Living Dead

Living Dead
Bab 56 - Merencanakan Strategi (2)


__ADS_3

Melihat Xi Zihe terdiam, Wen Fan sepertinya tahu apa yang ada di pikirannya. Dia berkata, "Tenang saja. Dia hanya akan mengawasi dari tempat yang aman."


"Baiklah. Kita akan berhenti di suatu tempat terlebih dahulu. Lebih bagus kalau itu berjarak kurang dari 50 km dari barak militer." Kata Xi Zihe sambil menggulung peta.


Setelah mengatakan itu, Xi Zihe berpindah ke kompartemen depan dan duduk di kursi penumpang.


Perjalanan berlalu dengan lancar, kecuali kendaraan yang beberapa kali berguncang karena melindas zombie. Setelah beberapa saat berkendara, Xi Zihe memutuskan untuk berhenti di pinggir hutan.


Saat itu, waktu menunjukkan hampir pukul 8 malam. Satu per satu warga sipil turun dari bus untuk sekedar merenggangkan badan, ataupun menyelesaikan keperluan pribadi.


Di pinggir hutan pula mereka saling berbagi makanan untuk makan malam. Malam ini tidak ada bedanya seperti malam-malam sebelumnya. Namun bagi anggota pasukan khusus yang akan menyerbu barak militer, mereka merasakan sedikit perasaan cemas.


Xi Zihe memanggil He Zhao, mereka mengadakan pertemuan kecil-kecilan di belakang kendaraan lapis baja. Selain anggota pasukan khusus,Xi Zihe juga mengundang Song Yi dan Wei Qian.


"Xiao Zhao, aku ingin kau melihat keadaan barak militer besok pagi dengan menggunakan dronemu. Lihat berapa banyak zombie yang ada di sana. Dan aku ingin kau membuat gambar tata letak barak itu." Xi Zihe berkata dengan serius.


Melihat tampilan gugup He Zhao, Xi Zihe kembali berkata, "Kau tidak perlu gugup, Yang Ruisi akan berada di sampingmu dan membuat peta kasar dari barak itu."


Mendengar itu, He Zhao menghela napas lega. "Tentu, Paman Xi."


Yao Yue yang mendengarkan dari samping mau tidak mau ikut bertanya, "Kapten, kita akan pergi saat siang atau malam?"


Wen Fan yang sudah lumayan sembuh dari patah kakinya menjelaskan. "Akan lebih baik kalau malam. Kita masih memiliki kamera inframerah. Zombie tidak memiliki suhu tubuh setinggi orang normal. Jika kita menyusup di siang hari, hal-hal lain mungkin akan dengan mudah mengganggu dan mengaburkan sensor."


Xi Zihe, "Persis seperti apa yang dikatakan Wen Fan. Kita akan pergi malam hari setelah Xiao Zhao dan Ruisi memeriksa barak itu pada  pagi harinya."


"Baiklah hanya itu yang bisa kukatakan sekarang, untuk pembagian tim, kita akan melakukannya besok setelah menerima hasil dari Ruisi."


Xi Zihe kemudian memandang ke arah 3 warga sipil yang mendengarkan di atas rumput. Dia memanggil dengan berat hati, "Ayah, Song Yi, Wei Qian."


Ketiganya langsung menoleh ke arah Xi Zihe. "Aku meminta maaf kepada kalian, tapi aku mohon agar kalian dapat membantu dalam misi ini."


Suara Xi Zihe sangat dalam dan penuh rasa bersalah.

__ADS_1


Mereka kekurangan orang. Hanya mengandalkan jumlah anggota pasukan khusus saja tidak cukup. Dan hanya mereka bertiga yang memiliki ketrampilan pertahanan diri.


"Aiya... Kapten Xi! Tidak perlu seperti itu. Ini juga untuk kepentingan kita semua." Wei Qian berkata dengan dengan santai.


Song Yi, "Benar, kau tidak perlu terlalu sopan."


Shen Yuan hanya diam, namun juga tidak membantah.


Mendengar perkataan mereka, beban di hati Xi Zihe sedikit berkurang. Tanpa sadar dia menghembuskan napas lega. Dia tidak tahu bagaimana keadaannya nanti jika mereka bertiga menolak untuk membantunya. Dia merasa sangat berterimakasih.


Jadi Xi Zihe dengan tulus berkata, "Terimakasih."


***


Keesokan paginya, setelah memakan bubur sayur sebagai sarapan, He Zhao langsung menerbangkan dronenya menuju selatan. Ke barak militer.


"Ini tidak bagus..." Yang Ruisi di sebelahnya menelan ludah dengan paksa. Dia tidak bisa mengalihkan matanya dari monitor kecil itu.


