
Jam 4.00 pagi, gudang asrama
Xi Zihe mengumpulkan sisa regu anggota pasukan khusus di gudang untuk memikirkan ulang kejadian yang baru saja mereka hadapi. Secara alami, Shen Yuan, Song Yi, dan Wei Qian ada di dalam sana. Tidak ketinggalan dua bocah yang seharusnya sudah tidur tapi memaksa ingin ikut, Feifei dan He Zhao.
Xi Zihe bersandar di rak barang, memandang pada orang-orang di depannya dengan tatapan serius. "Bagaimana menurut kalian tentang zombie itu?"
Semua orang seperti larut dalam pikiran masing-masing, hingga Xi Zihe harus memanggil mereka, "Ayah, kau katakan pendapatmu lebih dulu."
Shen Yuan yang tadinya memusatkan matanya untuk melihat tanah, akhirnya mendongak, menatap lurus ke arah Xi Zihe.
"Mereka bisa berpikir." Dia melanjutkan, "Meskipun itu hanya insting berburu yang paling primitif seperti mengepung. Namun zombie itu juga memimpin para zombie yang lainnya, ini tidak normal."
Keheningan jatuh di dalam gudang.
Yang Ruisi tiba-tiba mengangkat suaranya, "Apa menurut kalian kalau virus ini tidak segera diatasi mereka juga akan bisa berpikir lebih jauh lagi?"
Mereka semua merinding. Untuk mengatasi zombie yang tidak berakal, mereka sudah merasa sulit dan memakan banyak korban. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana jika para zombie itu bisa memikirkan strategi untuk memburu manusia, dipastikan umat manusia akan lebih cepat punah.
Shen Yuan mengangguk mantab, "Itu sudah pasti."
Yao Yue tiba-tiba menyela, "Bukan hanya itu, tapi pemimpin zombie berbadan besar itu juga kebal terhadap peluru biasa."
Li Yan mengacak-acak rambutnya frustasi, "Itu benar, sial! Aku sangat bingung saat peluruku tidak bisa menembusnya."
Li Yan kemudian melanjutkan dengan semangat. "Katakan, apa zombie itu mirip dengan oni di anime Demon Slayer?"
Semua orang, "............oni?"
Li Yan melihat semua orang tidak paham, jadi dia meneruskan dengan semangat. "Anime jepang! Astaga! Apakah kalian tidak pernah menontonnya?"
Shen Yuan menggelengkan kepalanya dengan heran, namun dia menangkap ekspresi tak berdaya di wajah semua anggota pasukan khusus, sepertinya mereka sudah akrab dengan adegan itu.
Shen Yuan mendengar Yao Yue berbisik, "Sial, Li Yan, otaku itu mulai lagi..."
"Dengar, di anime itu, semakin banyak oni memakan manusia, dia akan semakin kuat! Bahkan pedang tidak bisa menebas lehernya!"
Semua orang terdiam. Xi Zihe dan anggota yang lain terus menggosok pelipisnya. Namun Li Yan tidak peduli dan terus mengoceh.
__ADS_1
"Sial! Padahal waifu-ku Hatsune Miku mengeluarkan lagu terbaru tapi aku belum sempat menontonnya karena tidak ada internet. Hiks!"
Dia terus berbicara sambil mengusap air mata imajiner, "Hiks, bahkan aku tidak tahu waifuku masih hidup atau sudah mati! Sialan para zombie ini! Aku ingin melihat dewi Miku!!"
Li Yan, selama 28 tahun masa hidupnya tidak pernah mengalami hubungan romantis dengan siapa pun dan hanya menyukai kecantikan 2D. Sering berkhayal memiliki istri seperti Hatsune Miku. Hingga pada ulang tahunnya ke 18 tahun membeli sebuah bantal karakter Hatsune Miku seukuran manusia, yang sampai sekarang masih berada di dalam kamarnya.
Namun karena pecahnya virus zombie, Li Yan sangat khawatir dengan keselamatan 'istrinya' yang ada di kamarnya.
Shen Yuan, Song Yi dan Wei Qian dibuat melongo oleh pidato Li Yan. Mereka tidak pernah tahu bahwa Li Yan, yang paling irit bicara di regu pasukan khusus ternyata adalah seorang otaku akut.
Disaat Li Yan masih mengoceh sendiri, Xi Zihe akhirnya sadar untuk melanjutkan rapat mereka.
Dengan suara lelah Xi Zihe berkata, "Ehem, biarkan dia mengoceh dan menangis sendiri."
Yang Ruisi mengangkat tangan dan memberikan pendapatnya, "Kapten, walaupun kata-kata Li Yan belum terbukti valid, namun itu bukan tidak masuk akal."
