Living Dead

Living Dead
Bab 24 - Kecelakaan


__ADS_3

Keesokan harinya, saat hari kesepakatan dimana helikopter akan tiba, Xi Zihe sudah berdiri di depan ratusan para korban selamat. Dia berbalik, dan bertepuk tangan dengan keras, untuk mendapatkan perhatian mereka.


"Saatnya bangun! Kemasi perlengkapan kalian, pindahkan sumber daya dan kosongkan lorong! Tidak ada yang boleh menempati lorong untuk jalur evakuasi! Bergegaslah dan bersiaplah untuk kedatangan helikopter!"


Semua orang mulai bersiap-siap dengan lamban, karena mereka tidak memiliki banyak barang bawaan. Setelah makan siang dengan biskuit kismis, Shen Yuan membawa Feifei keluar dari gudang. Dia memastikan kalau pakaian Feifei sudah cukup tebal saat berada di dalam helikopter nanti.


Xi Zihe adalah monster yang tidak butuh istirahat. Dia selalu lebih energik daripada yang lain. Sebelum makan siang, dia secara pribadi mempersiapkan jalur aman mereka, membagi para korban menjadi beberapa kelompok di mana mereka akan secara berturut-turut berjalan ke atap melalui lorong yang aman satu per satu. Dia juga telah membersihkan zombie yang ada di dalam lorong itu, dan menutup semua pintu dan jendela di setiap lantai. Anggota pasukan khusus yang lain akan berpatroli di sekitarnya, dan melaporkan melalui walkie-talkie jika ada masalah yang ditemukan.


Pada pukul 4.00 sore itu, ketika Xi Zihe meminta Wen Fan membawa beberapa anggota untuk memeriksa atap pusat perbelanjaan untuk yang ke-entah berapa kalinya, suara nyaring dari baling-baling empat helikopter bergema di sekitar lingkungan mereka, mengumumkan kedatangan penyelamat mereka.


"Mereka sudah datang!" Wen Fan melambai ke arah pilot helikopter dengan semangat saat dia berteriak melaporkan melalui walkie-talkie. "Helikopter sedang bersiap mendarat. Segera kabarkan kepada kelompok pertama untuk datang kemari."


Para korban selamat memiliki perasaan yang campur aduk, antara suka dan duka. Mereka terisak, bahkan menangis ketika mereka naik ke atap di bawah perlindungan anggota pasukan khusus.


Pilot membuka pintu ke helikopter, berteriak diantara deru baling-baling, "Masuk dari depan! Jangan mendekati bagian belakang helikopter! Cepat, cepat! Jangan berdesakan, masuk satu per satu! Kami pasti akan membawa kalian semua!"


"Helikopter tidak cukup!" Salah seorang pilot berteriak kepada Xi Zihe. "Kami akan mengangkut sebagian dari mereka terlebih dahulu kemudian kembali lagi!"


Xi Zihe yang begitu sibuk hingga dia berkeringat dimana-mana, melambaikan tangan untuk menjawabnya. Dia mencari celah, masuk ke bagian belakang tim, dan menarik keluar Shen Yuan yang saat itu menggendong Feifei. Dia mendorong buah persik kalengan, yang entah dia keluarkan dari mana ke dalam pelukan Feifei.


"Ayo!" Xi Zihe menunjuk ke helikopter, "Cepat pergi! Bawa Xiao Fei ke tempat aman lebih dulu!"


Seseorang di samping mereka memprotes tidak senang, "Hei! Bukankah kamu baru saja mengatakan bahwa para wanita dan anak-anak yang akan naik duluan, sedangkan para pria akan pergi di kelompok terakhir?"


Kesal, Xi Zihe berteriak, "Apakah kamu buta?! Dia punya anak kecil!"


"Bukankah dia anak yang terinfeksi itu? Apakah nyawanya lebih penting daripada kami?!"


Xi Zihe tidak lagi menggubrisnya, mendorong Shen Yuan maju diantara para kerumunan.


Feifei mencengkram erat leher ayahnya, tidak ingin melihat pemandangan orang-orang yang memaki dirinya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin naik helikopter." Feifei berkata dengan pelan, namun Shen Yuan masih bisa mendengarnya.


Sebelum dia bisa bertanya, Shen Yuan mendengar suara pilot meraung di tengah kekacauan, "Penuh, penuh! Berhenti naik!"


Pilot itu menutup pintu helikopter, menghalangi beberapa pria di depan yang mati-matian berusaha untuk masuk. Keempat helikopter serentak lepas landas, berbalik dan terbang menuju pangkalan militer kota C.


Segala keluhan dan umpatan datang dari segala penjuru kerumunan. Xi Zihe mengumpat diam-diam, dia kelelahan dan akhirnya menjatuhkan pantatnya ke tanah tanpa wibawa begitu saja.


Feifei turun dari gendongan Shen Yuan, perlahan mendekati Xi Zihe yang ada di tanah. Dia menyodorkan sekaleng buah persik yang belum dibuka itu. "Apa paman mau?"


