
Tidak ada ayam goreng untuk makan malam, hanya ada ayam suwir dengan porsi yang sangat sedikit di piring setiap orang. Ayam yang terbunuh oleh baling-baling drone sangat kecil, dan tidak cukup untuk memberi makan 36 orang.
Feifei menatap pada ayam suwir di mangkuknya, merasa senang. Dia sudah lama tidak makan ayam, sehingga walaupun cuma mendapatkan suwiran ayam, dia tetap puas.
Saat dia masih menatap ayam itu, tiba-tiba seseorang menambah suwiran ayam untuknya. Feifei mendongak, dan melihat wajah ayahnya.
Shen Yuan takut dia tidak puas dengan porsi ayam itu, dan memberikan semua jatahnya pada Feifei.
Dia tersenyum dan mengacak rambut Feifei, "Makan yang banyak."
Feifei tersenyum hingga matanya berubah seperti bulan sabit, "Terimakasih ayah."
Yao Yue melihat interaksi mereka dari jauh, tiba-tiba dia mendapat sebuah ide. Dia mendekatkan mangkuknya ke mangkuk Xi Zihe, dengan nada seperti anak-anak dia berkata, "Papa, aku ingin ayam itu."
Xi Zihe hanya mendengus, "Ini milikku! Kau sudah punya jatahmu sendiri!"
Yao Yue, "........" Papa apanya? Cuih!
Dia berbalik dan makan dengan memunggungi Xi Zihe.
Di tengah makan malam mereka, He Zhao mengambil inisiatif untuk melaporkan apa yang dilihatnya kepada Xi Zihe.
"Bandara tidak mungkin, terlalu banyak zombie yang ada di sana."
Mereka semua adalah penumpang yang menunggu penerbangan untuk ke luar negeri. Mereka pikir selama mereka ke luar negeri, mereka akan terhindar dari wabah zombie ini. Hasilnya, bandara dipenuhi dengan zombie, dari konter hingga ruang tunggu. Bahkan landasan pesawat memiliki zombie yang berkeliaran.
Dengan senjata dan amunisi yang mereka miliki sekarang, mustahil untuk bisa menyelinap masuk dan mengungsikan orang-orang untuk naik ke dalam pesawat.
Xi Zihe menghela napas, dia sudah menduga hal ini, namun dia masih kecewa. Semua anggota pasukan memasang wajah muram, bahkan Yao Yue menjadi kehilangan napsu makan untuk menambah mangkuk nasi ke-tiganya.
He Zhao buru-buru berkata, "Besok aku akan mulai mencari lagi. Pasti ada transportasi udara yang bisa kita pakai."
Xi Zihe tersenyum dan mengusap kepala He Zhao, "Tidak perlu terburu-buru."
Tiba-tiba mereka mendengar suara dingin dan dalam Shen Yuan, "Bukankah kalian para militer selalu mempunyai helikopter kargo di barak kalian?"
Meja para anggota pasukan khusus menjadi sunyi.
__ADS_1
Suara Shen Yuan kembali terdengar, "Apakah di kota F ini memiliki sebuah barak militer?"
Xi Zihe segera menggebrak meja, mengagetkan orang lain yang sedang makan. Untung mereka tidak tersedak.
Xi Zihe berbalik ke arah Yang Ruisi, "Ruisi, periksa apakah kota ini memilikinya atau tidak."
"Aku mengerti, aku akan memeriksanya setelah makan." Setelah mengatakan itu, Yang Ruisi kembali mengubur kepalanya di mangkuknya.
Xi Zihe mengangguk sebagai balasan.
Setelah selesai makan, Xi Zihe menangkap kedua bocah yang ingin melarikan diri setelah berbuat kesalahan di siang hari.
Xi Zihe melihat dua penjahat cilik yang ada di kedua tangannya. Dengan wajah licik, dia berkata, "Kalian harus dihukum..."
Feifei dan He Zhao memasang wajah muram.
***
Wei Qian masuk ke dalam kafetaria dengan setumpuk piring yang baru saja dicuci di tangannya. Hari ini adalah jadwalnya untuk mencuci piring. Baru saja masuk tiga langkah, dia sudah berhenti. Dengan wajah tidak percaya dia bertanya, "Xiao Fei? Xiao Zhao? Apa yang kalian lakukan di sini, ngerjain PR?"