Dia berpikir sejenak dan melanjutkan, "Mungkin. Itu mungkin saja apabila mereka bisa semakin kuat jika memakan banyak manusia."
Yang lainnya menjadi terdiam.
"Ini semakin merepotkan." Wen Fan yang sedari diam akhirnya angkat bicara. "Semakin banyak makan, semakin kuat. Bagaimana kita bisa tahu kalau zombie itu sudah memakan banyak orang? Bagaimana cara membedakannya?"
Andai saja aku bisa jurus seribu bayangan, pikir Xi Zihe. Tapi dia segera menggelengkan kepalanya, berpikir dia mungkin terlalu banyak bergaul dengan Li Yan membuatnya merinding.
Semua orang memandangnya, menunggu untuk langkah selanjutnya.
Xi Zihe mengambil napas dalam-dalam, dan menutup matanya sebentar. Saat matanya terbuka kembali, dia sudah selesai menata pikirannya yang berantakan.
"Untuk saat ini, kita berfokus untuk pergi ke pangkalan utama militer. Setelah sampai di sana, kita akan memberi semua informasi yang kita dapatkan."
Xi Zihe memandang semua orang satu per satu, "Untuk zombie yang punya kemampuan ini, kita masih belum tahu secara pasti apa penyebabnya. Jadi, kalian dilarang untuk mengatakannya kepada warga sipil yang lain agar mereka tidak panik."
Semua mengangguk serempak. Yao Yue mengangkat tangannya dan bertanya, "Apa yang akan kita lakukan kalau seandainya kita bertemu dengan oni ini?"
Xi Zihe memarahi, "Sebut saja zombie berkemampuan khusus, jangan sebut oni!" Kemudian dia menjawab, "Kita akan memikirkan saat itu tiba, mungkin kita akan menghindarinya saja untuk saat ini. Karena kita kekurangan amunisi."
Yao Yue mengangguk mengerti.
__ADS_1
Xi Zihe mengalihkan pandangannya kepada He Zhao, "Xiao Zhao, bagaimana pencarianmu?"
He Zhao kaget karena tiba-tiba dipanggil, dia berdiri dengan gugup. "Aku berpikir untuk mencari satu arah dalam satu hari."
Xi Zihe, "Jadi kau memerlukan empat hari untuk mencari di setiap arah mata angin?" He Zhao mengangguk.
Xi Zihe berpikir dan akhirnya membuat keputusan. "Kalau begitu jika He Zhao tidak dapat menemukan transportasi dalam tiga hari, kita akan langsung pergi dari tempat ini."
Di kota ini tidak ada barak militer. Barak militer terdekat ada di kota H, yang berjarak dua kota lagi dari tempat mereka.
Mereka mengangguk setuju.
"Hachooo! Oh,ayolah. Lain kali apakah kita tidak bisa mengadakan rapat di dalam gedung saja?" Lu Lin mengusap hidungnya hingga berwarna merah.
Lu Lin menghabiskan waktu 3 jam penuh untuk mencuci baju dan mandi untuk menghilangkan bau busuk. Namun sekarang dia diseret untuk mengikuti rapat di gudang yang tidak memiliki pemanas. Dia merasa sangat kedinginan.
Xi Zihe hanya bisa tertawa kasihan, "Rapat sudah selesai. Kalian bisa kembali."
Orang-orang akhirnya merenggangkan badan, dan bersiap untuk kembali ke kamar untuk menebus tidur mereka.
Shen Yuan juga sudah bersiap kembali dengan Feifei, namun suara Xi Zihe menghentikannya.
"Ayah, kau tetap di sini."
Shen Yuan yakin orang ini sengaja. Tiap dia ingin pergi dengan putrinya, Xi Zihe selalu memintanya untuk melakukan hal-hal secara acak.
Dia bertanya dengan dingin, "Apalagi yang kau perlukan?"
"Aku ingin berdiskusi denganmu. Ini penting."
Shen Yuan yang tadinya tidak ingin mendengarkan, menjadi ikut serius setelah melihat mata Xi Zihe yang sepertinya tidak bercanda. Jadi dia berbalik, dan sedikit membungkukkan badannya ke arah Feifei. "Kamu tidur duluan. Ayah masih harus bicara dengan paman Xi."
"Aku mengerti, Ayah." Shen Yuan dengan lembut menepuk kepalanya.
Setelah Feifei keluar dari pintu gudang, semua kelembutan hilang dari matanya. Dia berbalik ke arah Xi Zihe, "Sekarang apa?"
"Aku tidak perlu bicara panjang lebar, karena aku yakin kau juga memikirkannya."
__ADS_1
Xi Zihe menatap ekspresi dingin di wajah Shen Yuan. "Apakah kau juga berpikir untuk membuat antibodi dari darah Xiao Fei?"
Ekspresi Shen Yuan menjadi semakin dingin.