Living Dead

Living Dead
Bab 33 - Drone


__ADS_3

"Hidupku sama sekali tidak berarti, Kapten Xi."


Song Yi memandang matahari yang perlahan terbit di kejauhan. Matahari di bulan Oktober sama sekali tidak panas, melainkan hangat dan menenangkan. Namun Song Yi hanya merasakan dingin yang tak berkesudahan.


Setelah beberapa waktu dia melanjutkan, "Jadi kau tidak perlu merasa bersalah jika aku mati di luar sana."


Dia merasa, jika dia tidak melakukan sesuatu, dia akan hancur ditelan rasa bersalah. Dia ingin menyibukkan diri, tidak masalah jika nantinya dia akan kehilangan nyawa. Nyawanya sekarang hanya titipan dari seorang teman.


Xi Zihe menatap pria di depannya lekat-lekat. Sepertinya keputusannya tidak bisa lagi diubah. Maka Xi Zihe hanya bisa menghela nafas, dan berkata dengan pasrah, "Aku mengerti. Aku akan membawamu."


"Terimakasih, Kapten Xi."


Song Yi membelakangi matahari terbit, mengaburkan sedikit ekspresi lega di wajah Song Yi. Xi Zihe menyipitkan matanya karena sinar matahari yang terlalu cerah, dia tidak melihat ekspresi itu.


***


Jeep perlahan-lahan masuk ke dalam kota. Angin kencang membawa potongan kertas dan sampah terbang berhamburan di jalanan. Seekor kucing terlihat mengais di tempat sampah besi yang sudah ambruk, dia mendesis dan melarikan diri saat melihat zombie yang mendekat.


Xi Zihe dengan hati-hati mengemudi melewati tepi luar kota. Ini adalah kota kecil di antara dua provinsi.


"Kapten, mari kita berhenti di sini." Suara Yang Ruisi terdengar dari kursi penumpang di sebelahnya. "Wilayah ini masih berupa zona hijau, sehingga tidak memiliki terlalu banyak zombie."


Dengan membawa tablet militernya, Ruisi melanjutkan, "Jembatan layang di depan tidak bisa dilewati karena banyaknya kendaraan yang menumpuk karena macet."


Xi Zihe mengangguk, "Kita tidak akan pergi terlalu jauh."


Xi Zihe menghentikan mobil di depan swalayan di pinggir jalan. Tampaknya semua zombie sudah meninggalkan daerah ini untuk mencari makanan.


Song Yi mengambil inisiatif untuk turun dari mobil terlebih dahulu dan Xi Zihe mengikuti di belakangnya. Mereka mencari di sepanjang jalan toko untuk memastikan bahwa tidak ada kelompok besar zombie di sekitar.


Setelah memastikan bahwa daerah di swalayan dan sekitarnya bersih, Xi Zihe bersiul untuk memberi tanda kepada mereka yang berada di dalam mobil untuk keluar.


Mereka memasuki swalayan dengan tidak menurunkan kewaspadaan. Meskipun swalayan itu kacau, dan beberapa rak sudah jatuh dan terbalik, namun masih memiliki barang-barang yang mereka butuhkan.


Mereka segera memindahkan beras, minyak goreng, bumbu masakan, dan makanan kaleng ke dalam mobil.


Shen Yuan sedang berdiri di depan rak makanan ringan saat Xi Zihe mendekatinya.


"Oh permen susu! Xiao Fei pasti menyukainya!"

__ADS_1


Shen Yuan meliriknya dan berkata, "Feifei hanya menyukai permen keras. Bukan permen lunak seperti ini."


Shen Yuan mengambil semua bungkus permen keras rasa buah dan lolipop buah dari rak.


"Kalau begitu aku akan mengambil permen susunya." Setelah mengatakan itu, Xi Zihe pergi dengan membawa persediaan permen dan coklat untuk Feifei yang sepertinya tidak akan habis untuk setengah tahun.


Shen Yuan berjalan perlahan menyusuri rak, mencari benda yang sepertinya berguna. Dia mengambil beberapa kotak paku besi, senter dan baterai.


Setelah selesai memindahkan barang, sudah lebih dari tengah hari.


Mereka duduk di dalam mobil, untuk menghangatkan tubuh dan mulai membuka sekotak biskuit untuk makan siang.


Setelah duduk diam beberapa saat, Shen Yuan berkata ke arah Xi Zihe,  "Beri aku granat tangan."


"Jika kau berencana membongkar granat di dalam mobil, kau akan langsung mengirim kami terbang ke langit!" Seru Xi Zihe.


Shen Yuan, "Aku berjanji itu tidak akan terjadi. Sekarang berikan."


Lu Lin tiba-tiba menyela, "Apa salahnya? Hanya terbang ke langit saja, tidak seperti kita akan langsung mati."


Xi Zihe tersenyum ke arahnya, "Percaya atau tidak kalau aku akan melemparkan granat ini ke arahmu?"


