Living Dead

Living Dead
Bab 31 - Strategi Xi Zihe


__ADS_3

Saat makan malam, Xi Zihe memanggil semua orang ke kafetaria dan memberikan pidato kecil. Dia secara pribadi membuka gudang dan mengeluarkan beberapa karton bir untuk semua orang di pertemuan.


Xi Zihe berdiri dari tempat duduknya,  dan berkata dengan suara yang bisa didengar oleh semua orang. "Untuk saat ini kita tidak bisa menghubungi pangkalan militer. Namun jangan cemas, pemerintah pasti tidak akan mengabaikan nyawa para warga sipil yang selamat. Persediaan yang kita bawa dari kota sebelumnya cukup untuk bertahan beberapa hari, besok aku dan beberapa orang berencana untuk mencari persediaan di kota, jadi kalian tidak perlu khawatir."


"Nasib yang telah membawa kita ke sini bersama, jadi mari kita bertahan hidup-hidup di sini. Tidak masalah jika kita tidak saling mengenal sebelumnya. Dan kami berharap kita semua bisa saling membantu dan mendukung satu sama lain." Xi Zihe mengangkat kaleng birnya, bersulang dengan semua orang. Dia berkata dengan sungguh-sungguh, "Terimakasih sudah bertahan hidup hingga sekarang, bersulang untuk kita semua." Kemudian dia mengambil beberapa teguk bir.


Kecuali Si Kecil Feifei yang minum jus apel kemasan, semua orang mempunya bir mereka masing-masing. Semua orang terlihat tergerak oleh pidatonya, dan mereka memulai perbincangan dan memperkenalkan dirinya.


"Aku adalah petugas kebersihan di pusat perbelanjaan..."


"Saat itu aku melihat bos tokoku yang sering mengomel berubah menjadi zombie.. Ya Tuhan, itu sangat mengerikan. Walaupun saat berubah menjadi zombie dia tidak bisa lagi mengomel."


"Aku, aku dulunya adalah seorang guru."


Hingga tiba saat perkenalan jatuh ke seorang pemuda yang berumur sekitar 20-an. "Namaku Wei Qian, dan aku adalah seorang terpidana mati." Mata orang-orang yang mendengarkan berubah menjadi sebesar telur.


"Dan orang ini," dia menunjuk ke arah pria yang duduk di sebelahnya. "Dia dulunya adalah sipir penjara tempatku ditahan." Dia tersenyum sedikit. "Hanya saat dunia terbaliklah kalian bisa melihat narapidana yang kabur bersama sipirnya."


Orang-orang di kafetaria tertawa terbahak-bahak. Dimana mereka bisa melihat hal yang lebih gila? Zombie adalah keberadaan yang paling gila saat ini. Jadi mereka tidak terlalu memikirkan tentang identitasnya sebagai seorang narapidana, hanya memperlakukannya seperti manusia yang selamat lainnya.


Mereka terus makan dan berbincang hingga larut malam. Namun Xi Zihe tidak lupa memperingatkan mereka tentang jadwal patroli malam yang sudah di atur oleh Wen Fan.


Karena asrama memiliki banyak kamar, mereka bisa mendapatkan satu kamar untuk masing-masing orang.


Shen Yuan membawa Feifei untuk masuk ke dalam kamar mereka. Kamar mereka berada di lantai yang sama dengan anggota pasukan khusus lainnya.


Kamar asrama sangat sederhana dan tidak terlalu besar. Hanya ada dua ranjang, sebuah meja dengan bangku, dan lemari pakaian kecil. Untungnya, setiap ruangan memiliki kamar mandi kecil dengan ukuran 1,5 meter, mereka tidak perlu berebut kamar mandi setiap pagi.


Setelah meminta Feifei untuk mandi, Shen Yuan menemaninya sampai dia tertidur.

__ADS_1


Dia duduk sebentar di sebelah ranjang Feifei, dan mengamati wajah tidurnya. Wajah yang sangat persis seperti dirinya, namun dalam versi yang lebih muda.


Dalam kegelapan, mata Shen Yuan menunjukkan tatapan lembut.


Kemudian berbalik dan berjalan menuju meja. Dia mengambil sebuah buku yang dia pungut dari dalam pabrik dan mulai menuliskan informasi apapun yang masih bisa dia ingat saat membaca data di komputer 10 tahun yang lalu.


Matanya menunjukkan tatapan dingin dan tajam, sangat berbeda dari beberapa menit yang lalu.


***


Saat fajar tiba, bahkan sebelum matahari terbit, Xi Zihe berdiri di atas tangki air yang ada di atap pabrik. Dia memandang ke arah kota C berada melalui teropongnya.


