Living Dead

Living Dead
Bab 37 - He Zhao Bergabung


__ADS_3

Langit sudah gelap, hanya cahaya dari lampu kendaraan mereka yang terlihat bergerak menembus malam.


Di belakangnya Song Yi sudah menukar tempat dengan Yang Ruisi untuk mengemudikan mobil. Dan Xi Zihe juga bergantian dengan Shen Yuan satu kali.


Di kursi belakang, He Zhao sudah terbangun di tengah perjalanan karena rasa lapar. Dia makan dan minum tanpa malu-malu, beberapa hari yang dilewatinya mengharuskannya makan sangat sedikit untuk berhemat.


"Apakah masih jauh?"


Itu adalah pertanyaan pertama yang dilontarkan oleh He Zhao setelah diselamatkan. Dia sangat pendiam, dan tidak akan berbicara jika tidak ditanya.


"Sedikit lagi."


Shen Yuan melirik bocah yang ada di belakang, dia sedang melihat keluar dari jendela dengan pandangan kosong. Tubuhnya sangat tipis dan kurus, naluri ke-ayah-an Shen Yuan tidak bisa melihat anak seperti itu.


Bertahun-tahun selama berada di panti asuhan, dia sudah sering melihat anak yang kurus dan kurang gizi. Namun sering melihat bukan berarti dia bisa terbiasa. Tiap melihat anak kurus sepertinya, Shen Yuan selalu merasa tidak nyaman dan ingin membantu.


Dia berkata, "Kenapa kau makan begitu sedikit? Makanlah lagi."


Shen Yuan melemparkan roti isi abon sapi kepadanya.


"Terimakasih." He Zhao dengan hati-hati membuka bungkusnya dan memakannya.


Shen Yuan merasa anak ini terlalu bersikap hati-hati dan sungkan, seperti dia takut jika dia tidak disukai, dia akan ditinggalkan.


Yah... Lama kelamaan dia akan terbiasa dengan kelompok ini, pikir Shen Yuan.


Dengan anggota militer yang masing-masing anggotanya berotak geser, mungkin dia akan segera akrab dan terbiasa.


Selama Shen Yuan terus berpikir dan menimbang-nimbang, mobil telah sampai di wilayah pabrik handuk.


Xi Zihe menerobos bagian depan pabrik dan langsung menuju halaman asrama.


Tepat saat pintu baru saja di buka, Feifei sudah berlari dari dalam menuju mereka.


"Ayah!"


Shen Yuan sedikit membungkuk dan merentangkan tangannya. Feifei berlari dan menghambur ke pelukan ayahnya. Shen Yuan langsung mengambil dan mengangkat tubuh putrinya, dan menggendongnya.


Xi Zihe yang menyaksikan dari samping tidak bisa menahan rasa iri. Dia berteriak, "Putriku, papa telah kembali! Kemari dan berikan pelukan!"

__ADS_1


Yao Yue yang datang dengan kerumunan orang hanya menatapnya dengan jijik.


"Peluk saja Wen Fan." Yao Yue dengan kejam mendorong sosok Wen FanĀ  maju hingga Wen Fan menabrak Xi Zihe.


"Dasar putri durhaka! Aku akan memotong gajimu!"


Keadaan di sekitar mereka menjadi riuh. Semua orang menyambut kedatangan mereka dengan antusias. Saat mereka masih berkerumun, Yao Yue menyadari ada anak lain yang sedang berdiri dengan kaku di samping pintu mobil.


"En? Anak manis dari mana ini?" Yao Yue mendekati He Zhao yang kehadirannya sempat dilupakan.


Xi Zihe segera menyadari kesalahannya karena melupakan keberadaan bocah itu. Dia buru-buru menjelaskan. "Ini He Zhao, kami menyelamatkannya hari ini."


He Zhao yang sekarang ditatap langsung oleh beberapa pasang mata, menjadi gugup. Di berkata dengan terbata, "Ha-halo. Namaku He Zhao. Senang bertemu dengan kalian, dan terimakasih karena mau menerimaku di sini."


"Hei, tidak perlu terlalu sopan. Apakah kamu sudah makan?" Seorang pria paruh baya mengambil inisiatif untuk berbicara dengannya.


