Living Dead

Living Dead
Bab 30 - Merebut Pabrik


__ADS_3

Jam 5.30 pagi, jalan tol


"Hatchii!" Feifei menggosok hidungnya setelah dia selesai bersin.


"Apakah demam?" Shen Yuan menatapnya dengan cemas. Setelah dia menyentuh dahinya, dan merasa bahwa suhu tubuhnya normal, dia menghela napas lega. Dia menambah selimut untuk dililitkan di sekitar tubuh Feifei.


Sedikit sinar matahari mengintip melalui celah awan, udara dingin cepat membangunkan para korban selamat.


Para korban bangun dari tidur mereka. Beberapa berbicara satu sama lain, dan beberapa meninggalkan bus untuk meregangkan tubuh mereka.


Feifei sendiri masih duduk di dalam kendaraan lapis baja, terbungkus selimut dengan erat. Dia mengalihkan pandangannya, di kompartemen belakang, 3 anggota pasukan khusus masih tidur dengan tenang. Sesekali mereka akan bergerak, meninju dan menendang orang yang ada di sampingnya.


Mereka masih tidur dengan pulas sebelum Xi Zihe secara pribadi membangunkan mereka dengan memberikan tendangan di perut.


"Bangun! Tidak ada kata malas! Apa kalian tidak malu dengan Xiao Fei yang sudah bangun dari tadi?!"


"Aiyo... Pinggang tuaku..." Lu Lin bangun dengan tangan mengelus pinggangnya dengan sedih.


"Kau bahkan belum berumur setengah abad!" Xi Zihe sangat marah hingga seperti akan menyemburkan api dari mulutnya.


Xi Zihe tidak ingin mendengar keluh kesah mereka lagi dan langsung keluar dengan menyeret kerah mereka.


Shen Yuan dan Feifei tidak bisa berkata apa-apa menyaksikan keributan mereka.


Tapi yang tidak mereka duga adalah Xi Zihe kembali dan meminta Shen Yuan mengikuti mereka.


"Kau, ikut bantu kami mencari bahan bakar."


Shen Yuan menghela napas, hanya bisa pasrah dan mengikuti mereka.


Xi Zihe akhirnya memimpin beberapa orang untuk memeriksa kendaraan yang ada di jalan tol. Seperti yang mereka duga, banyak kendaraan yang masih memiliki banyak bahan bakar. Dengan menggunakan selang, mereka berhasil menyedot beberapa tangki diesel. Mulut semua orang memiliki rasa diesel yang melekat dan mereka hanya bisa meludah tanpa henti di pinggir jalan.


Karena rasa yang tak kunjung hilang, akhirnya mereka hanya bisa mengantri untuk mendapatkan sebungkus permen buah dari dalam tas beruang Feifei.


Feifei membagikannya satu per satu tanpa pamrih.


Mereka kembali sarapan bersama dengan lauk seadanya. Karena masih belum bisa memasak, mereka hanya bisa mengandalkan makanan kaleng untuk menghilangkan rasa lapar.

__ADS_1


Setelah sarapan dan memastikan tidak ada yang tertinggal, mereka berangkat pada pukul 7 tepat. Tidak ada halangan saat perjalanan, dan mereka berhasil tiba di pabrik handuk pada pukul 7.30 pagi.


Wen Fan membawa tim kecil untuk mengintai pabrik, dan Shen Yuan terseret ikut ke dalamnya.


"Apa kamu tidak takut ayahmu digigit zombie?" Xi Zihe bertanya pada Feifei di dalam kendaraan lapis baja.


"Tidak, ayahku sangat kuat."


Selain Xi Zihe yang memberikan arahan dari jauh, masih ada Yao Yue dan beberapa warga sipil di dalam bus tak jauh dari pabrik handuk.


Xi Zihe menepuk kepala Feifei dengan ringan, sebelum berkata dengan suara rendah ke walkie talkie-nya. "Wen Fan, bagaimana situasinya?"


"Hanya ada beberapa zombie di dalam pabrik handuk. Sekarang kami akan memeriksa area asrama."


"Lanjutkan."


Akhirnya Xi Zihe bisa menikmati memiliki anak buah, dia bersandar di kursi pengemudi dan mengunyah lolipop rasa buah jeruk, di sampingnya ada Feifei yang sedang merakit senapan dengan serius.


***


Shen Yuan mengikuti tim kecil Wen Fan menggerebek area asrama berlantai enam itu. Di luar dugaan zombie di area ini sangat sedikit, bahkan tidak mencapai sepuluh.


Saat memasuki gudang handuk, mereka sangat senang karena melihat banyaknya tumpukan handuk yang ada di sana.


Lu Lin segera menubruk salah satu tumpukan dan berguling di atasnya. Dia berkata dengan bahagia, "Kalau handuknya sebanyak ini, kita tidak perlu takut kedinginan di malam hari."


