
Shen Yuan tidak tahu sudah berapa lama waktu berlalu. Dia akhirnya melepaskan Jiang Qinian dan membaringkannya di lantai yang dingin.
Dia terlihat seperti tidur dengan nyenyak, kalau bukan karena kulitnya yang pucat dan luka mengerikan yang ada di lehernya. Shen Yuan mengamati wajahnya lagi, dia lega setidaknya Jiang Qinian tidak menunjukkan ekspresi kesakitan.
Shen Yuan mulai berdiri dengan teguh, di otaknya berputar sebuah nama yang membuat semua tragedi ini terjadi.
Guo Bai, Guo Bai, Guo Bai! Dia akan membunuhnya!
Shen Yuan keluar dari laboratorium dan berlari menuju ruang penyimpanan data. Dia membaca semua arsip dan data penelitian yang ada di dalam komputer.
Setelah membaca semuanya, raut wajah Shen Yuan menjadi sangat jelek. Dia hanya bisa merasakan rasa dingin merambat menuju tulang ekornya.
Guo Bai binatang tercela!
Dia mulai berkeringat dingin. Dengan cepat dia menghapus semua data yang ada, dan memastikan kalau data tersebut tidak dapat dipulihkan kembali.
"Aaarrghh"
Shen Yuan meraih kursi, menghantamkannya, dan menghancurkan semua komputer yang ada.
Tapi kemudian-
DOR
Seseorang menembaknya!
Peluru timah menembus dada kanannya, menimbulkan gelombang rasa sakit yang panas dan membakar.
Dia tidak tahu kapan orang lain datang. Dia jatuh berlutut, mencengkram erat luka tembakan di dadanya.
Dia menolehkan kepala, untuk melihat orang itu, Guo Bai.
Tidak memperdulikan lukanya, Shen Yuan menerjang menuju Guo Bai, "Guo Bai dasar keparat!"
Guo Bai masih berdiri dengan tenang, dia melepaskan satu tembakan lagi menuju kaki Shen Yuan, membuatnya segera jatuh di atas lantai yang dingin.
Dia menatap Guo Bai dengan kebencian di matanya, sama sekali tidak ada rasa takut. Guo Bai melihatnya seperti melihat seekor serangga. Perlahan mendekati dan berjongkok di depan Shen Yuan.
"Jadi kau sudah mengetahuinya?" Dia tersenyum dengan menjijikkan.
__ADS_1
"Beraninya... Beraninya kau melakukan hal itu kepada istriku!"
Guo Bai mengangkat bahunya acuh tak acuh, "Hanya kekurangan kelinci percobaan."
Mata Shen Yuan memerah karena menahan amarahnya, dia hanya bisa berteriak, "Sialan! Dasar keparat! Sebenarnya apa yang kau lakukan?!"
Guo Bai tersenyum lagi, "Kau tidak berhak mengetahuinya."
Beberapa orang segera memasuki ruang arsip. Mereka mulai menumpahkan bensin di setiap sudut gedung penelitian.
"Karena kau sudah tahu, lebih baik kau ikut lenyap bersama tempat ini."
Shen Yuan melihat Guo Bai menjatuhkan sebuah korek api. Api mulai menyambar, membakar semua benda yang terlapisi bensin.
"Beristirahat dengan tenang." Setelah mengatakan itu, Guo Bai berbalik dan mulai meninggalkan tempat itu.
Ruangan terbakar, semua yang terlihat hanya api. Tapi dia masih bisa melihat siluet seseorang yang melarikan diri di antara asap hitam.
Shen Yuan meraung ke arah sosoknya pergi, "Aku akan membunuhmu! Tidak peduli dimana kau berada, aku akan menjadi mimpi burukmu dan membunuhmu!"
Shen Yuan kehilangan banyak darah, secara bertahap kesadarannya mulai memudar, dan kekuatannya mulai menghilang seperti terhisap lubang hitam.
"Semua keluar! Lab akan runtuh!"
Saat Shen Yuan tersadar kembali, dia sudah terbaring di ranjang rumah sakit.
***
"Sekarang kau sudah mendengarnya." Shen Yuan menatap lurus ke arah Xi Zihe. "Aku tidak tahu apa yang dikatakan atasanmu tentangku. Namun kalau kau mencari orang untuk melakukan pertanggungjawaban atas pecahnya virus ini, kau harus mencari Guo Bai, binatang itu."
