
Saat ini sudah jam setengah empat pagi, periode paling gelap sebelum tibanya fajar. Bulan bersembunyi, bintang-bintang tidak terlihat, dan bumi gelap berselubung tinta.
Mereka berenam menggigil kedinginan. Wen Fan melihat arloji militer multifungsi miliknya. Itu -7°C.
Karena terburu-buru, mereka berenam tidak memakai pakaian tebal sehingga kulit mereka menjadi pucat karena kedinginan. Bibir mereka perlahan-lahan berubah menjadi biru keunguan. Mereka berenam berusaha untuk tetap dekat satu sama lain, berusaha yang terbaik untuk meringkuk menjadi bola untuk menjaga kehangatan.
Sekelompok besar zombie sudah menembus pintu besi yang ada di bawah, berapa lama pintu yang ditopang oleh rongsokan akan bertahan? Dan jika ketika zombie mulai mencari sumber kebisingan, mereka berenam akan berubah menjadi camilan pagi bagi zombie!
Jadi mereka berusaha untuk tidak mengeluarkan suara sekecil apapun. Bahkan mereka berhati-hati dalam mengambil napas.
Waktu berlalu menjadi jam 05.30 pagi.
Malam yang kelam mulai tergantikan dengan langit yang sedikit terang dan cerah. Mengintip dari atap gedung, lautan zombie sebelumnya agak berkurang, mungkin sebagian lainnya melanjutkan migrasi ke arah selatan. Zona industri yang rusak dan hancur terlihat di kejauhan. Mayat-mayat zombie masih terlihat berserakan.
Shen Yuan merasakan kelelahan mengalir di sekujur tubuhnya. Berkali-kali dia merasa ingin menutup matanya untuk beristirahat, namun dia menahannya sekuat tenaga dan memaksa dirinya untuk tetap terjaga.
Apakah Xi Zihe akan kembali?
Sejujurnya, dia sendiri tidak begitu yakin.
Tidak ada alasan kuat yang mengharuskan Xi Zihe untuk kembali. Sebaliknya, dia memang seharusnya tidak kembali. Dia harus memimpin tim dan melindungi dua kendaraan yang dipenuhi oleh orang yang selamat. Dia adalah kapten pasukan khusus, dengan dia hidup, dia bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa.
Tapi dia adalah Xi Zihe.
Dia membawa harapan bahkan di masa gelap dan putus asa sehingga membuat semua orang mempercayainya dengan hidup mereka. Tidak peduli situasi apa yang dia hadapi, dia akan menyelamatkan nyawa manusia. Apalagi jika itu adalah nyawa rekan seperjuangannya, tanpa ragu dia akan kembali.
Yao Yue menghembuskan napas perlahan, menciptakan uap putih di udara. Dia mengangkat kepala, memandang ke kejauhan, matanya menyapu tanpa tujuan pada lautan zombie.
Dia sudah melakukan tindakan ini berkali-kali selama satu jam terakhir. Namun kali ini sesuatu menarik perhatiannya.
Yao Yue segera melompat berdiri.
Di sepanjang jalan di kejauhan, lampu mobil menyala terang, diikuti oleh deru mesin yang semakin dekat. Zombie-zombie yang terlalu lambat untuk menghindar, dihancurkan ke tanah di bawah rodanya.
Mobil itu langsung menuju pusat bangunan yang dikelilingi oleh lautan zombie. Dengan santai, Xi Zihe terlihat merayap naik ke atap kendaraan dengan senapan mesin di bahunya.
Xi Zihe segera tiarap dan memposisikan senapan mesin tipe 89-nya.
"Matilah!"
Senapan mesin type-89 memuntahkan peluru, disertai dengan umpatan dan teriakan Xi Zihe untuk para zombie.
Xi Zihe menjulurkan kepalanya dan berteriak, "Wei Qian! Waspadalah di arah jam 2!"
__ADS_1
Mata Wei Qian berkilat tajam. Dengan tangan di setir, Wei Qian menggeser persneling kendaraan. Land Rover hitam itu melakukan beberapa drift yang sempurna, menciptakan jalur berdarah seperti mobil F1 dan dengan kejam menerbangkan banyak zombie menjadi bubur.
"Oh wow..."
"Penampilan yang sangat keren."
"Ya Tuhan, kenapa aku tidak pernah tahu kalau kemampuan mengemudi Wei Qian sebagus ini?"
Mereka berenam berkumpul, berdiri di pinggir atap dan menyaksikan pertunjukan atraksi mobil yang dilakukan oleh Wei Qian. Bahkan Wen Fan menggunakan pagar untuk menopang dirinya untuk tetap berdiri. Andai saja mereka mempunyai kuaci, pertunjukkannya pasti akan menjadi lebih seru! Tapi sekarang mereka hanya bisa puas dengan memakan angin dingin...
Xi Zihe meraih granat yang ada di ikat pinggangnya, melepaskan kuncinya dengan menggunakan gigi, dan tanpa ragu-ragu melemparnya di belakang dimana zombie mulai mengepung.
BOOM
Di pagi hari, ledakan yang diciptakan dari bom mengikuti jalan yang berliku, membersihkan zombie yang ada di jalan. Land Rover itu melaju kencang dengan latar belakang ledakan hitam dan merah. Memberikan ilusi kepada seseorang seperti sedang menonton film laga Hollywood.
