
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada kalian semua..."
Orang-orang yang masih berdiskusi tentang zombie simpanse menjadi terdiam setelah mendengar suara Xi Zihe.
"Ada apa, Kapten? Kau terdengar sangat serius hingga menakutkan sekarang."
Xi Zihe mengabaikan omong kosong Yang Ruisi dan mengeluarkan selembar kertas yang mulai kumal dari kantong celananya.
"Kalian harus membaca ini."
Xi Zihe mendorong kertas tipis itu ke depan agar Shen Yuan dan yang lainnya dapat membacanya.
Membaca tulisan di atas kertas itu, Yang Ruisi memiliki ekspresi bingung di wajahnya, dia seperti pernah mendengar nama Guo Bai ini. Saat dia masih mengingat-ingat, Yang Ruisi mendengar suara tawa rendah seseorang hingga membuatnya merinding. Dia kemudian menoleh, hanya untuk melihat Shen Yuan mengangkat salah satu sudut mulutnya, tersenyum namun tidak tersenyum.
Shen Yuan mencibir, "Ha! Binatang sialan itu akhirnya keluar?"
Saat suara Shen Yuan jatuh, kabin menjadi sepi. Itu karena, selain Xi Zihe, mereka tidak pernah mendengar Shen Yuan mengatakan sesuatu yang begitu kasar dengan nada yang dingin. Meskipun dia sangat pendiam, dan hanya mengatakan beberapa patah kata jika dia membuka mulutnya, namun selama ini, Shen Yuan selalu sangat sopan. Jadi kata-katanya saat ini membuat semua orang tertegun.
Yang Ruisi segera mengingat sebuah informasi yang pernah dia dengar dari mulut Wen Fan. Guo Bai. Itu adalah nama orang yang sebenarnya menyebarkan wabah virus zombie ini. Itu juga orang yang membuat istri Shen Yuan menjadi kelinci percobaan. Yang Ruisi tanpa sadar menelan ludah.
Melihat ekspresi ayahnya yang tidak biasa, Feifei terlihat ragu dan bertanya dengan khawatir, "Ayah? Ada apa?"
Feifei juga membaca kertas itu, namun dia tidak paham sama sekali. Namun sepertinya ayahnya mengetahui suatu hal darinya.
Setelah mendengar suara putrinya, Shen Yuan menyesuaikan kembali raut wajahnya dan berkata dengan lembut, "Tenang saja, tidak ada apa-apa."
Namun setelah mengatakan itu, Shen Yuan terlihat terdiam, alisnya berkerut dengan tajam seperti sedang memikirkan sesuatu.
Dia ada di dekat sini. Dia baru saja ada di kota ini. Jika saja aku lebih cepat, maka kemungkinan kita akan bertemu menjadi lebih besar...
Melihat pikirannya Shen Yuan yang akan terbang, Xi Zihe mengatakan sesuatu kepada mereka semua. "Baiklah. Aku sudah menunjukkan apa yang seharusnya aku tunjukkan kepada kalian."
__ADS_1
Xi Zihe melirik ke arah Shen Yuan, raut wajahnya seakan berkata, 'aku tahu apa yang kau pikirkan, tetapi simpan itu untuk nanti.'
Shen Yuan hanya bisa menghela nafas, dan menyimpan pikiran tertentu untuk dirinya sendiri.
"Kita baru saja melalui malam yang berat, jadi lebih baik sekarang kalian semua istirahat." Setelah Xi Zihe mengatakan itu, dia berbalik ke kursi pilot dan mengatakan sesuatu kepada Yao Yue. "Yue'er, kau akan bergantian denganku setelah satu jam."
Yao Yue, "Mengerti."
Semua orang mulai merosot di kursinya masing-masing. Deru baling-baling menjadi musik pengantar tidur mereka.
Yang Ruisi, yang sudah sangat lelah hingga ingin pingsan langsung jatuh tertidur hanya berselang dua menit setelah Xi Zihe mengatakan mereka diperbolehkan istirahat.
He Zhao mengikuti kemudian setelah dia selesai meratap karena kehilangan dronenya yang berharga. Saat itu mereka tidak ingat untuk mengambil dronenya karena dilanda panik.
Sedangkan Feifei, dia mencoba untuk tidur namun tidak bisa. Dia menyusut di sebelah Shen Yuan, seperti setiap kali dia kesulitan untuk tidur.
"Tidak bisa tidur?" Ayahnya, yang dia kira sudah tertidur karena terlihat memejamkan mata, saat ini bertanya padanya.
