
Sudut mulut Xi Zihe berkedut beberapa kali saat dia melihat kelompok zombie yang datang mendekat melalui teropongnya.
"Jadi, ini yang kau maksud dengan 'zombie bertubuh besar'?"
Xi Zihe menunjuk dengan jari telunjuknya yang gemetar seperti menahan tawa pada pemimpin zombie yang sedang menuju ke asrama.
Di dalam otaknya, dia mengira kalau zombie itu merupakan zombie bertubuh besar, dengan banyak otot yang kuat. Namun siapa sangka yang datang bukanlah zombie petarung seperti dugaannya melainkan zombie pria paruh baya yang sepertinya semasa hidup mengalami obesitas.
"Kapten, itu memang bertubuh besar." Li Yan merasa tidak ada yang salah dari laporannya.
"Uh... Memang benar..." Xi Zihe tidak tahu harus menanggapi bagaimana, karena memang benar dia yang salah menafsirkan.
Xi Zihe mengalihkan pandangannya pada zombie itu lagi. Zombie itu berjalan sangat pelan, menyeret lemak tubuhnya untuk maju. Setiap langkah yang diambilnya terlihat sangat berat, hingga lemak di tubuhnya terlihat bergetar setiap kali dia mengambil langkah.
Xi Zihe menghembuskan napas dengan frustasi. Cukup aneh untuk melihat zombie yang masih memiliki lemak tubuh, biasanya zombie yang mereka temui semuanya berbadan kurus.
"Minta Lu Lin dan Wen Fan untuk menangani zombie yang berbadan besar itu. Lalu tugaskan Yao Yue untuk memimpin tim kecil untuk membereskan zombie di belakangnya." Xi Zihe berkata kepada Yang Ruisi yang berdiri di belakangnya dengan membawa walkie talkie.
Timnya hanya memiliki dua walkie talkie yang tersisa, selain Xi Zihe hanya Wen Fan yang memilikinya.
"Bagaimana denganku?" Suara Li Yan terdengar melalui kencangnya angin di atap.
"Kau tetap di sini dan awasi situasi. Jika kau melihat ada yang akan terluka, segera tembak dari sini."
Li Yan mengangguk patuh, "Aku mengerti."
***
Awan gelap menutupi cahaya bulan di langit malam, dan angin yang jauh membawa lolongan sedih yang berkala.
Di bawah, Wen Fan mengumumkan adanya kelompok zombie yang mendekat dari arah Utara, yang jumlahnya lebih banyak dari hari kemarin.
Kerumunan tertegun dan saling memandang.
Wen Fan tidak memberikan waktu bagi mereka untuk panik. Dalam sekejam dia sudah memberikan serangkaian instruksi yang jelas.
"Semua orang pergi ke sudut Utara, dan perkuat pagar kawat!"
"Jangan panik, lakukan sesuai dengan saat latihan!"
__ADS_1
Wen Fan berteriak ke arah kerumunan orang yang sempat panik karena melihat kelompok zombie yang lebih banyak daripada hari-hari sebelumnya.
"Hanya beberapa puluh lebih banyak dari kemarin. Semuanya! Jangan panik! Kita pasti bisa bertahan!"
Mereka yang bertahan sejak di tempat penampungan tidak mengecewakan Wen Fan. Setelah beberapa saat kebingungan, semua orang dengan cepat mulai bertindak. Mereka mengambil kapak, batang logam, kayu runcing, dan alat lainnya yang bisa mereka temukan di pabrik. Setelah itu mereka bergegas menuju Utara, tempat kelompok zombie datang.
Wen Fan kemudian berbalik ke arah kedua bocah yang saat itu sedang berdiri di dekat tembok.
"Xiao Zhao, jaga Feifei. Jagan sampai kalian terbawa dengan kerumunan ini." Wen Fan berkata dengan serius. Di tengah kerusuhan ini, tidak akan ada waktu untuk memperhatikan mereka.
"Jangan khawatir paman. Aku mengerti." He Zhao menjawab dengan tenang, berbeda dari saat pertama dia ketakutan saat melihat zombie.
Wen Fan tersenyum dan menggosok kepala keduanya sebelum pergi menuju garis depan.
***
"Ayah! Ambil dan sebarkan bahan peledaknya!"
