Living Dead

Living Dead
Bab 53 - Cerita Siang


__ADS_3

Mata Feifei tak berkedip saat dia mengamati profil ayahnya yang sedang tidur sambil duduk di salah satu kursi mobil.


Biasanya, ayahnya adalah seseorang yang selalu bangun saat ada yang mendekatinya. Mungkin karena terlalu lelah, dia menjadi kurang waspada.


Tiba-tiba saja dia melihat alis ayahnya yang mengkerut. Ekspresinya dipenuhi dengan kesakitan dan kesedihan. Feifei tahu, ayahnya tidak pernah memiliki tidur yang nyenyak. Dia mengulurkan jemarinya, dan dengan lembut meluruskan alis Shen Yuan yang berkerut. Dia memijitnya dengan ringan, beberapa saat kemudian, ekspresi Shen Yuan menjadi rileks.


Melihat ekspresinya yang telah stabil, dengan tenang Feifei melipat lengannya di sandaran tangan kursi, dan meletakkan dagunya di atasnya. Pipinya sedikit mengembung saat mengingat bahwa Paman Xi-nya lah yang membuat ayahnya lelah seperti ini.


Saat Feifei mendengar Xi Zihe menyuruh ayahnya untuk tinggal, dia merasa sedih, kecewa, dan marah. Namun kemarahan itu cepat berlalu, karena dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Paman Xi-nya juga merasa khawatir dan cemas. Dia bahkan tanpa istirahat langsung berbalik kembali menuju pabrik setelah memastikan tempat aman bagi mereka.


Dan sesuai janjinya, Paman Xi-nya membawa ayahnya kembali.


Paman Xi tidak seburuk itu, pikir Feifei.


Feifei mengalihkan pandangannya ke arah satu orang lagi yang tertidur di mobil. Di kursi paling belakang, Wei Qian tidur seperti orang mati, menempati dua kursi untuk dirinya sendiri. Dia sedang menebus tidurnya yang terlewat, hingga seperti hibernasi.


Merasa tidak ada yang bisa dia lakukan di dalam sini, Feifei berpikir untuk keluar. Dia mengambil selimut kecil, dan dengan hati-hati menyelimuti ayahnya agar tidak terbangun oleh gerakannya. Berpikir sebentar, akhirnya dia juga mengambil satu selimut lagi untuk menyelimuti Wei Qian di belakang. Tubuhnya yang kecil memudahkannya untuk berpindah di dalam sempitnya mobil.


Setelah menyelimuti keduanya, Feifei berjingkat, membuka dan menutup pintu mobil sepelan mungkin.


Saat keluar dari mobil, Feifei di sambut oleh keributan. Dia melihat Xi Zihe menyortir beberapa orang.


Dia bertanya kepada He Zhao yang saat itu sedang duduk di atas rumput dan melihat sungai. "Zhao-ge, ada apa ini?"


He Zhao sedikit mengangkat kepalanya, "Oh itu, Paman Xi ingin mencari persediaan lagi. Sekarang dia sedang memilih beberapa orang untuk membuat tim kecil."


"Oh..." Jawab Feifei.

__ADS_1


Kemudian dia ikut duduk di atas rumput di sebelah He Zhao. Mereka menonton para orang dewasa yang sedang sibuk itu.


Setelah beberapa saat berlalu, mereka melihat Xi Zihe membawa 10 orang bersamanya. Mereka mengambil satu mobil di pinggir jalan secara acak dan langsung pergi dari sana setelah menyebabkan keributan.


Awan sangat rendah dan berat tadi malam, namun cuaca hari ini sangat baik. Sinar matahari tersebar di permukaan air sungai, dan pantulannya berkilauan emas. Kebanyakan dari mereka memilih untuk memandangi sungai, menikmati ketentraman yang langka ini.


Pada saat ini, Yao Yue mendekati mereka berdua. Dia mengeluh, "Akhirnya kapten berhati hitam itu pergi juga..."


Yao Yue merenggangkan badan sambil berdiri sebelum duduk di samping mereka.


Saat ini, anggota pasukan khusus yang masih bersama mereka hanyalah Yao Yue dan Wen Fan yang sedang cedera. Sedangkan yang lain mengikuti Xi Zihe untuk mencari perbekalan. Awalnya, Song Yi ingin ikut, namun dia ditentang dengan keras oleh Xi Zihe. Dia meminta Song Yi untuk tinggal dan beristirahat. Dengan berat hati, Song Yi hanya bisa mematuhinya.


