Love Me Please, Hubby!

Love Me Please, Hubby!
Realita Tak Seindah Harapan


__ADS_3

Seminggu telah terlewati. Izin cuti pun telah usai. Saatnya Ana kembali ke lokasi syuting untuk meneruskan karyanya. Seperti sebelumnya, Ana diantar oleh Anton menuju lokasi syuting.


"Wah, selamat datang Ny. Anton Novero!" sapa Alana dengan nada sinisnya.


"Wow, untung bandar yah bisa dinikahi anak pengusaha sukses! Papanya aja bisa sesukses itu. Pasti nanti Anton Novero bakal lebih sukses lagi yah ke depannya!" seru Anggi, salah satu kru make up.


"Kalian ini rajin banget ngegibah. Ini masih pagi loh. Belun juga jam 8 pagi. Kalo mau ngomongin orang, mbok ya nunggu siangan dikit!" gerutu Nabila membela Ana.


"Udah biasa, Bil. Biarin aja." lirih Ana pada Nabila.


"Hey kalian, perkenalkan aku adalah Ananda Ranita, Ny. Anton Novero. Maaf yah tidak bisa mengundang kalian untuk acara akad nikahku. Pelaksanaannya hanya sederhana, dihadiri keluarga besar saja." seru Ana hingga semua orang yang berada di ruang make up tertuju padanya.


"Untungnya aku orang spesial, jadi masih dapet undangan." ujar Nabila yang didengar Alana.


"Halah, sombong banget!" seru Alana sewot


"Yaiyalah. Gimana nggak mesti sombong. Kamu aja yang katanya pacar Arga, trus sahabat dekatnya Anton, apa diundang?" tanya Nabila pada Alana.


"Enggak sih." jawab Alana menciut.


"Ya kan...? Berarti hanya orang pilihan yang diundang acaranya Ana. Dan ya, kalian tau Radit Hanggoro Sukmo nggak?" tanya Nabila dengan suara lantang.


"Taulah. Dia kan pebisnis sukses. Siapa sih yang nggak kenal dia. Bahkan saingan bisnis sama Mirza Novero, Papanya Anton." ujar Alana.


"Aku kasih satu rahasia besar yah. Radit Hanggoro Sukmo itu punya hubungan khusus sama Ana. Kalian tau nggak?" tanya Nabila dengan gaya ngegibah.


"Serius Bil?" tanya Anggi merapat.


"Yaiyalah. Hubungan yang sangat dekat. Kalian pasti nggak habis pikir!" seru Nabila.


Ana pun pergi sebab tak kuasa melihat respon yang lain jika tau kebenarannya.


"Kan orangnya pergi!" ucap Alana.


"Ana tuh putri tunggalnya Radit Hanggoro Sukmo. Kalian semua paham?" kata Nabila.


"Apa???" tanya Alana tak percaya.


"Yah kenyataannya seperti itu. Ana bukan orahg sembarangan Bos! Dia berpenampilan biasa aja untuk liat kita semua, mana sih orang yang peduli dan perhatian dengannya. Bukan yang sengaja deketin dia sebab dia orang kaya!" jawab Nabila.

__ADS_1


Nabila pun pergi menyusul Ana yang sedang konsultasi dengan Sutradara.


"Gila. Ini berita yang bener-bener bikin heboh. Nggak nyangka banget!" ujar Anggi.


"Taulah! Bagiku dia tetap wanita abstrak yang menyebalkan." gerutu Alana pelan.


Sore harinya, Alana dijemput oleh Arga dan Ana dijemput oleh Anton. Karena dijemput dalam waktu yang bersamaan, akhirnya mereka double date.


"Kita mau kemana nih?" tanya Arga sebelum semuanya masuk ke mobil.


"Gimana kalo kita makan dulu di restoran dekat sini? Sekalian double date juga kan yah?" jawab Ana sembari menggandeng lengan Anton dengan mesra.


"Terserah Kak Arga aja deh gimana baiknya." ujar Alana pasrah.


Akhirnya mereka naik mobil masing-masing. Alana dan Arga naik mobil Arga. Sedangkan Ana dan Anton naik mobil Anton. Arga bertindak sebagai penunjuk jalan. Dia memilih restoran mana yang pantas dikunjungi.


Sesampai di restoran, mereka pesan sesuai selera masing-masing. Anton memilih banyak diam. Hanya sesekali matanya melirik ke arah Alana. Ana tau itu. Tapi ia tak terlalu mempermasalahkannya.