Xi Zihe merasa air mata imajiner mengalir dari matanya. Dia seorang kapten, tetapi sama sekali tidak berharga di depan ayah ini. Akhirnya Xi Zihe menyerahkan salah satu granatnya dengan pasrah.


Shen Yuan menggunakan pisau militernya sendiri untuk membuka casing luar granat itu. Gerakannya mulus dan lancar. Dia menggigit selotip di antara giginya, kemudian melilitkannya dua sampai tiga kali.


Lalu Shen Yuan memberi isyarat kepada Xi Zihe untuk membawa kaleng soda yang ada di depannya.


Shen Yuan membuka kaleng itu, kemudian dia dengan santai mencekoki Lu Lin yang ada di sebelahnya dengan soda yang ada di kaleng sampai habis.


Semua yang ada di mobil dengan bingung menyaksikan Shen Yuan.


Tidak sampai dia mulai mengisi kaleng yang sudah kosong dengan sekotak paku besi, mereka menyadari kalau Shen Yuan sedang membuat bom paku.


Di bagian bawah, Shen Yuan kembali menggunakan pisau militernya untuk memotong kaleng menjadi enam bagian seperti kelopak, dan menjepitnya keluar.


Granat tangan di letakkan di tengah, timahnya ditarik keluar dan perlahan-lahan diikat pada tiang pel.


"Kita harus pergi mencari obat." Shen Yuan berkata sadmbil membereskan peralatannya. "Sekarang hampir memasuki musim dingin, mungkin akan ada orang yang sakit."

__ADS_1


Xi Zihe juga berpikir demikian, dia berencana untuk ke apotek setelah itu mencoba mencari senapan di kantor polisi.


Xi Zihe menjalankan mobilnya, namun mereka tidak menemukan apotek, hanya toko obat tradisional. Shen Yuan sedikit mengerti tentang obat-obatan tradisional, akhirnya dia turun dan mengemas beberapa obat untuk sederhana, seperti flu, demam dan batuk.


Saat Shen Yuan sudah selesai mengemas obat, dia melihat Xi Zihe sedang naik ke atap mobil dengan teropongnya.


"Apa yang kau lakukan?" Shen Yuan mengikuti arah teropongnya. Xi Zihe sedang melihat kantor polisi yang ada di seberang jalan, 500 meter dari tempat mereka.


"Kau ingin mencari senapan?"


Xi Zihe menjawab dengan ragu, "Meskipun kualitasnya tidak sebagus senapan militer, tapi setidaknya kita memiliki senjata."


Xi Zihe melompat turun dari mobil, dan memanggil semua orang untuk berkumpul. "Kita akan masuk ke kantor cabang kepolisian itu, dan mencari senjata yang bisa digunakan."


Yang Ruisi, "Senjatanya mungkin tidak memenuhi standar." Dia mengangkat bahunya, "Yah...setidaknya kita memiliki senjata. Tanganku sudah gatal karena tidak memegang senapan."


Mereka naik ke dalam mobil lagi. Xi Zihe menginjak pedal gas, dan dengan keras menabrak pintu kaca hingga pecah.


Lu Lin berguling keluar dari mobil dan langsung menyambar salah satu zombie yang berpakaian polisi, dan memotong kepalanya.


Yang Ruisi menerjang ke depan seperti seekor cheetah, meraih kepala zombie dan memutarnya hingga patah, zombie jatuh dengan bunyi gedebuk.


Karena zombie sudah dibereskan oleh anggota pasukan khusus, Shen Yuan dengan tenang keluar dari pintu mobil. Sikapnya sangat santai seperti berjalan di halaman rumah. Dia langsung menuju ke gudang senjata. Di belakangnya, Xi Zihe mengikuti dengan Song Yi.


Mereka menemukan beberapa kotak senjata yang sudah berdebu.


Xi Zihe menggerutu, "Sialan, apa para polisi itu makan gaji buta? Senapan ini seperti tidak pernah dibuka selama beberapa tahun."


Song Yi, "Yah... Untuk menyelesaikan kasus terkadang tidak membutuhkan senjata. Ini tidak seperti mereka berada di garis depan sepertimu."


Mereka berhasil mengamankan beberapa kotak perlengkapan senjata dan amunisi. Hanya ada pistol standar kepolisian, dan senapan laras panjang.


Saat mereka sedang membawa kotak-kotak senjata, Xi Zihe mendengar Lu Lin memanggilnya dari luar.


"Kapten! Cepat dan lihatlah!"


Jantung Xi Zihe berdetak dengan kencang. Mereka mengira itu adalah zombie dan sudah memikirkan skenario yang buruk. Xi Zihe mempercepat langkahnya dengan membawa kotak senjata belasan kilogram itu.


Lu Lin berseru, "Lihat, Kapten! Ada drone!"

__ADS_1


"HAH?!"


__ADS_2