"Lu Lin, sebaiknya kau waspada. Bisa saja di sini ada-"


"Awas!"


Wen Fan belum menyelesaikan kata-katanya saat seorang zombie keluar dari balik tumpukan handuk yang tinggi.


Shen Yuan berlari menuju zombie itu, mencabut pisau militer dari pahanya dan menebas lehernya secara horizontal. Kepala zombie terpotong dengan rapi, dan jatuh berguling di atas tumpukan handuk bersih.


Setelah zombie itu mati, Shen Yuan mengibaskan pisaunya, menghilangkan darah hitam zombie dari bilah pisau.


"Wow, Ayah, kau sangat hebat!" Lu Lin akhirnya tersadar dari adegan yang berlangsung sangat cepat itu. Dia hanya berkedip dan setelah itu, dia sudah melihat kepala zombie jatuh berguling.

__ADS_1


Shen Yuan mengerutkan kening dengan jijik, "Ayah? Aku tidak memiliki anak sepertimu."


"Hei ayolah," Lu Lin melingkarkan lengannya di leher Shen Yuan. "Kalau aku memanggilmu Ayah Xiao Fei, itu terlalu panjang dan sebutan Ayah Shen kedengarannya juga tidak terlalu bagus. Maka! Aku akan memanggilmu ayah!"


Shen Yuan terlalu malas untuk meladeninya, dia menepis tangan Lu Lin yang ada di lehernya kemudian pergi keluar dari gudang.


Shen Yuan masih tidak tahu, kalau sejak kejadian itu, dia sudah dipanggil ayah oleh anggota regu pasukan khusus yang lain.


***


Setelah mereka membersihkan area pabrik handuk, Wen Fan memberi tanda kepada Xi Zihe bahwa sudah aman bagi mereka untuk masuk.


Taman di sekitar pabrik berantakan, dan ada darah di mana-mana. Namun beruntungnya fasilitasnya tidak rusak parah. Mereka bahkan menemukan ada sepetak kecil sayuran di halaman belakang asrama beserta beberapa ekor ayam dan babi.


Dengan dipimpin oleh Lu Lin dan Li Yan, mereka membawa 27 laki-laki untuk membersihkan asrama dan memperbaiki pagar kawat berduri di sekitar asrama. Sedangkan untuk perempuan, Yao Yue membawa mereka untuk pergi ke dapur untuk menemukan panci dan wajan untuk memasak. Karena sudah tidak ada saluran gas, mereka hanya bisa mengambil sedikit bensin dan memasak dengan menggunakan kayu bakar.


Xi Zihe berdiri di dekat keran di halaman. Menggantikan Shen Yuan yang saat itu sedang memperbaiki pagar kawat berduri untuk menjaga Feifei.


Dia menghidupkan keran, membasuh wajahnya, dan menunggu laporan dari Yang Ruisi.


"Pabriknya aman, dan karena berada di lahan yang tinggi, kita bisa memantau pergerakan zombie dari jauh. Ada ternak dan sayuran." Yang Ruisi berdiri di belakangnya, melaporkan dengan metodis. "Jika kita masih belum bisa menghubungi pangkalan militer, kita bisa bertahan di sini untuk sementara waktu. Setidaknya sampai melewati musim dingin. Namun, kita kekurangan persediaan bahan makanan lainnya seperti beras."


Xi Zihe tidak menanggapi dan menunggu laporannya selesai.


"Meskipun tidak ada listrik, namun ada generator diesel di pabrik. Sekarang Wen Fan sedang mencatat informasi yang lebih mendetail dari setiap warga sipil. Setelah itu kita akan mulai membagi jadwal untuk patroli keliling..."


"Besok."


Yang Ruisi bertanya dengan bingung, "Apa?"


"Setelah kita mengatur tempat ini, besok aku akan mencari persediaan bahan makanan ke kota."


Feifei yang sedari tadi menyimak dari samping tiba-tiba berkata, "Apakah paman bisa mencarikanku permen lagi? Punyaku sudah habis."


Feifei memikirkan permennya sudah dihabiskan paling banyak oleh Xi Zihe dengan sedih. Dia baru makan beberapa dan saat dia membuka tas beruangnya, itu sudah lenyap!


Xi Zihe merasa sedikit bersalah, untuk mengurangi kecanduannya terhadap rokok, dia tanpa henti memakan permen buah milik Feifei. Dia terbatuk dengan canggung, "Ehem! Tentu saja, tentu saja. Paman akan mencarikannya untukmu!"

__ADS_1


Seharusnya di kota masih banyak permen tersisa kan...


Setidaknya, setelah wabah virus pecah, lebih mudah menemukan permen daripada menemukan rokok...


__ADS_2