Living Dead

Living Dead
Bab 36 - Lu Lin Si Kotak Obrolan


__ADS_3

20 menit sebelumnya


Shen Yuan memacu motornya melewati jalan-jalan besar menuju tenggara. Lu Lin di belakangnya, sesekali akan memotong tangan-tangan busuk yang ingin meraih mereka.


Namun zombie-zombie dari jalan-jalan terdekat tertarik dengan keributan yang ditimbulkan oleh knalpot motor sehingga jumlah mereka meningkat.


Beberapa dengan anggota tubuh yang patah, beberapa dengan darah yang masih menetes dari tubuh mereka, dan semua yang tidak bisa beristirahat dengan tenang bahkan setelah kematian. Mereka mengejar dengan pakaian robek dan compang camping.


Shen Yuan membuat tubuhnya agar sedekat mungkin dengan stang. Berusaha meringkuk untuk menghindari tabrakan dengan zombie, dan sesekali kakinya akan mengubah gigi motor.


Sepeda motor melaju dengan kencang, menerobos belasan zombie, menggiling zombie di bawah rodanya hingga menjadi bubur, dan langsung menuju persimpangan jalan.


Setelah berbelok, zombie yang ditemui semakin sedikit. Lu Lin yang sudah senam jantung sejak tadi, akhirnya bisa menghirup napas dengan tenang.


"Wow... Kukira aku akan mati..." Kasihan sekali wahai jantungku.


"Kita akan kembali ke tempat Xi Zihe sekarang."


Shen Yuan merasa seharusnya mereka sudah cukup memberi Xi Zihe waktu untuk menyelamatkan bocah itu dan siap-siap akan kembali.


"Oke."


Shen Yuan kembali dan memacu motornya dengan kecepatan konstan. Di belakangnya, Lu Lin sama sekali tidak berhenti bicara.


"Wow, ayah, aku tidak tahu kalau kau sangat mahir mengendarai motor. Wajahmu sama sekali tidak terlihat seperti itu."


Shen Yuan tidak menanggapi, namun Lu Lin tidak menyerah.


"Berapa umurmu saat pertama kali mengendarai motor?"


Shen Yuan masih diam.


"Hei, hei, apa kau pernah balapan motor?"


"Apa kau punya motor di rumah? Aku punya kecantikan hitam di rumah. Tapi sekarang aku tidak tahu apakah motor itu sudah rusak diterpa zombie, hiks."


"Jika aku akan mati, aku ingin mencuci motorku untuk terakhir kalinya."


Akhirnya Shen Yuan tidak tahan lagi dengan suaranya yang berdengung seperti lalat. Dia membuat motornya melaju lebih cepat, agar dia bisa mengembalikan kotak obrolan ini ke Xi Zihe sesegera mungkin.


Shen Yuan berkata tanpa emosi, "Lebih baik tutup mulutmu kalau tidak ingin tersedak serangga."


"Oh tidak mungkin. Lalat pasti lebih memilih untuk mengerumuni zombie."

__ADS_1


Shen Yuan hanya memutar bola mata, tidak ingin membuka mulutnya untuk percakapan yang absurd dan tidak berguna ini.


Shen Yuan berbelok ke jalan yang sempit, untuk memotong jalur perjalanan. Jalan di sana memiliki pohon yang rimbun, terlihat sangat asri dan sejuk.


Lu Lin di belakangnya dengan antusias melihat ke kanan dan kiri, tidak melihat jalan di depannya. Alhasil saat melewati salah satu dahan pohon yang menjuntai hingga tengah jalan, Lu Lin yang terlambat membungkuk, tidak bisa menghindari cabang pohon yang menghantam langsung ke kepalanya.


Duak


Lu Lin yang saat itu masih berbicara, langsung terpotong di tengah jalan.


Bruk


Tubuhnya terjungkal hingga jatuh dari sepeda motor. Shen Yuan menghentikan motornya dengan kaget. Dia buru-buru menjatuhkan motornya dan berlari menuju Lu Lin yang terkapar di tengah jalan.


"Lu Lin? Lu Lin!" Shen Yuan menepuk-nepuk pipinya hingga menampar pipinya dan mengguncang tubuhnya, namun Lu Lin sudah pingsan tak sadarkan diri.


"Sial..." Shen Yuan mengacak rambutnya dengan frustasi. Sekarang dia harus membawa orang dengan berat badan lebih dari 70 kilogram.


Shen Yuan memeriksa keadaan Lu Lin, selain dahinya yang sekarang berwarna ungu mengerikan, tidak ada luka lain lagi.


Shen Yuan memeriksa keadaan sekitar, dia berhasil menemukan mobil bak terbuka. Dia membuka pintu mobil dan merangkak ke kursi pengemudi. Bagian atas tubuhnya berada di dalam mobil saat dia meraih kabel hotwire itu dan menyentuhnya bersama-sama.


