
Beruntung luka pada mata Amanda tidak serius,hanya peradangan pada konjunctiva matanya akibat infeksi bakteri.Tapi dari bagian kelopak matanya bagian bawah sampai pipi ada luka sobek yang cukup dalam dan lebar jadi harus di jahit.Terdapat lima belas jahitan,yang membuat wajah Amanda tidak secantik dan semulus dulu lagi.
Luka pada wajahnya membuat Amanda semakin membenci Hasna,dan berencana akan membalas semua perbuatan Hasna.
David hanya terkena gegar otak ringan,dia pingsan bukan akibat kepalanya terbentur batu.Tapi karna melihat darah di wajah Amanda,yang membuat sekujur tubuhnya lemas.Ternyata David phobia pada darah.
Setelah empat hari mendapat perawatan secara intensif keadaan David sudah pulih,dia berencana menjenguk Amanda yang masih dirumah sakit.
David sangat merindukan Amanda,dan ingin tahu bagaimana keadaan kekasih hatinya itu sekarang.
David sudah berada di depan pintu kamar tempat Amanda dirawat.Dia sengaja tidak langsung masuk.David mengetuk pintu dan memanggil istri tercintanya itu dengan lembut.
"Amanda sayang,apa aku boleh masuk?"
"Dave kamu datang sayang...tapi tunggu,kamu jangan masuk dulu"Amanda menyuruh perawatnya mengambil masker untuk menutupi perban diwajahnya dan kacamata hitam karna matanya masih merah.
Setelah di perbolehkan Amanda,David masuk dengan buket bunga ditangannya.
David duduk di sisi tempat tidur,dan memeluk Amanda.
"Sayang bagaimana keadaan kamu?"David hendak membuka kacamata hitam yang dipakai Amanda.
"Jangan sayang,mataku masih merah,luka di kelopak mata sampai pipi terdapat lima belas jahitan Dave.Aku mau melakukan bedah plastik ke Korea,aku mau wajahku kembali mulus lagi,kamu temani aku ya?"Amanda merebahkan kepalanya di bahu David.
"Iya sayang,aku akan cari dokter bedah plastik yang paling terbaik di Korea"David mengecup lembut kening Amanda.
"Oiya bagaimana dengan kamu sendiri Dave"Tanya Amanda
"Aku baik baik saja,kamu ga usah kuatir"Jawab Dave
"Dave,apa benar perempuan itu pergi membawa Dendi?"
"Iya,tapi aku akan menemukan Hasna,akan aku rebut anakku kembali"jawab David mulai emosi.
__ADS_1
Amanda kesal,David sangat menyayangi Dendi.
"Dave,apa kamu sangat sayang sama Dendi?'
"Dendi anak aku Manda,tentu aku sangat menyayanginya"
"Bagaimana dengan Dinda,apa kamu menyayanginya juga seperti Dendi?"
"Amanda,aku tidak pernah membeda bedakan antara Dendi dan Dinda,aku sangat menyayangi anak anak ku"Jawab David penuh penekanan.
"Amanda,aku mau tanya...apa kamu tidak punya rasa sayang sedikit pun sama Dinda,padahal dia anak kandung kamu sendiri?"
Amanda terdiam.
"Ayo jawab sayang...apa karna dia tidak sempurna,kamu menolaknya,bahkan kamu malah mengakui Dendi sebagai anak kamu"
"Dave,maafkan aku"Amanda menangis
"Iya Dave,aku ga mau anak perempuan,aku benci,karna kamu pernah bilang menginginkan anak laki laki,aku takut kamu menolak kami,seperti dulu yang pernah aku alami.Jadi aku..."
"Akting kamu sangat bagus Amanda,kau berhasil membodohi aku,bahkan seisi rumah!"David marah dan berdiri hendak pergi.
Amanda menahan David dengan memeluk pahanya dengan kencang.
"Daveee,aku sungguh menyesal,aku minta maaf...semua aku lakukan supaya kamu tidak meninggalkan aku,Dave ku mohon maafkan aku"Amanda menangis,air matanya mengalir mengenai luka jahitan,tiba tiba dia meringis kesakitan.
"Aww...sakit...sakit"Amanda memegang pipinya yang diperban.
