
"Wow, kau sangat keren! Bagaimana kau bisa melakukan drift seperti itu! Seperti wush wush wush zombie itu terbang semua!"
Di dalam kendaraan, terjadi keributan yang disebabkan oleh Yao Yue. Dia sangat antusias hingga menarik-narik leher Wei Qian dari belakang, hingga Wei Qian merasa dirinya tercekik.
"Hei, lepaskan! Kau hampir menjadi pembunuh!"
Melihat wajah Wei Qian menjadi semakin merah karena tercekik, Xi Zihe tidak bisa lagi melihat adegan kekerasan itu, dan akhirnya menarik tangan Yao Yue menjauh. Wei Qian segera menghirup napas dalam-dalam dan merasa terbebas.
Yao Yue hanya bisa melepaskannya dengan berat hati. Dia cemberut, "Aku hanya memujinya..."
"Bukan, kau hampir membunuhnya."
Di dalam mobil sangat sesak. Hingga paha mereka saling tumpang tindih satu sama lain. Satu-satunya orang yang tidak perlu berebut untuk meletakkan pantat adalah Wen Fan yang cedera. Dia menempati kursi co-pilot sendirian. Sedangkan yang lainnya harus berjuang untuk duduk di tempat yang sempit, dan berusaha mencari posisi senyaman mungkin.
"Kenapa kakimu bisa patah seperti itu?" Xi Zihe yang terhimpit oleh pintu samping dan Yao Yue bertanya dengan suara rendah. Dia menunggu waktu yang tepat sebelum menanyakan hal ini.
"Yah... Ini..." Wen Fan merasa malu untuk menjelaskan kecerobohannya. Fakta jika dia terluka karena kesalahannya sendiri dan bukan karena zombie, terasa lebih memalukan.
"Aku berusaha untuk menyegel pintu, namun terdorong oleh zombie. Akhirnya kakiku tertimpa pintu besi." Wen Fan memutuskan untuk jujur, dan dia sudah bersiap untuk menerima tindakan disiplin oleh Xi Zihe nanti.
Namun Xi Zihe hanya berdecak, "Ck! Kenapa tidak mukamu saja yang kena, dengan begitu kau tidak tampan lagi dan para wanita setidaknya akan melirikku dan bukan kau gyahahaha"
Semua orang, "....."
Kapten mereka....memang sedikit abnormal.
Saat itu, jam 6 pagi. Malam itu surut, digantikan dengan cahaya matahari.
__ADS_1
Masih berusaha mencari posisi nyaman, Shen Yuan berkali-kali mengubah posisi tubuhnya. Dia melirik orang lain yang ada di mobil. Merosot di kursi paling belakang, Han Yu, Song Yi, dan Li Yan tidur bersandar satu sama lain dengan mulut terbuka lebar dan mengeluarkan air liur. Bahkan goncangan tanpa henti dari mobil tidak bisa membangunkan mereka.
Di sebelah Shen Yuan ada Yao Yue yang tidur bersandar di bahu Xi Zihe, sesekali bergumam kalau dia ingin makan hot pot.
Xi Zihe sendiri duduk tegak dengan masih memeluk senapan mesinnya, namun jika dilihat dari dekat, matanya tertutup rapat. Jelas tertidur.
Shen Yuan hanya bisa pasrah untuk terus terjaga di sepanjang perjalanan. Dia begitu ingin melihat Feifei hingga tidak bisa tertidur dengan nyenyak. Putrinya mungkin sangat cemas sekarang, dan dia pasti menangis. Hanya memikirkannya membuat hati Shen Yuan tidak tenang.
Land Rover mereka melaju di jalan raya, menuju ke selatan.
Di ujung hutan belantara, ketika cahaya pertama muncul dari ufuk timur, Lu Lin menatap pada jalan raya dari atap kendaraan. Tiba-tiba setitik kecil terlihat melaju ke arah mereka dengan kecepatan tinggi, dia berteriak, "Mereka...Ruisi! semuanya! Mereka kembali!"
"Kapten!"
"Kapten Xi-!"
Di tutupi embun pagi, Land Rover itu berhenti di tepi jalan, lapisan luarnya memantulkan cahaya matahari. Shen Yuan membuka pintu, dan tepat saat dia keluar, dia segera dipeluk oleh Feifei di pinggangnya.
