
Teriakan He Zhao memenuhi kendaraan lapis baja, bahkan lebih keras daripada bunyi tembakan.
Yang Ruisi tertawa dengan keras setelah mendengar dia berteriak seperti ayam terjepit, "Bagus! Hancurkan semuanya!"
Kendaraan terus melaju kencang, tanpa ada tanda-tanda melambat maupun berhenti.
Ini adalah pertama kalinya He Zhao menggunakan senapan, dia sedikit tersentak mundur karena recoil tembakan di tangannya.
Saat pertama, He Zhao masih ingat untuk membidik, tetapi seterusnya dia langsung meluncurkan tembakan secara membabi buta tanpa membidik. Target mereka lumayan besar...
Di sisi lain kursi penumpang, Feifei mengawasi mereka dengan cermat, tidak berani membuat suara. Keringat dingin turun di wajahnya
Bam! Bam!
Zombie simpanse masih terus memukulkan kepalan tangannya ke badan kendaraan.
Tiba-tiba pada saat itu, dengan bunyi tembakan yang memekakkan telinga He Zhao berhasil mendaratkan tembakan pada tangan zombie simpanse.
Tangan yang memegang tangga kendaraan terlepas, dan zombie itu jatuh berguling di atas aspal jalan raya.
"Yeaaahhhh seperti itu!" Yang Ruisi bersorak dari kursi pengemudi, dan langsung memacu kecepatan kendaraan mereka.
He Zhao masih linglung dengan apa yang baru saja dia alami, dia hanya berdiri di sana dengan nafas yang masih memburu.
He Zhao masih menyaksikan bagian belakang kendaraan mereka,namun tiba-tiba dia membelalakkan matanya. Dia berteriak dengan kuat, "Tidak! Paman Yang, melaju lebih cepat!"
Yang Ruisi, "Apa yang terjadi?!"
He Zhao, "Makhluk itu!"
Raungan binatang buas terdengar tepat di atas mereka.
Zombie simpanse terbang melewati kendaraan mereka, dan angin yang membawa bau busuk berhembus melintasi mereka.
Tubuh zombie simpanse seberat beberapa ratus kilogram itu mendarat di depan kendaraan mereka. Zombie itu mengepalkan kedua telapak tangannya dan menghantamkannya ke kap mobil.
Yang Ruisi tidak sempat untuk menginjak rem saat kendaraan sudah terhantam oleh kapalan tangan. Kendaraan itu terbalik dan berguling-guling hingga ke pinggir jalan.
Jalan aspal itu menjadi penuh denganĀ lubang, dan retakan yang mengerikan menyebar melaluinya, hingga jarak puluhan meter.
Bau darah yang menguar dari dalam kendaraan mulai menarik zombie yang ada di sekitarnya mendekat.
***
Deg!
__ADS_1
Shen Yuan merasakan perasaan tidak nyaman di seluruh tubuhnya. Perlahan dia mencengkram daerah tempat jantungnya berada, debarannya sangat tidak beraturan. Tidak tahan lagi, Shen Yuan berbalik dan meraih senapan mesin ringan dan melangkah menuju tangga.
"Ayah, kau mau kemana?!" Xi Zihe meneriakinya dari belakang.
Shen Yuan berbalik, memperlihatkan wajah ganas. Xi Zihe sedikit tertegun, dia belum pernah melihat ekspresi seperti itu di wajah Shen Yuan.
"Aku akan mencari putriku. Terserah denganmu jika ingin menunggu tiga puluh menit lagi, tetapi aku pergi sekarang."
Shen Yuan segera berbalik tanpa menunggu respon Xi Zihe. Perasaannya benar-benar tidak nyaman. Namun sebelum dia menuruni tangga, bahunya dicengkeram dengan erat oleh Xi Zihe.
Shen Yuan berbalik dengan marah, "Lepaskan! Aku akan mencari putriku!"
"Apakah kau ingin mati? Hanya pergi seorang diri?"
"Lalu kau ingin aku melakukan apa? Aku tidak akan mati sebelum menemukan-"
"Kenapa kau tidak meminta tolong?" Shen Yuan tidak sempat menyelesaikan ucapannya, Xi Zihe sudah memotongnya.
Dia melanjutkan, "Kau bisa saja membuka mulutmu untuk itu, tapi kenapa kau diam saja? Apakah mulutmu itu hanya hiasan, hah? Yang hilang bukan cuma putrimu, anggota reguku juga ada di sana dan masih ada Xiao Zhao. Apa kau pikir aku tidak cemas juga?"
Shen Yuan terdiam. Warga sipil yang selamat dan anggota regu yang lain menonton perdebatan mereka berdua dari belakang. Raut wajah orang-orang itu dipenuhi dengan kecemasan, walaupun ini bukan perdebatan pertama mereka namun, mereka masih takut bila Shen Yuan dan Xi Zihe akan mulai memukul satu sama lain.
Yao Yue ingin mengatakan sesuatu untuk meredakan suasana, namun dia dihentikan oleh Wen Fan. Dia berbisik, "Biarkan Kapten yang mengurusnya." Yao Yue kembali mundur dan berdiri diam.
Xi Zihe menghela nafas dan melanjutkan, "Atau, apakah selama ini kau tidak menganggap kami rekanmu?"
"Lalu kenapa kau tidak mengatakan sepatah kata pun, dan langsung pergi?!"
