Living Dead

Living Dead
Bab 12 - Apotek


__ADS_3

Shen Yuan dibangunkan oleh perasaan panas yang datang dari pelukannya, dia tersentak bangun tiba-tiba. Pertama-tama dia langsung memeriksa keadaan Feifei. Keadaan Feifei tidak berbeda dari saat terakhir kali kecuali sekarang dia terkena demam tinggi. Shen Yuan terkejut mendapati tubuh putrinya yang sepanas kompor.


Mulut Feifei sedikit terbuka, bernapas dengan berat menggunakan mulutnya. Bulir-bulir keringat muncul di dahinya yang pucat, bahkan poninya menjadi basah dan lepek.


Shen Yuan melirik jam tangannya, sudah tiga jam berlalu sejak Feifei tergigit.


Dia mengobrak-abrik barang-barang yang ada di dalam mobilnya. Namun dia sama sekali tidak menemukan obat penurun demam. Shen Yuan hanya bisa menyalahkan keteledorannya saat mengemas perbekalan. Dia hanya memiliki alkohol, obat merah, dan perban. Saat itu dia bahkan tidak berpikir untuk membawa termometer.


Shen Yuan hanya bisa mengumpat pada dirinya sendiri seratus kali.


Akhirnya Shen Yuan hanya bisa membasahi sebuah handuk dengan air mineral dan dengan perlahan menyeka keringat di dahi Feifei dengan itu.


Saat handuk dingin mengenai dahinya, Feifei mengerutkan kening tidak senang dan berusaha menghindar. Namun setelah itu, tidak ada pergerakan lain.


Shen Yuan berusaha membangunkan dengan memanggil nama Feifei, namun dia tidak menanggapi, masih tidak sadarkan diri.


Shen Yuan merasa dia tidak bisa terus berdiam diri seperti ini. Akhirnya setelah menyelimuti Feifei dengan rapat, Shen Yuan mengemudikan mobilnya menuju kota, mencari keberadaan apotek.


***


Saat virus zombie pecah di dunia, kota yang padat penduduk jatuh ke dalam mimpi buruk seperti neraka. Tumpukan kendaraan berjejer di jalanan, namun tidak ada pemiliknya yang terlihat, dibiarkan bergulung-gulung dengan angin dan debu.


Mayat hidup berkeliaran tak tentu arah, mencari mangsa untuk disantap. Potongan jasad yang dimutilasi berserakan di sepanjang jalan, membuat siapa pun yang melihatnya akan merasa mual.


Pintu-pintu toko terbuka lebar, dengan pecahan kaca berserakan dimana-mana. Tampak seperti sudah dijarah berkali-kali dengan dinding-dinding yang bernoda cipratan darah dan sidik jari berdarah seseorang.


Ada seseorang tergeletak di tanah, terlihat masih mengejang. Namun belasan zombie mengerumuninya mengunyah daging di tubuhnya. Salah satu zombie merobek perutnya, mengambil ususnya, dan menelannya dengan rakus, menimbulkan genangan darah di bawah tubuhnya yang mengenaskan.

__ADS_1


Jeep Wrangler hitam melaju cepat di tengah jalan raya. Mencium bau manusia hidup, zombie terhuyung-huyung untuk mengejar. Tangan mereka yang ditutupi pembuluh darah kehitaman berusaha untuk menggapai, namun mobil itu sudah meninggalkan mereka dengan debu.


Tatapan tajam Shen Yuan menyapu deretan toko-toko didepannya. Sesekali dia akan melirik melalui kaca spion tengah untuk melihat keadaan Feifei. Satu kilometer jauhnya dia melihat tanda apotek tersamar di balik toko-toko lainnya. Tanpa ragu Shen Yuan menginjak pedal gas dan melaju lurus ke depan.


***


Sementara itu di lantai kedua sebuah tempat parkir gedung pusat perbelanjaan yang hanya berjarak dua ratus meter menuju apotek.


Dinding dan pilar terlihat berlubang akibat tembakan peluru. Mayat zombie berserakan mengotori tanah. Bau mesiu dan darah bercampur di udara tempat parkir yang pengap, sehingga orang yang menghirupnya merasa kesulitan memperoleh oksigen.


Wen Fan berjalan mendekati seorang pria yang sedang bersandar di dinding yang berlumuran darah. Pria itu sedang mengamati situasi di luar melalui jendela, tatapan matanya dalam dan tajam.


Wen Fan dengan hati-hati mengamati ekspresi orang di depannya sebelum melaporkan situasi mereka.


"Kita terkepung oleh sekelompok zombie." Wen Fan berkata dengan suara yang serak dan putus asa. "Aku memperkirakan ada sekitar beberapa ratus dari mereka. Tidak ada pintu belakang, sepenuhnya buntu. Dengan sisa amunisi yang kita miliki sekarang, mustahil bagi kita untuk berhasil keluar dari sini, kecuali kita bisa menumbuhkan sayap."