Dengan bunyi decitan ban yang keras, Land Rover hitam itu berhenti di depan asrama.
Xi Zihe berdiri di atap kendaraan, dia tersenyum cerah.
"Putriku!"
"Kalian semua!"
Rahang Yao Yue terjatuh saat memandang ke arah Xi Zihe, ekspresinya seolah-olah dia sedang melihat protagonis sebuah film. Dia tidak bisa mempercayai matanya, berulang kali mengusap matanya dengan kejam.
Li Yan di sebelahnya sudah meraung, "Kapten! Walaupun cuma sebentar, aku merindukanmu!"
Li Yan tidak pernah merasa sebahagia ini saat melihat Kaptennya yang abnormal itu.
Saat melihat Xi Zihe, mereka seperti melupakan rasa lelah dan dingin. Mereka hanya ingin berteriak untuk mengekspresikan kegembiraan mereka.
"Kapten, We love youuu!!"
Wen Fan ikut berteriak, "Cepat! Kami kedinginan!"
Shen Yuan melihat dari samping dengan mata yang dipenuhi dengan kelegaan. Perjuangan mereka bertahan lebih dari lima jam melawan zombie di malam yang dingin tidak sia-sia. Xi Zihe tidak mengkhianati kepercayaan mereka.
Xi Zihe tertawa, "Lihat dan pelajarilah! Kapten Xi akan menunjukkan kepada kalian teknik rahasia Batman!"
Dari dalam tasnya, Xi Zihe mengeluarkan sesuatu yang terlihat seperti senapan mesin Uzi. Namun larasnya memiliki alat yang bisa menembakkan proyektil segitiga. Mereka menyadari kalau Xi Zihe membawa sebuah pistol grappling.
"Mundur! Menghindar!" Melihat hal itu, Yao Yue langsung mengintruksikan yang lainnnya untuk mundur beberapa langkah.
__ADS_1
Setelah itu, mereka mendengar suara berdesing. Proyektil dengan tali yang mengikat padanya menyapu melewati kepala mereka, dan menembus tepat di dinding semen.
Ujung lain dari proyektil melekat pada atap mobil. Tali itu membentang dari tanah ke puncak gedung enam lantai. Di langit yang luas, tali tipis itu menjadi jembatan untuk bertahan hidup.
Li Yan segera mencari seutas tali untuk mengikat Wen Fan di belakang punggungnya. Lalu bertanya kepada yang lain, "Kalian dulu atau aku?"
Mereka serempak menjawab, "Kau dulu!"
Li Yan menarik napas dalam-dalam, kemudian berbicara dengan nada seperti berdoa, "Dewiku Hatsune Miku, tolong jangan biarkan aku jatuh!"
Wen Fan yang ada di belakangnya hanya bisa menutup wajah dengan malu.
Li Yan mengencangkan sarung tangan militernya, dia melompat dari gedung, dan menangkap tali dengan cepat.
Wen Fan di belakangnya sangat tegang hingga mencengkram pundak Li Yan dengan keras, sembari berdoa semoga Dewi Miku memberi restu.
Angin menggoyang-goyangkan rambutnya ketika dia meluncur lurus ke bawah dari ketinggian lebih dari 20 meter. Dengan lutut di atap, Xi Zihe bersiap dan menangkap mereka berdua. Karena berat yang terlalu berlebihan, Xi Zihe sedikit terdorong ke belakang dan menabrak atap mobil dengan keras. Setelah itu, Li Yan segera memasukkan Wen Fan yang cedera ke dalam mobil.
Xi Zihe berteriak kembali, "Ayo selanjutnya! Bayangkan saja seperti bermain flying fox!"
Han Yu yang seorang warga sipil biasa tidak bisa menahan diri untuk mengeluh di dalam.
Di mana kau menemukan flying fox tanpa pengaman dan di bawahnya ada kumpulan zombie?!
Namun dia tetap harus menguatkan diri untuk meluncur ke bawah. Dan teriakan yang mengerikan segera terdengar saat dia meluncur.
Song Yi dan Yao Yue segera bergiliran untuk meluncur turun. Shen Yuan adalah yang terakhir.
Dengan Xi Zihe menjaga bagian bawah, mereka tidak perlu takut dengan zombie.
Shen Yuan menghembuskan napas dengan berat. Sejujurnya, dia sedikit fobia ketinggian.
"Ayah, aku duluan. Wohooooo!" Setelah meninggalkan kalimat itu, Yao Yue dengan senang hati menikmati sensai meluncur di atas kawanan zombie.
"Ayah, ayo!" Xi Zihe di bawah sudah bersiap.
Shen Yuan menarik napas dalam-dalam. Dia melepaskan sabuk kulitnya dan menggunakannya sebagai alat meluncur. Kemeja putihnya mengepak di atas angin ketika dia meluncur ke bawah.
Xi Zihe segera menangkapnya, dan saat memastikan dia sudah menginjak tanah, barulah dia menghembuskan napas lega.
"Ayo, segera pergi dari sini!"
Xi Zihe memberikan tembakan terakhir kepada para zombie sebelum masuk ke dalam kendaraan.
__ADS_1
Wei Qian segera menginjak pedal gas, melakukan drift tanpa cacat, dan segera meninggalkan area asrama pabrik di belakang mereka.