Xi Zihe masih mencoba mencerna keseluruhan cerita itu. Mungkin dia terlihat santai di luar, namun di dalam otaknya itu penuh dengan kekacauan.
Atasannya hanya menginstruksikan dia untuk mencari orang yang bernama Shen Yuan ini. Karena sepuluh tahun yang lalu, dia dicurigai sebagai orang yang menciptakan virus itu. Hanya itu, dia tidak tahu yang lain. Dan dia tidak menyangka kalau ternyata inilah yang terjadi. Bukan dia yang melakukan eksperimen, namun dia adalah korban, seorang kelinci percobaan.
"Lalu kenapa kau mengatakan kalau istrimu meninggal karena pendarahan pasca persalinan?"
"Karena itulah yang kukatakan pada semua orang. Karena penelitian itu awalnya dikerjakan di luar negeri. Orang dalam negeri sama sekali belum tahu, jadi aku hanya bisa mengatakan seperti itu."
Shen Yuan tidak mengatakan alasan sebenarnya kenapa Jiang Qinian bisa meninggal kepada orang tuanya. Dia langsung membawa pulang jasad Jiang Qinian dan mengkremasinya.
__ADS_1
Xi Zihe terbelalak ngeri, "Luar negeri? Apakah..."
Shen Yuan mengangguk, "Ya, keadaan di luar negeri mungkin sama dengan negara kita. Bahkan mungkin lebih parah."
Xi Zihe berhasil menelan ludah dengan susah payah.
Xi Zihe tiba-tiba teringat sesuatu. "Bagaimana dengan Xiao Fei? Apakah alasan Xiao Fei tidak bermutasi ada hubungannya dengan ini?"
Xiao Fei?
Shen Yuan mengabaikan panggilan yang dibuat Xi Zihe untuk putrinya, dan menjawab, "Aku memang sudah menebaknya seperti itu. Karena saat istriku mengandung, Guo Bai memberikan dosis kecil obat agar membuatnya tetap sehat. Mungkin saat di dalam kandungan, Feifei mengembangkan semacam antibodi terhadap virus itu."
"Lalu apa yang terjadi dengan orang itu?"
"Dia melarikan diri ke luar negeri. Polisi sudah mencarinya, namun tidak berhasil menemukan apapun."
Guo Bai menggunakan pasien sakit jiwa sebagai kelinci percobaan. Hal ini membuat gempar seluruh negeri. Karena berita yang semakin panas, banyak personil polisi yang ditugaskan untuk mencari Guo Bai besar-besaran. Namun keberadaan Guo Bai lenyap, hilang begitu saja.
Xi Zihe mengingat-ingat, sepuluh tahun yang lalu itu artinya dia berumur 20 tahun. Saat itu dia masih berada di pelatihan militer, terisolasi dari berita. Sehingga dia tidak memiliki kesan apapun tentang insiden itu.
"Banyak orang yang mengira dia ikut mati dalam kebakaran itu." Shen Yuan tersenyum dingin, "Tapi mengingat keadaan saat ini, dia pasti belum mati."
Xi Zihe melirik ekspresinya, kemudian teringat saat dia memotong leher zombie dengan mudahnya. Dia membuka mulutnya, "Tidak. Dari awal kau sudah tahu kalau dia masih hidup."
Shen Yuan mengangkat alisnya, melihatnya dengan tertarik, "Oh?"
Xi Zihe melirik jari-jari Shen Yuan, yang baru sekarang dia menyadari kalau jarinya penuh dengan bekas luka. "Kalau tidak? Kau tidak mungkin berlatih menggunakan pisau hingga jarimu tersayat-sayat."
Shen Yuan terdiam, lalu dia melihat jarinya.
"Memang, dulu aku terobsesi dengan balas dendam. Tapi sudah lama aku melupakannya. Kalau bukan karena kejadian ini, aku mungkin tidak akan mengingatnya lagi."
Terlalu menyakitkan untuk mengingatnya. Untuk membalas dendam, artinya dia juga harus mengingat alasan kenapa dia membalas dendam. Dan akhirnya dia akan teringat saat-saat kematian orang dicintainya lagi.
Namun karena paksaan orang bernama Xi Zihe ini, Shen Yuan kembali membuka luka lamanya. Tiba-tiba dia merasa kesal, dia memandang Xi Zihe dengan mata dingin.
Ada apa? Kenapa dia melihatku seperti itu?
Xi Zihe hanya bisa merasa bingung saat melihat tatapan Shen Yuan.
__ADS_1