
BRAKK...
"Percuma presentasi bagus tapi laporannya berantakan seperti ini" Frey melempar berkas yang Aleena buat susah payah semalam.
Laporan Aleena adalah laporan tim pertama yang diminta oleh Frey sesaat sebelum rapat berlangsung. Noval yang tengah fokus meninjau bisnis Frey dibagian water park hari ini tak bisa mendampingi rapat kali ini, yang kalau sudah begini tak ada air untuk mendinginkannya.
"Kalau ga niat kerja, ga usah ikut perjalanan dinas. Saya gaji kalian disini bukan untuk main-main!!!" Semuanya terdiam tanpa ada yang berani membalas.
"Perjalanan Dinas kalian kemarin sudah menghabiskan banyak uang perusahaan. So berikan effort yang lebih dong!!!"
Semua karyawan yang ada didalam sana, sekitar 10 orang itu terdiam, bahkan untuk bernafas pun mereka menjadi takut.
Terdengar pintu ruang rapat diketuk dari luar. Asti masuk dan menyampaikan informasi melegakan bagi 10 karyawan yang terjebak disana.
"Maaf Mr, Miss Yukita sudah menunggu anda di ruangan" Frey hanya mengangguk tanpa menjawab.
"Besok saya masih harus menyelesaikan pekerjaan saya diluar kantor. So saya tunggu perbaikan laporannya Minggu depan. Dan saya harap tidak menemukan kesalahan lagi pada laporan itu" Tegasnya dengan nada yang lebih rendah dari sebelumnya kemudian berlalu meninggalkan ruang rapat.
Dalam hati Aleena sempat mengeluh dengan berkata, "Oh Yukita san ke Indonesia, niat bangeet.. Ya udah sih semoga mereka berjodoh jadi ga marah-marah kayak gini lagi". Aleena membatin.
Setelah kepergian Frey dari ruangan itu, tak ada satupun yang keluar dari ruangan. Mereka berusaha menetralkan pikiran masing-masing diruangan ber-Ac yang terasa panas itu.
Melepaskan berbagai ketegangan dengan ekspresi yang berbeda-beda.
"Maafin aku ya guys.. gara-gara aku kalian kena imbasnya" Aleena memulai percakapan.
"Biasa Leen, jangan terlalu diambil hati sama orang yang ga punya hati kayak dia. Dikiranya kita perjalanan bisnis buat senang-senang apa. Ga liat muka kita pada bengep abis begadang" Arka menggerutu.
__ADS_1
"Gue yang harusnya minta maaf Leen, buat gue lu udah berusaha maksimal. Ga mudah bikin laporan begitu dalam waktu satu malam, ditambah lagi ini hal yang baru buat lo, Maafin gue ya Leen" Ghea menunjukkan penyesalannya.
"Lagian semalem kenapa lu ga banyak nanya sih Leen ama gue, padahal gue juga semalem begadang ampe jam 2" Rere ikut merasakan posisi Aleena.
"Udah yuk udah.. gue laper. Kita makan aja dulu yuk, lupain yang tadi, kita makan, terus mulai lagi memperbaiki apa yang bisa diperbaiki" Ucap Leo tiba-tiba bijak, haha kesambet apa ya dia..
Tanpa diduga ternyata mereka setuju dengan apa yang disampaikan Leo. Kemudian mereka pun keluar dari ruangan itu satu per satu. Aleena hanya bisa mengekor pada Ghea. Ia sangat malu karena baru kali ini pekerjaannya sangat tidak dihargai oleh atasannya.
Ghea sepertinya sangat tahu bahwa Aleena memang belum sarapan dari pagi, oleh karena itu ia membawa Aleena ke kantin kantor dan memesankan makanan berat.
"Ga usah nawar, gue yang tlaktir. Habis ini kita kerja rodi lagi. Kita butuh banyak tenaga untuk membuktikan keseriusan kita bekerja" Tegas Ghea membawa dua nasi kapau dengan berbagai lauk yang tersaji.
