
Shen Yuan tidak bergerak, masih berdiri dengan sikap waspada dengan Feifei di tangannya. Dia berdiri tegak, seluruh tubuhnya memancarkan aura dingin dan tajam, seperti sebilah pisau.
Petugas medis itu langsung tahu kalau ada yang tidak beres.
"Tuan? Bisa kau ikut denganku?"
Shen Yuan mengeratkan bibirnya, "Tidak."
Benar saja, melihat sikapnya yang tidak wajar, petugas medis itu menjadi semakin curiga.
Dia berkata, "Sudah menjadi peraturan untuk para pendatang baru untuk menjalani pemeriksaan fisik. Semua itu untuk menjamin keselamatan banyak warga sipil di tempat penampungan ini. Mohon bekerja sama dengan kami dalam hal ini."
Shen Yuan masih berusaha dengan tenang menjawabnya, "Kapten kalian sudah menjamin keberadaan kami. Apa lagi yang kau inginkan?"
Petugas medis itu masih tidak mau melepaskan Shen Yuan begitu saja. "Baru-baru ini banyak orang yang terinfeksi berbaur di antara para pengungsi, hingga menimbulkan banyak korban jiwa. Tidak peduli kalau kapten Xi sudah menjamin kalian, namun aku tetap menginginkanmu untuk menjalani pemeriksaan fisik."
"Kalau begitu tanyakan pada kaptenmu lebih dulu sebelum kau berani membawaku."
Dibandingkan dengan Shen Yuan, petugas medis itu jauh lebih pendek. Namun karena telah melihat banyak orang yang terinfeksi sebelumnya, dia menjadi tidak takut menghadapi Shen Yuan. Dari pada melihat semua orang di dalam penampungan ini terinfeksi, dia lebih memilih untuk menghadapi Shen Yuan.
Namun setelah mendengarkan perkataan Shen Yuan, dia menjadi semakin tidak sabar. Dia segera meraih lengan Shen Yuan untuk membawanya ke ruang pemeriksaan.
Siapa yang menduga kalau tenaga yang dikeluarkan tenaga medis itu terlalu besar hingga menyebabkan selimut yang dipakai Feifei terbuka setengahnya, memperlihatkan luka bekas gigitan di betisnya. Karena kulit Feifei sangat putih, luka itu menjadi sangat mencolok.
Petugas medis itu terkejut dan ketakutan. Seketika darahnya menjadi dingin setelah mengingat banyak orang yang tergigit telah bermutasi menjadi zombie.
Dengan marah dia menunjuk Shen Yuan tepat di wajahnya. "Kau! Beraninya kau membawa orang yang terinfeksi ke dalam sini!"
Teriakan itu menarik perhatian banyak orang, semuanya menoleh ke sisi Shen Yuan bersamaan. Ekspresi orang-orang seketika berubah, dan warga sipil yang berada di dekatnya dengan cepat mundur menjauhi Shen Yuan dan Feifei. Suara bisikan mulai menyebar di antara kerumunan.
"Apa terinfeksi?!"
"Apa dia akan berubah menjadi zombie?"
"Kenapa bisa masuk ke sini!"
__ADS_1
Entah siapa yang berbicara, namun sebuah suara yang keras bergema di dalam ruang bawah tanah. "Usir dia! Keluarkan dia dari sini! Bagaimana jika nanti dia mulai menggigit orang?!"
Gumaman menjadi semakin banyak dan keras. Semuanya setuju kalau Shen Yuan harus diusir keluar dari tempat penampungan ini.
Di beberapa titik, Wen Fan sudah berpindah di belakang Shen Yuan. Dengan marah dia berteriak, "Dia tidak terinfeksi! Kalau dia terinfeksi, dari tadi dia sudah bermutasi menjadi zombie dan menyerang kita!"
Kerumunan saling berbisik, tidak mendengarkan suara Wen Fan.
Dengan didukung oleh banyak orang, petugas medis itu menjadi lebih berani dan percaya diri. Dia maju dan hendak meraih Feifei yang ada di lengan Shen Yuan. Baginya, anak kecil ini tidak ada bedanya dengan zombie yang ada di luar sana, dia ingin membunuhnya.
Namun sebelum ujung jarinya menyentuhnya, tangannya sudah dipelintir ke belakang punggung oleh Shen Yuan.
Petugas medis itu merasa ada yang memukul belakang lututnya, hingga ia jatuh berlutut. Kemudian, dia merasa bagian belakang kepalanya disentuh oleh moncong senjata. Dia berhenti bergerak saat mendengar bunyi 'klik' peluru dimasukkan. Sebelum sempat dia berbicara, dia mendengar suara yang sangat dingin hingga tulang belakangnya ngilu.