Namun jaraknya terlalu jauh dan dia tidak bisa melihat apa pun. Saat dia merasa frustasi, Xi Zihe mendengar ada suara langkah kaki yang mendekatinya. Saat menoleh ke belakang, dia sedikit terkejut.


Bukankah orang ini adalah sipir penjara itu?


Melihat orang itu ingin mengatakan sesuatu, Xi Zihe segera melompat turun dari tangki air. Orang itu membuka mulutnya, "Kapten Xi? Namaku Song Yi. Kudengar kau akan mencari persediaan ke kota? Bolehkah aku ikut denganmu?"


Takut dia salah paham, Xi Zihe menjelaskan, "Bukan aku tidak mempercayai ucapanmu. Namun, kau belum pernah berhadapan secara langsung oleh zombie. Aku tidak ingin membawa seseorang yang beresiko tinggi untuk menjadi santapan zombie, karena aku hanya akan membawa tim kecil bersamaku."


Xi Zihe sangat menyukai orang yang mengambil inisiatif untuk membantu. Mengingat sekarang mereka kekurangan tenaga militer, akan sangat membantu apabila warga sipil yang berpotensi seperti Shen Yuan menjadi tenaga militer sementara. Namun Xi Zihe sangat tidak ingin kehilangan rekan lagi karena terinfeksi oleh virus zombie.


Angin di atap sangat kencang, baru beberapa saat Xi Zihe sudah merasakan angin dingin melewati seragam militernya.


Namun orang di depannya masih menatapnya dengan tatapan gigih dan keras kepala. Song Yi masih bersikeras kepada Xi Zihe untuk membawanya.


Xi Zihe menghela napas, "Sebenarnya kenapa kau ingin ikut mencari persediaan?"


Orang di depannya mengalihkan pandangan, tidak berani menatap langsung ke matanya. "Hanya..."

__ADS_1


***


Pada saat sarapan pagi di kafetaria, Xi Zihe secara resmi mengumumkan daftar nama orang-orang yang akan mencari persediaan dengannya di kota.


"Untuk anggota pasukan khusus aku akan membaginya menjadi dua regu. Wen Fan, Yao'er, dan Li Yan, kalian tetap tinggal di sini dan menjaga tempat ini." Mereka mengangguk secara serempak.


"Kemudian yang akan menemaniku untuk mencari persediaan adalah Lu Lin, Ruisi, Shen Yuan, dan," Xi Zihe sedikit melirik ke arah orang yang duduk di pojok. "Song Yi."


Mereka terkejut saat nama terakhir disebutkan. Namun mereka tidak mempertanyakan keputusan Xi Zihe. Reaksi terkeras justru datang dari pihak Shen Yuan.


"Apa kau bilang?! Kau ingin aku mengikutimu dan meninggalkan putriku di sini sendirian?!"


Reaksi Shen Yuan berada di dalam prediksi Xi Zihe. Dia menghela napas tidak berdaya, ayah satu ini sangat overprotektif. "Ayah, Xiao Fei tidak sendirian di tempat ini. Selain itu, kemampuanmu jelas sangat bagus, sayang sekali kalau tidak digunakan, bukan? Itu bisa berkarat."


Shen Yuan ingin mengatakan sesuatu lagi, namun Xi Zihe membuka kartunya sekarang. "Kemarin, Xiao Fei bilang kepadaku kalau permennya sudah habis. Dan aku sama sekali tidak tahu permen apa yang dia sukai. Bukankah kau seharusnya di sana dan memilihnya sendiri?" Xi Zihe sengaja memasang wajah bingung dan tidak berdaya.


Sepersekian detik kemudian, wajah Shen Yuan menunjukkan kebimbangan, dia terlihat berpikir keras. Xi Zihe tersenyum dengan licik di belakangnya, mengetahui rencananya pasti berhasil. Selama itu menyangkut Xiao Fei, ayah sedingin es balok ini pasti akan dilembutkan!


Setelah beberapa saat, Shen Yuan mengangguk dengan berat, "Baiklah."


"Oke kalau begitu, silahkan berkemas,  kita akan berangkat satu jam lagi." Xi Zihe memasang ekspresi biasa saja di luar namun setelah membalikkan badan, seringainya mencapai mata, sangat mengerikan.


Anggota yang lain di belakang tidak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar.


"Aku baru tahu ternyata wajah Kapten begitu tebal!"


"Dia sangat licik!"


"Tidak heran dia bisa menduduki posisi Kapten semuda ini. Dia terlalu licin."

__ADS_1


Di meja, Feifei hanya bisa berkedip dengan polos dan melihat semua interaksi mereka.


__ADS_2