Mobil mulai menyala. Dia kembali untuk mengangkat Lu Lin seperti membawa karung kentang.


Shen Yuan melintasi jalan dengan Lu Lin di bahunya. Setelah mencapai mobil, dia melemparkan Lu Lin ke dalam bak belakang dengan acuh tak acuh. Dia memutar bahunya dengan lelah sebelum memasuki kursi penumpang dan kembali ke tempat Xi Zihe berada.


***


Sudut mulut Xi Zihe sedikit berkedut setelah mendengarkan cerita Shen Yuan. Dia tidak tahu harus menangis atau tertawa.


Karena Lu Lin tidak sadarkan diri, dan bocah He Zhao membutuhkan tidur, kelompok mereka dibagi menjadi dua. Xi Zihe, Shen Yuan dan He Zhao berada di mobil Jeep. Sedangkan Song Yi, Yang Ruisi dan Lu Lin ada di mobil bak terbuka.


"Aku sama sekali tidak mengerti, bagaimana orang sepertinya bisa lulus ujian dan menjadi anggota pasukan khusus?" Shen Yuan merosot di kursi penumpang di sebelah Xi Zihe dengan lelah.


Xi Zihe sebenarnya juga tidak mengerti. Lu Lin memang suka berbicara, namun di saat serius, dia akan serius. Kontras yang begitu berbeda hingga terkadang Xi Zihe curiga bahwa orang anak itu memiliki kepribadian ganda.


Nilainya saat ujian di pasukan militer tidak bisa dipandang sebelah mata. Xi Zihe terus mengamati perkembangan Lu Lin di akademi militer, dia terus naik hingga akhirnya lolos menjadi anggota pasukan khusus.


Saat itu, hanya prajurit yang benar-benar hebat yang bisa memasuki pasukan khusus Snow Leopard. Mereka sudah dikirim ke beberapa negara untuk melaksanakan misi, dan Lu Lin selalu berhasil pulang dengan selamat.


Sikapnya yang suka berbicara menjadi kelebihan dan kekurangan Lu Lin di saat yang bersamaan.


Xi Zihe hanya menghela napas, berpikir setelah sampai di asrama akan memberikan pendidikan lagi untuk Lu Lin.

__ADS_1


Jika saat ini Lu Lin tahu apa yang direncanakan Kaptennya, mungkin dia sudah melarikan diri dari atas mobil.


***


Sore hari, Lu Lin merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Perlahan dia mulai membuka mata, yang menyambutnya adalah langit sore yang berwarna kemerahan.


Aku di mana? Dengan siapa? Semalam berbuat apa?


Dia berkedip dengan linglung, kemudian mulai mengingat-ingat.


Eng... Aku naik motor untuk menggiring zombie dengan ayah, lalu...lalu... Setelah itu...


Mampus aku amnesia!!


Lu Lin sontak membuka matanya dengan kaget.


"Oh sudah bangun?"


Lu Lin melihat ke sampingnya. Yang Ruisi sedang duduk dan mengunyah permen karet. Dia bersandar di kaca yang menghubungkan ke pengemudi. Sesekali mobil akan bergoyang saat melindas batu.


Lu Lin langsung menghambur ke pelukan Yang Ruisi.


"Ruisi! Aku amnesia!!"


"Lepas! Menjijikkan, bodoh!" Yang Ruisi tanpa ampun mendorong dan memukul kepalanya.


"Ini serius! Aku tidak mengingat apa-apa!"


"Itu karena kau pingsan, bodoh!"


Segera setelah itu, dia merasakan rasa sakit yang hebat berasal dari dahinya. Dia menyentuhnya dan hanya bisa merasakan tekstur kain kasa yang kasar.


"Kau lihat, kau tertabrak dahan pohon."


Yang Ruisi menggeleng-gelengkan kepalanya. Saat melihat keadaan Lu Lin yang tidak sadarkan diri, Yang Ruisi mengira dia digigit oleh zombie. Tapi siapa yang menduga kalau dahan pohonlah pelakunya. Yang Ruisi merasa sia-sia mengkhawatirkannya.


Yang Ruisi melemparkan sebungkus sebungkus biskuit gandum dan sebotol air mineral ke arahnya.


"Makan. Kita dalam perjalanan kembali sekarang."


Lu Lin melihat ke sekitar, matahari mulai terbenam ke barat. Gedung-gedung yang terkena cahaya matahari, perlahan mulai menjadi suram dan gelap. Dunia kembali ditinggalkan oleh hangatnya cahaya matahari.


Sepi dan sunyi, menyisakan erangan para zombie dalam gelapnya malam.

__ADS_1


__ADS_2