"Tidurlah, atau kamu akan lelah."
"Tapi aku tidak bisa." Feifei bergumam, "Banyak hal yang tidak aku mengerti..."
Siapa Guo Bai itu? Dan kenapa ayahnya bereaksi seperti itu?
Gerakan Shen Yuan berhenti. Dia terlihat kesulitan untuk mengatakan sesuatu. Akhirnya setelah beberapa saat dia menjawab, "Untuk saat ini, semakin sedikit yang kamu tahu, semakin baik. Tapi Ayah berjanji akan memberitahumu di masa depan."
Feifei sedikit kurang puas dengan jawaban ayahnya, namun dia tahu jika sekarang dia bertanya lebih banyak, ayahnya tetap tidak akan memberitahunya. Jadi dia hanya bisa menjawab, "Aku mengerti..."
Mereka berdua terdiam, dan Feifei masih bersandar pada Shen Yuan. Tiba-tiba, sebuah ingatan muncul di dalam kepala Shen Yuan. Dengan hati-hati, dia berkata kepada Feifei.
"Feifei... Ayah mungkin sudah bertemu dengan kakekmu..."
__ADS_1
Zombie aneh yang dia temui di barak militer kota H. Setelah melihat cincin pernikahan di jari zombie itu, dia menjadi yakin bahwa itu adalah ayah mertuanya, ayah Jiang Qinian.
Cincin pernikahan itu telah diberikan oleh orang tua Jiang Qinian. Namun, setelah istrinya, Jiang Qinian meninggal dunia, Shen Yuan mengembalikan cincin itu. Karena itu pernah menjadi cincin miliknya, tentu saja Shen Yuan sangat akrab dan tidak mungkin salah mengenalinya.
Apalagi setelah dia mendengar Guo Bai pernah ada di barak itu. Kecurigaan mulai muncul di dalam hatinya. Apakah ayah mertuanya yang berubah menjadi zombie ada sangkut pautnya dengan Guo Bai? Dan apa peran Guo Bai hingga membuat para tentara itu rela melindunginya?
Shen Yuan menunggu beberapa saat, namun dia tidak juga mendengar jawaban Feifei. Ini membuatnya cemas. Dia bertanya-tanya, apakah putrinya sedih.
Setelah beberapa waktu yang tidak dia ketahui, Feifei akhirnya membuka mulutnya, "Apakah maksud ayah adalah zombie aneh yang menyerang ayah di tempat itu?"
Badan Shen Yuan menegang, dia segera menoleh untuk menatap Feifei. "Apakah kamu sudah tahu?"
"Awalnya, aku hanya merasa zombie itu familiar..."
Shen Yuan melihat putrinya yang sedang menggaruk kepala, seperti sedang mengingat sesuatu. Lalu dia mendengar putrinya berkata, "Lalu aku ingat! Baju yang dipakai zombie itu mirip dengan baju yang selalu dipakai kakek..."
Awalnya Shen Yuan tidak terlalu memperhatikan apa yang dipakai oleh zombie itu. Karena saat itu malam hari, pakaian yang dikenakan oleh para zombie tidak terlalu jelas terlihat. Namun sekarang setelah Feifei mengatakan tentang baju, dia perlahan mengingat kembali apa yang dipakai oleh zombie itu.
Itu adalah, kemeja Hawaii bermotif bunga.
Kenapa dia tidak langsung menyadarinya saat itu? Ayah mertuanya adalah orang yang eksentrik. Dia selalu memakai kemeja bermotif bunga dan sandal jepit.
Shen Yuan menghembuskan nafas perlahan. Ayah mertuanya sekarang sudah dikonfirmasi meninggal dunia. Namun dia belum melihat ibu mertuanya.
"Ayah, apakah itu berarti nenek juga..."
Feifei tidak menyelesaikan kalimatnya. Namun Shen Yuan tahu apa yang ingin dia tanyakan. Shen Yuan memeluk Feifei dengan menggunakan tangan kanannya, kemudian menepuk lembut punggung Feifei. "Ayah tidak tahu... Namun jika kakek ada di sana, maka seharusnya nenekmu juga bersamanya."
Itu hanya bisa berarti satu hal.
Neneknya juga sudah meninggal atau terinfeksi dan bermutasi menjadi zombie.
__ADS_1
Feifei mencengkram erat kemeja ayahnya. Sekarang, hanya ada dia dan ayahnya di dunia yang di penuhi oleh zombie ini. Feifei berharap, ayahnya tidak akan pernah meninggalkannya juga.