Living Dead

Living Dead
Bab 27 - Jatuhnya Pangkalan Militer


__ADS_3

Jam 9 malam


Malam sudah tiba, namun lampu-lampu pinggir jalan tidak menyala, hanya ada kegelapan yang menyelimuti.


Melihat keluar jendela, jalan tol telah berubah menjadi tempat parkir raksasa, dengan banyak mobil yang berjajar rapi tanpa ada pemilik. Hanya zombie yang terkadang berlalu lalang diantara celah kendaraan.


Shen Yuan membuka jendela sedikit. Dari saat keluar dari tempat penampungan, Xi Zihe tidak pernah berhenti merokok. Udara di kompartemen depan penuh dengan aroma nikotin. Namun Shen Yuan tidak mengingatkan dia untuk berhenti, hanya diam-diam membuka jendela agar Feifei bisa mendapatkan udara segar.


Feifei tidur dengan bersandar padanya. Sesekali akan terbangun karena mimpi dan kemudian tidur kembali. Karena baru saja sembuh dari demam, Feifei sangat lemas dan lesu. Seluruh tubuhnya diselimuti oleh aura malas. Sehingga dia akan mudah mengantuk dan tidur lebih lama. Ditambah dengan kelelahan setelah melarikan diri, dia menjadi mudah tertidur.


Xi Zihe mencengkram kemudi, dengan rokok yang sudah tinggal setengah di bibirnya. Matanya merah, dan dia tidak berbicara.


Shen Yuan menghela napas, "Istirahatlah. Kau sudah menyetir dari tadi."


Xi Zihe menggelengkan kepalanya, "Kau tidak akan bisa mengemudikan kendaraan ini."


Shen Yuan mengerutkan keningnya, bingung, "Bukan aku yang akan menggantikanmu. Tapi dia."


Shen Yuan menunjuk ke arah anggota pasukan khusus yang sedang mengelap pisau.


Xi Zihe, "Li Yan? Tidak, tidak. Kau tidak tahu, saat terakhir dia membawa kendaraan ini berakhir dengan pertunjukan RPG yang menghancurkan seluruh kaca."


Setelah kejadian itu, kaca anti peluru yang ada di kendaraan lapis baja akhirnya harus diganti dengan kaca biasa. Li Yan, yang dibicarakan spesialisasinya adalah penembak jitu, sama sekali tidak berbakat untuk off-road.


Untuk membawa korban selamat, regu dibagi menjadi dua. Karena itu anggota tentara yang ada di dalam kendaraan lapis baja ini hanya Xi Zihe dan Li Yan, sisanya berada di bus.


Shen Yuan akhirnya memilih untuk diam dan tidak ikut campur lagi.


Di tengah keheningan, walkie talkie tiba-tiba berbunyi, "Wen Fan kepada kendaraan utama, Wen Fan kepada kendaraan utama! Kapten, transceiver kami diam, bagaimana dengan milikmu?"


Ekspresi Xi Zihe sedikit berubah, dia menyalakan transceiver kendaraan lapis baja.


Gelombang statis terpancar, namun di semua saluran hanya terdengar bunyi gemerisik.

__ADS_1


Gelombang radio telah kehilangan sinyalnya.


Li Yan sepertinya menyadari ada keanehan, dia melihat ekspresi Xi Zihe yang berubah menjadi mengerikan. Xi Zihe memberikan beberapa pukulan ke transceiver, beralih ke sinyal untuk pangkalan militer, tetapi saluran sepertinya telah menghilang. Tidak peduli bagaimana mereka menyesuaikan sinyal, mereka hanya bisa mendengar kesunyian tanpa harapan.


Para korban yang selamat di kompartemen belakang pun ikut terbangun karena merasakan gelombang yang mencekam.


Xi Zihe membanting setir, memarkirkan kendaraan lapis baja di pinggir jalan tol yang sepi. Dia menarik napas dalam-dalam dan keluar dari kendaraan.


Bus yang mengikuti dari belakang ikut berhenti. Orang-orang yang selamat kaget karena pemberhentian yang tiba-tiba. Mereka yang tadinya tertidur, terbangun dengan bingung.


Wen Fan, Yao Yue dan sisa anggota yang lain juga turun. Kelelahan terpampang jelas di wajah mereka dan tidak bisa disembunyikan.


Xi Zihe tidak bertele-tele dan langsung masuk ke poin utama, "Kita tidak bisa terhubung ke pangkalan militer."


Sisa tim berkumpul di pinggir jalan. Mereka saling memandang dengan panik dan ketakutan.


"Bom nuklir... Sepertinya telah gagal." Wen Fan berkata dengan hati-hati, "Kita diinformasikan kalau bom akan diluncurkan pukul 9 malam. Namun sekarang sudah lima belas menit berlalu dan belum ada tanda-tanda akan diluncurkan."


