Living Dead

Living Dead
Bab 55 - Merencanakan Strategi


__ADS_3

Feifei melihat dengan bosan keluar jendela. Sejauh yang bisa dia lihat hanyalah zombie, zombie, dan zombie. Serta banyaknya rumah, dan toko yang rusak. Feifei tidak tahu, apakah di masa depan dia masih bisa pergi ke taman bermain atau menonton di bioskop dengan ayahnya. Feifei menghela napas dengan sedih.


"Bosan?" Suara ayahnya terdengar di sebelahnya.


Saat ini, mereka berdua menempati kursi penumpang di kompartemen depan kendaraan lapis baja. Xi Zihe sendiri yang meminta mereka berdua untuk masuk ke dalam kendaraan itu.


"En." Feifei menjawab dengan dengungan.


"Kalau begitu tidurlah."


Shen Yuan mulai memeluk Feifei dengan satu lengannya, kemudian mulai menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut. Feifei yang tadinya tidak begitu mengantuk, tiba-tiba kelopak matanya menjadi berat. Tidak butuh waktu lama baginya untuk terlelap di bawah tepukan ringan ayahnya.


Rombongan mereka menuju ke selatan, bergerak melalui desa-desa kecil dan kota-kota di sepanjang jalan. Mereka mencoba yang terbaik untuk menghindari jalan raya yang penuh sesak dengan zombie, serta kota-kota padat penduduk. Setiap kali mereka melewati sebuah desa, Xi Zihe secara pribadi akan memimpin tim kecil untuk mencari kebutuhan, dan terkadang bisa menyelamatkan beberapa orang yang selamat.


Namun seiring berjalannya waktu, jumlah makanan yang bisa didapatkan, dan jumlah warga sipil yang bisa mereka selamatkan mulai berkurang.


Sebab, jumlah orang yang hidup mulai menipis.


Jika dihitung dari orang-orang yang meninggalkan pabrik bersama tentara, dan para korban yang selamat dari berbagai desa, mereka sekarang telah membentuk kelompok yang terdiri lebih dari lima puluh orang.


Mereka hanya bisa bersyukur karena Xi Zihe bisa mendapatkan bus wisata yang bisa menampung mereka.


Xi Zihe mengatakan bahwa jika mereka memasuki kota-kota besar, mereka pasti akan bisa menemukan lebih banyak yang selamat. Namun, mereka kehabisan waktu, mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk berjuang di daerah beresiko tinggi untuk mencari orang-orang yang masih hidup.


Namun, semakin banyak yang berhasil mereka selamatkan, semakin berat pula tanggung jawab yang harus dibawa oleh Xi Zihe.

__ADS_1


Dengan orang sebanyak ini, mereka akan kesulitan untuk melindungi mereka apabila ada kawanan zombie yang menyerang. Tiap harinya Xi Zihe selalu merasa cemas hingga dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dia tidak tahu sejak kapan, namun frekuensi Xi Zihe memakan permen semakin banyak tiap harinya.


Wen Fan berbaring di kompartemen belakang. Pintu belakang kendaraan lapis baja sepenuhnya terbuka. Wen Fan menyipitkan matanya, dan membidik zombie sekitar 30 meter dari penglihatannya. Dia memanggil, "Kapten."


Peluru melesat dengan akurat, dan zombie jatuh.


Xi Zihe, "Apa?"


Mereka baru saja selesai mencari melalui sebuah desa. Itu benar-benar hancur, tanpa ada yang selamat ditemukan di dalamnya. Persediaan yang bisa ditemukan hanyalah beberapa sayur di petak kebun, dan He Zhao berhasil menangkap seekor ayam jantan yang ketakutan setelah berlari mengejar setengah putaran mengelilingi desa. Dengan ketrampilan pisaunya, Shen Yuan membunuh ayam itu dengan sangat cepat dan langsung diserahkan kepada para wanita yang bertugas memasak.


"Aku telah memikirkan hal ini." Wen Fan berbicara dengan sungguh-sungguh, "Daripada rokok, aku pikir sekarang kau mulai kecanduan permen."


Xi Zihe, "...."


