Living Dead

Living Dead
Bab 70 - Zombie Simpanse


__ADS_3

Yang Ruisi berdiri diam di tempatnya dengan tegak seperti dinding beton. Di belakangnya ada Feifei dan He Zhao, dia tidak bisa bergerak dengan sembarangan, atau zombie simpanse sialan itu akan berbalik dan mengincar mereka berdua. Zombie itu berbalik dan menerjang ke arahnya, menabrak dadanya. Udara dihempaskan darinya, Yang Ruisi tidak berhasil menghindarinya, dia dikirim terbang ke belakang dan menabrak dinding dengan keras!


Dampak kuat itu membuat tubuh Yang Ruisi sedikit terpental dari dinding. Karena lengah, dia batuk keras dan meludahkan seteguk darah.


"Paman Yang!" Samar-samar, dia mendengar kedua bocah itu meneriakinya.


Ah... Mereka berdua akan menangis lagi...


Bahkan Yang Ruisi merasa kagum dengan dirinya sendiri yang masih bisa berpikir seperti itu di tengah situasi hidup dan mati ini.


Butuh beberapa detik sebelum bintang di matanya mulai memudar. Yang Ruisi berjuang meraih pistol yang ada di pahanya, tetapi tiba-tiba di atas kepalanya, raungan baling-baling mendekat dengan cepat, dan suara ledakan berturut-turut dari tembakan senapan mesin mengikuti, menembak zombie simpanse itu hingga mengirimnya terbang.


Dia mengangkat kepala, dan melihat dua helikopter hijau tua besar melayang di atasnya. Beberapa saat kemudian, dua orang melompat turun dari tangga.


"Sialan! Kenapa kau bisa menjadi seperti ini?!" Yang Ruisi tertawa keras saat mendengar Xi Zihe mulai mengomel.


Xi Zihe menariknya dan membantunya untuk berdiri. "Sepertinya kau tidak akan mati jika dilihat dari banyaknya kau tertawa."


Yang Ruisi langsung meringis kesakitan, "Aih... jangan bercanda, Kapten. Aku merasa sangat kesakitan hingga rasanya ingin pingsan."


Xi Zihe merasa ikut sedih saat melihat anggota regunya yang biasanya terlihat handal menjadi terlihat lusuh seperti sampah, dan bahkan berjuang keras hanya untuk membuka matanya.


Di sisi lain, Shen Yuan segera memeluk Feifei dengan erat. "Apakah kamu baik-baik saja? Apakah kamu terluka?"


"Hanya lenganku yang terluka..." Feifei berkata dengan suara pelan, "Aku baik-baik saja, tapi paman Yang... Dia terluka saat melindungiku, ayah."


Shen Yuan melepaskan pelukannya, dia melirik ke arah Yang Ruisi yang terlihat sangat lusuh saat dibantu berjalan oleh Xi Zihe.


He Zhao juga berbicara dengannya pada saat ini, "Mata kiri Paman Yang sepertinya terluka parah. Paman Shen, bisakah kau menyembuhkannya?"


Shen Yuan mengangguk, "Aku akan melihat keadaannya nanti."


"Sebaiknya kita segera pergi dari sini." Sembari menahan rasa sakit, Yang Ruisi berusaha keras untuk berbicara, "Zombie simpanse itu bukan lelucon, dia pasti belum mati. Lebih baik kita segera pergi. Aku akan memberi tahu informasinya kepada kalian nanti."

__ADS_1


Xi Zihe mengangguk, dia memberi tanda kepada helikopter dengan tangannya.


Palka terbuka dengan keras dan Yao Yue menjatuhkan tangganya, "Ayo!"


"Ruisi! Kenapa kau terlihat seperti gelandangan?!" Yao Yue bertanya dengan keras di tengah angin kencang.


"Suatu hari aku akan mengambil semua jatah makannya..." Yang Ruisi bersumpah saat dia perlahan menaiki tangga, kembali ke tempat rekan-rekannya berada dengan senyuman.


***


Tiga puluh menit kemudian di kabin helikopter.


Yang Ruisi sedang duduk dengan tenang di salah satu kursi saat Shen Yuan sedang membalut luka di mata kirinya dengan kain kasa. Yang Ruisi kurang lebih sudah memperkirakan kondisi matanya, sehingga saat mendengar secara langsung dari mulut Shen Yuan bahwa mata kirinya tidak akan dapat digunakan lagi, alias menjadi buta, dia tidak banyak bereaksi.


Reaksi terbesar justru datang dari rekan timnya yang lain dan kedua bocah itu.


Xi Zihe memandang keluar jendela dan sesekali akan terdengar suaranya yang sedang mengumpat. Sedangkan Yao Yue hanya duduk dan menerbangkan helikopter dalam diam.


