Love Me Please, Hubby!

Love Me Please, Hubby!
Penampilan Ana yang Berubah


__ADS_3

Keesokan harinya Ana kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa. Bangun pagi, menyiapkan sarapan, membereskan kamar tidurnya. Ia membereskan kamarnya sendiri sebab Anton pernah berpesan padanya agar kamarnya tak pernah tersentuh oleh ART nya atau siapapun itu.


Pagi ini, Ana sudah berpakaian rapi mengenakan kemeja putih berenda yang dipadupadankan dengan rok merah pendek. Ia memakai sepatu high heels warna hitam. Serta mengenakan jam tangan rolex mahalnya yang selama ini jarang dipakainya. Tentu saja tak lupa memoleskan make up di wajahnya.


Ana menuruni anak tangga. Semua keluarga Novero sudah kumpul di meja makan. Kecuali Anton yang belum nampak. Anton belum pulang. Dengan hati-hati ia berjalan sambil berpegangan pada tangga yang melingkar.


"Ana? Kamu keren sekali!" puji Bu Jenny.


"Iya Ma. Ana berbeda sekali hari ini. Tapi tetap cantik dan anggun seperti biasanya. Ayo, duduk dan makan!" seru Pak Mirza.


Ana tersenyum dengan sambutan mertuanya itu. Sementara Arga dan Andre tak berkata apa-apa. Mereka hanya melirik sekilas dan meneruskan makannya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Bu Jenny pada Ana.


"Ana baik-baik saja, Ma. Bahkan Ana akan bekerja kembali hari ini. Mama tak perlu khawatir. Ana sudah sehat dan bahagia." jawab Ana memasang senyum manisnya.


Bu Jenny tersenyum melihat keceriaan Ana.


"Mama senang melihatmu tampak ceria. Eh, Anton dimana ya? Kok belum turun?" tanya Bu Jenny.


"Anton kan lagi di villa." jawab Arga.


"Kok bisa begitu?" tanya Bu Jenny lagi.


"Lagi ada urusan kerjaan, Ma. Ketemu klien di luar kota!" jawab Ana spontan.


Jawaban spontanitas Ana membuat Arga melonggo. Pasalnya, ia bingung kenapa harus berbohong demi menutupi kesalahan Anton. Padahal jika sang Papa tau kelakuan Anton, sudah pasti Anton akan habis hari itu juga. Bisa jadi Anton akan dicoret dari Kartu Keluarga.


Ana melirik ke arah Arga yang menatapnya. Ana pun tersenyum hingga membuat Arga semakin heran. Bagaimana bisa Ana terlihat baik-baik saja padahal kemaren sempat down.


"Kak Ana mau kerja kantoran ya?" tanya Andre.


"Aku mau syuting aja kok, Dre. Kebetulan dalam syuting nanti ada adegan dimana aku akan bekerja di kantor. Jadi sekalian dandan dari rumah. Biar nggak ribet di lokasi syuting." jawab Ana.


"Oh begitu." kata Andre.


"Anton berapa lama di luar kota?" tanya Pak Mirza.


"Tiga hari Pa." jawab Ana.


"Seminggu Pa." jawab Arga.


Pak Mirza menatap Arga dan Ana bergantian. Mendengar jawaban anak dan menantunya yang tidak sinkron, ia langsung tau bahwa ada kebohongan salah satu bahkan keduanya.


"Papa tanya lagj, Anton kemana dan bersama siapa?" tanya Pak Mirza.


"Anton di luar kota, Pa. Bersama...." Arga menoleh ke arah Ana.


"Bersama klien Pa. Namun Ana tak tau siapa." jawab Ana.

__ADS_1


"Lalu?"


"Mas Anton tak bilang berapa lama pastinya disana. Bisa tiga hari jika urusannya cepat selesai. Tapi bisa sampai seminggu jika urusannya tak kunjung selesai dalam waktu cepat. Kita doakan saja, Pa." jawab Ana.


"Dia tumben tak izin sama Mama. Biasanya selalu izin kemanapun dia pergi." ujar Bu Jenny.


"Mungkin Mas Anton lupa, Ma. Kan tapi Ana sudah bilang sama Mama." kata Ana.


Bu Jenny mengangguk setuju, lalu menyuapkan nasi ke mulutnya sendiri.


"Ana, kamu pergi syutingnya diantar supir yah. Papa nggak mau kamu naik taksi atau ojek online. Kalo nggak mau pake supir, nanti Papa belikan kamu mobil baru. Pilih mana?" tanya Pak Mirza.


"Tidak perlu, Pa. Jika memang ada supir, Ana diantar supir aja deh, Pa. Papa nggak perlu membelikan Ana mobil baru. Mobil Ana saja yang di rumah Papa, jarang Ana pakai. Masa iya dibeliin baru lagi." jawab Ana.


"Baiklah. Tapi jika kamu menginginkan apapun, kasih tau Papa ya. Akan Papa turuti jika masih terjangkau dan wajar. Papa sudah anggap kamu seperti anak sendiri." kata Pak


Sore harinya Ana sudah selesai menjalani syutingnya. Ia bergegas pulang dengan dijemput oleh supir. Karena sudah lama tak pergi belanja pakaian, ia pun meminta supir mengantarnya ke salah satu mall ternama.


