Living Dead

Living Dead
Bab 65 - Keadaan Tim Ketiga


__ADS_3

"Apakah ada yang melihat platform pendaratan helikopter?"


"Tidak!"


"Di sini juga tidak!"


Warga sipil yang berada di dalam bus berkerja sama untuk melihat pemandangan di sekitarnya untuk mencari platform helikopter. Namun mereka belum melihat satu pun.


Seorang pria paruh baya di barisan tengah tempat duduk berbicara dengan serius, "Kawan-kawan muda, tidak ada hal seperti itu tempat ini. Dahulu aku pernah berdagang di kota ini, jadi aku lumayan akrab dengan keadaan di kota ini. Ini kota yang kecil, jadi mustahil menemukan hal seperti platform pendaratan helikopter di sini."


Wen Fan termenung saat pikirannya berjalan dengan cepat.


"Bukankah sebagian besar atap rumah sakit memenuhi persyaratan untuk pendaratan helikopter?" Lu Lin berusaha memberikan sedikit ide.


"Itu tidak bagus, Lu Lin." Wen Fan segera menepis idenya. "Ketika virus itu menyebar, putaran pertama orang yang terinfeksi dikirim ke kantor polisi dan rumah sakit umum. Jadi bisa kau bayangkan berapa banyak zombie yang ada di sana."


Saat itu musim dingin, dan dengan perubahan cuaca baru-baru ini, sebagian besar zombie bermigrasi ke Selatan dan yang lainnya bersembunyi di ruang bawah bangunan untuk hibernasi.


Wen Fan melirik ke arah Lu Lin dan menggelengkan kepalanya, "Lupakan saja. Kita tidak akan masuk."


Wei Qian mengingatkan mereka, "Kapten Xi dan timnya hampir selesai. Kita harus bergegas dan mencari lokasi penjemputan di sekitar sini. Fan-ge, bagaimana menurutmu sekarang?"


Wen Fan menunduk dan mengelus dagunya saat dia berpikir keras. Setelah beberapa saat, dia memutuskan, "Kita akan menggunakan atap sekolah."


"Huh? Bukankah di sekolah juga akan ada banyak zombie?" Lu Lin bertanya dengan bingung.


"Tidak." Wen Fan menjawab saat dia mengingat pemandangan yang mereka lewati, serta pemandangan yang ada di dalam barak militer.

__ADS_1


Toko-toko dan bangunan di kota ini mengalami kerusakan yang sangat sedikit dibandingkan kota lain. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perlawan manusia dengan zombie. Selain itu, jika dilihat dari banyaknya zombie yang ada di dalam barak militer, kemungkinan terbesar yang terjadi di kota ini adalah semua warganya telah di evakuasi menuju barak militer saat wabah virus muncul pertama kali.


Dan tentu saja, siswa sekolah yang menjadi cikal bakal penerus negara adalah prioritas utama tentara militer untuk dievakuasi dan dilindungi.


Wen Fan yakin, sekolah itu kosong. Meskipun ada kemungkinan masih ada beberapa zombie di luar dan di dalam yang berkeliaran.


Wen Fan kembali menegaskan, "Sekolah seharusnya baik-baik saja."


Wei Qian perlu beberapa detik untuk berpikir, lalu mengangguk. "Bagus!" Dia menginjak pedal gas dan bus bergegas melaju di jalan raya, menyentakkan semua penumpang yang ada di dalamnya. Bahkan Wen Fan merasa pantatnya meninggalkan kursi setinggi 5cm.


Wen Fan, "Wei Qian.. pelan sedikit, nanti orang-orang akan mabuk kendaraan."


Wei Qian tersadar sebelum tersenyum dengan canggung, "Ah. Maafkan aku!"


***


Bus yang berisi lima puluh orang melaju menuju bangunan berlantai tiga yang ada di ujung jalan.


Wen Fan dengan cepat mengatur dan membawa para korban selamat turun dari bus dengan langkah tertatih. Mereka secara naluriah membentuk barisan, dan mengikuti Lu Lin dan Wei Qian dari belakang dan mulai berlari ke rumah sakit.


Tidak banyak zombie di lantai dasar sekolah. Beberapa zombie anak sekolahan berjalan dengan hampa, dan sebelum mereka sempat bereaksi, mereka dikirim untuk beristirahat dengan tenang oleh tembakan Lu Lin. Hanya dua zombie yang berpakaian seperti guru di belakang loker yang sedikit gelisah. Mereka menjerit, kemudian bergegas menuju para korban yang selamat, sepertinya tidak senang dengan kelompok korban yang selamat yang tiba-tiba masuk tanpa izin ke wilayah mereka.