Hampir setengah jam pesanan mereka datang. Cukup lama untuk membuat kesabaran diuji jika dalam kondisi lapar. Dengan sigap, Ana melayani Anton. Ia menyiapkan minum Anton dan semacamnya. Bahkan ia menawarkan untuk menyuapi Anton. Tapi Anton menolaknya.


"Kak Arga mau aku suapin?" tanya Alana dengan nada manja.


Anton menyendokkan makanannya ke dalam mulutnya. Ia tampak tidak baik-baik saja. Pemandangan mesra antara Alana dan kakaknya, Arga, semakin membuatnya merasa tidak nyaman. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selain tetp diam dan melihatnya.


"Aku ke toilet dulu yah!" kata Ana.


Ana berjalan menuju toilet restoran. Ternyata Anton mengikutinya. Anton menarik paksa lengan Ana hingga Ana terpojok di sudut ruangan dekat toilet.


"Hei Ana, kamu sengaja bikin suasana yang nggak nyaman yah?" tanya Anton.


"Apa maksudmu?" kata Ana balik tanya.


"Kamu sudah tau bahwa aku punya perasaan pada Alana? Kamu tau kan?" tanya Anton lagi.


Kali ini Anton menatap Ana dengan tatapan membunuh.


"Iya aku tau. Makanya aku ingin memastikan sekali lagi. Ternyata dugaanku tak salah. Kini, kamu bahkan mengakuinya secara langsung. Sungguh, aku apresiasi kejujuranmu!" ujar Ana bersikap santai.


"Awas saja jika kamu berulah! Aku takkan tinggal diam!" ancam Anton yang kemudian segera meninggalkan Ana.

__ADS_1


Ana meremas jemarinya. Ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, sampai kalan harus bersabar menghadapi suaminya yang ternyata punya perasaan spesial untuk wanita lain.


"Lama sekali? Apa ada masalah?" tanya Arga begitu melihat Ana kembali dari toilet.


"Gapapa Kak Arga. Aku hanya sedang keram perut. Setelah ini, aku pulang aja yah. Kalo kalian mau lanjut jalan-jalan, aku nggak ikutan." kata Ana.


"Iya, kita pulang aja!" kata Anton menimpali.


"Kita nggak jadi beli jam buat aku, Kak? Aku lagi pingin beli jam baru." ujar Alana manja.


"Iya kita tetap jadi beli." ucap Arga.


"Yeay, Kak Arga makasih yah. Makin sayang sama Kak Arga!" seru Alana girang.


Ana dan Anton sudah berada di mobil. Mereka masih saling diam. Anton fokus menyetir mobilnya.


"Sejak kapan kamu tau?" tanya Anton membuka obrolan.


"Tau kamu mencintai Alana?"


"Iya."


"Sejak nama Alana kau sebut dalam tidur nyenyakmu!" ujar Ana tanpa menatap Anton, ia memilih melihat ponselnya.


"Lalu apa pendapatmu?" tanya Anton.


"Biasa aja! Terserah kamu mencintai siapa. Lagipula pernikahan kita kan pernikahan bisnis. Aku tak punya rencana apa-apa dengan pernikahan kita. Tak penting kaku mencintai siapa. Bagiku sama saja. Kita menikah bukan harus saling mencinta. Taii punya visi misi dan tujuan yang sama. Bisnis lancar. Bukankah itu poin utama pernikahan kita?" jawab Ana tegas.


"Yah anggap saja begitu. Jadi sudah jelas yah. Siapa mencintai siapa." kata Anton.


"Lalu apa rencanamu?" tanya Ana.


"Rencana? Aku tak merencanakan apapun!" jawab Anton.


"Kau ini pria apa? Berani mencintai tanpa bertindak? Jadi kamu hanya mencintai dalam diam? Kasihan sekali!" ledek Ana.


"Aku masih menghormati Kak Arga. Baik Alana dan Kak Arga, mereka sama-sama saling mencintai." kata Anton.


"Oh yeah? Sudah dikonfirmasi ke Alana? Aku lihat dia tak mencintai Kak Arga. Dia hanya peduli dengan hadiah mahal yang akan didapatkannya. Menurutku dia lebih tertarik denganmu. Mungkin karena urutan silsilah kamu nomer dua, kamu juga ikut diduakan. Ini menurutku yah, jadi jangan marah..." ujar Ana.

__ADS_1


__ADS_2