Xi Zihe menjatuhkan kalimat itu sebelum terburu-buru naik ke atap lagi setelah mengambil senjata.
Shen Yuan hanya bisa merasa frustasi, dia belum sempat mencari Feifei dan sekarang dia harus mengeluarkan bahan peledak.
Sial.
Shen Yuan mengubur dirinya untuk membuat bahan peledak, hingga tidak memiliki waktu untuk bermain dengan putrinya.
Di dalam hatinya, Shen Yuan mengumpati Xi Zihe sebanyak seratus kali.
Shen Yuan berlari ke arah utara, melewati kerumunan orang yang membentuk barikade manusia dan keluar dari area asrama pabrik. Shen Yuan mulai melemparkan Nitroselulosa di sepanjang sisi jalan, membentuk garis pertahanan.
"Ayah! Cepat, bantu ke sini!"
Shen Yuan melihat Yao Yue yang datang dari arah gudang. Dia melemparkan sebuah senapan serbu ke arahnya, yang langsung ditangkap dengan cepat oleh Shen Yuan.
Shen Yuan mengikuti di belakang Yao Yue, di luar dugaan, Yao Yue berlari dengan sangat cepat bahkan dengan membawa senapan yang berat itu. Mereka berbelok melalui jalan sempit sebelum disambut dengan kawanan zombie.
Strategi Xi Zihe adalah mengepung zombie dari depan dan belakang. Yang mengatasi pemimpin zombie di depan adalah Wen Fan dan Lu Lin. Sedangkan bagian belakang di pimpin oleh Yao Yue.
Shen Yuan tanpa pandang bulu langsung mengarahkan senapannya ke arah zombie. Zombie di sekitarnya mulai menyadari keberadaannya, kemudian mulai mendekati mereka. Suara kaki yang terseret dan erangan zombie, terdengar di antara deru tembakan.
__ADS_1
"Maaf, aku baru saja tiba!" Suara Song Yi datang dari belakangnya.
Shen Yuan melihat dia mengangkat senapan dan mulai menembaki zombie dengan akurat.
"Terus tembak!" Suara Yao Yue terdengar melengking saat dia memimpin untuk terus maju, dan menembaki zombie.
Jumlah zombie perlahan berkurang, dan samar-samar, Shen Yuan bisa melihat pemimpin para zombie yang memiliki badan paling besar.
Tiba-tiba perasaan dingin merambat melalui tulang punggungnya. Ini adalah firasat buruk.
Apakah zombie itu mulai bisa berpikir?
Keringat dingin mulai terbentuk di dahinya. Bagaimana zombie bisa berpikir untuk memimpin kawanan zombie lainnya dan menyerang tempat tinggal manusia?
Shen Yuan menelan ludah dengan susah payah, seberapa cepat mereka berevolusi?
"Ayah, awas!"
Suara Yao Yue menyadarkannya. Shen Yuan merasakan napas panas tepat di lehernya. Saat dia terbawa pikiran, seorang zombie berhasil mendekatinya.
"Sial!"
Shen Yuan akan berbalik, namun sebuah peluru telah menumbangkan zombie itu lebih cepat darinya.
Shen Yuan melihat arah di mana peluru itu datang. Di atap asrama, dia bisa melihat bayangan samar seseorang yang tiarap di atap, itu Li Yan.
Shen Yuan mengangguk sebagai rasa terimakasih, dia yakin Li Yan pasti melihatnya.
Song Yi dan Yao Yue serempak berteriak ke arahnya, "Ayah! Apakah kau baik-baik saja?"
Shen Yuan menghembuskan napas sebentar, sebelum berkata, "Aku tidak apa-apa. Ayo lanjutkan!"
Mereka mulai bergerak maju secara perlahan tapi pasti.
"Sial! Ada apa dengan para zombie ini?!" Suara Song Yi membuat Shen Yuan melihat ke belakang, tempatnya berada.
Mata Shen Yuan melebar tak percaya. Di belakang mereka, zombie baru mulai muncul dan mengepung mereka.
Sekarang, mereka lah yang di jebak oleh zombie!
__ADS_1
Catatan Penulis :
Nitroselulosa adalah bahan kimia yang memiliki kadar nitrogen yang bersifat sensitif, dan bahan baku bahan peledak yang banyak digunakan untuk keperluan militer dan sebagai bahan baku atau bahan penolong untuk proses produksi industri.