"Coba saja kalau kau berani menyentuhnya," Shen Yuan semakin mendorong moncong pistol itu ke belakang kepalanya. "Kuledakkan kepalamu."
Semua orang terdiam, sebelum gumaman kembali terdengar.
"Dia sudah gila..."
"Pasti dia sudah terinfeksi juga!"
Karena keributan di sisi Shen Yuan menjadi sangat besar, Xi Zihe pun berhenti menjawab pertanyaan orang-orang dan berjalan mendekati Shen Yuan. Dia terkejut melihat Shen Yuan menggendong putrinya dengan satu lengan sedangkan tangannya yang lain menodongkan pistol ke salah satu anggota medis.
Xi Zihe melirik petugas medis yang sudah pucat dan berkeringat dingin, seperti akan pingsan, Xi Zihe pun berusaha membujuk Shen Yuan.
"Tolong tenang, Tuan Shen. Aku akan menjelaskannya kepada mereka."
Tanpa melihat Xi Zihe, Shen Yuan menjawab, "Maaf, Kapten Xi. Tapi tidak ada yang bisa menyentuh putriku."
Suasana menjadi semakin berat, namun Xi Zihe tidak bisa membiarkan petugas medis itu tetap berlutut seperti terpidana mati. Dia mencoba melihat ke arah Wen Fan, namun Wen Fan hanya menggelengkan kepalanya, tidak tahu harus berbuat apa.
"Baiklah. Aku tahu dia salah. Tapi bagaimana pun ayo ukur suhu tubuh putri kecilmu dulu. Aku yakin kau pasti tidak memiliki termometer bersamamu kan?"
Shen Yuan sangat keras kepala, tapi kalau itu menyangkut putrinya, dia bisa berkompromi. Xi Zihe benar, setidaknya dia harus mengecek suhu tubuh Feifei.
__ADS_1
Xi Zihe melihat Shen Yuan akhirnya menurunkan pistolnya pelan-pelan, dia pun menghela napas lega.
***
Shen Yuan menurunkan termometer, sebelum berkata dengan suara serak, "37,9°C."
Shen Yuan tidak mengizinkan siapapun menyentuh Feifei, jadi dia secara pribadi mengukur suhu tubuhnya.
Xi Zihe ingin mengatakan sesuatu, namun dia didahului oleh petugas medis tadi. "Anak kecil ini demam, kapten Xi. Demam merupakan gejala awal infeksi. Dia harus segera di karantina!"
Petugas medis itu masih merasa marah atas perilaku Shen Yuan tadi. Dia dipermalukan di depan banyak orang seperti ternak yang menunggu disembelih. Jadi dia dengan sengaja menaikkan volume suaranya agar banyak orang yang mendengarnya.
Benar saja, warga sipil lainnya yang sudah dihantui oleh ketakutan selama beberapa hari ini menjadi semakin ketakutan dan menggila. Mereka tidak peduli kalau itu adalah seorang anak kecil, mereka lebih mengutamakan keselamatan mereka.
"Usir dia sekarang juga!"
"Apakah tentara sekarang adalah orang yang memihak?!"
"Benar, usir dia!"
Xi Zihe mengabaikan teriakan warga sipil yang lain. Dia berjongkok di depan Feifei yang sedang tidak sadarkan diri dengan selimutnya, dan mengamatinya.
Sungguh, gadis kecil yang lucu.
Mungkin kalau matanya terbuka, dia lebih cantik lagi, pikirnya.
Xi Zihe mengamatinya sejenak, sebelum tiba-tiba berdiri. "Bawa dia ke gudang belakang, dan tetap awasi dia."
Petugas medis langsung maju dan berkata dengan tidak setuju, "Kapten Xi..."
Tapi Xi Zihe dengan tegas menyela, "Ini orang-orangku, orang yang kubawa. Kalau ada masalah, aku akan bertanggung jawab."
Gudang belakang adalah ruang kecil yang disekat oleh kayu lapis. Itu sekitar lima meter persegi. Sebelum wabah, tempat ini digunakan untuk menyimpan barang dagangan, sehingga berbau sedikit lembab dan apek.
Shen Yuan melebarkan selimut sebagai ganti tikar. Kemudian dia duduk di atasnya, dan membaringkan Feifei di pangkuannya. Di sana gelap, hanya mengandalkan senter yang dia beli sebagai penerangan. Dengan cahaya kecil, dia kembali memberi Feifei obat. Shen Yuan membuka mulutnya dan mendorong ibuprofen ke tenggorokannya.
__ADS_1
Melihat obat itu tertelan, Shen Yuan bernapas lega.
Dia merasa lelah, melihat Feifei yang masih belum juga sadarkan diri membuatnya semakin putus asa. Namun dia memiliki keyakinan kalau Feifei akan bangun.