
Dua kendaraan itu meluncur ke ujung jalan, bayangannya perlahan mengecil hingga tidak bisa dilihat lagi oleh mereka.
Mereka yang ditinggalkan sama sekali tidak merasa kesal ataupun benci, karena mereka tahu bahwa kendaraan tidak bisa memuat semua orang, karena ada batas kapasitasnya. Selain itu, mereka juga setidaknya membawa sedikit perbekalan sehingga ruang menjadi semakin terbatas.
Selain warga sipil Han Yu, yang lainnya sudah saling mengenal. Han Yu adalah pria muda tanpa rumah dan sudah kehilangan seluruh keluarganya. Jadi, seandainya dia tidak diminta untuk tinggal oleh Xi Zihe, dia akan menawarkan diri dengan sukarela.
Pada saat itu, sebuah sinyal menyala menerangi langit.
Itu adalah suar tanda zombie sudah memasuki zona 500 meter.
Semua orang menjadi bersiaga. Mereka berenam mulai mengubur sisa nitroselulosa tepat di depan asrama pabrik.
Shen Yuan menghembuskan napas dingin, dia menyorotkan senter ke arah utara. Pemandangan gelap terlihat menghantui. Bau busuk dari zombie telah menghampiri mereka, dan mereka bisa menciumnya dengan jelas.
Dengan tidak adanya Xi Zihe, Wen Fan mengambil alih untuk memimpin kelompok kecil mereka. Dia mencondongkan tubuh ke arah lima orang lainnya, dan berkata. "Semua orang, sepertinya aku tidak memiliki waktu untuk mengucapkan kata-kata sentimental sekarang. Ayo lari!"
Baru saja dia selesai berbicara, ledakan keras terjadi di dekatnya. Zombie telah memasuki area yang penuh dengan ranjau, memicu ledakan yang menghancurkan bumi!
Wen Fan bersumpah, saat dia menonton film, seharusnya pada saat-saat seperti inilah protagonis mengucapkan kata-kata sentimental dan heroik. Namun saat ini dia bahkan tidak punya waktu untuk berbicara dan langsung berlari menuju gedung asrama!
Mereka berenam bergegas masuk dan mengunci pintu besi. Seakan kurang, mereka menambahkan barang-barang untuk menyegelnya.
***
Di malam gelap seperti tinta, perlombaan hidup dan mati dengan waktu terjadi.
Di jalan raya utara, ledakan terus menerus terjadi, dan pasukan zombie terhuyung-huyung menuju tujuan yang jelas. Deretan tubuh yang hancur akibat ledakan jatuh ke jalan, menciptakan bentuk seperti permadani yang terbuat dari daging busuk dan darah hitam zombie.
Bahkan lebih banyak zombie yang meraung dan mengerang, berjalan menuju asrama pabrik di atas permadani daging. Satu demi satu, mereka terlihat tidak kenal lelah.
Jauh dari sana, dari arah kota C, gerombolan zombie tak berujung bergerak, terlihat seperti gelombang besar.
Mereka berenam menyaksikan gelombang zombie yang semakin mendekat dari jendela lantai dua. Melihat betapa banyaknya zombie itu, mereka tidak bisa menahan rasa merinding yang menjalar dari ujung kaki, ke ujung kepala.
Mereka secara tidak sadar mencengkram senjata yang mereka bawa lebih erat, berharap mendapatkan sedikit rasa aman darinya. Mereka hanya memiliki sedikit senjata, sehingga senapan mesin ringan dan senapan serbu semua dipegang oleh anggota pasukan khusus. Shen Yuan, Song Yi, dan Han Yu hanya memiliki pistol dan senapan laras panjang.
"Hei.. berapa sisa peluru yang kau punya?" Yao Yue memecah keheningan yang mencekik.
__ADS_1
"800" Wen Fan menjawab di sisinya.
"Aku 1000" kata Li Yan.
Yao Yue menghembuskan napas berat setelah melihat gelombang zombie yang seperti tak berujung ini. Dia tersenyum dan dengan suara rendah dia berkata kepada Shen Yuan, "Ayah, jika nanti saatnya tiba, tolong bunuh aku dengan pisaumu itu."
Yao Yue sangat menyadari betapa hebatnya kemampuan Shen Yuan dalam menangani pisau. Sehingga setidaknya dia ingin mati tanpa rasa sakit.
Shen Yuan menjawabnya dengan tegas. "Aku tidak akan melakukannya, dan aku juga tidak berencana untuk mati di sini."
Benar. Dia sama sekali tidak pernah membayangkan kematian di tempat ini. Alasan Xi Zihe membiarkannya tinggal mungkin karena dia adalah orang yang paling rasional walaupun berada di situasi paling kritis. Dia akan bisa menuntun Wen Fan yang memiliki hati lembut dan susah membuat keputusan.