Xi Zihe meliriknya, "Tidak, kau makanlah." Kemudian Xi Zihe memikirkannya lagi sebelum mengambil kaleng tersebut dari tangan Feifei. Dari sakunya, dia mengeluarkan sebuah pisau militer. Menggunakannya untuk membuka tutup kaleng dengan hati-hati. Setelah terbuka, kembali dia berikan kaleng itu kepada Feifei.


Feifei menerimanya dengan bingung, dia...tidak bermaksud untuk meminta Xi Zihe membukanya. Dia kembali menawarkan, "Paman ingin mencicipinya?"


Xi Zihe sebenarnya tidak memiliki nafsu makan sekarang, namun tidak baik menolak niat baik seorang anak kecil, apalagi setelah melihat kedua mata itu. Jadi dia mengambil satu potong dari dalam. Rasa manis dan sedikit asam menyebar di dalam mulutnya. Lumayan untuk memulihkan rasa lelah.


Setelah memberikan bagian Xi Zihe, Feifei berbalik untuk berbagi dengan ayahnya juga. Ketiganya duduk di tepi pagar pembatas, berbagi buah kaleng yang sekarang langka ini.


Setelah selesai makan dan mengambil nafas, Xi Zihe berdiri untuk menjaga ketertiban dan mengatur ulang kelompok korban selamat.


Karena jumlah pasukan khusus yang terbatas, mereka tidak bisa mengendalikan tempat kejadian sepenuhnya. Dan bahkan tim medis harus datang dan membantu memulihkan ketertiban di antara kerumunan.


Di kejauhan, suara baling-baling helikopter berputar semakin dekat. Dua dari empat helikopter telah kembali.


"Mengantri, mengantri, cepat!" Segala teriakan datang dari kerumunan orang yang ingin naik. Pilot yang kelelahan berteriak melalui pengeras suara, "Tim medis, mana tim medis! Biarkan mereka naik lebih dulu!"


Beberapa petugas medis dengan senang masuk ke dalam helikopter, di manapun mereka berada, tentu saja merekalah yang paling penting dan harus didahulukan.


Xi Zihe mendekati Shen Yuan lagi, mendorongnya untuk masuk ke dalam helikopter. Saat mengantri, tiba-tiba Shen Yuan teringat kata-kata Feifei sebelumnya.


Aku tidak ingin naik helikopter.

__ADS_1


Shen Yuan tidak tahu mengapa, namun tiba-tiba dia merasakan ketidaknyamanan yang samar-samar. Dia pun berhenti untuk mengantri.


Xi Zihe yang melihatnya tidak bergerak, berteriak ke arahnya, "Kenapa kau diam saja? Naik sekarang!"


Shen Yuan hanya bisa menjawab seadanya, "Aku akan naik helikopter terakhir denganmu!"


Xi Zihe tidak ada waktu untuk memperhatikannya lagi karena sekarang adegan itu sudah mencapai puncaknya. Semua orang berteriak, dan berusaha mendorong ke depan. Beberapa yang lebih kecil dan lemah bahkan terdorong hingga ekor helikopter, hampir memotong kepala mereka dengan ujung baling-baling.


"Tidak ada ruang lagi! Sudah penuh!" Pilot berteriak, "Tunggu yang berikutnya!"


Pilot memberikan jempol kepada Xi Zihe. Pintu ditutup dengan suara keras, dan perlahan-lahan terbang ke udara.


Tanpa sadar, Xi Zihe menyaksikan helikopter itu pergi, dan rasa takut yang tidak bisa jelaskan tiba-tiba menguasai hatinya.


Xi Zihe sudah melewati misi-misi sulit yang tak terhitung jumlahnya, dan beberapa kali dia berhasil selamat karena mempercayai instingnya.


Xi Zihe memalingkan kepalanya ke kerumunan. Dia bertemu dengan tatapan ngeri Shen Yuan.


Detik berikutnya, sirine tanda bahaya berbunyi di kepalanya. Xi Zihe tiba-tiba berlari, "Mundur!!"


Xi Zihe berteriak, "Kalian semua kembali!!"


Helikopter berputar saat jatuh, lintasannya membawa jejak asap hitam. Di tengah teriakan yang mengerikan, helikopter itu menabrak helikopter kedua dan menyebabkan ledakan keras di langit!


Boom


Kekuatan ledakan segera melemparkan banyak orang dari atap, jatuh ke bawah. Shen Yuan berjongkok dengan Feifei di pelukannya. Dia bisa mendengar baling-baling helikopter melintas tepat di atas kepalanya.


Di reruntuhan helikopter yang hancur, pintu sudah terbuka karena benturan. Zombie yang tak terhitung jumlahnya keluar, tubuh mereka mengeluarkan asap.


Mereka yang selamat berguling-guling di tanah, dan menjerit dengan ketakutan. Di belakang mereka, lebih banyak lagi zombie yang keluar, mencengkram korban paling dekat dengan mereka dan dengan kejam menggigit lehernya.

__ADS_1


Ada orang yang terinfeksi di antara para korban selamat di helikopter.


Sekali lagi, Shen Yuan menghadapi gelombang zombie tepat di depan matanya.


__ADS_2