Sebagai seorang prajurit yang sudah ditempa dengan berbagai pelatihan khusus dan sudah melalui berbagai macam situasi berbahaya, reaksi mereka bisa dibilang sangat tenang, meskipun mereka semua akan mati. Namun mereka tetap tidak bisa tidak merasa sedih saat mendengar keadaan yang sangat putus asa ini. Disaat mereka tenggelam dalam keputusasaan, pintu besi yang menahan ratusan zombie digedor dengan keras, pintu itu tidak akan bertahan lama lagi.


Xi Zihe masih dengan tenang mengamati situasi di luar. Dengan tenang dia menutup matanya, sebelum membukanya lagi. Matanya yang tajam bersinar dengan cahaya dingin, memandang ratusan zombie dari jendela.


"Kalian semua," Setelah beberapa saat akhirnya dia membuka suaranya. "Bersiap untuk menerobos."


Xi Zihe menjauh dari jendela, mengambil beberapa langkah. Dengan sepatu bot militer, tingginya mencapai 190 cm dengan badan yang tegap dan kuat. Pakaian kamuflasenya telah ternoda darah dan kotoran, namun itu tidak bisa menutupi martabatnya dan malah menjadikannya semakin terlihat tajam.


"Kapten, kemana kau pergi?!" Wen Fan segera menyadari keanehan kaptennya.


"Wen Fan, setelah aku pergi, kau ambil alih sebagai kapten." Setelah mengatakan itu, Xi Zihe berjalan ke arah mobil sport Lamborghini merah yang sudah kehilangan kacanya. Dibawah tatapan semua anggota regunya, dia masuk ke dalam, dan mengambil kunci dari dasbor mobil.

__ADS_1


"Jangan!"


"Tidak, kapten!"


"Kau tidak bisa melakukan ini kapten !"


Suara anggota regu yang berusaha menghalanginya tidak dihiraukan sama sekali, dia masih dengan mantap duduk di kursi pengemudi.


Xi Zihe memandangi anggota timnya satu per satu sebelum berkata dengan tegas, "Diam! Setelah aku mengalihkan perhatian zombie-zombie sialan itu kalian pergilah ke pusat penampungan menggunakan kendaraan lapis baja."


Dengan otoritas dan aura yang dia kumpulan bertahun-tahun dalam memimpin pasukan, semua anggota regu refleks diam. Wen Fan ingin mengatakan sesuatu namun dia melihat Xi Zihe menggelengkan kepalanya. Artinya jelas, keputusannya tidak bisa dibantah atau ditentang oleh siapapun.


"Kalau aku selamat, aku akan menemukan kalian di tempat penampungan."


Setelah menjatuhkan kalimat itu, Xi Zihe mulai memutar kunci kontak, melepaskan rem tangan, dan mobil sport Lamborghini menderu hidup. Suara mensin meraung, bergema di dalam luasnya tempat parkir.


"Tidak, tunggu kapten!" Mata Wen Fan terfokus pada jendela, memandang di kejauhan. Dia berteriak, "Ada seseorang... Seseorang datang menggunakan mobil!"


Zombie yang tak terhitung jumlahnya berkerumun di pintu masuk tempat parkir mobil bertingkat, berusaha menerobos masuk dengan menghantam pintu. Di belakang mereka, Jeep Wrangler berhenti tiba-tiba sebelum berjalan mundur perlahan.


Shen Yuan menurunkan jendela, mengamati bangunan di depannya. Setiap kaca jendela di lantai dua hancur sepenuhnya, banyak noda darah dan lubang bekas tembakan peluru di mana-mana, seperti telah terjadi pertempuran yang menggetarkan langit dan bumi. Shen Yuan menyipitkan matanya ke arah jendela yang menghadap ke arah jalan, dia samar-samar melihat sesosok manusia.


Apakah masih ada yang selamat?


Shen Yuan kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah pintu masuk tempat parkir. Dibawah hantaman zombie terus-menerus, pintu besi mulai bengkok dengan keadaan yang berbahaya. Sepertinya tinggal menunggu waktu saja sebelum rusak sepenuhnya.


Shen Yuan menghela napas, untuk mencapai apotek, dia harus melewati kerumunan zombie ini. Kemudian dia menoleh untuk melihat Feifei, sudah terlambat untuk mencari apotek lain. Untuk menemukan satu apotek ini saja, dia sudah berkendara lama untuk mencarinya. Dia tidak akrab dengan susunan kota ini, selain itu dia tidak bisa memakai aplikasi pencarian.

__ADS_1


Akhirnya Shen Yuan memutuskan untuk membantu orang-orang itu mengenyahkan zombie sialan ini!


__ADS_2