Dia melihat Feifei dan He Zhao masing-masing membawa selembar kertas, duduk berdampingan di kursi kafetaria, dan mengubur kepalanya untuk menulis sesuatu di atas kertas itu dengan bolpoin. Mendengar pertanyaan Wei Qian, wajah mereka menjadi semakin cemberut.
"Dihukum? Oleh siapa dan kenapa?" Wei Qian semakin tidak mengerti.
He Zhao bertanya, "Apakah Qian-ge tahu kalau kandang ayam yang ada di belakang rusak?"
"Aku tahu." Wei Qian akhirnya menangkap sesuatu, "Apakah itu karena ulah kalian?"
Duo yang dihukum bersama itu membuat suara dengusan yang serempak, "Huh!"
Lalu terlihat Feifei menulis semakin cepat, hingga tangannya terlihat seperti terbang. Dia membubuhkan tanda tangan dengan acak, kemudian melipat kertas itu dengan sembarangan. Segera setelahnya, He Zhao juga selesai menulis. Dia cepat-cepat memasukkan kertas itu ke dalam kantongnya sebelum Wei Qian yang penasaran bisa membacanya.
Kemudian mereka berdua berjalan pergi dari kafetaria dan mencari Xi Zihe.
***
Pintu terbuka, Feifei dan He Zhao masuk ke dalam gudang penyimpanan senjata satu per satu.
__ADS_1
"Paman Xi."
"Paman Xi."
Xi Zihe yang tadinya sedang mengelap sebuah pistol, mengangkat mata untuk melihat mereka. Dengan memasang ekspresi agung, dia berkata, "Sudah selesai?"
"Sudah selesai."
"Sudah selesai."
Xi Zihe meletakkan pistolnya kemudian mengulurkan tangan kiri dan tangan kanannya, lalu diikuti oleh Feifei dan He Zhao yang menyerahkan 'PR' mereka dengan wajah serius. Xi Zihe melihat judul yang ada di bagian paling atas kertas, "INTROSPEKSI DIRI" dia mengangguk puas.
"Saya mengakui seharusnya saya tidak mengganggu Zhao-ge saat mengendalikan dronenya dalam mencari sebuah transportasi untuk kita semua. Saya juga meminta maaf karena menghancurkan kandang ayam, dan membuat jatah telur berkurang. Di masa depan, saya berjanji untuk tidak mengganggu lagi dan meminta ijin terlebih dahulu jika ingin bermain. Tertanda : Feifei."
"Saya mengakui bahwa keputusan saya untuk menerbangkan drone di halaman belakang adalah salah. Seharusnya saya memilih tempat yang tidak memiliki makhluk hidup di dekatnya, sehingga tidak akan menimbulkan kematian bagi binatang yang berharga. Saya meminta maaf karena dalam prosesnya, saya menghancurkan kandang ayam dan membunuh ayam yang bisa memasok persediaan telur untuk kelompok kita. Tertanda : He Zhao."
Xi Zihe bertanya dengan tegas, "Apakah kalian masih berani bermain-main lagi?"
Kedua bocah itu menggeleng gelengan kepala mereka dengan kuat.
"Kami tidak berani."
"Kami tidak berani."
Sebelumnya Xi Zihe sudah mengancam kedua bocah itu. Untuk Feifei, jika dia tidak menulis surat introspeksi diri, maka persediaan permen dan coklatnya akan disita. Dan untuk He Zhao, jika dia tidak menulis, maka dronenya akan diserahkan kepada Yang Ruisi.
Setelah mendengar ancaman Xi Zihe, mereka langsung merasa takut dan sebal, sehingga mereka menulis dengan penuh dendam.
"Bocah, jangan terlalu banyak main-main!" Xi Zihe menyentil dahi mereka berdua. Feifei dan He Zhao hanya bisa menutupi dahi mereka dengan cemberut.
Teng teng teng teng
Tiba-tiba seseorang membunyikan tanda darurat.
Setiap jam, akan ada seseorang yang berjaga di atap gedung paling atas. Mereka mengawasi area sekitar untuk mengamati pergerakan zombie. Jika ada kelompok zombie yang terlalu banyak, mereka harus memukul besi sebagai tanda bahaya.
Pintu gudang penyimpanan didorong terbuka dengan kasar. Li Yan masuk dengan terengah-engah. Jelas dia baru saja berlari kencang dari atap pengamatan.
__ADS_1
"Kapten, kami melihat kelompok zombie datang ke sini yang dipimpin oleh zombie bertubuh besar!"