Setelah itu terjadi keributan di kerumunan. Seorang bibi yang melihat kegelisahannya, mendekat dan mengambil tangan He Zhao, "Kemari, tidak perlu sungkan dan takut. Meskipun Kapten Xi terlihat garang, dia sangat baik dan bisa diandalkan."


"Hei wanita tua, apa maksudnya 'garang' itu?" Xi Zihe merespon tidak puas.


Mereka semua bersenang-senang dan mengolok-olok Xi Zihe. Kegelisahan yang dirasakan He Zhao secara alami mulai menurun.


"Pergi, kenalkan tempat ini ke Zhao-ge." Shen Yuan berbisik ke telinga Feifei.


Shen Yuan menurunkan Feifei, dan dia langsung menuju ke arah He Zhao.


He Zhao merasa ada yang menarik pakaiannya, saat melihat ke bawah, dia melihat gadis kecil yang sedang mendongak melihatnya dengan sepasang mata coklat muda yang indah.


"Gege, aku akan membawamu berkeliling."


Xi Zihe mengangguk, merasa itu adalah ide bagus. "Bagus. Xiao Fei ajak dia bermain, setelah itu pergi untuk makan malam."


Feifei menjawab, "Baik."


"Ayo, ge!"


Feifei menarik tangan He Zhao untuk mengikutinya. He Zhao hanya bisa mengikuti langkah kecil Feifei dari belakang.


"Xiao Fei! Jangan lupa tunjukkan kamar untuknya!" Xi Zihe berteriak di belakangnya.

__ADS_1


"Aku mengerti!" Feifei menjawab tanpa berbalik, dan langsung menghilang di dalam gedung.


***


Xi Zihe meminta bantuan orang-orang untuk memindahkan perbekalan mereka, sebelum mulai memberi instruksi kepada Wen Fan untuk memperbarui daftar persediaan mereka untuk mendistribusikannya tiap hari.


Sembari menunggu makan malam, Xi Zihe sedang duduk di salah satu kursi di kafetaria. Dia memejamkan matanya, beberapa saat kemudian, ada seseorang yang duduk di seberang mejanya.


Saat membuka matanya dia melihat Shen Yuan yang sama-sama sedang bersandar di kursi.


"Apa maumu?" Xi Zihe berkata dengan aura yang malas, seperti seekor singa yang sedang berjemur di siang hari.


"Kemana tujuanmu setelah ini?"


Gerakan Xi Zihe berhenti, tanpa sadar dia duduk dengan tegak. Ini adalah postur saat dia sedang serius.


"Pangkalan militer kota C telah jatuh. Kita harus pergi ke pusat militer yang ada di pulau reklamasi." Xi Zihe berkata dengan serius.


Dia melanjutkan, "Rencanaku adalah kita melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus sambil mencari helikopter atau pesawat pribadi milik warga sipil. Dengan menggunakan itu, kita bisa terbang langsung menuju pulau."


Shen Yuan mengangkat matanya, menatap Xi Zihe dengan matanya yang hitam dan dingin.


Shen Yuan berkata, "Kita tidak bisa berada di sini terlalu lama. Ini hampir musim dingin. Meskipun zombie merupakan mayat hidup, namun mereka tidak kehilangan fungsi dasarnya, salah satunya mencari kehangatan."


Xi Zihe sepertinya bisa menangkap sesuatu, "Kalau begitu-"


Shen Yuan memotong ucapannya, "Begitu musim dingin tiba, mereka secara tidak sadar akan menuju ke arah selatan, ke tempat yang lebih hangat. Jika kita terus berada di sini, kita akan bertemu dengan zombie yang tak terhitung jumlahnya yang sedang bermigrasi."


Tenggorokan Xi Zihe berguling saat dia menelan ludah, "Dari mana kau tahu informasi ini?"


Shen Yuan mengangkat bahunya, "Data dari komputer sepuluh tahun yang lalu."


Shen Yuan mendorong kursinya ke belakang saat dia berdiri, "Sebaiknya kau mulai membuat rencana yang lebih matang, Kapten Xi. Atau, dari sekarang kita harus mulai mencari helikopter atau pesawat."


Setelah mengatakan itu, Shen Yuan beranjak pergi dari kafetaria.


Xi Zihe langsung merasa sakit kepala.


Catatan penulis :

__ADS_1


jiejie : kakak perempuan


Gege : kakak laki-laki


__ADS_2