
Setelah menempuh perjalanan selama dua belas jam akhirnya David dan Hasna sampai di Turki jam sepuluh malam.Mereka memutuskan untuk langsung istirahat di kamar hotel biar besok pagi siap untuk melakukan aktifitas mereka selama di Turki.
Rencananya pagi ini David mau langsung ketemu dengan Silvia yaitu dokter sekaligus sahabatnya yang akan membantu mereka dalam proses program bayi tabung.Karna David tidak mau menunda nunda niatnya untuk segera punya anak.Lebih cepat lebih baik.
Hasna sebenarnya dalam hati kesal,pagi pagi sudah repot di uber uber waktu.Padahal ini kan liburan bulan madu mereka.Paling tidak David mengajak jalan jalan dulu mengunjungi destinasi yang terkenal di Turki.Karna dari rumah Hasna berharap akan di ajak mengunjungi Cappadocia yang viral itu atau Galata bridge,Istiklal street,Blue mosque.Ah,tapi siapa lah Hasna,dia hanya seseorang yang dibayar oleh David untuk mendapatkan anak.Jadi tau dirilah.
Silvia menyambut hangat David dan Hasna tapi agak sedikit terkejut melihat Hasna.Karna menurutnya Hasna bukan tipe perempuan idaman David.Tapi Silvia sangat terkesan dengan Hasna,hanya dengan polesan lipstik dan bedak seadanya Hasna tampak memesona,dan menyenangkan.
Silvia mendekat dan memeluk Hasna dengan hangat,Hasna merasa senang dengan perlakuan Silvia yang friendly.
"Silahkan duduk pengantin baru,ada apa masalah apa nih baru nikah sudah mau berkonsultasi sama dokter"Silvia mempersilahkan David dan Hasna.
Mereka berbincang dengan akrab."Maaf ya Dave,saya ga bisa hadir di pernikahan kalian...kamu sendiri tau kan...selain sibuk,tempatnya juga jauh"Silvia tersenyum ramah.
"Iya gpp...tapi kadonya tetap ada kan"tagih David sambil menaik turunkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Ish,ish,ish...kamu sudah kaya juga masih harapin kado"Mereka tertawa bersama.
"Btw,to the point aja ya Sil...kedatangan kami ke sini bermaksud mau konsultasi mengenai program bayi tabung"David langsung pada intinya.
"Wait...kamu bilang bayi tabung???"Kalian berdua sedang bercanda kan..."Silvia kaget setengah mati, matanya bahkan hampir keluar.
"Iya Silvi...memang ada yang salah?David pura pura bertanya sedangkan Hasna hanya diam tertunduk.Hasna memang lebih memilih banyak diam dan memang itu yang terbaik dia lakukan.
"Iya salah lah,kalian baru nikah...Hasna masih muda,kecuali kalian ada kelainan genetik,atau sudah bertahun tahun menikah tapi Hasna belum hamil hamil juga,lah ini...menikah baru hitungan hari"Silvia ngegas.
"Apa...mau bilang saya apa...saya sehat Silvia,kamu jangan aneh aneh deh mikirnya"Jawab David ketus.
Silvia tertawa melihat ekspresi David.
"Habisnya kalian yang buat saya berfikir aneh aneh,yaudah sana pulang...berusaha lagi,masih banyak pasien yang ngantri"Silvia mendorong pelan tubuh David.
__ADS_1
"Ngusir nih ceritanya"kata David.
"Bukan Dave,nanti kalau kalian masih lama di Turki,aku usahakan kita ketemuan lagi,aku juga kan mau kenal lebih dekat dengan Hasna"Silvia menatap Hasna kemudian memeluknya,yang disambut Hasna dengan haru.
Entah kenapa Silvia begitu menyukai Hasna,ada perasaan ingin melindungi seorang kakak terhadap adiknya.
"Mungkin kami bisa sekitar sebulanlah di sini...oiya nanti saya transfer ya biaya konsultasi hari ini,saya dan Hasna pamit dulu"David menarik pelan tangan Hasna.
"Ga usah Dave,anggap aja itu hadiah pernikahan dari saya buat kalian"jawab Silvia berdiri hendak mengantar sampai pintu.
"Yahhh...kadonya ga jadi dong!"Sahut David.
"Jadi Dave...kalian tunggu aja,nanti saya kirim obat stamina buat kamu"Goda Silvia sambil tertawa kemudian langsung menutup pintu dan menguncinya.
"Awas kamu ya Silvia!"David menggedor gedor pintu kantor Silvia,Hasna tersenyum lihat kelakuan dua sahabat itu.
__ADS_1