He Zhao yang mendengarnya mengeluh tidak bisa menahan tawa, "Jiejie, jika Paman Xi tahu, dia tidak akan memberikan makan malam untukmu."


Yao Yue masih mengeluh, "Bocah, tau apa kau. Aku sudah bertempur sepanjang malam namun aku bahkan tidak diijinkan makan lebih banyak..."


He Zhao adalah seorang anak laki-laki yang selalu tertarik dengan pertempuran. Maka dia bertanya dengan semangat, "Yue-jiejie, bisa kau ceritakan pertempuranmu tadi malam? Apakah kau membunuh banyak zombie? Emm, apakah zombie itu punya kemampuan mengeluarkan racun seperti di video game?"


Feifei di sebelahnya juga menjadi penasaran, "Benar, ceritakan pada kami!"


Saat He Zhao bertanya, matanya sangat cerah hingga Yao Yue tidak bisa menahan diri untuk mengusap kepalanya dengan keras.


Dia berkata, "Tentu! Akan kuceritakan pada kalian semua!"


***


Shen Yuan terbangun siang itu, dia sepertinya telah melupakan semua yang terjadi sebelumnya. Saat dia bergerak, Shen Yuan akhirnya merasakan bahwa ada selimut yang menutupinya. Tidak perlu menebak, putrinya pasti yang melakukannya. Shen Yuan melipat selimut dengan rapi sebelum keluar dari kendaraan.

__ADS_1


Shen Yuan turun dari mobil dan merenggangkan tubuhnya. Dia menghirup napas dalam-dalam, udara dingin di awal musim dingin segera memenuhi paru-parunya.


Di sekelilingnya, dia melihat orang-orang yang mendirikan perkemahan sederhana di pinggir sungai. Tidak jauh dari situ, orang-orang yang bertugas merapikan dan menyiapkan makanan mulai memasak. Itu adalah momen harmoni yang langka di tengah kiamat.


Namun di tengah-tengah itu, ada yang lebih menarik perhatiannya. Saat itu siang hari, namun seseorang menyalakan api unggun di tengah perkemahan. Dia melihat Yao Yue sedang berdiri, dan bercerita dengan semangat sambil memperagakan beberapa gerakan menembak. Shen Yuan bahkan melihat putrinya dan He Zhao sedang duduk berdampingan dan menyimak dengan serius setiap ucapan Yao Yue.


Karena penasaran, Shen Yuan mendekati mereka. Semakin dekat dia, semakin jelas suara Yao Yue di telinganya.


"Para zombie itu masuk seperti gelombang air pasang. Bau mereka.. ugh sangat busuk! Lalu aku mengangkat senapan dan... Da da da da da da da! Zombie itu semua jatuh di bawah hujan peluru dariku! Lalu karena mereka terlalu banyak, aku memutuskan untuk menyalakan peluncur roket, dan BOOM! Semua zombie jelek itu meledak dan terbakar!"


Shen Yuan benar-benar menghentikan langkahnya. Kemudian dia mendengar suara kebingungan Han Yu yang juga ikut mendengarkan cerita Yao Yue. Han Yu bertanya dengan kebingungan, "Kenapa aku tidak ingat ada peluncur roket malam itu?"


Song Yi yang ada di sebelahnya menjawab dengan lelah. "Apakah kau tidak ingat? Versi sebelum ini dia bahkan menyebutkan sinar laser."


Shen Yuan, "....."


Shen Yuan tidak bisa berkata-kata, matanya mencari sosok Wen Fan di kerumunan. Wen Fan menyadari tatapan Shen Yuan dan namun dia memilih untuk menutup wajahnya menggunakan telapak tangan.


Shen Yuan, "....."


Akhirnya dia mengerti. Menurut reaksi dari Wen Fan, Yao Yue jelas tidak normal juga.


Kenapa semua anggota pasukan khusus negara seperti ini?


Suara Yao Yue kembali memasuki gendang telinganya, "Lalu saat itu, wakil kapten Wen Fan ingin menyegel pintu. Namun zombie sangat banyak, dan pintu itu tidak sanggup menahannya lagi. Jadi aku berteriak padanya-"


Feifei dan He Zhao menunggu lanjutannya dengan tegang.

__ADS_1


"KAMBING-!"


__ADS_2