Living Dead

Living Dead
Bab 54 - Pesta Kambing


__ADS_3

"KAMBING-!"


Semua orang yang tadinya menyimak cerita Yao Yue menjadi kebingungan.


Dia berteriak pada wakil kaptenĀ  'Kambing'? Apakah itu semacam kode pertempuran?


Melihat mereka tidak bereaksi, suara teriakan Yao Yue semakin meninggi, "Ada kambing di sana!"


Mengikuti arah jari telunjuknya, mereka melihat ada seekor kambing yang sedang merumput di pinggir sungai. Dia berkamuflase di antara tingginya rumput sehingga mereka baru menyadari bahwa itu sudah ada di sana sejak tadi.


Mereka semua terdiam sejenak.


Tiba-tiba sebuah suara memecah keheningan mereka, "Tangkap!"


Tanpa berpikir, Song Yi berlari menerjang ke arah kambing itu dengan cepat. Beberapa orang dengan refleks cepat juga mengikuti di belakangnya.


Shen Yuan malas bergerak, dia hanya menatap pada kerumunan orang yang mengejar dan mengepung kambing yang sudah jelas bagaimana nasibnya nanti.


Kambing itu kaget dan berusaha melarikan diri dari kepungan orang. Mereka membentuk lingkaran, dengan kambing yang kebingungan di tengah.


Han Yu secara tidak terduga menerkam langsung ke punggung kambing itu, beberapa orang langsung membantunya membatasi gerakan kambing malang itu.


"Mbeee-" kambing itu mengembik, memohon belas kasihan kepada manusia yang mencekiknya. Namun sayang, mereka tidak mengerti bahasa hewan.


"Ahahaha kita bisa makan kambing guling!" Suara semangat Yao Yue bergema di pinggir sungai yang panjang.


Mereka semua bersemangat, membayangkan memakan daging kambing yang sudah lama tidak bisa mereka sentuh.


Dengan menggunakan tali, mereka bahu membahu mengikat kambing itu. Kambing malang itu tak berdaya menghadapi tenaga beberapa pria dewasa sekaligus, hingga tak butuh waktu yang lama bagi mereka untuk meringkusnya.


Beramai-ramai mereka menyeret kambing itu hingga ke perkemahan mereka.


Dengan penuh percaya diri Yao Yue berteriak, "Ayah! Tolong bunuh dia!"


"...." Shen Yuan terdiam, sebelum mendesis, "Kenapa harus aku?"

__ADS_1


Yao Yue mengikat kambing ke salah satu pohon di pinggir sungai. Feifei dan He Zhao langsung melihat dari dekat, terlihat sangat tertarik. Mereka tidak pernah melihat kambing dari dekat sebelumnya.


He Zhao berinisiatif membawa segenggam rumput untuk kambing itu, yang langsung dimakan dengan lahap. Merasa terinspirasi, Feifei juga mengikuti tindakan He Zhao.


Shen Yuan mengamati putrinya yang sedang bersenang-senang dengan kambing bau itu, sebelum Yao Yue mendekatinya.


"Tolonglah ayah, tidak ada yang tahu bagaimana menguliti kambing."


Mendengar hal itu, Shen Yuan mengalihkan pandangannya ke arah kerumunan orang. Mereka berbalik menatapnya dengan penuh harapan, kelihatannya memang tidak ada yang mengetahuinya.


Shen Yuan akhirnya hanya bisa menghembuskan napas tak berdaya. Dia akhirnya menerima nasibnya untuk menyembelih kambing bau itu.


Shen Yuan melangkah dengan pelan mendekati kambing itu, dia mengeluarkan pisau militernya di sepanjang perjalanan.


Melihat bahwa mereka tidak bisa lagi bermain dengan kambing, Feifei terlihat agak kecewa. Dia bertanya, "Ayah, apakah kambing itu harus dibunuh sekarang?"


Namun bukan Shen Yuan yang menjawabnya melainkan Yao Yue. "Tentu saja. Karena kita harus segera pergi dari sini, Xiao Fei."


Feifei akhirnya mundur, tidak berani melihat adegan eksekusi itu.


Crash


Itu sangat cepat. Shen Yuan memotong leher kambing sebelum kambing itu sempat meronta. Song Yi dan Han Yu dibuat melongo melihat gerakan yang terlampau cepat itu. Mereka merasa kehadiran mereka sepertinya tidak berguna...


Tanpa menunggu lama, Shen Yuan segera menguliti kambing itu, memisahkan antara daging dan jeroannya. Setelah menyelesaikan tugasnya, dia menyerahkan sisanya kepada para wanita. Terserah kepada mereka akan membuatnya menjadi apa.