Anggota tim pasukan khusus yang ada di helikopter ini hanyalah Xi Zihe dan Yao Yue. Sedangkan Wen Fan, Li Yan dan Lu Lin ada di helikopter yang lainnya. Yang Ruisi berpikir, jika mereka bertiga juga ada di sini, mereka pasti akan menunjukkan ekspresi yang sama.


"Oh ayolah! Ini hanya satu mata! Suasana seperti kuburan ini tidak cocok untuk kalian, oke?!" Yang Ruisi tidak tahan dengan suasana yang mencekik ini dan akhirnya tanpa sadar mulai berteriak. "Kapten Xi! Bukankah sekarang seharusnya kau mendengarkan laporanku lebih dulu?!"


Xi Zihe memutar tubuhnya dan akhirnya benar-benar melihatnya. Dia membuka mulutnya, "Katakan."


Yang Ruisi berbicara dengan ringan, "Itu simpanse."


Yao Yue sangat terkejut, dia memekik ringan, "King Kong?! Apakah mungkin akan muncul Godzilla?!"


Yang Ruisi menghembuskan nafas dengan lelah, "Ini simpanse, bukan gorilla, oke?"


Xi Zihe penuh dengan keraguan. "Bagaimana mungkin? Itu jelas sudah terinfeksi."


Walaupun dia hanya melihat sekilas, tapi Xi Zihe yakin bahwa simpanse itu sudah terinfeksi jika dilihat dari tubuhnya yang membusuk, bulunya yang rontok, dan bau khas yang mengerikan seperti zombie.

__ADS_1


Semua orang tidak percaya, dan tebakan mengerikan muncul di pikiran mereka pada saat bersamaan.


"Jika virus zombie sudah menginfeksi binatang..." Xi Zihe bergumam, "Tidak, seharusnya tidak. Kita belum melihat hewan lainnya terinfeksi di sepanjang jalan. Tikus, serangga, ayam, kucing, anjing... Mereka semua secara naluriah telah menghindari zombie, dan kita belum pernah mendengar tentang serangan hewan zombie juga."


Dahi Yao Yue berkerut dengan erat, "Juga, bagaimana virus bisa menyebabkan subjek menjadi King Kong? Mungkinkah virus telah menyebabkan seluruh tubuh memutasi bentuknya? Tidak, itu tidak mungkin. Mutasi tidak berfungsi seperti itu."


"Ruisi, apakah kau yakin melihat dengan benar? Apakah itu benar-benar simpanse?"


He Zhao yang sedari tadi diam, membuka mulutnya pada saat ini. "itu benar-benar simpanse. Kami berdua juga melihatnya dengan jelas. Benar kan, Feifei?"


Di sampingnya, Feifei mengangguk dengan keras.


Yang Ruisi bergumam dengan tidak jelas. "Simpanse memiliki persentase kemiripan yang sangat tinggi dengan DNA manusia, mungkin, ini berkaitan dengan infeksi virus..."


Saat semua orang sedang berdiskusi dan berspekulasi, Shen Yuan tiba-tiba membuka mulutnya, "Eksperimen."


Xi Zihe refleks menolehkan kepala ke arahnya, samar-samar dia bisa menebak jalan pikiran Shen Yuan.


Yang Ruisi bertanya, "Eksperimen? Maksudmu ada orang lain yang sengaja membuat simpanse menjadi seperti itu?"


Yang Ruisi juga merasa itu sepertinya masuk akal...


Shen Yuan mengangguk, "Sepertinya seseorang sedang meneliti vaksin antivirus, menggunakan simpanse yang memiliki persentase DNA yang paling mirip dengan manusia sebagai subjek uji coba. Pada akhirnya, penelitiannya gagal dan virus itu justru bermutasi..."


Setelah mendengarkan penjelasan Shen Yuan, Xi Zihe diam-diam meremas selembar kertas surat yang ada di kantong saku celananya.


...Beruntungnya, kami masih berhasil mengevakuasi dokter Guo Bai keluar dari barak ini....


...Dia adalah satu-satunya harapan umat manusia....


Kata-kata yang tertulis di atas selembar kertas kembali muncul di kepala Xi Zihe. Samar-samar Xi Zihe bisa menebak apa yang terjadi di kota ini.


Saat kota dilanda kekacauan oleh virus, Guo Bai keluar dan memperkenalkan diri sebagai ilmuwan yang meneliti virus. Dengan menggunakan binatang sebagai objek uji coba, dia meyakinkan semua orang bahwa dia mampu membuat vaksin antivirus bagi virus ini. Pada akhirnya, eksperimennya gagal dan membuat barak militer menjadi seperti itu...

__ADS_1


Dalam diri Xi Zihe mengamuk oleh api kemarahan.


__ADS_2