Feifei menangis dan berteriak, "Ayah! Ayah!" Feifei tersedak tangisannya, "Ayah, akhirnya kau kembali!"
Shen Yuan menundukkan badan dan balas memeluknya. Dengan lembut dia mencium puncak rambut Feifei, dan berkata dengan suara yang menenangkan, "Ayah di sini."
Kejadian yang sama dialami oleh Xi Zihe. Segera setelah dia keluar, Lu Lin dan Yang Ruisi memeluknya di kedua sisi. Namun yang mereka ucapkan adalah, "Kapten, aku dan Ruisi baru saja ingin membakar dupa jika kau tidak kembali sampai pukul 7."
Xi Zihe meraung, "Pergi! Pergi! Aku tidak memiliki anak sepertimu!"
Saat Wen Fan keluar dari mobil dengan goyah dan susah payah, para warga sipil segera mendukungnya dengan hati-hati.
__ADS_1
Mereka berkerumun dengan air mata menggenang di mata mereka. Bukan kesedihan, melainkan kelegaan.
***
Temperatur telah turun dengan tajam semalam. Kondisi dingin yang membekukan telah menyebabkan zombie untuk berkumpul dan menyebar lebih cepat ke arah selatan sebagai kekuatan besar.
Mereka perlu mencapai kota H untuk mengambil helikopter, dan mencapai zona aman. Jika tidak, mereka akan berakhir seperti Yan Zheng dan kelompok bajingannya, tenggelam dalam himpitan ribuan bahkan jutaan zombie. Bus itu ditakdirkan menjadi peti mati raksasa bagi mereka.
Untungnya, selain Wen Fan yang cedera kaki, semua warga sipil tidak ada yang terluka dan tidak ada tentara pasukan khusus yang dikorbankan dalam pelarian ini untuk ganti nyawa mereka. Mereka telah mempertahankan kekuatan penuh mereka untuk mengangkut informasi yang mereka dapatkan ke pangkalan militer pusat.
Bagian yang disayangkan juga sangat jelas. Tidak ada cukup persediaan.
Ketika tiba waktunya makan siang, mereka minum air dingin dan dua bungkus kecil biskuit. Shen Yuan melirik ke arah Feifei, dilihat dari kecepatan mengunyahnya, jelas sekali bahwa dia tidak bahagia. Shen Yuan duduk di atas batu di sampingnya, menukar biskuit di tangan Feifei dengan yang ada di tangannya sendiri.
Feifei melihatnya dengan kebingungan. Shen Yuan segera berkata, "Punya ayah ada kismisnya."
Feifei segera mengembangkan senyuman, "Terimakasih ayah!"
Shen Yuan tidak merasa lapar, setelah memakan satu bungkus, dia memberikan bungkusan yang lain untuk dibagi dua dan memberikannya kepada Feifei dan He Zhao. Anak-anak perlu makan lebih banyak untuk tumbuh.
Karena tidak memiliki anggota keluarga, He Zhao menjadi sering berkumpul dengan Shen Yuan. Shen Yuan pun tidak merasa keberatan, dan merawatnya dengan baik.
Menghentikan kunyahannya, Feifei menelan sisa gigitan biskuit. Shen Yuan melihat sisa remahan di sudut bibirnya, dia segera mengulurkan jari untuk mengelapnya.
Yao Yue terbangun dari tidurnya karena kelaparan. Dia turun dari mobil Land Rover dan mencari makanan. Dia kebetulan melihat bibi yang baik hati sedang menyiapkan makanan untuk Wen Fan yang cedera, jadi dia segera menuju ke arahnya sambil meneteskan air liur. Tapi siapa yang mengira bahwa dia hanya akan mendapatkan dua bungkus kecil biskuit dan air mineral dingin. Porsi makan Yao Yue adalah tiga kalinya porsi makan pria dewasa, jadi setelah memakannya, dia merasa belum cukup. Sebelum dia bisa mencuri satu kaleng makanan, raungan Xi Zihe meledak di belakangnya.
"Letnan satu Yao Yue, angkat cakarmu menjauh dari sana!"
__ADS_1