Lu Lin bertanya, "Apakah ada perubahan rencana?"


"Jika ada perubahan rencana, pangkalan seharusnya sudah menghubungi kita sebelum hari ini tiba." Yao Yue menyangkal pikiran Lu Lin. "Selain itu, mengingat gagalnya operasi penyelamatan ini, seharusnya mereka sudah berinisiatif untuk mengirim helikopter lain untuk menyelamatkan kita."


Di belakang, Shen Yuan diam-diam telah memperhatikan percakapan mereka dari awal hingga akhir.


Sebuah pikiran yang mengerikan perlahan-lahan muncul ke dalam pikiran semua orang. Namun tidak ada yang mengatakannya. Tidak ada satupun dari mereka yang bergerak, menutup rapat mulut mereka, dan berharap kemungkinan yang terburuk itu tidak akan ada.


Malam peralihan dari musim gugur ke musim dingin itu sangat dingin dan hutan di samping mereka terus-menerus meniupkan angin yang membuat bulu kuduk merinding.


"Pangkalan kalian, pasti terjadi sesuatu di sana kan?"


Suara tenang Shen Yuan datang dari belakang mereka. Mereka menolehkan kepala dan melihat Shen Yuan berdiri bersandar di badan kendaraan dengan tangan bersedekap. Di sampingnya, ada Feifei yang sedang mengusap matanya dan menguap, dia terbangun karena suara perdebatan mereka.


"Tidak... Itu pasti mustahil kan?" Salah satu anggota pasukan khusus menolak gagasan itu.

__ADS_1


"Area militer C memiliki infrastruktur yang sangat bagus, dengan pagar beton yang mengelilinginya dan ketika wabah virus itu pecah personil polisi dan militer sebagian besar telah berjaga di sana. Juga pemerintah negara, para petinggi militer, dan warga yang selamat, semuanya... ada di sana..."


Suara Yao Yue memudar secara bertahap. Dia menunduk, dan berbisik, "Ini seharusnya mustahil kan..."


Shen Yuan berkata dengan lembut, "Itu tidak mustahil. Kalian sepertinya melupakan satu hal. Sekokoh apapun suatu benteng pasti akan hancur jika runtuh dari dalam. Mungkin saja wabah virus pecah dan menginfeksi orang-orang di dalam pangkalan. Apakah kalian ingat, diantara para eksekutor helikopter pasti ada yang telah terinfeksi, sehingga seluruh orang yang ada di dalamnya ikut terinfeksi, yang akhirnya menyebabkan kecelakaan hari ini."


Semua orang teringat dengan warga sipil yang diangkut ke pangkalan militer oleh empat helikopter sore ini, dan tidak bisa mencegah rasa dingin merambat di punggung mereka.


Shen Yuan lebih dewasa dibandingkan dengan para anggota pasukan khusus ini. Dan dia sudah memakan segala asam garam kehidupan, sehingga saat dihadapkan dengan situasi putus asa seperti saat ini, dia masih bisa tenang dan mempertahankan rasionalitasnya.


Shen Yuan menghela napas dan menyarankan, "Lebih baik kita beristirahat dahulu di sini. Apa yang kukatakan tadi cuma tebakan. Lihat apakah dalam beberapa jam transceiver kalian itu masih menerima berita dari pangkalan."


Walaupun Shen Yuan berkata seperti itu, namun di hati semua orang mereka tahu kalau kemungkinan terburuk itu bukan hanya kemungkinan, melainkan fakta.


Feifei tiba-tiba meraih pakaian Shen Yuan, memintanya untuk menunduk, Shen Yuan pun mengikutinya tanpa melawan. "Ayah, aku ingin buang air kecil." Feifei berbisik di telinga Shen Yuan namun yang tidak dia duga adalah suaranya sama sekali tidak kecil dan bisa didengar oleh semua anggota pasukan.


"Pffft-!"


"Kamu ingin buang air kecil kenapa harus berbisik?" Wen Fan bertanya dengan geli.


Feifei hanya bisa meremas ujung pakaiannya dengan malu. Suasana yang tadinya tegang, menjadi sedikit lebih rileks.


"Ayo, ayo, jiejie akan menemanimu." Yao Yue berinisiatif untuk datang dan menggenggam tangan Feifei.


Dari dalam kendaraan, Shen Yuan melemparkan satu gulung tisu toilet, yang langsung ditangkap tanpa melihat oleh Yao Yue.


Mereka berdua berjalan masuk ke dalam hutan sampai tidak terlihat lagi.


Catatan Penulis :


Transceiver adalah alat yang digunakan untuk mengirim dan menerima sinyal radio.


Maaf saya kalau update jamnya tidak menentu >////<

__ADS_1


__ADS_2