi hanya untuk orang-orang tertentu saja." saat berbicara Frey menatap semua karyawannya, namun tatapannya berhenti lebih lama di Aleena yang sesekali menunduk sesekali menatap. Melihat tatapan Frey padanya tanpa ekspresi membuat bulu kuduk Aleena merinding seketika.
Ya pasti banyak hal yang perlu mereka bicarakan setelah ini. Tapi rumor yang menyatakan bahwa bos nya itu adalah orang yang workaholic dan sangat profesional, itu memang terbukti.
__ADS_1
Sambil makan malam ia membahas beberapa agenda kunjungan yang akan dilakukan selama di Jepang. Sialnya Aleena lupa bahwa ia punya 1 jadwal seharian hanya berdua dengan Frey karena terkait bidang pekerjaannya. Sedangkan yang lain akan reset ke tempat yang berbeda-beda sesuai jobdesk.
Disneyland Tokyo, Golden Pavilion, Gunung Fuji, Tokyo Tower adalah sederet tempat wisata di Jepang yang menjadi bucket list Aleena, Rere dan Aira dalam obrolan mereka di pesawat. Tapi sayang, sebelum khayalan indah mereka rinci dengan buggeting dan time schedule, harapan itu harus pupus setelah Dans membagikan roundown aktifitas mereka disana.
Protes????
Jelassss... itu tidak mungkin untuk dilakukan. Siapa juga yang berani membantahnya. Apalagi ada dua karyawan yang memiliki tujuan terselubungnya antara mencuri hati dan naik jabatan. Sehingga dengan mudahnya mereka menerima tugas tersebut dengan penuh semangat.
"Tenang saja Mr. saya akan mengerahkan segala kemampuan saya disini, saya juga senang bisa bekerja walau tanpa liburan jika masa depan saya terjamin" Ucap Leo yang mendapat lirikan sinis dari Arka dan Rere. Jangan tanya Aleena yang masih saja terpaku oleh pertemuan kembali mereka. Sehingga Aleena lebih banyak mendengarkan daripada menanggapi.
Rasa lelah karena perjalanan panjang bisa membuat siapapun mudah untuk memejamkan matanya. Tapi hal tersebut tidak berlaku untuk Aleena yang masih kepikiran akan pertemuannya dengan David.
Hingga akhirnya lewat tengah malam ia baru dapat memejamkan katanya setelah melakukan berbagai cara untuk membuatnya tertidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi ini sesuai dengan jadwal, semua karyawan Harrison collection melakukan perjalanan dinas pertamanya yaitu mengunjungi sebuah pusat fashion yang ternyata salah seorang dari karyawan di sana adalah teman kuliah Frey.
Mereka menunggu orang yang hendak ditemuinya di Lobi perusahaan tersebut. Tak lama kemudian seorang gadis cantik, tinggi, berkulit putih, kalau artis Indonesia wajahnya hampir mirip Yuki Kato tapi versi lembutnya.
"Rekan-rekan sekalian, perkenalkan ini adalah teman seperjuanganku saat kuliah dulu, namanya Yukita-San" Ucap Frey
"Hay Guys.. Nice to see U.." senyumnya sangat ramah, ditambah lesung pipitnya yang menawan jadi wajarlah ya kalau Frey misalnya sampai jatuh cinta, itu kalau ya..
Kemudian mereka pun menyusuri setiap lantai gedung tersebut untuk melihat berbagai proses mulai dari pembentukan design pakaian, pemilihan kain dan motifnya, strategi pemasaran sampai pencapaian yang telah mereka raih selama ini.
Yukita-San juga bukan orang yang pelit ilmu. Selain sebagai guide ia juga berperan sebagai penerjemah antara orang jepang dengan karyawan yang bertanya.
Perjalanan dinas hari itu berjalan dengan lancar, semua mendapatkan ilmu baru meski harus berlelah-lelah jalan mengelilingi perusahaan 40 lantai itu. Sepertinya Yukita-San sudah terbiasa berjalan-jalan sehingga dari awal sampai akhir semangatnya tetap terjaga. Beda dengan kelima karyawan Harrison Collection yang terlihat kewalahan mengimbangi perjalanan kedua sahabat itu.
"Thanks ya Yuki atas jamuan dan ilmunya, semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar" Ucap Frey.
"Ya memang sudah sewajarnya kamu berterima kasih padaku, Frey. Meski kau berkali-kali menolak perasaanku. Sayangnya aku tak bisa menolak apapun yang kau minta" jawab Yukita sambil mengedipkan sebelah matanya.
Hal tersebut membuat kelima karyawannya cengo, entah harus menanggapinya seperti apa.
__ADS_1
"Itu masa lalu kan Yuki.. hahaha" Frey mencoba mencairkan suasana.
"Saat ini pun sebenarnya tidak berubah, apakah kau sudah membukanya? kudengar kau sedang patah hati?" Yukita tanpa malu membahasnya didepan publik. Frey yang selalu menutupi perihal dirinya yang patah hati lebih memilih mengabaikan apa yang disampaikan Yukita.
"Oke kalau begitu kami pamit dulu dan terima kasih banyak atas hari ini" Frey tak ingin memperpanjang obrolan Yukita yang mulai ke ranah pribadi.
"Telepon aku kalau kau berubah pikiran" Yukita seolah terus mendesak Frey.
Kemudian mereka pun keluar dari gedung tersebut dan menaiki mobil yang disediakan selama perjalanan dinas.
"Mr. Frey apakah kita akan langsung pulang?" Tanya Leo
"Kenapa? apa ada yang kalian perlukan?"
"Kita kan sudah jam pulang kantor ya kalau di Indonesia? Apakah kita boleh pergi ke suatu tempat?" tanya Aira.
Mereka berdua memang selalu ingin terlibat dalam percakapan panjang dengan atasannya.
"Shinjuku Gyeon National Garden, disana sangat indah pemandangannya, bunga sakura sedang bermekaran. Boleh kami berkunjung kesana?" Kali ini Rere yang bicara, sesuai dengan yang direncanakan para gadis itu sebelum mereka tidur kemarin malam.
Semuanya hening menunggu jawaban Frey yang masih sibuk dengan gawainya tanpa ekspresi.
Suara Hati..
Aira : Boleh dong Mr, kapan lagi coba ke Jepang dimusim sakura, boleh ya, boleh kan?? boleh dooong!!
Leo : Pasti dia juga akan suka tempatnya, Ayolah izinkan kami pergi kesana. Kau pasti takkan menyesal.
Arka : Beuh.. gala pake ditanya, syukur-syukur dibolehin. Tapi paling dia mah ga ikut.
Rere : Fifty-Fifty, ujung-ujungnya kerja.
Aleena : Sepertinya boleh, kan sudah selesai jam kerja
Frey : ??????????
__ADS_1