Lu Lin berbalik dan menembak mereka berdua. Darah berceceran ke segala arah, membuat para warga sipil terkesiap.


Kelompok itu gelisah namun tidak kacau, dan mereka tetap teratur ketika mereka berlari mengikuti di belakang Wei Qian berlari ke atas.


Kaki Wei Qian tidak pernah berhenti, senapannya terus melepaskan tembakan. Meskipun hanya dalam waktu singkat, Wei Qian sudah mulai terbiasa menggunakan senapan seperti ini. Sepuluh zombie yang berkerumun di koridor yang telah menyebabkan para korban untuk berteriak singkat, dengan cepat dibereskan.

__ADS_1


Namun, tidak ada kaki seorang pun yang menjadi lemah, juga situasinya tidak berubah menjadi kacau. Mereka dengan cepat mengatur ulang diri mereka sendiri, menempatkan para wanita dan orang tua di tengah ketika mereka terus bergerak ke atas.


Han Yu, salah satu warga sipil yang pernah bertahan dengan mereka saat berada di pabrik membantu memapah Wen Fan mengikuti kerumunan.


Selusin siswa laki-laki dan perempuan keluar dari ruang kelas, mereka masih memakai seragam seragam sekolah dan sepatu, mereka meraung ketika mereka mereka menuju ke arah tangga.


Reaksi Wei Qian secara ajaib cepat. Dia pertama menembak zombie tepat di depan, lalu beberapa lagi setelah itu. Namun masih ada beberapa siswa yang, dengan ketangkasan dan kecepatan yang telah berkembang karena berada pada usia remaja yang aktif, berhasil berlari ke depan dan berteriak sekuat tenaga. Wei Qian memberi mereka semua tendangan tepat di dada, dan kemudian menembak kepala mereka.


"Huh... Kau terlalu kejam, Wei Qian." Kata Lu Lin dengan tidak puas. "Untuk menjadi pelajar di negeri kita itu sangat sulit. Kau harus memperlakukan mereka dengan lebih lembut, kau mengerti?"


Wei Qian spontan menjawab. "Apanya yang sulit? Mereka hanya perlu duduk dan belajar di kelas."


Lu Lin segera meraung ke arahnya, "Apa yang kau ketahui, rekan Wei Qian? Jangan bicara omong kosong! Mereka harus belajar tiga belas jam nonstop dan mengerjakan tugas-tugas yang menggunung!"


Wen Fan terengah-engah saat dia berjuang menaiki tangga, dan dia terus bergerak sambil bergumam. "Belum lagi saat menghadapi ujian masuk perguruan tinggi, kurang tidur dan berat badan menurun. Mereka harus berjuang bangun pagi dan tidur sangat larut. Jangankan untuk bermain game, menyentuh ponsel pun tidak bisa. Karena setiap harinya para guru akan memberikan lembar latihan soal yang harus kau kerjakan. Kau praktis tidak akan bisa hidup nyaman! Kalau Xiao Zhao ada di sini, dia pasti akan marah padamu!"


Suara keras terdengar. Wei Qian telah membuka pintu ke atap. Dia sedikit tertegun mendengar kata-kata Lu Lin dan Wen Fan. "Baik, maafkan aku, oke??"


Lu Lin membersihkan beberapa zombie terakhir sebelum mengejar mereka. Seluruh kelompok tiba di atap, dan Lu Lin berbalik untuk menutup pintu besi, dan dengan cepat menguncinya.


"Kita aman!" Lu Lin berteriak, "Misi selesai!"


Atap bangunan tiga lantai ini datar dan lebar, tanpa penghalang. Itu sempurna untuk helikopter mendarat. Wen Fan mengamati langit yang masih gelap. Dia mengangkat tangannya dan menekan tombol pada perangkat locator di tangannya. Nantinya, sinyal lokasi yang dia berikan ini akan diterima oleh pelacak lokasi milik Xi Zihe. Xi Zihe akan dengan cepat menemukan lokasi mereka.


Para korban masih terguncang dengan parah.


Mengabaikan angin kencang yang bertiup melewati atap, mereka semua duduk untuk beristirahat.

__ADS_1


"Baiklah, kerja bagus." Lu Lin berjalan maju, melihat pemandangan di sekitar gedung sekolah. "Selanjutnya, kita akan tenang, dan menunggu Kapten Xi dan yang lainnya menjemput kita."


Hanya sedikit, kita bisa meninggalkan kota zombie ini.


__ADS_2