Wen Fan dengan baik hati memperingatkannya, "Jika Xiao Fei tahu kau mencuri permen dari tas beruangnya lagi, mungkin dia akan benar-benar marah denganmu."


Xi Zihe membela diri, "Aku hanya memakan permen lunak yang dia tidak suka, oke?"


"Yah terserahlah." Setelah mengatakan itu, Wen Fan mulai menutup matanya untuk tidur di dalam kendaraan.


Xi Zihe terdiam, kemudian dia diam-diam berkeliaran di dalam desa untuk mencari permen pengganti.


***


Kelompok lima puluh orang mereka yang melarikan diri ini akhirnya pada tahap di mana mereka akan menghadapi bahaya. Mereka akan melewati kota besar di mana kepadatan zombie sangat terkonsentrasi.

__ADS_1


"Tidak mungkin kita mengemudi melewatinya." Xi Zihe mengunyah batang permen lollipop yang sudah habis, jarinya menyeret peta robek dan compang-camping yang mereka temukan di sepanjang jalan. "Populasi kota G terlalu tinggi, dan mereka makan segalanya. Ketika aku masih di akademi militer, di ranjang paling bawah adalah seorang pria dari kota G. Dia baik, tapi aku selalu curiga bahwa hilangnya teman sekelas dari barak sebelah ada hubungannya dengan dia..."


"Oh aku tahu! Aku tahu!" Yao Yue mengangkat tangannya dengan semangat. "Aku pernah melihat yang seperti ini di drama televisi. Pasti temanmu dari kota G itu adalah orang yang misterius dan jarang bicara, kan?"


"Kau salah Yue'er." Lu Lin menyela dengan serius. "Pasti orang dari kota G itu, justru orang yang ekstrovert. Sehingga orang-orang tidak akan menyangka kalau dia adalah antagonisnya!"


"En! Persis seperti itu!" Xi Zihe bertepuk tangan secara simbolis.


"Hentikan omong kosong kalian." Sela Shen Yuan yang sudah menahan kesabarannya sejak tadi. Dia duduk di sudut kendaraan, dengan Feifei yang tertidur di pangkuannya. "Sekarang apa rencananya?"


Xi Zihe kembali ke mode serius, "Karena itu, yang terbaik adalah kita tidak melewati kota G. Lewat sini-"


Jari-jarinya berhenti di sekitar jalan yang ada di sisi gunung di peta. "Kita bisa melewati jalan gunung ini saja. Meskipun harus memutar semakin jauh, namun setidaknya zombie yang kita temui semakin sedikit. Selain itu, barak militer tepat berada di salah satu pegunungan yang ada di sana."


Mereka semua mengelilingi peta, menatap lekat-lekat pada tanda merah X di salah satu pegunungan. Tempat itu adalah tujuan mereka.


"Apakah kita masih akan dibagi menjadi beberapa kelompok?" Li Yan bertanya dengan ragu.


"Mmn. Rencanaku adalah membagi tim menjadi dua. Tim pertama akan menyusup ke dalam barak dan mengambil helikopter, sedangkan tim kedua akan menjaga warga sipil dan menemukan tempat untuk pendaratan helikopter."


Tiba-tiba Wen Fan mengangkat tangannya. "Kapten, aku ingin menyarankan."


Xi Zihe mengangguk, "Bicara."


"Sebaiknya sebelum menyusup, kita harus meminta Xiao Zhao untuk mengamati keadaan di dalam barak dengan dronenya. Apabila zombie di sana terlalu banyak, maka kita akan membutuhkan tiga tim."

__ADS_1


Wen Fan melanjutkan, "Tim pertama akan menyusup, tim kedua adalah tim komunikasi, tugasnya adalah untuk mengamati keadaan di dalam barak dengan drone dan melaporkannya kepada tim satu secara real time. Dan tim ketiga, akan bertugas menjaga rombongan dan mencari tempat pendaratan helikopter."


Xi Zihe memikirkan ide ini dengan hati-hati. Memang peluang selamat menjadi lebih besar, namun itu artinya mereka harus membawa He Zhao bersama mereka...


__ADS_2