"Pak, saya mau belanja. Apakah Bapak berkenan ikut masuk ke mall bersama saya?" tanya Ana dengan sopan.


"Siap Non Ana." jawab supir.


Mobil sudah diparkirkan dan Ana segera masuk ke mall. Diikuti oleh supir bernama Lukman.


"Pak Lukman nanti bawa belanjaan saya yah! Saya juga belum tau nih mau belanja apa. Tapi sepertinya akan banyak yang saya beli." ujar Ana.


"Siap Non Ana."


Kasir dibuat melongo melihat black card milik Ana. Sebab ia paham, pemiliknya pasti sudah dinobatkan sebagai sultan karena tajir melintir. Tidak cukup sampai disitu, Ana beralih menuju toko perhiasan.


"Bapak sudah berkeluarga?" tanya Ana pada Lukman yang umurnya sekitar 35 tahun.


"Sudah Non."


"Anak?"


"Anak baru satu, Non."


"Cewek apa cowok?"


"Cewek, Non."


Ana tersenyum, lalu masuk ke toko perhiasan. Para pegawai menyambut kedatangan Ana. Beberapa dari mereka sudah hafal dengan Ana yang merupakan pelanggan tetap. Selain itu, Ana adalah artis yang wajahnya tak asing lagi.


Ana memilih beberapa perhiasan yang sesuai kriterianya. Tidak butuh waktu lama bagi Ana untuk memilih perhiasan. Tidak seperti kebanyakan orang pada umumnya. Sebab Ana tak ragu lagi baik dari harga ataupun kualitas barang yang dibelinya itu.


Kemudian Ana menuju toko pakaian dalam langganannya. Ia memilih beberapa lingerie yang dirasa pas untuknya. Kali ini, Pak Lukman disuruhnya berjaga di depan toko. Ia tak mengajaknya masuk ke dalam toko.


Belum cukup sampai disitu, Ana melanjutkan belanjanya ke sebuah toko taa branded. Ia memilih satu tas mewah yang harganya lumayan fantastis bikin orang susah menangis.

__ADS_1


"Non Ana masih belanja lagi?" tanya Pak Lukman.


Sebelum menjawab, Ana melihat ke arah Pak Lukman. Dilihatnya kedua tangan Pak Lukman sudah penuh dengan barang belanjaannya.


"Sebenarnya masih. Tapi sepertinya cukup sampai di sini saja. Kasian juga Pak Lukman! Kita pulang saja ya, Pak!" jawab Ana.


"Baik Non."


"Oh iya, ini ada sesuatu untuk istri dan anak bapak!" kata Ana sembari menyodorkan kotak kecil berwarna hitam.


"Apa ini, Non?"


"Buka saja, Pak!"


Pak Lukman membuka kotak kecil berwarna hitam. Isinya adalah sebuah kalung dan anting.


"Ini serius Non Ana?"


"Iya Pak. Kalung untuk istri Pak Lukman dan anting untuk anak Pak Lukman. Meski tak seberapa, tolong diterima yah!" ujar Ana.


"Terima kasih, Non Ana. Anak dan istri saya pasti suka. Terima kasih banyak!" ucap Pak Lukman bahagia dan terharu.


Sesampai di rumah keluarga Novero, Ana langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya. Pak Lukman menyerahkan semua belanjaan Ana kepada ART. Untuk selanjutnya ART lah yang mengantarkan belanjaan ke dalam kamar Ana.


Betapa kagetnya Ana saat mendapati suaminya, Anton sudah di kamarnya. Anton sedang berkirim pesan dengan seseorang. Terlihat senyuman tipis menghiasi wajah tampannya.


"Kamu sudah pulang?" tanya Ana.


"Hmm..." jawab Anton yang masih fokus menatap layar ponselnya.


"Seharusnya kamu pulang dalam waktu 3 hari. Paling lama seminggu. Ini terlalu cepat buatmu." ujar Ana.


Mendengar perkataan Ana, Anton langsung menoleh ke arah Ana. Anton melihat penampilan Ana berbeda dari biasanya. Pakaiannya lebih seksi dan bahkan make up yang dipakainya lebih cetar dari biasanya.


"Habis darimana kamu?" tanya Anton dengan emosi.


Ana membuka pakaiannya tanpa mau menjawab pertanyaan Anton. Menyisakan pakaian dalamnya, lalu bersiap menuju toilet.


"Jawablah! Apa kamu membalas perbuatanku kemaren? Kamu mau berselingkuh juga?" tanya Anton.


"Apa jika aku berselingkuh menjadi urusanmu sekarang?" jawab Ana yang masih berdiri di depan toilet.


Ana menatap Anton yang menatapnya juga. Ana hanya tersenyum getir melihat Anton yang menatapnya tajam. Tatapan yang seperti akan menelannya bulat-bulat.


"Jangan sampai melakukan hal di luar batas!" seru Anton, suaranya sedikit bergetar.


"Kamu semarah itu?" tanya Ana.


Anton bangkit dari ranjangnya. Berjalan mendekati Ana yang masih mematung di depan toilet. Tanpa basa-basi, Anton mencengkaram leher Ana. Anton mencekiknya hingga Ana kekurangan pasokan udara untuk bernafas. Ana memukul lengan Anton agar melepaskan cengkeramannya.

__ADS_1


__ADS_2