"Makan yang banyak" Ucap Ghea sambil mengambil sepiring telur barendo didekatnya. Aleena yang tak mampu banyak bicara lebih memilih mengangguk dan memilih salah satu lauk disana. Tak lupa ia pun mengucapkan terima kasih atas jamuannya.
Selesai makan siang mereka kembali bergelut dengan pekerjaannya masing-masing. Ghea disibukkan dengan revisi-an laporan yang sudah Aleena kerjakan semalam. Aleena dikejar deadline untuk pengerjaan motif kain beserta buggeting.
Anggie dan Radit masih bergelut dengan design digital serta gambaran detail aksesoris yang di minta oleh tim visual mercendise. Semua bekerja dengan fokus di bidangnya masing-masing hanya sesekali saja berkomunikasi.
Mereka bertiga merenggangkan ototnya sejenak, kemudian bergegas untuk bersiap pulang.
"Mbak Ghea sama mbak Aleena bawa kendaraan?" tanya Radit.
"Gue bawa dit" jawab Ghea.
"Aku udah pesen ojek online nih" ucap Aleena.
"Kenapa pesen ojek mbak, bareng aku aja" Ajak Radit.
__ADS_1
"Ga papa Dit, lagian kan kita ga searah, kasian kamu juga udah mumet banget kan sama kerjaan hari ini" Aleena memberikan pengertian.
"Ya udah hati-hati ya.. Mbak Ghea juga hati-hati ya mbak"
"Oke.. besok jangan telat ya.. " Seru Ghea tegas tapi ramah.
"Semangaaaaaat, Weekend sehari lagi... " Seru Radit ekspresif.
Hanya Aleena yang keluar melalui lobby kantor, sedangkan Radit dan Ghea karena membawa kendaraan jadi mereka keluar langsung menuju ke tempat parkir.
Rasa lelah yang menyelimuti Aleena membuat moodnya berantakan hari ini. Ingin sekali ia bersegera untuk mandi, ganti baju lalu tidur dengan nyenyak diatas kasur.
Sayangnya, mood yang sudah berantakan itu harus kembali bercerai berai ketika orang yang sangat ingin ia hindari ternyata muncul di hadapannya saat ia menuju ke luar sedangkan orang itu berasal dari luar dan hendak ke dalam. Awalnya Aleena ingin melewatinya begitu saja, tapi langkahnya terhenti ketika orang tersebut berceloteh.
"Biasakan banyak bertanya dan tidak menyimpulkan sendiri pekerjaan yang belum dikuasai" tuturnya datar.
Tepat saat Aleena menghentikan langkahnya, Frey juga ikut menghentikan langkahnya
"Jika anda punya dendam pribadi kepada saya, silahkan lampiaskan saja pada saya jangan libatkan yang lain. Dan selamat ya Mr. Frey yang terhormat, Anda berhasil mencapai tujuan anda untuk membuat saya merasa sangat bodoh didepan banyak orang" Aleena mulai tak ramah pada Frey.
"Heuh.. Gr sekali anda nona, dendam pribadi?? saya harap teguran tadi menyadarkan anda untuk lebih kompeten lagi jika ingin bertahan disini"
Mereka berbicara tapi dengan saling membelakangi. Aleena yang sudah bad mood total memilih untuk mengakhiri semuanya. Aleena membalik badannya, menarik nafas dalam-dalam. Kemudian merubah ekspresi wajahnya menjadi lebih tenang.
"Baik pak, Saya akan bekerja untuk lebih kompeten ke depannya. Terima kasih atas perhatiannya. Kalau begitu saya pamit pulang duluan. Selamat malam!!"
Frey tetap pada posisinya memunggungi Aleena, tanpa menjawab ia hanya menoleh sedikit ke belakang. Setelah jarak antara mereka sangat jauh, barulah Frey membaliikkan badannya dan hanya memperhatikan Aleena dari jarak jauh yang sudah ditunggu oleh ojek online pesanannya.
__ADS_1
Setelah posisi Aleena tidak terlihat, baru lah Frey bergegas menuju ke ruangannya untuk mengambil barang yang tertinggal di kantor.
... ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...