Shen Yuan melanjutkan, "Jika kau tidak percaya padaku, setidaknya percayalah pada Kapten kalian. Dia pasti akan menjemput kita."
Yao Yue merasa terhibur oleh perkataannya, dan beban hatinya menjadi terasa sedikit lebih ringan.
Bukan hanya Yao Yue, perkataan Shen Yuan juga mengangkat kondisi mental yang lain, mereka pasti tidak akan mati di sini.
Menyeret kaki mereka, erangan dan jeritan dari gelombang pertama zombie merobek langit malam, dan mereka bergegas menuju celah di pagar kawat yang ambruk di sisi utara pabrik.
Ada terlalu banyak zombie, dan apa yang tersisa dari pagar kawat tidak bisa menahan serangan zombie. Pagar segera runtuh di bawah serangan zombie yang berkerumun. Para zombie mengapit pabrik, dan datang dari segala penjuru!
Namun itu hanya menghambat mereka sebentar sebelum mereka mulai berdatangan kembali.
Li Yan memberi aba-aba kepada mereka semua untuk membidik zombie dari jendela lantai dua.
"Sekarang! Tembak!"
Senapan mereka menghasilkan hujan peluru, dan sejumlah besar zombie yang mendekati pintu besi jatuh.
Namun, senjata tekanan tinggi ini terbatas, sedangkan para zombie tidak terbatas. Bahkan lebih banyak zombie yang tanpa lelah menerjang maju, dan pintu menjadi berat dan lebih berat. Barang-barang yang mereka gunakan untuk mengganjal pintu mulai bergetar dan terdorong mundur.
Bang! Bang!
Mereka memandang dengan cemas. Saat pintu itu mulai melengkung, Wen Fan berlari ke arahnya, "Aku akan menahannya lagi!"
Shen Yuan segera meraung ke arahnya. "Tidak! Wen Fan, kembali!"
__ADS_1
Namun, setelah hentakan yang sangat keras, pintu besi terpaksa dibuka!
Pintu besi terdorong hingga terlepas dari engselnya. Wen Fan yang saat itu berada tepat di depannya tidak bisa menghindar. Pintu besi jatuh menimpa kaki kanannya!
"Aaarrghh" Teriakan Wen Fan keluar dari tenggorokannya.
"Wen Fan!"
Li Yan mengarahkan senapan mesinnya ke arah pintu yang terbuka lebar, menghalangi para zombie yang berusaha meraih Wen Fan.
Shen Yuan dengan gesit meraihnya, menyeretnya keluar dari bawah pintu besi, dan langsung menggendongnya di punggung.
Setelah mendapatkan Wen Fan mereka segera mundur dan berlari kembali ke lantai dua.
Yao Yue tercengang melihat keadaan Wen Fan, dia segera memarahinya, "Kenapa kau berlari ke pintu seperti orang gila?! Sekarang apakah kakimu baik-baik saja?!"
Wen Fan tidak menjawab, melainkan Shen Yuan. "Tidak bagus. Kaki kanannya sepertinya patah."
Shen Yuan terengah-engah saat dia menaiki tangga dengan membawa Wen Fan di punggungnya. Dia sudah tidak muda lagi, untuk membawa beban lebih dari 70 kilogram sangat berlebihan untuk tubuhnya.
Song Yi melihat keringat di dahi Shen Yuan tidak bisa tidak berkata, "Ayah, biarkan aku yang membawa Wen Fan."
Shen Yuan, "Tidak diperlukan. Keahlian menembakmu lebih bagus dariku."
Akhirnya mereka membuat Shen Yuan yang menggendong Wen Fan.
Setelah melihat kesusahan teman-temannya, Wen Fan hanya bisa menyesali kebodohannya. "Maafkan aku.."
Sekarang dia menjadi beban, dan mungkin saja dia akan membahayakan kehidupan orang lain. Dengan suara berat dia berkata, "Tolong, tinggalkan saja aku di sini."
Yao Yue, "Diam, dasar bodoh!"
Li Yan, "Tutup mulutmu, berengsek!"
Saat-saat seperti ini, Song Yi teringat dengan seniornya. Dia tidak ingin melihat temannya mati lagi. "Kami tidak akan meninggalkanmu."
Han Yu mengingat keluarganya yang sudah tidak ada, "Tidak akan."
__ADS_1
Suara Wen Fan dikalahkan dengan telak, dia hanya bisa diam dengan patuh di punggung Shen Yuan.
Mereka naik hingga ke lantai tiga. Saat ini zombie sudah membanjiri lantai bawah gedung, dan gelombang demi gelombang zombie mulai berdatangan. Perlahan-lahan mereka mulai naik ke atas.