David paling tidak bisa melihat Amanda menangis,apalagi kesakitan,hatinya langsung luluh.
"Kenapa sayang,mana yang sakit?"Tanya David kuatir.
"Dave,lukanya kena air mata,jadi perih,tolong panggilkan perawat"Amanda terus meringis.
__ADS_1
"Luka pasien belum kering,jadi jangan kena air dulu,apalagi kena air mata,kuatir mengalami infeksi'Perawat menasehati Amanda sambil mengganti perbannya.
**********
Hasna dan baby Dendi telah tinggal di desa Laden,Pamekasan,Madura kurang lebih tiga bulan.Selama itu pula pak Hamdan menderita penyakit parkinson.Pak Hamdan hampir tiap hari memikirkan nasib menantu dan cucunya yang ada di Madura sana.Sebab sakitnya itu pak Hamdan yang tadinya berniat mencari Hasna dan baby Dendi,tidak terlaksana.Penyakit parkinson yang di deritanya membuat pak Hamdan kesusahan bergerak dan beraktifitas.
Tapi pak Hamdan telah mengirim orang orang kepercayaannya mencari Hasna dan baby dendi.Dan mereka telah menemukannya.Di desa Laden,Hasna tinggal bersama mak Romlah sahabat ibunya dulu sewaktu remaja.
David juga berniat mencari keberadaan Hasna dan baby Dendi,karna abah sakit,David menunda niatnya.Sebab sejak abah sakit semua urusan perusahaan di handle oleh David.Saat di rumah David membantu menjaga dan merawat abah,belum lagi sesekali momong baby Dinda.
Mak Romlah tinggal bersama sepasang cucunya yang remaja.Yang laki laki bekerja mencari batu di pinggir kali.Sedangkan yang perempuan dan mak Romlah sendiri suka kerja serabutan bikin keripik emping dan enye enye.
Hasna sebenarnya ingin bekerja di kota dengan modal ijazah sarjana dan pengalaman kerjanya.Tapi dia tidak bisa meninggalkan baby Dendi atau menitipkannya pada orang lain.
Jadi Hasna lebih memilih bekerja serabutan juga.Yang penting bisa makan dan tidak terpisah dengan anaknya.Hasna juga menjual hasil kerajinan tangan warga di sekitar secara online.
Semua tentang kehidupan Hasna diketahui pak Hamdan dari orang orang suruhannya.Ada niat dalam hati pak Hamdan untuk membantu Hasna,tapi dia kuatir Hasna tidak akan menerimanya.Pikir pak Hamdan biarlah Hasna bahagia dengan kehidupannya sekarang tanpa Dave dan Amanda.
Pak Hamdan kuatir kelak jika dia meninggal dalam waktu dekat,bagaimana nasib cucu laki lakinya itu.Oleh sebab itu Pak Hamdan mengumpulkan keluarganya,istrinya bu Fatma,anaknya David dan menantunya Amanda.
"Abah...mau...bicara mengenai...Hasna...Dendi...abah sudah...menemukan...mereka...abah mau...sebelum...abah pergi...abah...ingin memberikan...tiga puluh...persen saham... perusahaan...untuk...cucuku...Dendi...ini amanah"Pak Hamdan kesulitan dalam berbicara.
Semua yang ada disitu kaget mendengar perkataan abah,bahwa pak Hamdan telah mengetahui keberadaan Hasna dan baby Dendi.Lebih kaget lagi mendengar amanah dari Abah.Tapi semua hanya bisa diam tak membantah.
"Abah..juga mau..sepuluh persen..
tiap bulan...keuntungan...perusahaan...diberikan...kepada...Dendi...abah...harap...tidak ada...yang keberatan.Dave...kamu tidak...keberatan kan...dengan...amanah...abah?"
"Tidak abah,malah Dave senang abah memperhatikan Dendi,terimakasih abah sudah menemukan mereka"David memeluk abah terharu,begitu juga dengan bu Fatma.
Amanda diam,hatinya dongkol,dadanya panas,kepalanya seakan pecah dengan amanah mertuanya itu.
"Ingat...ini bukan warisan...ini amanah yang... harus kamu...jalankan Dave...anggaplah ini...permintaan...abah...yang terakhir"Lanjut abah membalas pelukan istri dan anaknya.
__ADS_1