"Terimakasih atas kerja kerasnya, Tuan Shen." Bibi yang biasa memasak berkata dengan lembut.


Shen Yuan mengangguk, "Tidak masalah."


Setelah itu, Shen Yuan pergi ke ke sungai untuk mencuci tangan, berusaha menghilangkan bau kambing yang ada di tangannya.


***


Pada sore hari, di mana langit mulai berubah warna menjadi kemerahan, terjadi keributan secara tiba-tiba. Bukan karena zombie, melainkan karena Xi Zihe yang telah kembali dari perjalanannya mencari perbekalan.

__ADS_1


Tim kecil mereka berhasil mendapatkan bus wisata besar, dengan banyak perbekalan di dalamnya. Mereka disambut dengan antusias oleh semua orang.


Namun, saat Xi Zihe turun dari kursi pengemudi bus, bau harum daging langsung menusuk indra penciumannya. Tidak dapat dielakkan, Xi Zihe merasa perutnya mulai memprotes menginginkan daging yang berlemak.


Dia mengedarkan pandangannya, seperti serigala kelaparan. Apa yang ditangkap oleh matanya sangat sulit untuk dipercaya. Dia melihat satu kuali besar berisi sup tulang kambing, dan masakan pedas yang sepertinya terdiri dari daging dan jeroan kambing. Tidak hanya itu, Xi Zihe bisa melihat beberapa daging yang sedang diasapi.


Dia bertanya kepada Yao Yue yang saat itu sedang berjongkok, dan melihat kuali sup tanpa berkedip. "Dari mana kalian mendapatkan daging itu?"


Yao Yue menjawab tanpa mengalihkan pandangannya, "Kami menangkap seekor kambing. Mmmn!"


Xi Zihe merasa keberuntungan mereka sedang bagus. Dia juga mulai menantikan makan malam seperti Yao Yue, dia sangat ingin makan daging!


Namun saat ini, dia masih tidak boleh melupakan tugasnya. Menyeret tubuhnya yang letih, Xi Zihe mulai memanggil beberapa orang untuk membentuk tim patroli lagi. Setelah itu, dia memanggil Yang Ruisi untuk memperbarui daftar perbekalan mereka untuk memudahkan pendistribusian.


Setelah menyelesaikan apa yang harus dilakukan, Xi Zihe membuka sebotol air. Dia sangat haus, namun dia bahkan tidak memiliki waktu untuk minum sebelumnya. Setelah menghabiskan setengah botol, dia baru merasa puas.


Dia mengelap air dengan lengan bajunya dan duduk di depan api unggun di sebelah Wen Fan.


"Yo, rekan Wen Fan! Apa ada yang terjadi saat aku tidak ada?"


Wen Fan memperhatikan raut wajahnya yang lelah, dia merasa prihatin dengan kaptennya itu. "Tidak ada, hanya menangkap kambing." Setelah menimbang-nimbang sejenak, akhirnya dia berkata, "Maafkan aku, disaat seperti ini, aku malah cedera dan tidak bisa membantumu. Jabatan wakil kapten ini sekarang terdengar menggelikan."


Wen Fan merasa sangat bersalah. Karena kecerobohannya, dia menjadi tidak berguna dan tidak bisa membantu kaptennya di saat dia paling membutuhkan bantuan.


Xi Zihe dibuat terdiam olehnya, "Apa yang kau pikirkan sepanjang hari? Sekarang kau seharusnya berfokus untuk penyembuhan, itu saja."


Mereka berdua terdiam, dan tidak mengatakan apa-apa lagi.


***


Siang berganti menjadi malam, terang berganti menjadi gelap. Cahaya dari api unggun menjadi satu-satunya penerangan mereka di tengah kegelapan sekaligus menjadi sumber kehangatan.


Mereka semua berkumpul di dekat api unggun sambil membagi-bagikan sup kambing di antara mereka. Ini adalah makan malam paling layak yang pernah mereka makan. Orang-orang tidak bisa menahan diri untuk menambah nasi di mangkuk mereka.


Di antara mereka, Yao Yue yang memakan paling banyak. Diikuti oleh Xi Zihe si pecinta daging. Walaupun rasa sup agak kurang memuaskan karena kurangnya rempah-rempah, namun mereka masih memakannya dengan lahap. Hal ini membuat bibi yang bertugas memasak menjadi bahagia karena makanan yang dibuatnya habis tak bersisa.

__ADS_1


Setelah menyantap makan malam, Xi Zihe mengingatkan kepada mereka semua agar segera tidur, karena pagi-pagi sekali mereka akhirnya akan pergi ke selatan, ke barak militer kota H.


__ADS_2