Tangan He Zhao yang memegang remote kontrol ikut bergetar ketakutan. Matanya melebar tak percaya saat mengamati layar monitor tanpa berkedip.


Begitu banyak zombie yang berkerumun!


Zombie itu memenuhi semua sudut layar monitor. Mereka berjalan-jalan lambat dengan tak tentu arah dengan badannya yang busuk. Zombie-zombie itu sangat banyak, seperti koloni semut yang ada di sarangnya. Jumlah mereka setidaknya ribuan!


Tangan Yang Ruisi tidak pernah berhenti menggambar peta kasar. Meskipun itu musim dingin, keringat mulai menetes satu per satu dari dahinya. Dia mulai merasa cemas, apakah ini keputusan yang tepat untuk mengambil helikopter dari barak ini?!


Bukankah ini artinya bunuh diri?!


***


Setelah drone He Zhao berputar-putar di dalam barak militer selama 2 jam, Yang Ruisi sudah selesai membuat denah kasar barak militer itu. Dia pun melapor kepada Xi Zihe. Saat itu juga Xi Zihe memanggil anggotanya dan melakukan diskusi di bawah pohon yang daunnya sudah lumayan botak karena musim dingin.


Mereka duduk secara melingkar, Xi Zihe berdeham dan memulai. "Ruisi, laporannya."

__ADS_1


"Baik." Yang Ruisi berdiri dari tempat dia duduk. Perlahan dia membuka lembaran kertas yang dia gambar. Walaupun kasar, tapi mudah dipahami.


Yang Ruisi mulai berkata, "Barak militer itu luasnya sekitar 90.000 meter persegi. Ada tembok setinggi 10 meter di sekeliling barak. Selain itu ada enam bangunan besar, lapangan latihan tembak, tempat latihan yang kosong, platform pengibaran bendera, dan halaman terbuka."


"Helikopter yang kita cari ada di halaman terbuka di depan gudang senjata. Sedangkan kita hanya bisa masuk melalui tembok di bagian timur."


"Kita tidak bisa masuk melalui gerbang, karena ada banyak zombie yang menghalanginya. Sedangkan tembok yang lain, berhadapan dengan tebing curam. Jadi kita hanya bisa masuk dari timur."


Setelah mengatakan itu, Yang Ruisi menghela napas dengan berat. "Selain itu... zombie yang ada di sana diperkirakan berjumlah hampir sepuluh ribu. Ah tidak, mungkin lebih dari sepuluh ribu."


Mereka semua menahan napas dingin. "Dan mereka berkerumun di lapangan dan halaman."


Wei Qian menyuarakan ketidakpastiannya, "Kenapa bisa ada begitu banyak?"


Yang Ruisi, "Saat virus zombie pecah, pemerintah memerintahkan kepada para prajurit militer untuk mengevakuasi para warga sipil ke barak militer. Itu untuk melindungi mereka, namun mungkin saja diantara orang-orang yang dibawa itu ada yang terinfeksi. Jadi... kau tau sendiri bagaimana hasilnya."


Lingkaran orang itu diam. Dan Xi Zihe menatap denah itu lekat-lekat, memproses strategi di otaknya.


Shen Yuan mengangkat tangannya dan berkata, "Pertama, mari kita bicarakan bagaimana kalian akan berpindah. Zombie bisa bergerak, mereka bukan benteng yang hanya berdiri diam. Apakah kamu sudah memiliki rencana?"


Xi Zihe berdiri, menempatkan jari-jarinya menelusuri sebuah lorong di barak. "Aku ingin berjalan ke arah sini, dan memasuki bagian terdalam dari gudang senjata. Dan kita akan mengambil helikopter dari sini. Bagaimana? Apakah kalian mempunyai saran?"


Shen Yuan terdiam untuk waktu yang sangat lama, lalu berkata. "Biarkan aku melihat lebih dekat."


Setelah itu, Shen Yuan membawa peta tepat ke hadapannya.


Mereka berdiskusi dalam waktu yang sangat lama. Saling memberi saran dan masukan.


Akhirnya setelah mempertimbangkan keahlian masing-masing orang dan jumlah amunisi, tim pun dibentuk.


Tim pertama, bertugas menyusup dan mengambil helikopter adalah Xi Zihe, Li Yan, Yao Yue, Shen Yuan, dan Song Yi.


Tim kedua yang bertugas sebagai komando yang mengawasi adalah Yang Ruisi dan He Zhao.

__ADS_1


Dan tim terakhir yang bertugas menjaga para warga sipil sekaligus mencari tempat pendaratan helikopter adalah Lu Lin dan Wei Qian.


Wen Fan secara alami masuk ke dalam tim ketiga karena dia masih belum sembuh benar dari cedera patah tulangnya.


__ADS_2