Xi Zihe terlihat benar-benar marah dan sedikit kecewa. Melihatnya seperti itu, Shen Yuan tiba-tiba merasa tidak nyaman. Dia tidak terbiasa meminta tolong. Sedari kecil, hanya dirinya sendiri lah yang bisa diandalkan. Meskipun dia harus berusaha keras hingga tubuh dan mentalnya hancur, dia tidak pernah mengucapkan kata tolong kepada seseorang.
Orang sepertinya, yang tidak mempunyai apa-apa, harus selalu terlihat kuat agar tidak dipandang rendah oleh orang lain. Kata 'tolong' hanya untuk orang lemah, dan akhirnya sudah lama tidak terucap dari mulutnya.
Melihatnya terdiam, Xi Zihe menarik nafas dalam-dalam, berusaha menelan kembali omelannya ke dalam tenggorokan.
"Ayo kita cari bersama." Tanpa melihat kembali ke arah Shen Yuan, Xi Zihe kembali ke atap dan berteriak keras, "Semuanya masuk ke dalam helikopter sekarang! Kita akan pergi mencari rekan kita yang masih di luar sana!"
Orang-orang segera bergerak setelah menerima komando dari Xi Zihe. Mereka berbaris dengan rapi, dan mulai masuk ke dalam helikopter dengan teratur.
"Ayo, percepat!"
"Pastikan tidak ada barang yang tertinggal!"
Shen Yuan menatap kosong pada orang-orang yang mulai naik ke helikopter tanpa mengeluh maupun memprotes. Dia merasa aneh dan asing di saat yang bersamaan. Dia belum terbiasa dengan perasaan seperti ini.
Yao Yue menepuk bahunya dari samping, "Kita pasti akan menemukan Xiao Fei. Tenang saja, Ayah!" Yao Yue tertawa, kemudian dia masuk ke kursi pilot.
__ADS_1
"Ayo, kita pergi." Xi Zihe mendorongnya dari belakang untuk masuk ke dalam salah satu helikopter.
Setelah dia duduk di dalam, dia berkata dengan tulus ke arah Xi Zihe yang sedang duduk berhadapan dengannya. "Terimakasih."
Xi Zihe hanya tertawa tidak percaya.
***
Tiga manusia, dua anak-anak dan satu orang dewasa, tanpa pakaian hangat, tanpa makanan, dan hanya memiliki senjata yang minim. Berapa lama orang seperti itu bisa bertahan di kota yang dipenuhi ribuan zombie? Apakah mereka bisa bertahan bahkan untuk hari kedua?
Seperti awan gelap di langit musim dingin, jawabannya sangat membebani hati setiap orang.
Kedua helikopter telah menyalakan pengeras suara secara maksimal, namun panggilan mereka seperti kerikil yang dilemparkan ke dalam lautan badai, menghilang seketika ke dalam gelombang zombie yang mengamuk.
Helikopter melayang di sepanjang jalan besar dan gang-gang kecil, terbang melewati puncak gedung di ketinggian rendah, tetapi keajaiban tidak terjadi.
Sosok imut dan ceria yang semua orang kenal, benar-benar hilang tanpa jejak, begitu saja. Bahkan kendaraan lapis baja mereka tidak terlihat.
"Kapten Xi..." Suara Yao Yue yang sedang menerbangkan helikopter bergetar. "Bahan bakarnya terbatas. Kita harus menemukan mereka secepat mungkin, aku khawatir..."
Bahan bakarnya tidak cukup.
Dengan semua mata yang tertuju padanya, Shen Yuan duduk di belakang pilot. Tersembunyi dalam bayang-bayang menguraikan fitur yang sangat tajam dari profil samping pria yang tampan dan muram.
Shen Yuan menutup matanya, selain deru baling-baling, kabin menjadi sangat sunyi.
Xi Zihe masih melihat teropongnya, tiba-tiba dia menunjuk ke bawah. "Itu! Bukankah itu kendaraan yang mereka gunakan?!"
Di awali oleh teriakannya, Shen Yuan melihat ke bawah, mengikuti garis pandang dari jari telunjuknya. Benar saja, dia melihat kendaraan yang seharusnya mereka gunakan. Namun jantung Shen Yuan seperti akan keluar dari tenggorokannya. Kondisi kendaraan itu terbalik, tanpa tanda-tanda keberadaan seseorang.
Shen Yuan segera berteriak dengan rasa urgensi, "Yao Yue! Turun lebih rendah ke atap gedung itu!"
"Apa yang ingin kau lakukan?"
"Turun saja!"
Shen Yuan segera melepaskan sabuk pengamannya, dia membuka pintu. Angin dingin segera bertiup saat pintu terbuka.
Xi Zihe mengulurkan tangan untuk meraihnya, tetapi Shen Yuan sudah melompat, dia sudah melompat di tengah-tengah seruan orang-orang yang terkejut.
Menuruni ketinggian enam hingga tujuh meter, Shen Yuan mendarat di atas atap gedung dengan kokoh. Meskipun ada teriakan dari atasnya, dia pergi dengan tegas menuju kendaraan yang sudah terbalik itu.
Orang-orang dari dua helikopter dapat melihat Shen Yuan yang sudah menuruni gedung itu menuju kendaraan yang sudah tidak berbentuk.
Shen Yuan merunduk, dan melihat bagian dalam kendaraan. Segera, dia terkejut dan berhenti bergerak.
__ADS_1
Kendaraan itu kosong.
Tidak ada siapapun di dalam sana.